TIM BIMBINGAN KONSELING-Penyerahan Transkrip Semester Ganjil 2016-2017

Prof. Dr Hadi Susilo ARIFIN, sebagai konselor bagi mahasiswa PPKU IPB-Angkatan 53 kelas P04 telah melaksanakan pertemuan pada hari Selasa, 21 Maret 2017 pk 08.30-10.00 bertempat di Ruang 2.08 CCR, IPB.

Pertemuan Konselor dan Konseli ini berlangsung akrab dan suasana kekeluargaan. Ada 100 konseli yang hadir dari total jumlah mahasiswa 120. Satu per satu nama mahasiswa dipanggil ke depan untuk menerima trnaskrip, dan langsung menandatangani daftar hadir. Hadi memberi penghargaan bagi 3 mahasiwa terbaik. Ada 2 mahasiswa yang mendapatkan IPK 4,0 dan 1 mahasiswa ber IPK 3.96. Ketiganya mendapatkan predikat Cum-Laude. Mahasiswa lainnya yang memperoleh IPK di atas 3.75 juga diberi apresiasi dengan sebuah gantungan kunci oleh-oleh dari Bali.

Setelah dilakukan diskusi, acar diakhir dengan Group Foto di depan kelas. Selamat belajar, semoga semua mahasiswa jauh lebih siap mengahadpi Ujian Tengah Semester (UTS) yang akan dimulai awal April 2017 yang akan datang. Good Luck….

CIMG2889 CIMG2895  CIMG2898 CIMG2900

CIMG2904 CIMG2907  CIMG2910 CIMG2912

CIMG2917

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC_0715small DSC_0726small DSC_0736small

The 1st FGD – Urban Water Research Cluster IPB/UI/Monash University-AIC

Links Berita Terkait:

1. Berita KOMPAS

2. Berita ANTARA

3. Berita BogorOnline

4. Berita Kota Bogor

Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Sumberdaya Air di Kota Bogor

Tema:Transformasi Kota Bogor dari Kota Hujan Menuju Bogor Kota Ramah Air (Bogor Water Sensitive City)

Topik Utama: Penyebab dan Solusi  Banjir SMAN 2 dan Longsor di Kota Bogor

  1. Latar Belakang

Kota Bogor yang dianugerahi curah hujan yang banyak rata-rata 3000-3500 mm /tahun, merupakan kota dengan sebutan “Kota Hujan.” Baru baru ini pada tanggal 27 Februari 2017 telah terjadi longsor di Paledang dan banjir di SMAN 2. Hal ini menyadarkan semua pihak, bahwa potensi dan ancaman banjir dan longsor telah terjadi di sekitar kita. Bahaya tersebut telah menimbulkan kerugian harta dan jiwa, secara materiil dan imateriil bagi warga kota Bogor.

Dinamika sosial ekonomi kota Bogor telah berkembang dari ibukota Pajajaran sejak abad ke 13, dengan memanfaatkan hulu Sungai Ciliwung, Cisadane dan Cipakancilan. Pada jaman Belanda di bangun beberapa infrastruktur bangunan air dan pengatur sumberdaya air di antaranya Bendung Empang untuk mengairi 4000 ha dan Bendung Katulampa, untuk irigasi di daerah Bogor, Cibinong, Depok dan Jakarta. Dari kota Bogor juga pertama kali dilakukan pipanisasi mata air dari Ciburial Ciomas ke Jakarta untuk air minum, pada tahun 1924.

Perkembangan penduduk dan perubahan penggunaan lahan di sekitar Bogor telah menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke lahan terbangun berupa perumahan, jalan, dan infrtruktur lainnya. Perubahan ini tanpa disadari juga telah mengubah bangunan dan sarana pengairan yang ada dari sarana irigasi dan penyediaan air baku pengairan menjadi peruntukan sarana sumberdaya air, perubahan pola pikir masyarakat, kelembagaan dan sistem pengelolaan sumberdaya air di kota Bogor.  Perubahan dari hanya sekedar sebutan kota hujan yang bersifat pasif menjadi kota yang ramah terhadap sumberdaya air (Bogor water sensitive city). Pemangku kepentingan kota Bogor perlu berbenah menuju kota yang ramah air, Tanpa disadari perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim di kota Bogor dan sekitarnya akan berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi dan potensi bencana yang akan mengancam keselamatan jiwa masyarakat kota Bogor.

Untuk lebih memahami apa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi serta untuk mengantisipasi dinamika yang ada maka perlu diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD). FGD ini bertujuan untuk mencapai sinergi antara para peneliti/akademisi, Pemerintah Kota Bogor, pelaku ekonomi (perusahaan), dan masyarakat serta insan media dalam melihat permasalahan yang dihadapi. FGD ini juga diharapkan dapat memberi masukan bagi Bappeda dan Pemerintah Kota Bogor dalam menyelenggrakan pembagunan yang berkelanjutan berbasis sumberdaya air. Mampu mendayagunakan semua potensi yang dimilikinya, baik potensinya sebagai kota dengan curah hujan yang tinggi, banyak air, dikelilingi banyak sungai dan diapit

Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Terlebih posisi Kota Bogor yang sangat strategis sebagai daerah penyangga Ibukota Jakarta dalam penyediaan air bersih, dan juga mencegah dari bahaya banjir. Kota Bogor juga berpotensi dalam menyediakan air bersih untuk Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok dan DKI Jakarta.

Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan kolaborasi dari para peneliti yang tergabung dalam Urban Water Research Cluster (UWRC), Australia Indonesia Centre (AIC), dan bekerja sama dengan pemerintah kota Bogor. AIC sendiri didirikan oleh Pemerintah Australia dan Indonesia sebagai bentuk kerjasama Government to Government (G to G) dengan fokus pada pengembangan multi-stakeholders network antara Australia dan Indonesia dengan melakukan berbagai kegiatan yang komprehensif. Salah satu kerjasama University to University (U to U) yang diselenggarakan dibawah AIC adalah kerjasama antara Monash University, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Indonesia (UI) dalam Urban Water Research Cluster (UWRC) untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi, aplikatif, dan memiliki dampak besar bagi Kota Bogor pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Dalam fokus penelitian Urban Water Research Cluster – AIC, Kota Bogor terpilih sebagai pusat lokasi studi air wilayah perkotaan yang terbagi dalam 6 sub tema: 1) Benchmarking tools, 2) Socio-institutional pathways, 3) Infrastructure adaptation pathways, 4) Green Technology pathways, 5) Urban Design and Demonstration, dan 6) Learning Alliances. Kolaborasi penelitian ini akan berlangsung sampai dengan Agustus 2019 dengan kemungkinan perpanjangan.

  1. Tujuan:

Tujuan penyelenggraan FGD ini: 1) Untuk mengetahui perkembangan sistem pengelolaan sumberdaya air; menghimpun dan mendokumentasikan pengetahun, data dan informasi yang terkait di kota Bogor; 2) Untuk mengetahui mitigasi, adaptasi, sistem peringatan dini dan cara mengantisapasi problem banjir dan tanah longsor yang mungkin akan terjadi di masa yang akan dating; 3) Untuk menghimpun semua aspek tekonologi, kelembagaan, sistem pengelolaan, kapasitas pendanaan dan kewenangan dalam pengelolaan sumberdaya air di Kota Bogor.

  1. Waktu dan Tempat

FGD ini akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal: Jumat, 17 Maret 2017

Tempat:  Paseban Sri Bima Balai Kota Bogor, Jl. Ir. H. Djuanda No. 10, Bogor Tengah 16121

Jam: 08.00 – 11.00 WIB

Peserta: 50 Orang (daftar undangan di bagian D)

Topik: Penyebab dan Solusi Banjir SMAN 2 dan Longsor di Kota Bogor

IMG_4037a IMG_4029a

Susunan Acara

Topik:  Penyebab dan Solusi  Banjir SMAN2 dan Longsor di  Kota  Bogor

No Waktu Topik PIC
1. 08.00 – 08.15 Registrasi Sekertariat
2. 08.15 – 08.30 Pembukaan

1.      Kordinator: Prof. Hadi Susilo Arifin

INTRODUCTION – Urban Water Research – PDF File CLICK Di Sini

2.      Kepala Bappeda Kota Bogor

 

LO AIC

2. 08.30 – 09.00 Dr Nana M Arifjaya: Pemaparan Fakta Banjir SMAN 2 dan Longsor di Kota Bogor- PDF File CLICK Di Sini Prof. Hadi Susilo Arifin
3. 09.00 – 09.20 Insights dari Tim Peneliti Urban Water Research Cluster, AIC:

1.      Prof. Hidayat Pawitan – Macro Approach – PDF File CLICK Di Sini

2.      Dr. Yuli Suharnoto – TRRM Data Analysis – PDF File CLICK Di Sini

Prof. Hadi Susilo Arifin
4. 09.20 – 10.30 Tanggapan dan diskusi dari stakeholders:

1.      Walikota Bogor

2.      Ka.Dinas PUPR

3.      Ka. BPBD Bogor

4.      Diskusi Terarah

Prof. Hadi Susilo Arifin
5. 10.30 – 10.55 Perumusan hasil oleh tim perumus:

–          Prof. Yusman Syaukat

–          Prof. Handoko

–          Dr. Nurmala Katrina

–          Dr. Nora Panjaitan (Ketua)

–          Dr. Surya Tarigan

–          Dr. Yanuar

–          Dr. Kaswanto (Sekretaris)

Tanggapan terhadap Rumusan

Prof. Hadi Susilo Arifin
6. 10.55 – 11.00 Penutupan Prof. Hadi Susilo Arifin

 

