Workshop


DIALOG BUDAYA Strategi Pembangunan Berbasis Budaya di Kota Bogor

Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga

Bogor, 28 Desember 2016

Narasumber: Prof. Dr. Ganjar Kurnia

 

Saresehan Kawasan & Bangunan Cagar Budaya

MANAJEMEN LANSKAP KOTA PUSAKA

Hadi Susilo ARIFIN

 

2016-12-22 Leaflet Saresehan

 

Kerangka Acuan – Diskusi Pilkada DKI Jakarta
“Memahami Jakarta, Menata Jakarta”
Harian Kompas, 9 Desember 2016


Jakarta kini adalah kota yang tengah berbenah. Di satu sisi ada kemajuan yang tak bisa dibantah. Ada sudut-sudut kota yang kini terasa semakin menyenangkan bagi warganya, ruang-ruang publik bertambah dan terjangkau bagi siapa pun, transportasi publik membaik ditandai dengan jaringan transjakarta yang nyaris menjangkau seluruh Ibu Kota, juga penataan sungai yang mulai terealisasi. Penataan birokrasi terjadi di semua lini, pelayanan publik membaik, termasuk di bidang kesehatan dan pendidikan.
Namun, ada sebagian warga Jakarta yang harus kehilangan kehangatan kampungnya, kedekatan dengan para tetangga, juga menjauh bahkan kehilangan mata pencaharian serta tiba-tiba harus beradaptasi tinggal di tempat yang sama sekali asing. Semua atas nama pembangunan Jakarta.
Melihat secara lebih luas, Jakarta kini tetap mengidap penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pertumbuhan kawasan sekitarnya tak terkendali dan justru makin membebani induknya, yaitu Jakarta sendiri. Hal ini akibat kota-kota satelit tak independen dan lebih berfungsi sebagai kawasan perumahan bagi para pekerja di Jakarta. Belum terealisasi ide penyebaran merata sentra-sentra industri yang diikuti dengan pembangunan pemukiman dan fasilitas transportasi publik sehingga pertumbuhan masing-masing kota tak seimbang.
Setiap hari Jakarta dipadati oleh 10 juta jiwa penduduknya ditambah lebih dari 3 juta warga lain dari kota sekitarnya. Masalah air bersih, sampah, udara kotor, kemacetan, banjir, dan lainnya makin berkembang. Sementara pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan sekitarnya tetap tertinggi dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia menyebabkan arus migrasi daerah lain menuju Jabodetabek tetap tinggi.
Berbagai program kini digenjot pelaksanaannya oleh Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat untuk mengatasi berbagai masalah tersebut. Beberapa program tersebut adalah membangun MRT, LRT, dan terus membenahi jaringan BRT transjakarta. Juga poyek revitalisasi sungai yang disebut normalisasi pun terus dilakukan. Demi mengurangi beban pemerintah, dana pihak swasta dirangkul untuk membiayai sebagian program seperti rusunawa, tanggul laut di pesisir utara Jakarta, RPTRA, dan beberapa proyek lainnya.
Namun, apakah proyek mega besar berdana triliunan rupiah itu mampu mengatasi semua masalah di Ibu Kota dalam jangka panjang? Sudahkah penataan Jakarta berpihak pada warganya? Apakah pembangunan saat ini sudah berada di jalur yang benar?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, Harian Kompas mengadakan diskusi panel terbatas tentang tata ruang bertema “Memahami Jakarta, Menata Jakarta”. Para nara sumber diskusi diharapkan berbagi pemikiran, data, dan solusi dalam melihat Jakarta secara utuh, ada segudang masalah tetapi juga terdapat timbunan potensi yang bisa digali dan ditata ulang. Warga kota membutuhkan ide-ide kreatif menata Jakarta dengan melihat potensi diri kota ini.
Diskusi ini juga dimaksudkan memberi masukan bagi kepala daerah yang akan memimpin Jakarta pada tahun 2017, seiring dengan berakhirnya masa kerja Gubernur DKI Jakarta saat ini. Hasil diskusi akan menjadi masukan dalam penulisan laporan akhir tahun mengenai bagaimana menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman dan memanusiakan warganya tanpa kehilangan daya untuk terus membereskan berbagai persoalan pembangunan kota.


Waktu penyelenggaraan diskusi:
Hari/tanggal : Jumat, 9 Desember 2016
Waktu : 12.00 – 17.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Depan, Redaksi Kompas
Gd. Kompas Gramedia, Unit 2 Lantai 3
Jl. Palmerah Selatan 26-28, Jakarta 10270
(depan Bentara Budaya Jakarta)


Narasumber :
1. Prof Dr Ir Hadi Susilo Arifin, pengajar manajemen lanskap Institut Pertanian Bogor
Tema: Pengendalian Banjir di Jakarta.
 Membahas tata ruang Jakarta salah urus dari awal memicu masalah lingkungan akut, termasuk banjir, air bersih, kekeringan dan lainnya; penelitian/pemikiran/data terkini masalah mendasar tata ruang di Jakarta
 Apakah masih memungkinkan menata Jakarta sehingga menjadi kota yang lebih aman dan nyaman bagi warganya? Bagaimana caranya dan harus dimulai dari mana, melihat kompleksitas masalah yang ada?
 Dari sisi perencana kota, potensi-potensi apakah yang dimiliki Jakarta yang pantas dipertahankan dan dikembangkan? Pembangunan seperti apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan terhadap Jakarta? Perencana kota dan ahli lansekap kota dengan kualifikasi apa yang dapat menjawab persoalan Jakarta? Sekarang ini perencana kota banyak ‘disetir’ oleh politisi dan bisnis atau sekedar meniru produk daerah/negara lain.
 Bagaimana bentuk dan realisasi perencanaan kota yang melibatkan masyarakat itu?

2. Haryono, Antropolog Universitas Indonesia
Tema: Memahami masyarakat kota
 Membahas karakteristik warga Jakarta (sikap, sifat, perilaku), terdiri dari manusia-manusia seperti apakah kota ini. Benarkah terjadi fenomena kota tanpa warga, dalam arti pembangunan kota tak memperhitungkan kebutuhan warga dan di sisi lain warga pun tidak lagi peduli atas kotanya karena sibuk dengan pekerjaannya, merasa di Jakarta hanya merantau, atau alasan lainnya? Nara sumber diharapkan menyajikan hasil penelitian/data terkini soal masyarakat perkotaan.
 Agar warga mau aktif berpartisipasi, paling tidak menyalurkan aspirasi/pikiran/uneg-uneg soal masalah kota dan mungkin solusinya, pemerintah harus bagaimana? Apakah cukup dengan Qlue? Atau justru fasilitas Qlue makin memanjakan warga Jakarta, tinggal foto and lapor, dan orang lain yang menyelesaikan masalah. Bagaiman peran komunitas dalam dinamika kota
 Bagaimana mempersiapkan masyarakat Jakarta menjadi manusia yang berkarakter dan tidak sekedar ikut-ikutan. Seperti fenomena sekarang yang sedikit-sedikit ramai di medsos, ribut dengan yang tidak pasti, tapi sebagian masih enggan berkontribusi riil untuk pembangunan kotanya
 Perumahan rakyat yang seperti apa yang tepat bagi warga miskin-menengah, terutama bagi mereka penghuni lahan yang bukan miliknya?

3. Prof. Ir. Johan Silas, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS 10 November Surabaya
Tema: Penataan kampung dan perumahan bagi kelas menengah ke bawah
 Masihkah kampung menjadi ciri khas Jakarta?
 Mungkin berbeda dengan di Surabaya, saat ini sebagian kampung di Jakarta sudah ditinggalkan penduduk asli/lama dan berganti dengan orang-orang baru yang mungkin tidak tahu sejarah kampung itu. Kampung akhirnya identik menjadi bagian dari kekumuhan yang dianggap sebagai penyakit kota. Bagaimana memilah persoalan ini dan mengembalikan fungsi kampung sebagai hunian yang nyaman bagi semua kelas masyarakat?
 Kebijakan-kebijakan pemerintah seperti apa yang dibutuhkan untuk melestarikan kampung
 Bagaimana kampung-kampung di Surabaya tetap bertahan dan kini justru disebut kampung berstandar internasional?
 Bagaimana menjadikan keberadaan kampung sebagai salah satu indikator keberhasilan menata Jakarta?

4. Dr. Sawidji Widoatmodjo – Dekan FE Untar
Tema: Ekonomi kota
 Seberapa besar potensi ekonomi Jakarta ke depan, terutama dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya dengan jumlah penduduk dan potensi ekonomi yang sama?
 Bagaimana meratakan pertumbuhan ekonomi Jakarta ke kawasan di sekitarnya sehingga beban jakarta juga dapat dibagi ke Jabodetabek. Dalam kondisi saat ini, apakah pemerataan itu mungkin dilakukan?
 Dapatkah pembangunan Jakarta diupayakan sendiri melalui pendapatan asli daerah serta APBN? Mungkinkah pengalokasian pendapatan dari pajak disesuaikan dengan bidangnya? Misalnya, pajak kendaraan bermotor hanya untuk membangun transportasi publik .
 Apakah pembiayaan proyek berskala besar, seperti tanggul laut tipe A harus tergantung swasta?
 Apa solusi pendanaan terbaik bagi Jakarta yang membutuhkan banyak infrastruktur tetapi terbatas APBD/APBN-nya?
 Dalam membangun Jakarta, muncul kesan yang berperan paling besar adalah bisnis berskala besar mengingat proyek pembangunan di Jakarta berskala besar pula. Bagaimana dengan pekerja kerah biru di sektor formal dan mereka dari sektor informal, bagaimana sumbangan mereka untuk pertumbuhan Jakarta? Bila mereka memang dibutuhkan untuk bergeraknya roda kota, mengapa mereka selalu menjadi yang pertama-tama digusur dari tempat tinggal dan tempat mencari nafkah?
 Apakah Jakarta ke depan hanya akan terbuka bagi mereka yang berpendidikan menengah dan atas atau mereka yang memiliki kompetensi tinggi? Apakah sektor informal suatu saat hilang dari Jakarta? Bagaimana mengelola ekonomi kota yang adil merata dan beradab?

5. Ir Ellen SW Tangkudung, MSc, Kepala Dewan Transportasi Kota Jakarta
Tema: TRANSPORTASI & KEMACETAN
 Catatan rencana pembangunan dan realisasi pembangunan transportasi publik dan massal di Jakarta setelah kemerdekaan hingga sekarang
 Apa penyebab selalu bermasalah pembangunan transportasi massal di Jakarta? MRT masih menyisakan PR mulai dari pembebasan lahan, titik-titik stasiun masih berubah-ubah sampai sekarang (dirasa belum secara jelas menerapkan TOD), jalur layang BRT apakah efektif, integrasi antarmoda juga belum jelas benar
 Saat ini, jaringan bus transjakarta sudah cukup bagus dan luas cakupan layanannya hampir ke seluruh Jakarta. Namun, belum mampu secara signifikan menarik pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan publik. Bagaimana tanggapannya atas hal ini dan bagaimana strategi menarik lebih banyak pengguna transjakarta?
 Untuk di DKI dan sekitarnya yang sudah kacau balau, apakah perlu strategi baru penataan dan pembangunan angkutan massal atau cukup meneruskan yang saat ini?

6. Dr YAYAT SUPRIYATNA, MSP, Ketua Bidang Kajian dan Perencanaan IAP Indonesia, pengajar teknik planologi Fakultas Teknik Universitas Trisakti
Tema: Reformasi Birokrasi
 Saat ini pembenahan birokrasi tengah berjalan dengan tujuan mengukur sistem layanan publik, pemegang jabatan, hingga kinerja PNS. Namun, apakah ini sudah tepat? Masih adakah celah kebobrokan yang dapat berkembang menjadi penyakit birokrasi baru di DKI? Sistem lelang jabatan dan tunjangan tinggi bagi PNS apakah paling mujarab menghentikan KKN? Perlu waktu/proses berapa lama agar kinerja baik ini terus bertahan dan menjadi standar?
Catatan bagi setiap narasumber :
Pembahasan dapat kiranya tetap dengan memperhatikan pertanyaan, gubernur seperti apa yang cocok untuk Jakarta dengan segala persoalannya? Adakah latar belakang pendidikan/pengetahuan yang harus dimiliki Gubernur Jakarta? Gubernur terpilih harus bersikap dan menentukan kebijakan seperti apa agar pembangunan dapat membentuk Jakarta sebagai kota yang melayani berbagai lapisan warganya dan menjadikan Jakarta kota yang manusiawi?
*/NEL/DHF/NMP

AIC Graduate Research Interdisciplinary Network

AIC Graduate Research Interdisciplinary Network

A program to support greater connectivity and build international and collaborative leadership potential for Research Students and Early Career Researchers engaged in the AIC Research Clusters

Pilot Program: 26 November – 2 December 2016

BACKGROUND

The AIC’s research program aims to deliver impact through shared solutions to shared challenges for Australia and Indonesia.

Within the research program, the development of research student and early career researcher contributions is a key component for establishing a sustainable and engaged network of expertise at the regional level which has potential for global reach.

In addition to supporting capacity demands to address long-term challenges through innovation, the national innovation systems in both countries will continue to demand research graduates with capabilities to support future strategic leadership through effective international collaboration and the ability to translate research outputs into economic, environmental and societal benefit.

The Graduate Research Interdisciplinary Network will establish informal connections across the AIC’s Research Program through ECRs, research students, their supervisors and others working across the AIC research group where knowledge sharing on research training and development, options and opportunities for research development and further collaborative linkages can be established.

2016 PILOT PROGRAM

The Australia-Indonesia Centre’s pilot program follows from partner consultations and sessions held at the AIC-RISTEK-DIKTI 3rd Research Summit in Surabaya in August 2016. In association with DFAT’s Knowledge Sector Initiative team and the Joint Academies of Sciences, the AIC pilot program will align with the first Joint Science Symposium of The Indonesian Academy of Science and the Australian Academy of Science to be held in Canberra between 28 November and 1 December 2016. The Program will also align with the Asia-Pacific Solar Research Conference hosted by the ANU.

The purpose of the pilot program is to

  • Introduce the research group – to include students and other participants – to the research training and development initiatives of the Australian partner institutions
  • Enable the research students from Australia and Indonesia to contribute to the Joint Science Symposium forum– in particular to contribute to the discussion session on research career pathways
  • Provide exposure to experts and live project opportunities relevant to skills and knowledge in areas of demand by research students as identified at the Indonesia-Australia Research Summit
  • To offer an opportunity to grow understanding of the Australian research environment in relation to government policy, corporate and community research requirements

 

PIILOT PROGRAM ITINERARY:

DATE LOCATION ACTIVITY LEAD CONTRIBUTOR / Contact
Thursday 24 November arrive Melbourne Arrive Hotel  
Friday 25

 

Monash Big Data & managing complexity (Monash) tbc
Saturday 26

 

Melbourne Cultural / laneways tour Dr Megan Power

Ms Katrina Reid

Sunday 27

 

Melb-Canberra Travel to Canberra by coach Dr Megan Power
Monday 28

 

Shine Dome / ANU University House Science Symposium opening session

ANU Career Pathways and Leadership in Research

A/Prof Inger Mewburn

Dir of Research Training ANU

Evening National Portrait Gallery Canberra Dinner Victoria Firth-Smith
Snr Program & Events Coordinator Research Skills ANU
Tuesday 29 Nov:

am

DFAT Innovation Exchange Innovation in policy: development to implementation Jeff Roach
Assistant Secretary InnovationXChange DFAT
pm ANU University House Developing a research team Dr Sebastian Thomas UoM tbc
A/Prof Ross Coleman UoS tbc

Prof Peter Kanowski

pm Shine Dome Science Symposium Mentors Dinner Nancy Pritchard – Confirmed
Wednesday 30 Nov ANU Asia-Pacific Solar Research Conference ANU (tbc) – Brian Schmidt keynote Dr Igor Skryabin

Professor Ken Baldwin ANU

Evening ANU Solar Oration / Dinner  
Thursday 1 Dec am / lunch Shine Dome, Canberra Science Symposium. Careers in Science Forum Nancy Pritchard Director International Programs and Awards Australian Academy of Sciences
pm Canberra-Melb Return Melbourne
(by air)
Overnight Melbourne
Friday 2 Dec University of Melbourne Research, International Collaboration and Entrepreneurship Dr Sebastian Thomas (to confirm)
Saturday 3 Dec   Depart Melbourne or own program to follow  
Tuesday 6 Dec Hobart Infrastructure Workshop Rebecca Hateley

 

WORKSHOP – AIC Urban Water Research Cluster in Surabaya

23-24 November 2016

Jelantik Room, Architecture Department  ITS

AGENDA Date Time
Urban Water Cluster – Strategic Project Leader Meetings:

Location:  TBD

Wednesday Nov 23rd 0800-1700
Participants
Chair:   Professor Ana Deletic

Secretariat: Jane Holden

Strategic Research Sub-Project Leaders
SP1:
Benchmarking – Dr Briony Rogers, Prof Yuli Suharnoto

SP2: Governance – Dr Megan Farrelly, Dr Reni Suwarso

SP3: Modelling – Dr Christian Urich, Dr Adjie Pamungkas

SP4: Technologies – Dr David McCarthy, Dr Arseto Bagastyo

SP5: Design & Demo – Prof Diego Ramirez, Prof Abimanyu T. Alamsyah

SP6: Learning Alliance  Dr Jane Holden, Prof Dr Budi I Setiawan

Apologies  Dr Maria Anityasari

 

Time Issue Who
0800 SP teams meeting in groups to develop workplans

(SP1 and SP 2 via teleconference)

All SP leaders
12noon Lunch  
1300 Presentations of workplans, including research activities, budget, timeframes, resources

(30 minutes has been allocated to each SP)

1300: SP 1

1330: SP 2

1400: SP 3

1430: SP 4

1500: SP 5

1530: SP 6

 
1600 Meeting to discuss budget Prof Hadi Susilo Arifin, Dr Anisa, Prof Ana Deletic, Dr Arseto, Prof Happy
1700 Close  

AGENDA

Date

Time

Urban Water Cluster Advisory Board Meeting #1:
Location:
PT ASABI, AGRICON/TERMINIX Building Jl Siliwangi No 68, Bogor (across LIPPO Plaza mall)
Monday 21 November 2016 1300-1430hrs (Ind)
1700-1830hrs (Aust)
Advisory Board Members
Chair:   Professor Ana Deletic (MU)

Secretariat: Dr Jane Holden (MU)

AIC Representative
Prof Richard Price (Video Conference)

Urban Water Cluster Program Leaders
Professor Ana Deletic, Prof Hadi Susilo Arifin (IPB), Dr Anisa Santoso (UI)
Professor Rebekah Brown, Monash University (MU) (Video Conference)

Indonesia Representatives

Dr. Bima Arya, Mayor of Bogor City

Mr. Sri Widayanto Kaderi, Member of the Supervisory Board, Drinking Water Company
Mr Keith Steven Mulyadi, President Director Pt Sentul City Tbk
Mr Harlan Bestari Bengardi, Senior Vice President PT ASABI (Agricon Sentra Bisnis Indonesia)

Australian Representatives
Ms Katharine Tapley, Director, Structured Export Finance, ANZ (Video Conference)
Mr Tony Weber, Alluvium Consulting (Video Conference)

Apologies Jonathon McKweon, Dr Maria Anityasari
1300 Opening and Welcome

Introductions

Chair
1315 Terms of Reference

Acceptance of Terms of Reference

Prof Richard Price
1325 Overview of Collaboration

Mission, Objectives, Governance

Prof Ana Deletic
1345 Scope and Workplan for 2016-2017 Prof Ana Deletic
1405 Opportunities to make impact Prof Hadi Susilo Arifin
Dr Anisa Santoso
1420 Other Business All
1430 Close
Next meeting June 2017

 

RESEARCH ON THE ENABLING ENVIRONMENT FOR LOW CARBON POLICIES IN BOGOR CITY, INDONESIA

20161116_103400

Nama Kegiatan: Workshop Tree for Sustainable and Vibrant City”

Tempat, Tanggal: Science Techno Park IPB, 16 November 2016

TOR – PDF File, Silakan KLIK di Sini.

Pembicara: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin – Riwayat Hidup PDF File Silakan Klik di Sini

Divisi Manajemen Lanskap – Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB

Materi Presentasi: Manajemen Pohon di Lanskap Perkotaan – PDF File Silakan Klik di Sini

 

UNDANGAN

Undangan Workshop-page-0

DRAF: PERUMUSAN WORKSHOP Tree for Sustainable and Vibrant City”

  1. Pohon merupakan Anugerah Tuhan Yang Kuasa yang patut disyukuri keberadaannya dan dikelola serta dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan umat manusia dan segenap makhluk hidup lainnya
  2. