Search Results for 'orasi hadi susilo arifin'


KONSEP HIJAU DI KAMPUS IPB DARMAGA

Dalam Rangka Merespon “HOT ISSUE – IPB GREEN TRANSPORTATION”

Oleh: Hadi Susilo Arifin

Ketua Komisi B – Dewan Guru Besar IPB & Anggota Komisi A – Senat Akademik IPB

PENDAHULUAN

Gerakan Hijau “green movement”, adalah kegiatan pembudayaan penerapan prinsip-prinsip hijau/ekologis/keberlanjutan mulai dari proses perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan pengoperasian hingga manajemen suatu obyek (bisa mulai dari bangunan, fasilitas, infrastruktur, moda transportasi, wilayah kapus, wilayah desa, wilayah kota dan lain sebagainya) serta lingkungannya. Pada gilirannya, gerakan “green” dengan mengusung konsep “green” ini akan mewujudkan “green building”, “green facilities”, “green infrastructure”, “green transportasi”, “green campus”, “green village”, “green city” dan lain sebagainya.

Penerapan konsep green dalam wujud obyek atau wilayah memerlukan designation dari suatu lembaga independen. Misalnya untuk “green building”, di Indonesia ada Lembaga Konsil Bangunan Hijau Indonesia atau “Green Building Council Indonesia” yang didirikan pada tahun 2009 dan diselenggarakan oleh sinergi di antara para pemangku kepentingannya, meliputi: Profesional bidang jasa konstruksi; Kalangan Industri Sektor Bangunan dan Properti; Pemerintah; Institusi Pendidikan & Penelitian; dan Asosiasi profesi dan masyarakat perduli lingkungan. Green Building Council Indonesia adalah anggota dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada. WGBC saat ini sudah mempunyai 64 negara anggota, dan hanya mengakui satu GBC di setiap negara. Green Building Council Indonesia melakukan kegiatan pendidikan masyarakat secara luas serta menyelenggarakan Sertifikasi Bangunan Hijau di Indonesia berdasarkan perangkat penilaian khas Indonesia yang diberi nama GREENSHIP.

Dalam penerapan konsep green city misalnya, kelembagaannya ada di bawah Kementrian Pekerjaan Umum melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Program ini memang datang dari atas, secara Top-Down ditawarkan P2KH kepada kota dan kabupaten. Meskipun demikian, usulannya memang datang dari tingkat Kota/Kabupaten ke Kementrian terkait. Gerakan kota hijau juga merupakan respon terhadap perubahan iklim global. Dan dalam agenda nasional juga bagaimana menerapkan peraturan yang tertuang pada Undang-Undang No 27 tahun 2006 tentang penataan ruang (mulai nasional, wilayah, kota/kabupaten) tentang kewajiban penyediaan minimal 30% ruang terbuka hijau (RTH) pada suatu wilayah. Meskipun kita tahu konsep hijau di mana pun tidak semata diindaikasikan oleh ketersediaan RTH saja. Begitu juga dalam konsep “green campus”.  Hal ini akan terwujud dengan sempurna bilamana elemen-elemen pendukungnya juga melakukan gerakan-gerakan dengan “green concept”nya, mulai dari green building, green infrastructure, green transportation, dan lain sebagainya.

KONSEP HIJAU

Konsep hijau sendiri memberi perhatian penuh pada konsep penghematan, yaitu penghematan lahan, penghematan bahan, dan penghematan energi (saving land, saving material, and saving energy). Hal ini tentu didasarkan pada konsep ekosistem. Artinya, pembangunan apa pun sebaiknya mengacu pada kondisi ekosistemnya baik dari kondisi biologisnya (biotik – tumbuhan, tanaman, hewan, satwa liar, manusia termasuk semua mahluk hidup yang ada di dalamnya), maupun kondisi fisiknya (abiotic) seperti tanah, air dan udara.

Pada tataran wilayah maka muncullah istilah eco-campus, eco-village, eco-city, dan lain-lain. Ketika respon suatu ekosistem memiliki kelentingan (resilient) pada perubahan lingkungan maka wilayah tersebut bisa memiliki jaminan keberlanjutan, baik keberlanjutan ekologis (lingkungan bio-fisik), keberlanjutan ekonomis, maupun keberlanjutan kultural (sosial budaya). Pada tingkat ini akan muncul sustainable campus, sustainable city dan lain sebagainya.

UNEP DAN ISO14001 TINGKAT KOTA

Dalam mengimplemantasi green concept, konsep ekologis, maupun konsep keberlanjutan maka ada baiknya kita melihat dari United Nation for Environmental Program (UNEP) yang telah mengeluarkan ISO14001 pada tingkat kota. Dalam hal penerapan di kampus, kita juga bisa menganalogikan pada variable ini. Beberapa tindakan indikator untuk menuju ke implementasi green, ekologis, dan keberlanjutan maka hendaknya meliputi, kegiatan sebagai berikut:

  1. Promotion of Eco-office (7 gerakan): penghematan energi; penghematan air; pengurangan limbah padat; pendaur-ulangan bahan; Green procurement; konservasi air-udara bersih; pengendalian bahan kimia
  2. Promotion of Eco-Project (6 gerakan): penggunaan-penggunaan bahan ramah lingkungan; peralatan yang ramah lingkungan; hasil daur ulang; rekayasa hijau pada pekerjaan ke-PU-an; pengembangan teknologi hijau; promosi penghijauan.
  3. Green City Planning (5 gerakan): menyusun panduan hijau bagi ke PU-an; bagi perumahan; meningkatkan penggunaan transportasi umum; membangun kapasitas; mengajukan sitem manajemen lingkungan bagi kota keseluruhan.

TINDAKAN MENUJU KEBERLANJUTAN

Implementasi konsep hijau maupun konsep ekologis, semuanya akan bermuara pada konsep yang berkelanjutan. Oleh karena itu apakah pada level desa, kota, wilayah atau pun sekecil area kampus, proses dan upaya ini bertujuan untuk mewujudkan suatu lingkungan yang berkelanjutan. Terdapat 3 hal yang diperhatikan dalam keberlanjutan, yaitu keberlanjutan lingkungan (ekologis, bio-fisik), keberlanjutan ekonimis, dan keberlanjutan sosio-kultural (Gambar xx).

Gambar xx tiga aspek yang saling berhubungan dan memiliki overlapping satu sama lain dalam keberlanjutan lingkungan

Tiga hal hang menyangkut keberlajutan adalah sebagai berikut:

  1. Komponen desain ekologis pada lingkungan: manajemen sumberdaya air; lanskap kota; manajemen limbah; transportasi; teknologi yang berkelanjutan
  2. Komponen ekonomi: strategi kekuatan ekonomi dari pembangunan yang berkelanjutan – perubahan Tata Guna Lahan rural-suburban-urban; kebijakan permukiman-pekerjaan, infrastruktur-biaya pemeliharaannya; hilangnya Ruang Terbuka Hijau RTH – Ruang Terbuka Biru RTB ; polusi; kemacetan lalu lintas.
  3. Komponen sosial-budaya: meningkatkan partisipasi masyarakat; pengembangan berbasis pengetahuan lokal dan kearifan lokal; menilai tingkat keberlanjutan masyarakat.

KAMPUS HIJAU-KAMPUS EKOLOGIS-KAMPUS BERKELANJUTAN

Dengan analogi pada pengembangan kota hijau, kota yang sehat secara ekologis (the Green City Vision, 2008), maka dalam mewujudkan kampus hijau kita perlu juga melakukan:

  1. Mengkampanyakan kegiatan dengan berjalan kaki, bersepeda, menggunakan moda tranportasi umum, dan angkatan massal bagi pengembangan green transporation.
  2. Mengembangkan teknologi energi terbaharukan bagi green building dan green businesse, misal menerapkan penggunaan solar energy untuk sumber penarangan jalan, penerangan taman-tama, dan lain-lain.
  3. Merestorasi lingkungan dan lanskap kampus, memberdayakan keberadaan RTH dan RTB, misalnya mempraktekkan pembangunan taman-taman/kebun-kebun/pertanian organic yang ramah lingkungan, menggunakan jenis-jenis tanaman lokal, mengusung RTH dan RTB sebagai media dalam jasa lanskap, atau jasa ekosistem, atau jasa lingkungan.
  4. Melakukan gerakan-gerakan yang berwawasan lingkungan antara lain mempraktekkan pemilihan sampah dan melakukan pengolahannya di dalam kampus. Dalam hal ini tidak kalah penting bukan hanya penyediaan infrastruktur dan fasilitasnya saja tetapi dilakukan building capacity nya.