 Daftar Undangan dan Peserta

  1. Walikota Bogor (AIC Advisory Board Member)
  2. President Sentul City Tbk. (AIC Advisory Board Member)
  3. Senior Vice President PT. Asabi, Agricon (AIC Advisory Board Member)
  4. Ketua DPRD c.q. Komisi C Kota Bogor
  5. Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama (WRRK) IPB
  6. Kepala Bappeda Kota Bogor
  7. Kepala Dinas PUPR Kota Bogor
  8. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor
  9. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor
  10. Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Kota Bogor
  11. Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (TP4) Kota Bogor
  12. Kepala Kantor SDA Cisadane
  13. Kepala Balai BPDAS Ciliwung Cisadane
  14. Kepala BKP2 Wilayah I Jawa Barat
  15. Camat Tanah Sareal
  16. Camat Bogor Tengah
  17. Lurah Sukadamai
  18. IUWASH Kota Bogor
  19. Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
  20. Perwakilan Komunitas Bogor Sahabats (Bobats)
  21. Direktur Riset dan Inovasi (DRI) IPB
  22. Peneliti UWRC Monash University Australia (Prof. Richard Price, Dr Christian Urich, Mr. Keven Stevens)
  23. Peneliti UWRC Universitas Indonesia (Dr Komara)
  24. Peneliti UWRC Institut Pertanian Bogor (12 Orang)
  25. Mahasiswa S3/GRIP UWRC Monash University, Australia (Behzad & Adam)
  26. Mahasiswa S3/S2 UWRC IPB (11 orang)
  27. Media massa (Radar Bogor, Kompas, Media Indonesia, Tempo, Republika, Jakarta Post, Pariwara IPB, RRI, dll)

17359441_10209065142240793_2431721692940333939_o

IPB Dukung Wujudkan Bogor Water Sensitive City

Kota Bogor dianugerahi curah hujan yang banyak, dengan rata-rata 3000-3500 mm/tahun, sehingga Bogor dikenal sebagai Kota Hujan. Curah hujan yang tinggi ini membuat para pemangku kepentingan Kota Bogor perlu berbenah menuju kota yang ramah air. Tanpa disadari, adanya perubahan penggunaan lahan dan perubahan iklim di Kota Bogor dan sekitarnya, akan berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi dan potensi bencana yang akan mengancam keselamatan jiwa masyarakat kota Bogor. Demikian disampaikan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Balaikota Bogor, belum lama ini.

Prof. Hadi menambahkan, perubahan Bogor dari hanya sekadar sebutan Kota Hujan yang bersifat pasif harus bisa menjadi kota yang ramah terhadap sumberdaya air (Bogor water sensitive city).  ”Baru-baru ini terjadi longsor di Paledang dan banjir di SMAN 2 Bogor. Hal ini menyadarkan semua pihak, bahwa potensi serta ancaman banjir dan longsor telah terjadi di sekitar kita. Bahaya tersebut telah menimbulkan kerugian harta dan jiwa, secara materil dan imateril bagi warga Kota Bogor,” ujarnya.

Wali Kota Bogor, Dr. Bima Arya menyampaikan terimakasih kepada IPB, seraya mengatakan  bahwa kata kunci  dalam FGD saat itu adalah science  yang  akan membawa solusi. “Strategi  mikro yang  harus dicoba terkait masalah sumberdaya air adalah meningkatkan kapasitas air. Kapasitas saluran air ditingkatkan kembali. Mencoba strategi normalisasi drainase,” terangnya.

Diakui Wali Kota, persoalan bencana banjir baru-baru ini merupakan persoalan yang sistemik. Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor sedang melakukan proses penyusunan ulang tata kota.

FGD ini merupakan kolaborasi dari para peneliti yang tergabung dalam Urban Water Research Cluster (UWRC), Australia Indonesia Centre (AIC) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor. AIC didirikan oleh pemerintah Australia dan Indonesia sebagai bentuk kerjasama Government to Government (G to G) dengan fokus pada pengembangan multi-stakeholders network antara Australia dan Indonesia dengan melakukan berbagai kegiatan yang komprehensif. Salah satu kerjasama University to University (U to U) yang diselenggarakan di bawah AIC adalah kerjasama antara Monash University, IPB dan Universitas Indonesia (UI) dalam Urban Water Research Cluster (UWRC) untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi, aplikatif dan memiliki dampak besar bagi Kota Bogor pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

FGD ini bertujuan untuk mencapai sinergi antara para peneliti/akademisi, Pemerintah Kota Bogor, pelaku ekonomi (perusahaan) dan masyarakat serta insan media dalam melihat permasalahan yang dihadapi. FGD ini juga diharapkan dapat memberi masukan bagi Bappeda dan Pemerintah Kota Bogor dalam menyelenggarakan pembangunan yang berkelanjutan berbasis sumberdaya air; mampu mendayagunakan semua potensi yang dimilikinya, baik potensinya sebagai kota dengan curah hujan yang tinggi, banyak air, dikelilingi banyak sungai dan diapit Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Terlebih posisi Kota Bogor yang sangat strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jakarta dalam penyediaan air bersih, dan juga mencegah dari bahaya banjir. Kota Bogor juga berpotensi dalam menyediakan air bersih untuk Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok dan DKI Jakarta.(dh)

THE 1st FIELD EXCURSION OF LANDSCAPE ECOLOGY COURSE FOR GRADUATE STUDENTS

TOPIC: LANDSCAPE STRUCTURE, LANDSCAPE FUNCTION, LANDSCAPE CHANGE, AND CULTURE

Department of Landscape Architecture, Faculty of Agriculture – IPB

 

Participants: Graduate Student of Landscape Architecture (ARL), Entomology (ENT), Integrated Pest Control (PHT), Natural Resources and Environmental Management (PSL), and Tropical Silviculture (SVK).

Day/Date/Time    : Wednesday/ 15 March 2017/ 06:15-07:45 AM

Instructor: Prof.  Dr. Hadi Susilo Arifin

Meeting point: Plaza of Andi Hakim Nasoetion (AHN) Building – front of IPB Rector Building, Darmaga Campus.

Interpretation Sites: The 6th Floor of AHN Building (three corners)

Ground Check: Rubber Plantation, Bamboo Arboretum, Ponds, and “Pekarangan” of wooden house.

Tool & Material: Digital camera, map, and aerial photograph.

FIELDS INTERPRETATION TASK:

  1. Take landscape interpretation from the 6th Floor of AHN Building: Bamboo Arboretum; Arboretum of Landscape Architecture; Academic Event Plaza in IPB Campus, Dramaga, Bogor and its vicinity.
  2. Take a picture in each interpretation object.
  3. Take interpretation and delineation of  landscape structure objects: define type and number of patch and corridor. Please state the MATRIX.

PERSONAL STUDENT REPORT:

1. Report should be written personally

2. Every student has to give a deepest attention in one the most impressive object “VISTA”: please explain the mosaic landscape, and define the landscape structure (type and number of patches and corridors) – landscape function – landscape dynamic.

3. Report Synopsis of the excursion should be uploaded through comment box (maximum 500 words, whether in English or in Bahasa Indonesia) in this page by Thursday 23 March 2017 at 2PM.

4. Good Luck!!!

20160303_070619small

Landscape mosaic of IPB Darmaga Campus from the 6th F of AHN Building (Source: Hadi Susilo Arifin, 3 March 2016)

LANDSCAPE ECOLOGY COURSE FOR GRADUATE STUDENTS (DOCTOR & MASTER PROGRAM) – MATA KULIAH EKOLOGI LANSKAP BAGI MAHASISWA SEKOLAH PASCASARJANA

EVEN SEMESTER 2016/2017:

ELECTIVE COURSE for MASTER & DOCTOR Students

ARL 621 LANDSCAPE ECOLOGY – 3(3-0): This subject concerns with ecological principles and concepts in the landscape, which is emphasized on landscape structure, landscape function, landscape dynamic and its heterogeneity. It is also concern with landscape conservation-management, and the methodology in landscape ecology as well (Hadi Susilo Arifin, Wahyu Q. Mugnisyah, and Syartinilia Wijaya)

Participants: Welcome for linked students from Study Program of Landscape Architecture (ARL), Natural Resources & Environmental Management (PSL), Integrated Pest Management (PHT), and Forestry/Biodiversity Conservation (KVT)

Class Room: Ruang Seminar Departemen ARsitektur Lanskap – Wing 13/Level VI – Dramaga Campus

Day/Time: Thursday/14.00 – 16.30

Lecturers: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (HSA); Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnisjah (WQM), Dr. Syartinilia Wijaya (SWI)

Week TOPIC Lecturer
I23 Feb Introduction: Syllabi & Time Schedule;Landscape and Principles HSA
II02 Mar Ecological Concepts in Brief (physical environment, aquatic environment, population, evolutionary, ecological comm, energy and matter in ecosystems HSA
III09 Mar LANDSCAPE STRUCTURE – PATCHES: patch origin and change, patch size/shape/number and configuration HSA
IV16 Mar LANDSCAPE STRUCTURE – CORRIDORS: corridors and their origin, structure/line/strip/stream corridors HSA
V23 Mar MATRIX AND NETWORK: Distinguishing a matrix, porosity and boundary shape, network, matrix heterogeneity HSA
VI30 Mar OVERALL STRUCTURE: Micro/macro heterogeneity, configuration of patches, corridors and matrix, contrast in landscape, grain size of the landscape HSA
VII06 Ap LANDSCAPE DYNAMIC: Natural process in landscape development (Geomorphology, establishment of life forms, soil development, natural disturbance) ADDITIONAL MATERIALS as follows:Blue Open Space Management in Jabodetabek (Hadi Susilo Arifin)GIAHS Mapping in Five Regions of Indonesia (Hadi Susilo Arifin) HSA
VIII13 Ap Mid-Test HSA
IX20 Ap LANDSCAPE DYNAMIC: The Human Role in Landscape Development (Modification of Natural Rhythms, Method or Tools Used in Landscape Modification, A landscape Modification Gradients) WQM
X27 Ap LANDSCAPE DYNAMIC: Flows between adjacent landscape elements (Mechanism underlying linkage, airflow and locomotion, soil flow, interaction between land and stream, hedgerow interaction with adjacent landscape element WQM
XI04 May LANDSCAPE DYNAMIC: Animal and Plant Movement Across a Landscape (Pattern and movement, Movement of animals, movement of plants, some species movement in Agriculture and pest control SWI
XII11 May LANDSCAPE DYNAMIC : Landscape Functioning (Corridors and Flows, Flows and the Matrix, Networks) WQM
XIII18 May LANDSCAPE DYNAMIC: Landscape Change (Stability, Meta-stability, Pattern of Overall landscape change, landscape dynamic, linkage among landscapes) WQM
XIV25May HETEROGEINITY AND MANAGEMENT: Heterogeneity and Typology (Landscape heterogeneity, animal response to heterogeneity, guidelines for landscape typology, The inherent hierarchy in nature, Ascending typology) SWI
XV01 Jun HETEROGEINITY AND MANAGEMENT: Landscape Management (Production in landscape, Major landscape type, landscape quality, modelling and landscape management SWI
XVI08 Jun Final Test WQM, SWI

VIDEO REFERENCES for Students TASK: write down the synopsis of each video based on your major perspective interpretation in landscape ecology field. Each synopsis of video should consisted 75-100 words, please. The comments or synopsis might be written in English or in Bahasa Indonesia.

 

23 February 2017 Meeting: VIDEO INTERPRETATION

Landscape Approach – Halimun Salak National Park

 

02 March 2017 Meeting: VIDEO INTERPRETATION

  1. Ecocity –  http://www.youtube.com/watch?v=qHNlrY__O6I

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 7 ECOCITY DEVLOPMENT

  1. Biodiversity –  http://www.youtube.com/watch?v=-NhH9amZJ8Y

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 8 URBAN BIODIVERSITY CONSERVATION

  1. Greenery Open Spaces – http://www.youtube.com/watch?v=KBmUcVZx75g

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 9 GREENERY OPEN SPACE

  1. Landscape Ecology – http://www.youtube.com/watch?v=82iGnDMs7ZU

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 12 LANDSCAPE ECOLOGY

20170223_151815 20170223_151914 20170223_151929 20170223_152155 20170223_152206 20170223_153747 20170223_154553

20170223_154507

BACHELOR STUDENTS PROGRAM – LANDSCAPE ARCHITECTURE DEPARTMENT

Course Name: Introduction to Landscape Ecology – Pengantar Ekologi Lanskap

Lecturer: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Participants: the 4th Semester Students

 

TASK 1: 21 February 2017: VIDEO INTERPRETATION

Landscape Approach – Halimun Salak National Park

 

TASK 2: 28 February 2017: VIDEO INTERPRETATION

1. VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 12 LANDSCAPE ECOLOGY

2. VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 9 GREENERY OPEN SPACE

3. VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 8 URBAN BIODIVERSITY CONSERVATION

4. VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 7 ECOCITY DEVELOPMENT

 

TUGAS TERSTRUKTUR – INTERPRETASI VIDEO:

  1. Setiap mahasiswa diwajibkan menginterpreatsikan isi VIDEO-VIDEO di atas yang telah ditayangkan di depan kelas pada 21 Februari 2017 (Tugas 1) dan 28 Februari 2017 (Tugas 2)
  2. TUGAS 1: Mahasiswa wajib menuliskan hasil interpretasi terhadap Video “Landscape Approach”
  3. TUGAS 2: Mahasiswa wajib menuliskan hasil interpretasi HANYA SALAH SATU dari 4 Video “Healthy Living” yang terpilih sebagai video yang menarik bagi Saudara
  4. Baik Tugas 1 maupun Tugas 2 ditulis dalam COMMENT BOX dan diunggah secara bersamaan. Beri Identifikasi TUGAS 1 tuliskan judulnya; dan beri Identifikasi TUGAS 2 juga tuliskan judul video yang dipilih.
  5. Masing-masing tugas berisikan hasil interpretasi Saudara sebagai sinopsis video. Keduanya masing-masing berisikan antara 75 – 100 KATA.
  6. Pada setiap penulisan Hasil Tugas wajib dituliskan NAMA dan NRP Saudara
  7. Tugas tersebut di atas diunggah sampai batas waktu Hari SELASA, Tanggal 7 Maret 2017, Pukul 08:00.
  8. Good Luck….
CIMG2254

Opening the lecture course of Introduction to Landscape Ecology

CIMG2255

Signing of Lecture Contract by Students PIC

CIMG2261

Class discussion in active learning mode

CIMG2266

Interactive discussion

GRADUATE SCHOOL OF BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY (IPB) – STUDY PROGRAM OF NATURAL RESOURCES & ENVIRONMENTAL MANAGEMENT

POLICIES AND MANAGEMENT OF ECOTOURISM COURSE – MK KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA

Participant: Graduate Students (Doctor and Master Students) of Natural Resources & Environmental Management Study Program – IPB.

WELCOME FOR OTHER STUDENTS FROM LINKED STUDY PROGRAM TO JOIN THIS COURSE. Please register through KRS B.

PSL 634 Kebijakan dan Manajemen Ekowisata 2(2-0) – Even Semester

Instructors: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin & Prof. Dr. Harini Muntasib

Syllabi:

Membahas mengenai pertumbuhan dan perkembangan ekowisata, lingkungan ekowisata, dampak wisata, pengelolaan ekowisata: Konsep, Issue dan Pelaku, Tools dan Teknik Pengelolaan Ekowisata, Business Plan Ekowisata dan masa depan ekowisata.

Learning Outcome:

Mahasiswa mampu: 1) Mendeskripsikan ekowisata serta mengetahui ragam & faktor yg mempengaruhi pembentukannya; 2) Menganalisis & mengusulkan berbagai alternatif bentuk manajemen & kebijakan dalam mewujudkan (kawasan & kegiatan) ekowisata yg berkelanjutan.

Date                Instructor                                    Topic

22-02-2017      Hadi Susilo Arifin  Introduction of Ecotourism

Additional VIDEO  Landscape Approach – Halimun Salak National Park

TASKS 1:

  1. Every student has to write a synopsis summary of the videos “LANDSCAPE APPROACH – Halimun Salak National Park” included the discussion c.a. 300-400 words, whether in Bahasa Indonesia or in English.
  2. The TASKS should be submitted to response box of this URL by Wednesday, 08 March 2017 at 08.00

01-03-2017     Hadi Susilo Arifin  Management Plan of Ecotourism

08-03-2017     Hadi Susilo Arifin Carrying Capacity on Ecotourism

15-03-2017     Hadi Susilo Arifin Landscape Service of Ecotourism

22-03-2017     Hadi Susilo Arifin Certification of Ecotourism

29-03-2017     Hadi Susilo Arifin Case Study on Game Reserve Ecotourism

Substituted by  Local Wisdom-Ecovillage-Agroforetsry-Agrotourism

05-03-2017     Hadi Susilo Arifin Case Study on National Park

Substituted by Lesson Learned from Concept of Agro-Edu-Tourism

12-04-2017    Hadi Susilo Arifin Mid-Test (UTS)

19-04-2017    Harini Muntasib  EKOWISATA

26-04-2017   Harini Muntasib KEBIJAKAN & PERUNDANG-UNDANGAN

03-05-2017   Harini Muntasib UPAYA PENGEMBANGAN EKOWISATA

10-05-2017   Harini Muntasib ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN KONSERVASI

17-05-2017   Harini Muntasib MANAJEMEN EKOWISATA

24-05-2017   Harini Muntasib TATA-KELOLA EKOWISATA

31-05-2017   Harini Muntasib MANAJEMEN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT

07-06-2017   Harini Muntasib FINAL TERM TEST (UAS)

MK PENGELOLAAN LANSKAP (ARL332) – SEMESTER GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA (LANDSCAPE MANAGEMENT COURSE – EVEN SEMESTER 2016/2017 BACHELOR PROGRAM)

Dear Bachelor Students, WELCOME to Landscape Management Class.

This course would be held, as follows:

Day/Time: Tuesday/10.00-11.40 Lecture Class; and 13.00-16.00 Practical Class

Lecture Class Room: RK. 15 TAN 301 B

Practical Class Room: Studio Perencanaan ARL

Teaching Team: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin CV PDF File Click Here, Please; Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnisjah; Dr. RL Kaswanto and Dr Syartinilia Wijaya

MATERI KULIAH (Lecture Subject) – Indonesian could be downloaded right here, please.

I. JADWAL KULIAH + KONTRAK PERKULIAHAN + KONSEP DASAR. File PDF silakan Klik di sini.
Roster + Lecturing Contract + Basic Concepts. PDF File click here, please.

II. PROSES PERENCANAAN-PERANCANGAN-PELAKSANAAN-PENGELOLAAN LANSKAP; TATA RUANG DAN KEBIJAKANNYA. File PDF silakan Klik di sini

III. PERAN PENGELOLAA LANSKAP DENGAN ARSITEK LANSKAP, KONTRAKTOR DAN PENGUSAHA PEMBIBITAN. File PDF silakan Klik di sini

IV. PENGELOLAAN DAN KONSEP PEMELIHARAAN. File PDF silakan Klik di sini

V. BISNIS PERTAMANAN DAN RENCANA PENGELOLAAN. File PDF silakan Klik di sini

VI. PENGORGANISASIAN DAN KONTRAK. File PDF silakan Klik di sini

VII. PEMELIHARAAN FISIK, PERALATAN DAN KETENAGAKERJAAN. File PDF silakan Klik di sini

VIII. EVALUASI LANSKAP DAN DAYA DUKUNG. File PDF silakan Klik di sini

IX. KEBIJAKAN DAN AMDAL. File PDF silakan Klik di sini

X. PENGELOLAAN LANSKAP PEMUKIMAN. File PDF silakan Klik di sini

XI. PENGELOLAAN LANSKAP YANG DILINDUNGI. File PDF silakan Klik di sini

XII. PENGELOLAAN KAWASAN PESISIR. File PDF silakan Klik di sini

XIII. PENDEKATAN DAN ALAT BANTU ANALISIS PERMASALAHAN DALAM MENGELOLA LANSKAP (SIG & PENGINDERAAN JAUH). File PDF silakan Klik di sini

XIV. APLIKASI SIG & INDERAJA DALAM EVALUASI LAHAN.File PDF silakan Klik di sini

PRACTICAL GUIDELINE FOR SUSTAINABLE LANDSCAPE MANAGEMENT COURSE

STUDY PROGRAM: LANDSCAPE ARCHITECTURE, GRADUATE SCHOOL OF IPB

EVEN SEMESTER 2016/2017

 

PANDUAN PRAKTIKUM PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN [ARL521] – PDF File Silakan Click Di Sini

OLEH TIM DOSEN: Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS; Dr. Ir. Aris Munandar, MS; Dr. Kaswanto, SP, MSi

ASISTEN: Azka Lathifa Zahratu Azra, SP, MSi

DIVISI MANAJEMEN LANSKAP, DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP

KATA PENGANTAR

Buku Panduan Praktikum MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (ARL521) disusun sebagai pedoman dan bimbingan bagi mahasiswa, asisten mahasiswa dan juga dosen pengajar sesuai dengan Learning Outcome yang telah ditetapkan. Dengan demikian kualitas belajar-mengajar lebih baik dan efektif. Mata Kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan merupakan mata kuliah dengan kredit 3 (2-3) sks yang disusun sedemikian rupa sehingga mahasiswa yang berhasil menyelesaikan mata kuliah ini memperoleh kompetensi keilmuan, manajerial dan kerja yang sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam mengelola sebuah lanskap secara berkelanjutan.

Buku Panduan Praktikum ini disusun dengan format 16 Minggu Pertemuan. Jumlah Minggu Pertemuan sebelum UTS dan UAS masing-masing adalah 7 kali. Setiap Minggu Pertemuan disusun dengan format yang mencakup 1) tujuan praktikum, 2) materi, 3) alat dan bahan, 4) metode praktikum, 5) format pelaporan hingga 6) format penilaian. Ujian Tengah Semester (UTS) dilaksanakan pada Minggu ke-8 dan Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan pada Minggu ke-16.

Semoga Buku Panduan Praktikum MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa, asisten mahasiswa dan dosen pengajar, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. Atas kerjasama yang baik dalam meningkatkan kualitas belajar-mengajar, disampaikan ucapan terima kasih .

Bogor, 13 Februari 2017

Tim Penyusun

Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

Dr. Aris MUNANDAR

Dr. R.L. KASWANTO

Azka Lathifa Zahratu Azra, SP, MSi

FOTO KEGIATAN PRAKTIKUM PADA PERTEMUAN PERTAMA 13 Februari 2017, Silakan Click di Sini

CIMG2225 CIMG2235.MOV_snapshot_00.31_[2017.02.15_19.45.22]

CIMG2239.MOV_snapshot_00.14_[2017.02.15_19.47.42] CIMG2240

CIMG2241 CIMG2244.MOV_snapshot_00.08_[2017.02.15_19.51.29]

CIMG2244.MOV_snapshot_00.24_[2017.02.15_19.52.03] CIMG2249 CIMG2250

INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY – PENGANTAR EKOLOGI LANSKAP

BACHELOR PROGRAM/PROGRAM SARJANA – LANDSCAPE ARCHITECTURE DEPARTMENT

Syllabi:

ARL 230 INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY 2(2-0): This subject concerns with concepts, principles and quantitative methods of landscape ecology, and the application of landscape ecology to the study of planning-design-management of landscape are of great importance to students (Hadi Susilo Arifin, Syartinilia Wijaya, and R.L. Kaswanto)

Participants: 70 Undergraduate students of Landscape Architecture (the 4th semester)

Day/Time: Tuesday/08.00 – 09.40

Class Room: TBC – Dramaga Campus

Lecturer: Hadi Susilo Arifin (HSA), Syartinilia Wijaya (SWI), RL Kaswanto (KAS)

BONUS – VIDEO:

  1. Ecocity –  http://www.youtube.com/watch?v=qHNlrY__O6I

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 7 ECOCITY DEVLOPMENT

  1. Biodiversity –  http://www.youtube.com/watch?v=-NhH9amZJ8Y

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 8 URBAN BIODIVERSITY CONSERVATION

  1. Greenery Open Spaces – http://www.youtube.com/watch?v=KBmUcVZx75g

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 9 GREENERY OPEN SPACE

  1. Landscape Ecology – http://www.youtube.com/watch?v=82iGnDMs7ZU

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 12 LANDSCAPE ECOLOGY

PART/WEEK CONTENT/SUBJECT LECTURER/PIC
1/I Introduction to Landscape Ecology Hadi Susilo Arifin
2/II FOUNDATION: Times Changes, Objective Hadi Susilo Arifin
3/III Development of Landscape Ecology; Landscape Ecology Today Hadi Susilo Arifin
4/IV Landscape Structure: Patches RL Kaswanto
5/V Corridors and Connectivity Syartinilia Wijaya
6/VI Mosaic Syartinilia Wijaya
7/VII Landscape Structure: Edge and Boundary RL Kaswanto
VIII MID TEST
8/IX Excursion & Field Discussion Part 1 – Private Task 1 Hadi Susilo Arifin & RL Kaswanto/Syartinilia Wijaya
9/X Schematic Applications Hadi Susilo Arifin
10/XI Case studies in Brief: Macro or Regional Scale Syartinilia Wijaya
11/XII Case studies in Brief: Meso or Landscape Scale RL Kaswanto
12/XIII Case studies in Brief: Micro or Site Scale Hadi Susilo Arifin
13/XIV Excursion & Field Discussion Part 2 – Private Task 2 Hadi Susilo Arifin
14/XV Mini Workshop – Private Task Presentation Hadi Susilo Arifin/ RL Kaswanto
XVI FINAL TEST

Additional VIDEO MATERIAL for the 13th Week (Micro-Scale):
PEKARANGAN DAN KETAHANAN PANGAN CLICK HERE, PLEASE.

 

EVEN SEMESTER 2016-2017 Department of Landscape Architecture

Syllabi of Sustainable Landscape Management – Master Course:

  1. ARL 512 SUSTAINABLE LANDSCAPE MANAGEMENT – 3(2-3): This subject discusses regarding the empowerment of landscape resources, solution of environmental problem, theory and implementation in sustainable landscape management. The course covering the principle of ecology, economy and socio-culture concerns in landscape management, strategy and policy. Students completing this course gain understanding of problem solving and arranging management plan (Hadi Susilo Arifin, Aris Munandar and Kaswanto).

Lecturer: Hadi Susilo Arifin (HSA), Aris Munandar (AMU) & RL Kaswanto (KAS)

Participants: Students of Study Program of Landscape Architecture

Class Room: ARL Master Class Room – Dramaga Campus

Day/Time: Monday/08.00-09.40; 10.00-13.00

DATE
WEEK
TOPIC OF SUBJECT
LECTURER
13/2 I Pendahuluan, pengertian lanskap, pengelolaan dan pembangunan berkelanjutan: Definisi lanskap dan terminologi dalam lanskap; Pengertian pengelolaan (management, administration, maintenance) Prinsip pembangunan berkelanjutan.Topic of the first week: Terminology & Definition of Sustainability, Management, and Landscape HSA
20/227/2 II/III Pendayaangunaan sumberdaya lanskap dan permasalahan lingkungan yang ditimbulkannya: Urbanisasi dan industrialisasi; Perubahan tataguna lahan dan fragmentasi lahan; Deforestation, agriculture farmland degradation.  Konsep Eco-cities & Eco-villages.Topic of the second week: Environmental Management Concept and Urbanization

Topic of the third week: Ecocity and Ecovillage Concept

HSA
06/3 IV Supply- demand dan prinsip daya dukung lanskap: Karakteristik lanskap: distribusi fisik (spatial, iklim, aksesibilitas), distribusi pemilikan lahan (private, public); Karakteristik pengguna: social, ekonomi, budaya (status, perilaku, keinginan, dll);Daya dukung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya; Evaluasi Lanskap  (Land Use Evaluation, Land Mapping Unit, Lands Classification, Land Suitability)Topic of the fourth week: Supply-Demand-Carrying Capacity and Landscape Evaluation HSA
13/3 V Pengelolaan Lanskap Budidaya dan Lanskap yang Dilindungi: lanskap permukiman, daerah aliran sungai (DAS) dan lanskap pantai.Topic of the fifth week: Settlement Landscape Management

Topic of the fifth week: Protected and Watershed Management

Topic of the fifth week: Coastal Management

HSA
20/3 VI Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)Topic of the sixth week: Environmental Impact Assessment HSA
27/3 VII Konservasi alam dan konservasi dalam  lanskap – Kebijakan dan Perundang-Undangan, Norma dan Etik dalam Manajemen LanskapTopic of the seventh week: Ethic-Policy-Law HSA
03/4 VIII Ujian Tengah Semester HSA
10/4 IX Perilaku ekonomi penting dlm pengelolaan sumber daya lanskap dan tools untuk analisis optimasi: Inovasi pasar dan produk/jasa pengelolaan lanskap serta perkiraan dampaknya; Tools analisis: trade-off analysis, BC analysis, marginal & opportunity cost dalam pengelolaan lanskap AMU
17/4 X Strategi dan kebijakan pengelolaan lanskap untuk optimalisasi keuntungan ekonomi dan ekologi: Implementasi mahzab (schools of thought) strategi dalam pengelolaan lanskap AMU
28/4 XI Keseimbangan konsideran ekologi dan ekonomi dalam pengelolaan lanskap: Struktur pengambilan keputusan yang diperkirakan berpengaruh terhadap pengelolaan lanskap: nilai lahan, tataguna lahan, mekanisme pasar, mekanisme harga, preferensi industri dan swasta dalam pengambilan keputusan. AMU
15/5 XII Biodiversity sebagai konsep stabilitas ekosistem: Struktur hirarki dari system dan konservasi keragaman jenis; Limit dan toleransi dalam ecostructure; Proses-proses ekologi dapat balik dan tak dapat balik dalam lanskap KAS
22/5 XIII Strategi Pengembangan Ekosistem, KAS
29/5 XIV Prinsip-prinsip Pengelolaan Lanskap dan Pemeliharaan Taman KAS
05/6 XV Metoda & Tools dalam pengelolaan Lanskap Berkelanjutan KAS
12/6 XVI Ujian Akhir Semester AMU/KAS

« Previous PageNext Page »