Workshop of the 2nd Year BOGORKU BERSIH COMPETITION

Speaker: Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

Topik: LANSKAP PRODUKTIF PADA RUANG TERBUKA DI KOTA BOGOR-PDF Version Click Here, Please

IMG-20170608-WA0061 IMG-20170609-WA0082

2017-06-11 Radar Bogor BOGORKU BERSIH

2017-06-05 Radar Bogor small 2017-06-06 HSA Radar Bogor small

BERHUBUNGAN DENGAN ALAM “Connecting People to Nature“                

MULAILAH DARI PEKARANGAN – PDF File, Silakan Klik di Sini

Temu Media dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2017 – Kerjasama Dewan Guru Besar IPB dan HUMAS IPB. Venue: Executive Lounge IPB, Kampus Baranangsiang pada 4 Juni 2017, pk.16.00-18.00

Oleh: Hadi Susilo ARIFIN

Guru Besar di Bidang Ekologi dan Manajemen Lanskap, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB

Ketua Komisi B “Pengembangan Keilmuan & Pemikiran Strategis” – Dewan Guru Besar IPB

Alamat Kontak:

Email: hadisusiloarifin@gmail.com; www.hsarifin.staff.ipb.ac.id; Mobile phone: +62-811117720 (WA & LINE)

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2017

Situs United Nations Environment Programme (UNEP) http://www.worldenvironmentday.global, sebagai badan PBB telah menetapkan tema “Connecting People to Nature” sebagai tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2017. Saya kira ini sangat baik, karena kita diingatkan untuk “berhubungan dengan alam”. Dalam konteks agama Islam, kita mengetahui adanya hablum minallah, hablum minannas, hablum minal ‘alam. Begitu juga masyarakat Hindu Bali dengan filosofi “Tri Hita Karana”, meliputi parahyangan, pawongan, palemahan. Pada hablum minal ‘alam, juga palemahan, merupakan hal yang menyatakan manusia memiliki hubungan dengan alam. Hubungan dalam hal memperhatikan, melindungi, menjaga dan mengelola serta memanfaatkannya secara bijak. Harmonisasi hubungan manusia dengan alam dapat menciptakan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup pada ekosistem tanah, air dan udara.Tema ‘Berhubungan dengan Alam’ benar-benar mengingatkan kita semua, karena dengan kelalaian manusia dalam mengekploitasi alam secara berlebihan, telah mengakibatkan bencana dan kerusakan lingkungan di muka bumi.

Alam di Sekitar Kita

Keseimbangan hubungan manusia dengan alam sekitarnya bisa dilakukan mulai dari lingkungan terdekat kita, yaitu pekarangan. Pada skala ruang perdesaan ada kebun campuran, talun, sawah, tegalan, lanskap perkebunan, hutan tanaman. Begitu pula pada skala perkotaan ada taman lingkungan, taman kota, hutan kota, bantaran sungai, sempadan pantai; sedang pada skala wilayah ada daerah aliran sungai, badan air sungai, situ, danau, juga ada hutan, kawasan lindung, kawasan konservasi, suaka margasatwa hingga taman nasional. Manusia baik secara individu maupu berkelompok bisa berperan dalam menjaga, melindungi, mengelola dan memanfaatkannya sebagai jasa lanskap (jasa lingkungan, atau jasa ekosistem). Sebagai lanskap produktif, alam bisa memberikan jasa sebagai sumber daya air yang merupakan sumber kehidupan bagi semua mahluk hidup, terutama manusia; penyerap karbon yang dapat menyetimbangkan kenyamanan lingkungan udara juga memberi jasa produksi pangan-sandang-papan; mengkonservasi keaneragaman hayati; serta memberi keindahan lingkungan yang bermanfaat bagi kenyamanan (amenity) sehingga bisa diberdayakan sebagai lanskap wisata.

Kenapa Pekarangan?

Jasa lanskap yang disebutkan di atas dapat diwujudkan di lingkungan/lanskap terkecil dan terdekat dengan dengan kita, yaitu pekarangan. Sesempit apa pun, pekarangan kita bisa bermanfaat dalam mendekatkan hubungan manusia dengan alam. Dalam pekarangan sempit di perkotaan, kita bisa menata dengan tanaman dalam pot (tabulampot, container gardens, planter box garden), mendesain dengan taman gantung (hanging garden), taman dinding (wall garden), taman balkon (balcony garden), taman depan atau belakang jendela (window garden), taman atap (roof garden) yang dilakukan secara vertikal ke atas yang disebut dengan desai vertical gardens baik dengan media tanah, atau media air (hydroponic) atau media udara (aeroponic).

Pada lahan pekarangan yang lebih besar baik di perkotaan maupun di perdesaan, kreasi untuk menciptakan hubungan dengan alam memiliki peluang yang lebih besar. Karena strata tanaman bisa lebih beragam mulai rerumputan yng berfungsi sebgai penutup tanah (grasses), tanaman herba tidak berkayu (herbaceous), tanaman semak (bushes), tanaman perdu (shrubs), sampai pohon tinggi (trees). Secara horizontal di pekarangan bisa dihadirkan tumbuhan dan tanaman, hewan ternak dan piaraan, serta kolam ikan jika jumlah air berlimpah di lingkungan kita. Tanaman pun bisa beragam mulai dari tanaman hias, tanaman buah, sayuran, obat-obatan, bumbu, penghasil karbohidrat, tanaman bahan baku industri dan tanaman lainnya semisal penghasil kayu bakar, bahan baku kerajinan tangan, penghasil bahan bangunan dan furnitur.

Dengan keragaman hayati yang ada di pekarangan tersebut, bukan hanya bisa menghasilkan pangan bagi pemilik pekarangan, tetapi bisa mengundang datangnya satwa liar (wild life) seperti burung, aneka serangga, kupu-kupu, kadal, bunglon, tupai, musang, dan lain-lain. Lanskap pekarangan bisa menjadi tempat bersarang, kawin, mencari makan dan minum, tempat bermain, atau bahkan hanya sekedar tempat singgah bagi satwa liar tersebut. Kehidupan alam pekarangan bisa memberikan manfaat fungsional yang berguna, dan manfaat esetika yang indah bagi manusia dan segala mahluk hidup penghuni pekarangan lainnya. Di sinilah kita memulai dari diri kita sendiri untuk mencapai keseimbangan dengan alam. Hal tersebut akan menjadi lebih baik, apabila kita juga melakukan kegiatan, sebagai berikut: tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakarnya, tetapi mencoba mengolahnya di dalam pekarangan; menanam pohon dan tanaman di pekarangan; menggunakan air secara bijak, dan sebisa mungkin mendaur ulangnya semisal digunakan untuk penyiraman, membuat sumur resapan atau lubang biopori, mengusahakan zero run-off; membuat rain-garden; tidak memburu satwa liar, tetapi malah harus bisa menghadirkannya di pekarangan dan membiarkan mereka hidup bebas, berkicau memberi keramaian alami dan memberi warna-warni alami.

Etika Lingkungan sebagi Penutup

Manusia, kita… diberi banyak pilihan. Dalam mengelola dan memanfaatkan lingkungan, alam semesta, kita memiliki etika lingkungan. Etika lingkungan yang dikembangkan oleh manusia adalah pendekatan-pendekatan, yaitu antroposentrisme (kepentingan manusia sebagai hal utama), biosentrisme (manusia melihat hubungannya dengan mahluk hidup lainnya di alam), dan ekosentrisme (manusia melihat hubungannya dengan habitatnya, dengan lingkungannya). Setiap konsep dan teori tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menilai kebergantungan antara manusia dengan lingkungannya. Antroposentrisme, konsep ini sering dianggap menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Sedangkan, dalam konsep biosentrisme dan ekosentrisme, manusia menyadari bahwa kita berhubungan dengan mahluk hidup lainnya secara bersama-sama di bentang lanskap yang sama. Sehingga di mana pun kita perlu menjaga tata air-tanah-udara dengan baik. MULAILAH DARI PEKARANGAN.