Dengan demikian, target dari green campus di IPB yaitu dapat menyadarkan semua civitas academica serta dengan segala tenaga kependidikan dan semua masyarakat yang ada di sekitar kampus untuk berperilaku ramah terhadap lingkungan. Sehingga hal tersebut akan memberikan dampak nyata, sebagai berikut:

  1. Security/safety: masyarakat kampus, yaitu civitas academica dan staf kependidikan dapat menjalankan kegiatannya tanpa takut terhadap gangguan baik gangguan buatan manusia /alami.
  2. Comfortability: menyediakan kesempatan setiap elemen masyarakat kampus mengartikulasikan nilai sosial budaya dalam keadaan damai.
  3. Productivity: Menyediakan infrstruktur yang efektif – efisien, memfasilitasi proses ekonomi produksi & distribusi dalam meningkatkan nilai tambah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat kampus, serta meningkatkan daya saing.
  4. Sustainability: Menyediakan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi generasi saat ini tetapi untuk generasi yang akan datang.

GERAKAN GREEN TRANSPORTATION

Green transportation, transportasi hijau adalah suatu terobosan yang sangat baik di kampus IPB dalam mengusung implementasi konsep hijau. Green transportation tidak semata-mata menyediakan mobil listrik, bus keliling kampus, ojek distop beroperasi dalam kampus, kemudian civitas academica memarkir kendaraan di titik tertentu, atau civitas academica dimohon berjalan dari tempat satu ke tempat lainnya, dan beberapa program lainnya hanya berupa gerakan-gerakan yang dilakukan secara fisik. Kelihatannya sederhana, tetapi seharusnya didasari oleh konsep filosofis yang dalam, perencanaan yang matang, implementasi yang secara holistik, dan komitmen manajemen serta pengawasan yang konsisten.

Pemahaman konsep dan filosofi hijau selayaknya dikenalkan sebelum gerakan dimulai. Tidak sebentar, kadang-kadang memerlukan waktu yang cukup lama meski pun civitas academica berada di lingkungan intelek, berpendidikan dan berbudaya. Tetapi perubahan perilaku, kebiasaan, tata-cara tetap membutuhkan pemahaman dan persepsi yang sama, preferensi yang sama, dan tindakan yang sama. Sehingga etika dan norma yang ditegakkan akan memiliki nilai-nilai yang bermakna dalam mengusung konsep hijau, khususnya menterjemahkan konsep hubungan manusia dengan alam/lingkungannya. Sosialisasi melalui peraturan, selebaran, spanduk, video papan-papan pengumuman yang bersifat persuasive secara sederhana. Praktik demikian perlu dilakukan secara bertahap dan memakan waktu. Hal tersebut bisa dilakukan secara simultan dengan inisiasi implementasi program.

Perencanaan transportasi hijau selayaknya didahului oleh prasarana baru kemudian sarananya (bukan “sar-pras” tetapi “pras-sar”). Hal yang paling sederhana sambil sosialiasi mulailah IPB dengan melakukan pembenahan prasarana, sebagai berikut:

  1. Penambahan panjang pedestrian track dan cycling line dari satu titik ruang ke titik lainnya. Jika perlu jalur tersebut berkanopi, sehingga pejalan kaki dan pesepeda tidak kepanasan saat terik matahari dan tidak basah kuyup saat hujan.
  2. Perancangan kanopi bisa dibuat per segmen jalan sehingga tidak monoton dan menjadi daya tarik serta “tetenger” atau “landmark”. Kanopi diharuskan berlampu dan berperangan listrik pada setiap jarak yang memadai untuk keamanan malam hari.
  3. Penyediaan parkir sepeda di setiap unit atau kantor dan ditempatkan pada posisi yang paling strategis. Misalnya sama dengan posisi parkir mobil pejabat saat ini. Sehingga memudahkan akseibilitas pengguna sepeda ke ruang kantornya.
  4. Pemasangan Cermin cembung pada setiap pertigaan dan perempatan dalam kampus, akan meningkatkan keamanan pesepeda dan pejalan kaki.
  5. Penempatan halte bus yang strategis, dibuat secara berhadapan di sisi kanan dan sisi kiri jalan dan tidak langsung di tepi jalan. Di setiap halte bus diberikan coakan lahan sekitar panjang 5-6 meter dan lebar 2-3 meter untuk tempat bus parker sementara saat menaikkan/menurunkan penumpang.
  6. Pengecatan aspal untuk sebra cross, penyebrangan di tempat-tempat strategis. Hal ini penting dalam mendidik civitas acedemica berperilaku dalam lalu-lintas yang benar.  Dan hanya di tempat itulah civitas academica dididik untuk menyebrang jalan. Oleh karena itu jumlah dan jarak harus didasarkan dari kondisi fisik lanskap jalan serta perilaku pengguna jalan.
  7. Perbanyakan dan penempatan rambu-rambu lalu lintas di tempat strategis. Hal ini pun dilaukakan berdasarkan kelayakan dan kesesuaian jalan atau lokasi tersebut. Hal ini memberikan pendidikan bagi civitas academica/pengguna jalan. Tentu saja dibarengi dengan tindakan hokum jika adanya pelanggaran-pelanggaran.
  8. Penyediaan tempat parkir yang terkonsentrasi pada titik-titik strategis, baik yang dikhususkan untuk staff (menggunakan portal otomatis berkartu elektronik dan ber CCTV) maupun parker untuk mahasiswa dan tamu umum. Semua pelanggaran perlu diberikan sanksi hokum yang telah disosialisasikan sebelumnya.
  9. Jika semua prasarana di dalam kampus maupun di luar kampus sudah memadai karena konsep hijau ini perlu dibangun secara holistic oleh semua para-pihak maka bisa diusulkan tentang OPSI penggunaan kendaraan bermotor berdasarkan jarak tempat tinggal. Mengadopsi pengalaman di beberapa kampus di Jepang, misal di Okayama University diberlakukan bahwa Dosen boleh membawa kendaraan bermotor jika memiliki jarak tempuh dari rumah ke kampus lebih dari 3 km. Staff kependidikan dijinkan membawa kendaraan bermotor jika jarak tempat tinggal ke kampus lebih dari 5 km. Sedangkan mahasiswa dijinkan membawa kendaraan bermotor jika jarak tempat tinggal ke kampus lebih dari 7 km. Kembali ide ini sangat kondisional, hendaknya disesuaikan dengan ketersediaan prasarana dan saranaa keamannan serta kenyamanan berkendaraan umum di luar kampus.

Akhirnya komitmen manajemen dan pengawasan adalah tangan terakhir yang menentukan keberhasilan implementasi transportasi hijau. Penyediaan alat transporatsi ramah lingkungan bagi civitas academica  serupa mobil listrik, bus umum yang memuat banyak penumpang, pinjaman sepeda, penempelan stiker parker dan lain-lain merupakan insentif bagi civitas academica yang mendukung program hijau. Jadi selayaknya mereka dibebaskan dari pembiyaan angkutan. Di lain pihak, pelarangan operasi ojek, pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dalam kampus merupakan peraturan yang harus ditegakkan dengan sanksi yang berat jika ada pelanggaran. Penegakkan hukum ini harus dilakukan secara sistemeik, terus-menerus tanpa perkecualian sehingga semua civitas academica dan staff kependidikan maupun tamu pengunjung IPB memperoleh persepsi positif yang sama.

PENUTUP

Gaya hidup modern berkembang seiring dengan permasalahan lingkungan akibat pemborosan penggunaan sumber daya alam. Karena adanya degradasi lingkungan serta adanya perilaku manusia yang tidak ramah pada lingkungan salah satunya telah berdampak pada pemanasan global. Karena itu insan yang hidup di era modern tidak hanya memerlukan pendidikan yang tinggi saja, tetapi seharusnya mampu berpikir dan berperilaku secara cerdas (smart).  Saat ini “konsep hijau” sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Tetapi yang tidak kalah penting adalah “implementasi gerakan hijau” sudah harus menjadi bagian dari kebutuhan hidup. Implementasi gerakan hijau ini dapat memberdayakan lanskap yang ada mampu menyediakan jasa ekosistem yang memadai mulai dari memproteksi sumberdaya tanah, air dan udara, juga mampu mengkonservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan produktivitas lahan, serta meningkatkan keindahan lanskap. Oleh karena itu marilah kita mulai dari lingkungan kita sendiri, lingkungan rumah dan lingkungan kampus IPB sebagai green campus, dan akhirnya mendukung mimpi-mimpi kita mewujudkan ke green city dan green country.

Bogor, 4 November 2016

Hadi Susilo Arifin

Guru Besar di Bidang Ekologi dan Manajemen Lanskap

Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB

 

 

 

20160510_100739CIMG4243CIMG4235

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN 

BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI

Gedung Manggala Wanabakti Blok IV lantai 7, Jl. Gatot Subroto Jakarta 10270

Telp. 021 – 57903068 ex 373, Faximile 021 – 57903068

Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor 16610 Telepon 0251 – 8631238, Faksimile 0251 – 7520005

Mei 2016

Lampiran   :  2 (dua) lembar

Hal           :  Permohonan Pembahas

Kepada Yth.:

Prof. Hadi Susilo Arifin

di Tempat

Dalam rangka diseminasi hasil riset Badan Litbang dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Litbang dan Inovasi  akan menyelenggarakaan Gelar IPTEK Hasil Litbang dan Inovasi Tahun 2016 pada Hari Rabu – Kamis, 11 – 12 Mei 2016, bertempat di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Berkenaan dengan hal tersebut, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal berikut:

  1. Gelar IPTEK dikemas dalam rangkaian kegiatan bedah buku, gelar teknologi, dan pameran. Kegiatan Bedah Buku bertujuan mempromosikan dan menyebarluaskan hasil-hasil litbang bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang disusun dalam bentuk buku kepada parapihak yang berkepentingan.
  1. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kesediaan Bapak Hadi Susilo Arifin untuk menjadi salah satu Pengulas/Pembahas Buku berjudul “Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan  karya Dr. Ismayadi peneliti pada  Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim yang akan di bedah pada:

Hari/Tanggal   : Rabu, 11 Mei 2016

Waktu               : 10.30 – 12.30 WIB

Tempat             : Auditorium Gedung Manggala Wanabakti

  1. Pembahasan/Ulasan buku meliputi kesan umum terhadap buku dan kegunaan hasil IPTEK bagi pengguna, keunggulan dan kelemahan IPTEK hasil litbang yang diuraikan dalam buku tersebut serta aspek-aspek terkait lainnya.
  1. Terlampir agenda acara bedah buku pada Gelar IPTEK Hasil Litbang dan Inovasi Tahun 2016 dan lembar konfirmasi kesediaan untuk dilengkapi serta “Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan” sebagai bahan acuan dalam pembahasan.

Demikian kami sampaikan, atas kesediannya diucapkan terima kasih.

Sekretaris Badan,

Ir. Tri Joko Mulyono, MM.

NIP. 19580713 198503 1 003

Tembusan Yth.
Kepala Badan Litbang dan Inovasi (sebagai laporan)

 

Lampiran 1.  Surat Sekretaris Badan  Litbang  dan Inovasi

AGENDA ACARA

SESI I – BEDAH  BUKU

Auditorium Manggala Wanabakti

Rabu, 11 Mei 2016

Pukul: 10.3012.30 WIB

WAKTU KEGIATAN PERANGKAT SIDANG
Buku I: Restorasi DAS Ciliwung (2016) Moderator: Prita Laura
10.30 – 10.40 Presentasi Buku Restorasi DAS Ciliwung Irfan Budi Pramono, dkk (Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS Solo)
10.40 – 10.50 Pembahas 1 Prof. Hidayat Pawitan
10.50 – 11.00 Pembahas 2 Ir. Djoko Suryanto, M.Sc.
11.00 – 11.10 Diskusi
  Buku II: Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (2015) Moderator: Prita Laura
11.10 – 11.20 Presentasi Buku Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro Hunggul Yudono SHN, M. Kudeng Sallata (Balai Litbang LHK Makassar)
11.20 – 11.30 Pembahas 1 Ir. Rida Mulyana, M.Sc (Dirjen EBT KESDM)
11.30 – 11.40 Pembahas 2 Ir. Ismugiono, MM (Direktur PJLHK)
11.40 – 11.50 Diskusi
  Buku III: Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan (2015) Moderator: Prita Laura
11.50 – 12.00 Presentasi Buku Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan Dr. Ismayadi, P3SEKPI

 

12.00 – 12.10 Pembahas 1 Prof. Hadi Susilo Arifin
12.10 – 12.20 Pembahas 2 Prof. Tarsoen Waryono
12.20 – 12.30 Diskusi
  MAKAN SIANG

UJIAN TENGAH SEMESTER MK LANSKAP PERDESAAN DAN PERTANIAN SEMESTER GANJIL 2014-2015

TAKEHOME EXAM SELAMA TIGA HARI  (MULAI 22 OKTOBER SAMPAI 25 OKTOBER 2014 PADA 24.00 WIB)

 

PANDUAN MENJAWAB:
1. Soal terdiri dari 2 bagian, yaitu Bagian A terdapat dua nomor wajib dikerjalan oleh semua mahasiswa, dan Bagian B hanya satu nomor dikerjakan mahasiswa sesuai petunjuk Tabel di mana setiap mahasiswa wajib mengelaobarasi wilayah yang ditentukan untuk menganalisis dan mengkaji soal tersebut.
2. Jawaban ditulis berdasar kajian nalar, pengalaman dan wajib didukung oleh referensi seperti sumber bacaan primer (jurnal ilmiah), laporan penelitian, data statistic, propinsi/kabupaten/ kota/kecamatan dalam angka, dll.
3. Format jawaban ditulis seperti laporan ilmiah: Cover (Judul, Nama/NIM Mahasiswa, Program Studi); Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan (Pengantar permasalahan dan potensi gambaran soal Bag. A dan B; Pertanyaan Bag. A dan B), Jawaban Bag.A No.1, Jawaban Bag.A No.2, Jawaban Bag. B.
4. Jawaban dibuat dalam 2 format World dan PDF file, dikirim ke alamat email: hadisusiloarifin@gmail.com

BAG. A. SOAL BERSAMA:

1. Lanskap perdesaan (rural and country side landscape) merupakan tulang punggung bagi wilayah kota perkotaan. Jelaskan pemaknaan pernyataan di atas dari sudut pandang bio-fisik-sosial-ekonomi-budaya-politik.

2. Bagaimana pendapat Saudara ketika suatu kebijakan yang menyatakan “Agro-Forestry Landscape Analysis (AFLA)” digunakan sebagai alat dalam perencanaan daerah aliran sungai yang berkelanjutan?

BAG. B. SOAL PRIBADI:

Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS) telah dicontohkan dari beberapa Negara lain mengunggulkan, misalnya satoyama (di Jepang) dan kihamba (di Tanzania) . Coba elaborasi aktifitas pertanian yang bisa diunggulkan dan diusulkan sebagai GIAHS dari masing-masing wilayah Saudara. Analisis Saudara dideakati dengan 5 Faktor, yaitu 1). Ketahanan pangan; 2) Organisasi dan institusi pendukung; 3) kontribusi terhadap pengendali pemanasan global; 4) konservasi keanekaragaman hayati; dan 5) remarkable landscape management.

No./ Nama/ NIM/Wilayah yang dielaborasi

1 Vandra Kurniawan/ A252130181/ Padang, SumBar

2 Shalati Febjislami/A252130191/Kamang, SumBar

3 Jumiatun/A252130211/ Palembang, SumSel

4 Rahmi Taufika /A252130261/ Bukit Tinggi, SumBar

5 Ulya Zulfa/ A252130291/ Kendal, JaTeng

6 Hafni Dewi/ A451120121/ Rantau Prapat, SumUt

7 Wakyudi/ A451130211/ Banten

8 Sry Wahyuni/ A451140051 /Pekanbaru, Riau

9 Alfred Jansen Sutrisno/ A451140141/ Medang, SumUt

10 Janudianto/ P052130811/ Palangkaraya, KalTeng
GOOD LUCK…..

Coordinator:

Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

To. AIMS Students (International Program), Landscape Architecture Students, Soil Sciences Students and Forestry Students.

Bachelor Program: course of AGRICULTURAL LANDSCAPE (ARL 330) – Odd Semester 2014-2015 has been delivered in each Wednesday at 08:00 – 09:40

Teaching Team: Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnijah, Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, and Dr. Aris Munandar

 

The 1st – the 2nd – the 3rd Week Material had delivered  by Prof. Wahju Qamara Mugnisjah

 

The 4th Week Material: Micro-Scale of Pekarangan Landscape -Click Here, please

VIDEO Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin: Pekarangan untuk Ketahanan Pangan-Click here, please

 The 5th Week Material: Meso-Scale Settlement in Agricultural Landscape – Click Here, please

Instructor: Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN – Click here, please

 

The 6th Week Material: Urban Agriculture Landscape – Click Here, please

The 7th Week Material: Agriculture Engineering in Urban Landscape – Click Here, please

Instructor: Dr. Aris Munandar

 

Supporting Materials for the 4th week lecture could be accessed by Links, as follows:

1. Oration Book: Arifin HS. 2013. Pekarangan Kampung untuk Konservasi Agro-Biodiversitas dalam Mendukung Penganekargaman dan Ketahanan Pangan di Indonesia. IPB Press, Bogor. 81 hal.

2. Oration Presentation of Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S.(Power Point Presentation in Bahasa Indonesia)

3. VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Lecture in National University of Singapore 

4. VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Research in Cianjur Part 1

5. VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Research in Cianjur Part 2

 

To. AIMS Students (International Program), Landscape Architecture Students, Soil Sciences Students and Forestry Students.

Bachelor Program: course of AGRICULTURAL LANDSCAPE (ARL 330) – Odd Semester 2014-2015 has been delivered in each Wednesday at 08:00 – 09:40

Teaching Team: Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnijah, Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, and Dr. Aris Munandar

The 4th Week Materials: Micro-Scale of Pekarangan Landscape -Click Here, please

VIDEO Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin: Pekarangan untuk Ketahanan Pangan-Click here, please

 The 5th Week Material: Meso-Scale Settlement in Agricultural Landscape – Click Here, please

The 6th Week Material: Urban Agriculture Landscape – Click Here, please

The 7th Week Material: Agriculture Engineering in Urban Landscape – Click Here, please

 

Instructor (the 4th and the 5th week): Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN – Click here, please

Supporting Materials for the 4th week lecture could be accessed by Links, as follows:

1. Oration Book: Arifin HS. 2013. Pekarangan Kampung untuk Konservasi Agro-Biodiversitas dalam Mendukung Penganekargaman dan Ketahanan Pangan di Indonesia. IPB Press, Bogor. 81 hal.

2. Oration Presentation of Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S.(Power Point Presentation in Bahasa Indonesia)

3. VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Lecture in National University of Singapore 

4. VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Research in Cianjur Part 1

5. VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Research in Cianjur Part 2

 

Promotor Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin memimpin sidang terbuka program Doktor, Promovendus Budi Susetyo dari PS Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan, SPs IPB

JUDUL DISERTASI: Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor
PROMOVENDUS: Budi Susetyo
PROMOTOR: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Prof. Dr. Machfud, Dr. Widiatmaka, dan Dr. Nurhayati HS. Arifin
PENGUJI DI LUAR KOMISI: Dr. Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor) dan Dr. Endes N. Dahlan (Dosen Fakultas Kehutanan IPB).

Promovendus Budi Susetyo dari Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Ia juga seorang dosen di Universitas Ibnu Khaldun, telah memaparkan disertasi dalam sidang terbuka pada Selasa, 19 Agustus 2014 di Ruang Sidang Silva Fahutan IPB. Promovendus telah mengusung disertasi yang berjudul “Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor”. Yang bertindak sebagai promotor adalah ahli manajemen dan ekologi lanskap, ahli pemodelan, ahli kesuburan tanah dan tata guna lahan, serta ahli lanskap budaya, yaitu Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Prof. Dr. Machfud, Dr. Widiatmaka, dan Dr. Nurhayati HS. Arifin. Adapun pengujinya adalah Walikota Bogor, yang juga berprofesi sebagai dosen, yaitu Dr. Bima Arya Sugiarto, dan ahli hutan kota Dr Endes N. Dahlan. Adalah suatu keistimewaan bahwa Walikota Bogor berkenan menjadi penguji pada sidang Doktor. Hal tersebut bukan semata karena obyek penelitiannya yang berada di kota Bogor, akan tetapi merupakan kepedulian yang tinggi dari seorang birokrat dalam pencermatan kajian akademik, yang langsung diujinya apakah layak atau tidak dalam penerapannya di lapang.
Promovendus Budi Susetyo sendiri menyusun satu model pemanfaatan lahan bantaran Sungai Ciliwung yang berfungsi sebagai koridor hijau (Green Corridor) yang terintegrasi dengan Kebun Raya Bogor serta ruang terbuka hijau lainnya. Pendekatan yang dilakukan dengan International Shading Trees Evaluation Method (ISTEM) merupakan metode untuk menduga besarnya nilai pohon di perkotaan, dalam hal ini yang berada di kawasan sempadan Sungai Ciliwung. Nilai pohon yang didasarkan pada diameter batang setinggi dada, kualitas pohon, kelas pohon peneduh dan konstanta dalam bentuk mata uang dapat dipertimbangkan sebagai nilai asset yang dimiliki suatu kota. Nilai tersebut dapat digunakan untuk memberi insentif atau disinsentif bagi masyarakat yang melindungi pohon atau perusak pohon. Angka yang dihasilkan tersebut meliputi nilai tangible serta intangible dari pohon itu sendiri baik dari segi penyerapan CO2 serta ameliorasi iklim mikro, perlindungan tata tanah dan air, konservasi keanekaragaman hayati serta memberi keindahan lanskap sekitar, selain menghasilkan produksi buah dan bunga serta daun. Pohon dapat diperhitungkan sebagai nilai asset suatu kota, karena itu di beberapa Negara seperti Amerika dan Kanada, formulasi ISTEM ini telah diterapkan khususnya untuk menghitung besarnya premi asuransi pohon. Kerusakan pada pohon kota baik karena gangguan alami atau manusia maka pemerintah kota atau individu penduduk kota yang terkena dampak langsung akan diberi kompensasi akibat adanya kerusakan pohon itu sendiri. Model perumusan kebijakan ini didasari oleh pemilihan jenis pohon (terutama pohon spesies lokal), kesesuain lahannya, serta persepsi dan preferensi masyarakat yang berada di sekitar bantara sungai Ciliwung. Dalam penerapannya selain diperlukan penguatan program penghijauan dari pemerintah setempat, juga harus bisa melibatkan masyarakat, instansi serta perusahaan dan para pihak lainnya. Stakeholders tersebut yang akan berfungsi sebagai pengontrol social dalam keberlanjutan pohon.
Bantaran S. Ciliwung selebar 10-15 meter ini seyogyanya merupakan kawasan hijau yang bebas dari bangunan, sesuai Peraturan Pemerintah No. 47/1997. Sayangnya saat ini 62% telah terokupasi oleh permukiman baik resmi (memiliki IMB) maupun tidak (tampa IMB). Untuk mempertahankan kawasan yang masih berupa lahan terbuka sebesar 38%, diperlukan upaya penegakan hukum (law enforcement), serta penguatan program penghijauan secara intensif di kawasan ini. Diperlukan juga perangkat kebijakan berupa insentif pemeliharan pohon, atau disinsentif/denda terhadap perusak/penebang pohon yang besarannya dapat didasarkan pada perhitungan nilai pohon yang ada di kawasan sempadan.
Upaya ke depan, dengan model perumusan kebijakan yang dihasilkan dapat direncanakan program penghijauan yang tepat (kesesuaian jenis pohon dengan kesuburan tanahnya; sesuai dengan preferensi mayarakatnya), pemeliharaan yang berkesinambungan, peningkatan kesadaran masyarakat, timbulnya political will dan good will dari pemerintah setempat, sehingga lingkungannya berkelanjutan. Bantaran dan sempadan sungai Ciliwung yang rimbun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) akan tumbuh secara harmonis dengan badan air sungai yang merupakan sebagai ruang terbuka biru (RTB). Dengan komitmen para pihak, bukan hal yang mustahil di waktu yang akan datang terwujud badan air sungai yang stabil, serta bantaran sungai dengan pepohonan yang asri. Keduanya menjadi lanskap muka air “water front landscape” yang berkelanjutan. Insya Allah…..

LINKS TERKAIT:

BERITA BOGOR-Bima Arya Uji Dosen Ibnu Khaldun

ANTARA BOGOR-Wali Kota jadi penguji disertasi mahasiswa IPB

Walikota Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto memebrikan komentar postif atas disertasi Promovendus Budi Susetyo yang telah diujinya beberapa waktu sebelumnya

Beberapa klarifikasi disampaikan oleh Promotor Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Jakarta, 11 Desember 2013

Nomor : HSC/Op/1312-11C
Perihal : Permohonan Pemberian Materi

KepadaYth.
Bapak Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin
Di tempat

Dengan hormat,
Melanjutkan pelatihan-pelatihan sebelumnya, HaryonoSuyono Center  bekerjasama dengan Yayasan Damandiri akan kembali mengadakan Pelatihan dan OST Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Peserta pelatihan kali ini  berasal dari beberapa organisasi sosial Observation Study Tour (OST) anggota DNIKS.

Berkenaan dengan rencana penyelenggaraan Observation Study Tour (OST) anggota DNIKS tersebut, dengan ini kami mohonkan perkenan bapak  untuk memberikan materi tentang Revitalisasi Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan pangan Keluarga yang rencananya akan dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : Senin, 16 Desember 2013
Waktu : 15.00 – 16.00
Tempat : Ruangan Siti Padmirah Silver Jl. Pengadegan Barat No.4
Jakarta Selatan.

Demikian kami sampaikan, atas dukungan dan kerjasama Bapak kami sampaikan terima kasih.

Ketua Dewan Pengurus
Ria Indrastuty

Tembusan:
– Direktur Pelaksana Yayasan Damandiri
Jl. Pengadegan Barat no 4, Kalibata, Jakarta Selatan

DSC_8755

Penyampaian buku Orasi Guru Besar Hadi Susilo Arifin yang mengangkat tema Pekarangan bagi Ketahanan Pangan

Penyampaian buku Orasi Guru Besar Hadi Susilo Arifin yang mengangkat tema Pekarangan bagi Ketahanan Pangan
Prof. Haryono Suyono dan Prof. Hadi Susilo Arifin

Prof. Haryono Suyono dan Prof. Hadi Susilo Arifin

Subject: FAO – GIAHS Sites Survey in Lampung Province

Venue: Marga Sari Village – East Lampung District & Sindang Pagar Village,  Sumberjaya Sub-District West Lampung

Date: August 14 – 18, 2013

Researchers: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Duryat M.Sc.  and Mr Wijarnako

 

Cc. Dr Kaswanto, Dr Iis, Dr Puji Lestari, Bapak Wijarnako
Cc. Counterparts of UNILA, UGM, UNUD, UNMUL and UNHASDear Duryat, M.Sc.
UNILA CounterpartBerikut saya kirimkan Catatan saya hari ini selama kunjungan ke site II untuk GIAHS di Propinsi Lampung.
Semoga Mas Duryat dapat memanfaatkannya untuk menyusun Laporan dengan menggunakan template Annex GIAHS.
Mohon dilengkapi dengan data hasil2 riset UNILA terdahulu.

Ratusan foto yang saya ambil silakan dicopy setelah tiba di hotel malam ini.

Bentuk laporan ini semoga dapat menjadi gambaran bagi kolega lain yang akan melakukan site visit bersama kami, baik saya/mas Anto dan perwakilan dr Kemenkokesra.

Hari ini Bp Wijarnako dr Kemenkokesra tdk ikut ke lapang krn sudah kembali ke Jakarta tadi pagi.

Semoga laporan yg saya tulis ini bermanfaat,

All the best,
Hadi Susilo Arifin.

—-
Catatan HARI III: 16 Agustus 2013

Peneliti: Hadi Susilo  Arifin/IPB dan Duryat/UNILa

Kontak Person:
PPL – Radianto 081272231072
Status: THL TBPP (Tng Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian)

Kepala Desa: Pratin Sudriman
HP +6285789505181

Obyek: Desa Sindang Pagar, Kec Sumberjaya, Kab Lampung Barat
Altitude: 1000m dpl
Temperatur Udara siang pk 2: 28,5 Celcius (saat survei)

Route:
Bandar Lampung, Lampung Selatan (Natar), Kab  Pesawaran, Jab Lampung Tengah (Gunung Sugih), Kab Lampung Utara (Kota Bumi), Kab Lampung Barat (Liwa)

Point: kearifan lokal dalam mempertahankan Hutan Marga sebagai hutan lindung  di hulu untuk  mengelola sumberdaya air bagi keberlanjutan pertanian padi dan perikanan di hilir.

HUTAN MARGA: Hutan alam di lahan marga (Adat) sebagai hutan lindung dan hutan konservasi.
Masyarakat bercocok tanam kopi dan padi di lahan milik pribadi juga di Hutan Kemasyarakatan (HKM)

Masyarakat berasal sebagian besar dari Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, Sumedang dan Krawang. Ada sebagian kecil dari Jateng dan Jatim, Penduduk aseli Sumatra banyak berasal dr Sumsel.
Mereka datang ke wilayah ini pada tahun 50an sbg Transmugran.

Arsitektur: masih banyak.rumah beraritektur panggung.

Keterangan PPL:
2005 eksportir masuk dr LN
Ketelusuran asal-usul produk diminta: Four C: Rainforest, Certified, UTCHE coffee, ….
Permintaan Buyer LN
Exportir: Eropah (Netherland n Swiss, German), India (PT Kolm

Kakek Radiyanto aseli Palembang.
Th 40-50an kakek memberikan kebijakan pendatang boleh menggarap jadi kebun- surat keterangan tanah (SKT) u dasar pembuatan sertifikat tanah.

Kep Desa Bp Sudriman (paman pak Radiyanto), saat ini menjabat  periode II dr 2002-2008/2009-2015

Sudah ada KRPL dari BPPT Kementan mulaui 2013 (desa Sindang Pagar dan desa Sukajaya)

P2KP sudah masuk Desa Sukapura sdh sejak beberapa tahun lalu.

PNPM Mandiri Ds Sindang Pagar dan Ds Sukajaya, mulai bebrapa tahun lalu. Digunakan untuk Infras jalan, air bersih, membangun fasilitas Pendidikan. Anak Usia Dini (PAUD), dan Simpan PonjAm Perempuan (SPP).

HUTAN MARGA (di luar kawasan hutan) – hutan adat – milik desa
Tidak boleh dirambah – tidak ada aturan tertulis, tetapi hanya konvensi
Ditujukan u smberdaya air di bawah, karena dibutuhkan u persawahan, kolam ikan, dan kebutugan air domestik (air minum, mandi, cuci).
Sawah berteras dibuat manual mulai tahun 50an pada masa kakek Pak Radianto (Kakek Suhibi) mengundang masuk mesyarakat unt bermukim di sini..
—-
PERAMBAHAN Hutan Negara:
Tanah dihutan lindung (hutan negara) tersebut ditanami kopi sejak 60an. Pada mas sebelumnya masyarakat berhuma-dg sistem ladang berpindah-pindah.
Perambah lahan hutan negara u bercocok tanam Kopi oleh masyarakat pendatang (trans dr Jawa, membawa saudaranya yg datang ke Lampung, masuk ke Lampung Barat) dg sistem Ladang berpindah semakin marak pada akhir 70an sd awal 80an. Dampak negatif debit Air berkurang terutama di MK. Tetapi, pada MH debit sgt besar, dan  air keruh.

Perambah hanya masuk hutan negara, tidak ke dalam hutan marga. Masyarakat setempat tdk bisa mencegah perambah lagan di hutan negara karena tdk punya wewenang. Tapi di hutan marga, masyarakat punya kewenangan melarang karena hutan tsb adalah milik masyarakat adat..

POGRAM REBOISASI
Pada 85-86an dilakukan gerakan Reboisasi oleh ABRI di lahan rambahan. Tegakannya: Kaliandra, Sono keling.  Masyarakat perambah lahan disuruh turun, keluar dari hutan negara tsb. Reboisasi berhasil.
Tetapi pada awal era reformasi tahun 98an, saat Presiden Soeharto lengser, terulang kejadian perambahan lahan di hutan negara kembali.
Maka pemerintah mengatasinya pada 1999 dengan mengeluarkan ijin  status HUtan Kemasyarakatan (HKM) di hutan negara.
Ijin HKM diberikan dr 5 tahun (evaluasi I) sd 35 Tahun.

Baru pada tahun 2004 ada Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) di Hutan negara dengan “Multipurpose trees species” a.l.: alpukat, pinang, durian, nangka, cempaka,
Syarat min 400 btg/ha
Departemen Kehutanan (pusat) memberikan bantuan Bibit, pupuk, dan biaya perawatan.
Luas hutan negara sekitar 1000ha, GNRHL dilaksanakan  pada lahan bekas rambahan sekitar 700-800 ha.  Lahan 200 ha lainnya masih utuh, merupakan hutan yang berbatasan dg HUTAN Marga. Hutan Marga memili luyas sekitar 200 ha.

Manajemen HUTAN MARGA:
Hutan marrga dikelola sebagai hutan alam yg bersifat lindung (melindungi ekosistem-tata tanah, Tata air dan tata udara). Hingga saat ini hanya bersifat konvensi, belum ada aturan tertulis.
Saat ini baru direncanakan u dijadikan peraturan Desa (PERDES).
Sebenarnya pada saat ini, tanpa perdes pun masyarakat patuh.
Tetapi untuk mengantisipasi perkembangan penduduk di masa yg akan datang, perdes dirasakan perlu direncanakan dg baik.

Isi hutan marga: Kayu tenam (bhn bangunan kualitas sekelas Merbau), Cemara (diptocarpacea) unt bangunan, Medang u pintu, kayu pasang u bangunan disebut kayu besi, pule, meranti, africa (tumbuh dr biji yg dibawa burung datang dr hutan tanaman). Hutan alam masih perawan ini tdk boleh diusahakan.
Di bawah atau di sekeliling kawasan hutan marga adalah hutan negara, dan ada juga tanah milik pribadi penduduk.

KENAPA KOPI?
Kopi dikenal sejak jaman Belanda.
Produsen utama kopi Robusta di Indonesia adalah di lampung. Dan  di Lampungnya sendiri, pusat kopi adalah di Kab Lampung Barat (di semua kecamatan).

USAHA TANI Pratin Sudriman:
Lahan 3 ha kopi
Sawah 1200m2

Bercocok tanam kopi:
Jarak taman Kopi 2.5 x 2.5 m atau 2×2 m2
Populasi: 1600 sd 2500 btg/ha
Produksi 8kwintal biji kopi kering/ha (asalan) – Rp 17.000 berdasarkan fluktuasi dollar. Bursa komoditas di NY dan London.

LANSKAP HILIR:
Sawah berteras lokasi: Talang Bandung, Talang Ciamis dibuat pada tahun 50an

Ternak: komoditas kambing di pekarangan belakang (di kandang)

Kolam: dominan nila Rp20000/kg
Dibedah setiap 4 bulan.

ORGANISASI:
Kelompok Tani – sektor pangan dan kebun
10 kel tan
2 KWT

Kelompok tani hutan – Register 45B. HKM- hutan kemasyarakatan
Kelompok hamparan Rukun Lestari Sejahtera
Sub-Hamparan: Ada 4, Rukun Lestari, Tani Jaya, dan 2 lainnya.

DAFTAR ISTILAH LOKAL
Desa disebut: Prekon
Kepala Desa disebut; Pratin
RW/RK disebut: Dusun
1 rante: 400m2 lahan
Istilah:
Repong: kebun di Masy Lampung Pesisir Barat (Krui, Biha dan Pugung Tampak) semisal Repong Damar

Demikian Laporan saya sampaikan.

Terimakasih.
Salam
Hadi Susilo Arifin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dear Mas Anto

Cc; kolega Unila/Bu Iis/Bu Tari

Mumpung masih fresh, dalam perjalanan kembali ke Hotel di Teluk Betung, bersama ini saya kirimkan Catatan saya selama saya berdialog dengan petani tambak, sbb:

Catatan H.S. Arifin

Survai hari I: 15 August 2013
Peneliti: Hadi Susilo Arifin, Wijarnako, Duryat

Objek: Desa Margasari
Kec. Labuhan Maringgai
Kab Lampung Timur
Melewati Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, Metro, Lampung Timur

DAS Way Sekampung
Pelelangan Ikan: Kuala Penet
KUD Bina Mina
Pendamping: Pak Subak (Subagio)

Yang akan ditemui: Pak Yani (Kelompok Tani Mangrove)

Mangrove 700ha, bertambah luas karena muncul tanah timbul.
Tanah timbul segera ditanami bakau.

Wabah di Kuala Kambas (dekat TN Way Kambas) — dipindah ke Margasari, menjadi Pendatang pada th 83-84

Penduduk: aseli Jawa dan Bugis

Isu2 Rawan tawuran tdk ada, kriminal tidak ada.

Panen tambak 4 bln, 1,3 ton emas dan nila (prod rendah karena pakan dan treatment kelola secara tradional) dr 100m x 30m

Jaman jaya udang Windu, 5 ton/tambak.

1 kolam: bandeng, nila, udang
Makanan: ganggang (tumbuh sendiri), ikan bs-an kepala teri (kiriman dari Jawa, 3000rp/kg)

1 ton ikan BS u 4bulan/kolam 3juta
Plus karyawan 1juta/bulan
1 karyawan 5 kolam.
Garapan 5 kolam

Panen: Udang 112kg; Nila 1,3 ton, dan bandeng 2 kwintal.
Udang: 77.000/kg
Nila: 12.000/kg
Bandeng: 12.000/kg
Mas: 15.000/kg

Mulai 83an dipegang oleh Pak Subag. Revegatasi Mangrove. Setiap tumbuh bakau ditebang.

Pak Sugeng dan Pak Ansori dg rombongan mhs, ke Balaidesa (Lurah Sukimin).
Hujan lebat dan banjir.

Ditawari mampir ke rumah (2 bus).
Waktu itu sdh bertambak tp blm perhatian pd mangrove.

Ahli mangrove: Bpk Nanang (Sekdes Margasari)

Angin Timur: Bln April-Agus
Musim Barat Okt-Maret (justru aman)
Asal; tdk ada mangrove
Dulu tambak semua (udang dan bandeng) dari Penet smp Labuan Muara Gading Mas.

1995 abrasi pantai. Tambak dan 71 unit rmh hancur.
Dg kapala desa Pak Sukimin alm. Lap ke aparat kepolisian dan dinas Sos Prop. Membantu perumahan tp desa hrs menyediakan lahan.
97 -pak Harto turun, Dinas Sos dan Penerangan — dihapus. Reformasi
Bantuan gagal!

Pak Nanang, Pak Subak, Pak Sukimin pelopor restorasi mangrove.

Setelah abrs – tanah timbul – otamtatis muncul si api2.
Muncul minat restorasi.
Dipertahankan hutannya bahkan ditambah. Tidak boleh lagi bekas tambak tsb diambil masyarakat.

Pak Sukimin ber3 berencana ke Pemda u menyerahkan tanah timbul. Untuk pelestarian oleh Pemda diberikan ke UNILA.
Perjanjian Tri Partit (2000): Pemda, Desan Dan Unila. Perjanjian setiap 5 tahun sekali.
Luas awal: 500-700
Sekarang bertambah luas krn alami dan gerakan penanaman
Gerakan National rehabilitasi Hutan Dan Lahan (2004)

Pihak Desa sering ikut sosialisasi Mangrave di UNILA.
Terbentuk Kelompok Tani Mangrave: Margajaya UTama

UNILA mengadakan lomba revegatasi mangrove
Margasari Juara Kab. Dan juara Propinsi dan juara Nasiona.
Pemberian hadiah di Kalimanta (jaman Ibu Megawati)
Juara: karena dukungan kelompok tani mangrove
Dari 1 kel menjadi 7 kel (penanaman, pemeliharaan dan pelestarian:
Kelompok Margajaya 1 sd 6 dan Kel Margajaya Utama)
Pemanfaatannya: unt filter petani tambak, penambahan ekonomi dg adanya Kepiting bakau, menahan abrasi pantai, pemijahan ikan)

Program Lampung Mangrove Center LMC di dusun 12, program UNILA tahun 2012 terealisasi.
Membuat menara pementau burung di dusun1, dibuat bambu track di dusun (bertahan hanya 1 tahun) – minat wisata meningkat.

Setelah terbentuk 7 kel.
Kemudian muncul Kelompok Pelestarian Lingk Hidup (KPLH) dipimpin oleh Pak Yani (2005).
Anggota beragam usia. Anak2 sekolah, guru2 Sd dilibatkan u pelestarian lingk hidup.
Manakala Ibu2 menyuruh nebang, anak2 tdk mau karena dia tdk mau.

Desa Luas 1702ha
Tambak 403ha
Sawah Lebih luas dr tambak.
Penduduk 1894 KK, 7575 jiwa per Juli 2013.
Pak Nanang- Sekdep terbaik se Kec. Labuan Maringgai (Piagam penghargaan)
Balsem 709

PPK Program Pembangunan Kec 2004. Membuat pengerasan jalan
PNPM Mandiri sejak 2007. Membuat lapen (Latasir dan pengeran jalan) dikerjakan oleh TPK Tim Pengelola Kegiatan (masyarakat setempat) — 2 unt fisik dan 1 unt simpan pinjam perempuan (SPP) ada 24 Kelompok @10 orang . Sampai sekarang berjalan – bergulir dievaluasi oleh FK (Fasilitator Kecamatan).
Ada 2 kelompok yg didiskualifikasi krn tdk bayar.
Proposal dr bawah harus bermanfaat bagi masyarakat.
Selain jalan, juga membangun gd PAUD dan TK.

Pembuatan Tanggul penangkis ombak Dr BP DAS, PU sepanjang 1,1Km tahu 2009-2011.

Potensi wisata jika akses jalannya bagus.

Biodiversity Conservation:
1. Kuntul dan burung air
2. Kera ekor panjang dari Way Kambas (saat terbakar)
3. Biayak
Masyarakat tdk bisa memburu karena Perdes: No 4/2005
Sangsinya:
1. Jk menebang 1 pohon wajib menanam 100 batang
2. Ambil kayu bakar kena peringatan.
Jadi Hutan LINDUNG
3. Yang berburu kena sangsi (belum ditetapkan dendanya, krn dimusyawarahkan)

2014 akan memperbarui Perdes ttg Pelestarian Hutan Mangrove.

Kelompok KPLH diberi bimbingan oleh Bu Yuni JICA/Unila ttg penganan dr bahan hutan mangrove: Kerupuk/peyek daun jeruju, sirup dr buah pedada (Burgurea), snack dr buah ki api2.

Ada BMT Baitul Mul Wal Ta’mil – lembaga keuangan mikro dapat mengatasi rentenir.

PNPM Mandiri
2013 Lapen 1900m di dusun 2,3,4
Plus swadaya masyarakat
Gd Paud dan TK di dusun 10

2014 direncanakan Lapen 1500m di dusun 1, 2
Dan pembuatan badan jalan 500m di dusun 2 dan 5.

Sering dikunjungi orang asing pada Summer course di UNILA:
Kentucky Univ
JICA

Desa Sukorahayu – masalah lingkungan penggalian pasir kuarsa sd kedalaman 12 Meter

—-
Obyek – II
Desa  Pasir Sakti
Kec. Labuhan Maringgai
Kab Lampung Timur
Tidak jadi dikunjungi karena keterbatasan  waktu
Powered by Telkomsel BlackBerry®

A Preview from Green Building Council Indonesia: GREENRIGHT International Conference & Expo 2012

Selasa, 20 Maret, 2012 23:19
Dari: “savitra p shaumy r” <deny@gbcindonesia.org>
Kepada: dedhsa@yahoo.com
Cc: “GREENRIGHT 2012” <greenright@gbcindonesia.org>, “IT Ridwan” <it@gbcindonesia.org>, “donny@gbcindonesia.org” <donny@gbcindonesia.org>
Email berisi lampiran 7 File (5248KB) | Download Semua
Kepada Yth


Bpk. Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS
Head of Landscape Management Laboratory
Landscape Architecture Department
Faculty of Agriculture
Bogor Agricultural University – Jawa Barat

Dengan hormat,

Selamat datang di dunia yang hijau lestari!


Green building Council Indonesia mempersembahkan GREENRIGHT Indonesia Green Building Conference & Expo 2012.

Program yang dirancang untuk menginspirasi Anda menjadi hijau lestari dan bersama-sama menyayangi bumi.

GREENRIGHT merupakan apresiasi Green Building Council Indonesia untuk menginspirasi bagi para pelaku usaha agar tetap mengedepankan produksi produk ramah lingkungan, sumber informasi bagi masyarakat, akademis dan pelajar tentang gerakan green building, baik tingkat internasional maupun di Indonesia.

Mari Bergabung! bersama GREENRIGHT.
Tunjukan bahwa Anda sebagai pelaku industri yang berfikiran maju dan peduli terhadap keberlanjutan bumi.
Mari berkolaborasi dengan berbagai kalangan yang mampu menyambut tuntutan generasi mendatang.

Bersama ini kami lampirkan Preview GREENRIGHT Indonesia Green Building Conference & Expo 2012.
Informasi lebih lanjut kunjungi website kami: http://greenright.gbcindonesia.org/ atau hubungi:

  • Ibu Anggita :   0819 3174 7391 / 021 7343077
  • Ibu Kartika  :   021 3429 2727 / 021 7343077

Email: greenright@gbcindonesia.org

Note : Jika memungkinkan, mohon kiranya disebarluaskan ke kalangan yang lebih luas tak terbatas demi tujuan Indonesia yang berkelanjutan di masa depan.

Salam Hijau Lestari,

Savitra P Shaumy R

 

Researcher
Green Building Council IndonesiaJl. RC Veteran No. 3A/1, Tanah Kusir
Pesanggrahan – Bintaro
Jakarta Selatan – Indonesia 12330

(P) : 021-3777 0037 | 734 3077
(F) : 021-734 3133
(E) : resource@gbcindonesia.org
(W): www.gbcindonesia.org

GO GREEN !
Please consider the environment before printing this email.
By NOT PRINTING, you save : paper, ink, time, electricity, emissions & waste production.

Video of Prof. Hadi Susilo Arifin’s Oration – Opening Speech by IPB Rector and Orator Biography by Dean of Agriculture Faculty

Video of Prof. Hadi Susilo Arifin’s Oration (Part 1) –  “Pekarangan Kampung untuk Konservasi Agro-Biodiversitas dalam Mendukung Penganekaragaman dan Ketahanan Pangan di Indonesia”.

Video of Prof. Hadi Susilo Arifin’s Oration (Part 2) –  “Pekarangan Kampung untuk Konservasi Agro-Biodiversitas dalam Mendukung Penganekaragaman dan Ketahanan Pangan di Indonesia”.

Video of Prof. Hadi Susilo Arifin’s Oration (Part 3) –  “Pekarangan Kampung untuk Konservasi Agro-Biodiversitas dalam Mendukung Penganekaragaman dan Ketahanan Pangan di Indonesia”.

Video of Prof. Hadi Susilo Arifin’s Oration – Greetings & Silaturahim

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 12 LANDSCAPE ECOLOGY

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 9 GREENERY OPEN SPACE

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 8 URBAN BIODIVERSITY CONSERVATION

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 7 ECOCITY DEVLOPMENT

VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Lecture in National University of Singapore

VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Research in Cianjur Part 1

VIDEO Hadi Susilo Arifin PEKARANGAN Research in Cianjur Part 2

VIDEO UMRAH RABANI

Testimonial Jamaah Umroh 22 Juni 2016 Sebelum Take Off – Umrah Ramadhan & Iedul Fitri 1437H

 

PICTURE ALBUMS:

The 1st ALBUM of AIC Australia Indonesia Centre – Water Sensitive Cities – Infrastructure Cluster

The 2nd ALBUM of AIC Australia Indonesia Centre – Urban Water Cluster

AWARDS for HADI SUSILO ARIFIN – Album

BBQ Graduate Students Gathering in Laladon May 2017 – ALBUM

Culture & Heritage City ALBUM

EVEN SEMESTER 2016/2017 ALBUM

Extra Curricular Activities ALBUM

FAPERTA Alumni – Album

Four Season Album in Some Countries

FPALI Workshop & Symposium

Green City-Pejuang 9 Bintang-Ecovillage Competition & Campaign

HANAMI – To See Cherry Blossom in Japan – Spring 2012.

Home Sweet Home – Laladon Permai in Kompas Minggu “Aku dan Rumahku”

Home Sweet Home – Raffine Mansion, Saijo, East Hiroshima – Japan 2012

Home Sweet Home – Spartan Village, East Lansing MI-the US 2010-2011

Home Sweet Home – Suite@Metro Apartment-Bandung

I am and the MAGAZINES

Japan Education Fair – Album

My Family – Album

My Family – Traveling to Saudi Arabia Part I – Pilgrimage on Feb 2003

My Family – Traveling to Saudi Arabia Part II – Umrah on Feb. 2013

My Family – Birthday Album

My Family – Birthday Gathering

My Family – Holiday in Lombok Island

My Family – Ied Fithr Gathering 1432 H

My Family – Ied Fithr Gathering 1433 H

My Family – Relatives Wedding Party

My Colleagues in Landscape Architecture Field

My Colleagues in the Professor Activities

My Friends in the College

My Sports and Hobbies

My Students – B13 & B14 Classes – IPB Batch 45 2008-2009 GATHERING @ HOME

My Students – P06 Class – IPB Batch 50 2013-2014 CAMPUS TOUR

My Students – B13 & B14 Classes – IPB Batch 45 2008-2009 CAMPUS TOUR

My Students – B05 Class – IPB Batch 46 2009-2010 GATHERING @ HOME

My Students – B06 Class – IPB Batch 46 2009-2010 GATHERING @ HOME

My Students – P13 & P14 Classes – IPB Batch 48 2011-2012 GATHERING & CAMPUS TOUR

My Students – Colloquium,  Seminar, Defense Examination and Zemi

My Students – Lecture and Practical Course

My Students – Graduation Party

My Students – OUTDOOR Activities

Old Friends Agro 16 and GEMURUH Batch the 5oth IPB

“Pekarangan” Researches ALBUM

“Pekarangan” and the Birdlife ALBUM

Professors & The Activities

Professor Oration & Awarding of “Satya Lancana Sujana Utama”

RTB Ruang Terbuka Biru & RTH Ruang Terbuka Hijau JOIN RESEARCH

Reporters & Me

SATOYAMA Ikoinomori – Yama no Hi (the Mountain Day) in Japan

The International Collaboration – Student Exchange Program in My Laboratory

The International Collaboration – IPB & Karadeniz Technical University, Turkey

The International Collaboration – IPB & NUS Singapore – ETH Zurich

The International Collaboration – IPB – Rural Development Institute/LaDesa Seattle – Michigan State University  the US

 

TRAVELING ALBUMS

Traveling Serang-Tangerang-Alam Sutera-Serpong BSD City, BANTEN

Traveling Saudi Arabia III: the Pilgrammage Umrah 22 June-7 July 2016

Traveling Saudi Arabia II: the Pilgrammage Umrah 20-28 February 2013

Traveling Saudi Arabia I: The Pilgrammage Hajj to Baitullah Dec. 2002 – Jan. 2003.

Traveling AUSTRALIA III – Melbourne 13-17 February 2015

Traveling AUSTRALIA II – Sydney – Brisbane – Melbourne 22-27 November 2015

Traveling AUSTRALIA I – Melbourne March – April 2015

Traveling JAPAN – Okayama 2015

Traveling BENGKULU Indonesia 2015

Traveling in the WORLDS by TRAINS

Traveling SURABAYA Indonesia 2015

Traveling JAMBI Indonesia 2014

Traveling AFRICA PART III: Zanzibar Island & Morogoro Tanzania 2014

Traveling Bau-bau BUTON Island – South East Sulawesi 2014

Traveling TAIWAN: Kaohsiung-Tainan-Pingtung-Taipei 2014

Traveling AFRICA PART II – Kilimanjaro & Amani Nature Resort 2013

Traveling AFRICA PART I – Zanzibar – Tanzania 2013

Traveling Ambon Maluku Indonesia – “Adi Karya Pangan Nusantara” Award Receiver Assessment

Traveling Bali Indonesia – Pekarangan Campaign & Pekarangan Evaluation

Traveling Okayama Japan, 25 February 2015 till 02 March 2015

Traveling Japan with My Beloved Daughter – Deskachan Part 1, June 2012

Traveling Japan with My Beloved Daughter – Deskachan Part 2, July 2012

Traveling Lampung Indonesia – INAFE National Seminar 2009 & Landscape Survey 2011

Traveling Lombok Indonesia – INAFE National Seminar and Pekarangan Campaign

Traveling Makassar South Sulawesi

Traveling Beijing China & IALE Symposium 2011

Traveling East Borneo Indonesia – Pekarangan “Rumah Hijau” & General Lecture in Mulawarman University

Traveling Indonesia-Singapore-Japan-USA

Traveling Palembang South Sumatra Indonesia & “Pekarangan” Campaign

Traveling Hiroshima – Japan

Traveling West Japan: Hiroshima-Fukuyama-Kurashiki-Okayama-Kyoto

Traveling the US Album – From Jakarta to Lansing

Traveling – the Last Day and Gathering Events in the US

Traveling – the Last Day and Farewell Party in the US

Visiting Professor at IDEC Hiroshima University Japan, 2012