Bogor, 4 Juni 2017

20170604_163455small 20170604_163903small 20170604_170746small 20170604_170916small 20170604_174039small 20170604_174233small

CIMG5077.MOV_snapshot_00.00_[2017.06.01_16.57.24]

 

CIMG5077.MOV_snapshot_01.13_[2017.06.01_17.01.09]

 

CIMG5077.MOV_snapshot_03.02_[2017.06.01_17.03.40]

 

CIMG5077.MOV_snapshot_13.29_[2017.06.01_17.11.29]

 

CIMG5082.MOV_snapshot_00.05_[2017.06.01_17.17.07]

The 1st  Week MINI Workshop – Week XIV – 30 May 2017

MINI WORKSHOP OF INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY COURSE (PART 1)

Participants: the 4th Semester Students of Landscape Architecture Study Program – Even Semester 2016-2017

INSTRUCTOR: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Dr. Syartinilia and Dr. Kaswanto

Assistant:  Suci, Amira, Angga, and Fariz

INTRODUCTION

The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, an architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the real word through a small workshop at Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga.

OBJECTIVES

1.To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology perspectives

2.To analyze and synthesize of ecological aspects

3. To find out the ecological landscape solution

TIME & VENUE

The 1st Week Workshop

  • Day & Date : Tuesday, May 30, 2017
  • Time : 6.30AM up to 9.00AM
  • Venue : Lanskap Sistem Satu Arah (SSA), Lingkar Kebun Raya Bogor (Jl. Jalak Harupat, Jl. Raya Pajajaran, Jl. Oto Iskandar Dinata, Jl. Ir. H. Juanda)

MAP OF SPOT FOR 17 GROUPS, as follows:

pengkolan mini workshop

STUDENT GROUPS CLICK HERE, PLEASE

 Student Task during site visit in each spot:

1. Take an inventory of bio-physic  condition in the angle of labdscape ecology.

2. Figure the socio-sulture-economic condition

3. Landscape oportunities and problems of SSA for vihicles, pedestrians and cycling bikers.

4. Identify patches and corridors in the spot and its vicinity, how their networks and connectivity.

5. Identify the interesting landscape structure, function and dymanic.

6. How the influences of Bogor Botanical Garden to patches and corridors of SSA?

7. Interprate of mass, human and wildlife flow in the spot area.

8. Draw the roughly sketch of spot landscape and its vicinity.

9. Analyze all landscape problems and give some better recommendation for their solution.

STUDENT GROUP TASK FOR REPORT of the 1st Mini Workshop

  1. Each Group has to write 200-400 words of Synopsis Field Observation Report.
  2. The Synopsis should be uploaded in this page comment box by Tuesday, 6 June 2017 at 6AM.
  3. Each Group has to draw landscape sketching of the most interesting object of field observation on POSTER PAPER – A1 Size. Please use the suitable media, e.g. magic marker, color pencils, water paints, color inks, crayon, etc.
  4. Bring the product to the 2nd Mini Workshop Venue on Tuesday, 6 June 2017 at 6.30.

CIMG5127

CIMG5106

CIMG5096 small

CIMG5098 small

CIMG5100 small

CIMG5107 small

CIMG5108 small

———

The 2nd  Week MINI Workshop – Week XV – 06 June 2017

INTRODUCTION OF LANDSCAPE ECOLOGY MINI WORKSHOP

@ Lanskap Sistem Satu Arah (SSA)-Lingkar Kebun Raya Bogor

Hadi Susilo Arifin, Syartinilia and Kaswanto

Bogor, Tuesday June 06, 2017

  • INTRODUCTION

The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, an architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the real word through a small workshop at “Lanskap Sistem Satu Arah (SSA), Lingkar Kebun Raya Bogor (Jl. Jalak Harupat, Jl. Raya Pajajaran, Jl. Oto Iskandar Dinata, Jl. Ir. H. Juanda)

  • OBJECTIVES
  • To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology perspectives
  • To analyze and synthesize of ecological aspect
  • To find out the ecological landscape solution
  • TIME & VENUE
  • Day & Date : Tuesday, June 06, 2017
  • Time : 6.30AM up to 9.00AM
  • Venue : PEDESTRIAN LINE-IPB-BS FRONT SPOT

TOOLS & MATERIALS

  • A2 Poster
  • Megaphone
  • Camera

PRESENTATION

  • Presenting the result by sketching the ecological concept or drawing your idea into poster (A2 size paper)
  • The presentation should be performed by presenter from each group together with all member step forward to the stage.
  • Presenting the results on duration 7’ for each group, consist of 5 ’ presentation, 2’ discussion.
  • The supervisors will review the group presentations in the end of mini workshop.

See You on Tuesday June 06, 2017 @ IPB-BS FRONT SPOT

 

IMG-20170526-WA0007 IMG-20170526-WA0027

KONSER CINTA TANAH AIR – Mengobarkan Semangat BHINEKA TUNGGAL IKA

Auditorium Andi Hakim Nasoetion, IPB Darmaga Campus, 26 May 2017 at 09:00-10:30

IMG-20170524-WA0068

IMG-20170525-WA0071IMG-20170515-WA0073IMG-20170526-WA0057

IMG-20170526-WA0063

CIMG4981

IMG-20170526-WA0062 IMG-20170526-WA0064 IMG-20170526-WA0065 IMG-20170526-WA0066 IMG-20170526-WA0067 IMG-20170526-WA0068

IMG-20170526-WA0028

 

Poster small

KEBAYA, KOPI, dan BUKU
Ruang Bebagi dan Peduli – FX Sudirman 19 May 2017 at 6-9PM

URBAN’S small PEKARANGANPDF File klik di sini

By: “Deddy” HADI SUSILO ARIFIN

Ruang Juragan – Eat & Eat, FX Sudirman – Jakarta, 19 Mei 2017

Milestone: Jumlah penduduk Indonesia 257,9 juta (2016) dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.49% (2015). Diprediksi tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia sekitar 450 juta jiwa.

 Tantangan: Kita dihadapkan pada permasalahan pangan: Ketahanan Pangan, Kedaulatan Pangan dan Keamanan Pangan. Di satu sisi pembangunan dan pengembangan kota baru dan infrastrukturnya mengakibatkan  alih fungsi lahan pertanian perdesaan. Di lain pihak hal itu meningkatkan jumlah unit rumah ‘landed housing’  dan pekarangannya. Diketahui total luas perangan seluruh Indonesia sekitar 5,132,000 ha (2000), di antaranya 1,736,000 ha berada di P. Jawa. Sepuluh tahun kemudian jumlah total luas pekarangan di Inonesia meningkat dua kali lipat, menjadi 10.3 juta ha (2010).

Info Pekarangan Dapat Diakses melalui Link, sebagai berikut:

  1. Presentasi Power Point: http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id
  2. Video Bincang Bintang Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: http://www.youtube.com/watch?v=HeBocD4M1v4
  3. Video Kuliah Pekarangan di NUS Singapore: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2013/04/26/video-of-pekarangan-lecture-in-national-university-of-singapore/
  4. Video Riset Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/photo-albums/
  5. Buku Saku Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/publications/books/
  6. Buku Orasi Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/?s=orasi+hadi+susilo+arifin
  7. Leaflet Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2013/05/01/pekarangan-introduction-for-ipb-kkp-students-2013/
  8. Publikasi Majalah Burung Indonesia: Profesor Pekarangan Sejati https://facebook.com/photo.php?fbid=10200929563616412&l=2bfaa5f10c
  9. Publikasi Mongabay Indonesia http://www.mongabay.co.id/2015/04/24/dari-pekarangan-hadi-susilo-arifin-tebar-jurus-cinta-lingkungan/

 Tujuan Pemanfaatan Pekarangan Perkotaan

  1. Meningkatkan pemanfaatan pekarangan sebagai lanskap produktif bagi praktek urban farming.
  2. Memasok pangan & gizi keluarga yang aman, serta pemenuhan gaya hidup sehat.
  3. Mengkonservasi keanekaragaman hayati pekarangan perkotaan (urban biodiversity).
  4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga.
  5. Menjaga keindahan lanskap perkotaan.

 Filosofi, Struktur dan Fungsi  Pekarangan

Tata ruang pekarangan : Halaman depan (buruan): lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian. Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi. Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri. Bagi masyarakat Hindu Bali, dalam pola tata ruang Pulau sebagai macro-cosmos hingga pekarangan dan struktur badan manusia sebagi micro-cosmos terbagi dalam tiga hal dalam filosofi Tri Mandala dan Tri Hita Karana. Pola ruang Utama sebagai Parahyangan, wialyah pekarangan yang mengahadap ke G. Agung akan diletakkan Mrajan dengan tanaman hias bunga-bungaan sebagai ekspresi hubungan man-God. Ruang Madya sebagai Pawongan adalah bagian tengah di mana kehidupan manusia berada, bagian pekarangan ini terdiri dari tanaman buah-buahan dan obat-obatan serta tanaman pangan lainnya merupakan ekspresi man-man. Bagian pekarangan belakang disebut teba, merupakan bagian yang dianggap Nista, atau Palemahan merupakan bagian kandang ternak, pengolahan sampah dan tanaman umbi-umbian sebagi cerminan hubungan man-environment.

Ukuran pekarangan: Cukup beragam dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi klasifikasi dilakukan dengan ukuran sebagai berikut: 1. Pekarangan Sempit < 120 m2, Pekarangan Sedang 120-400 m2, Pekarangan Luas 400–1000 m2, Pekarangan Sangat Luas  > 1000 m2.

Keragaman vertical: Keragaman elemen pekarangan dapat dilihat dari stuktur tinggi tanamannya. Strata V > 10 m (pohon); Strata IV 5-10 m (pohon kecil); Strata III: 2-5 m (perdu), Strata II 1-2 m (semak); Strata I <1m (herba dan rumput)

Keragaman horizontal : merupakan keragaman elemen yang terdiri dari tanaman – ternak – ikan. Ketiga mahluk hidup tersebut secara harmoni ada dalam pekarangan. Dapat menjadi sumber bahan pangan keluarga. Tanaman dalam pekarngan dapat dikelopmokkan dalam: tanaman hias, tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman bumbu, tanaman obat, tanaman penghasil pati, tanaman industry, tanaman lain: penghasil pakan, kayu bakar, bahan kerajinan tangan, peneduh Penyediaan Pangan Beragam, Bergizi, Berimbang dan  AMAN

Potensi Pengembang Agribisnis Pekarangan

  1. Tanaman pangan & hortikultura: umbi-umbian, kacang-kacangan, sayuran, buah, bumbu, obat
  2. Tanaman yang bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot, tanaman taman)
  3. Ternak: unggas hias, petelor, daging
  4. Ikan: hias, produksi daging, dll.

Fasilitas Pekarangan: Luas dn sempitnya pekarangan, posisi pekarangan dekat atau jauh dari perkotaam, dan lain-lain mempengaruhi jumlah dan ragama fasilitas dalam pekarngan. Umumnya fasilitas dalam pekarangan terdiri dari Lahan pertanaman, Kandang ternak, Kolam ikan, Lumbung atau gudang, Tempat menjemur hasil pertanian, tempat menjemur pakaian, halaman tempat  bermain anak-anak, bangku, sumur, kamar mandi, tiang bendera, tiang lampu, garasi,lubang sampah, jalan setapak, pagar,pintu gerbang, dan lain-lain.

Pentingnya Pendampingan dan Penyuluhan Pekarangan:  Pendampingan yang berkompeten melalui penyuluhan mampu mengembangkan usaha pertanian yang lebih baik (better farming). Berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera  dan lingkungan lebih sehat(better living).

Penutup 

Pekarangan dapat melakukan pengelolaan PRODUKSI sepanjang tahun: tanaman tahunan & semusim. Perlunya pendampingan yang cukup memadai (kuantitas dan kualitas) agar masyarakat paham pentingnya hidup sehat dengan pekarangan yang baik. Ketika setiap unit keluarga tahan terhadap pangan, maka 1 RT akan tahan. Setiap RT tahan pangan maka 1 RW akan tahan. Jika setiap RW tahan maka 1 kelurahan akan tahan. Manakala tiap kelurahan tahan maka 1 kecamatan akan tahan, selanjutnya 1 kota/kabupaten, 1 provinsi dan 1 negara akan tahan pangan.  FEED the NATION…. FEED the WORLD …..

Bogor, 18 Mei 2017

Hadi Susilo Arifin,

Mobile: +62-811117720; email: hadisusiloarifin@gmail.com ; BLOG www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

IMG-20170520-WA0013

IMG-20170520-WA0010

IMG-20170520-WA0002

IMG-20170520-WA0008

IMG-20170520-WA0006

Kemah Riset Pramuka Penegak Nasional IV 2017
Bogor, 27 April 2017

Belajar Mengenal dan Mencintai Riset serta Menyajikanya dalam Presentasi

under construction

DIALOG PELAKU HORTIKULTURA DENGAN PERHIMPUNAN HOTEL DAN RESTORAN INDONESIA

TALK-SHOW AGRINEX 2017, JCC JAKARTA, 01 APRIL 2017

under construction

PEMANFAATAN PEKARANGAN – KRPL DI KABUPATEN DAN KOTA, PROVINSI BANTEN

SERANG, 10 MARET 2017

under construction

CIMG2073.MOV_snapshot_00.15_[2017.02.05_22.49.31] - Copy CIMG2077 - Copy CIMG2081 - Copy CIMG2082 - Copy CIMG2084 CIMG2088  CIMG2106 CIMG2109

 

IMG-20170201-WA0017

SPEAKER: Prof. Dr Hadi Susilo ARIFIN – CV-Click Here, Please

DAY/DATE: Saturday/04 February 2017

Time: 09.30 – 12.00

Venue: Gedung Eureka Erlangga, Jl. Soekarno Hatta, Bandung

PPT Materials of PDF File version could be accessed through the links, as follows:

PROMOSI IPB CLICK HERE, Please

  1. IPB World Class University
  2. Prestasi & Keunggulan IPB
  3. PT Paling Inovatif di Indonesia
  4. Berwawasan Kewirausahaan, Kesempatan Bekerja Luas dan Memiliki banyak Alumni
  5. Menyediakan Banyak Beasiswa
  6. Kehidupan Kampus dan Dinamika Dunia Kemahasiswaan
  7. Profil IPB
  8. Jalur Masuk
  9. Mengapa Memilih IPB
  10. Presentasi Kebijakan SNMPTN SBMPTN 2017

20170204_123748 20170204_123858 20170204_124058 20170204_124212 20170204_124239

 

Sinergitas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas – FGD1 Pengendalian Sampah Organik

PemProv. Jawa Barat – Badan Koordinasi Pemerintahan
dan Pembangunan Wilayah I – Bogor

Topik: SOLUSI PENGENDALIAN SAMPAH ORGANIK YANG TERINTEGRASI DENGAN PERTAMANAN DAN PENGHIJAU, PDF File Click di Sini

Nara Sumber: Prof. Dr Hadi Susilo ARIFIN

Tanggal: 16 February 2017

Waktu: 08.30 – 11.00

Tempat: Aula Atas, Gedung BKP2 Wilayah I Jawa Barat – JL Ir. H. Juanda No.4 Bogor

20170216_093232 CIMG2283 CIMG2296 CIMG2301 CIMG2304 CIMG2307 CIMG2312

 

« Previous PageNext Page »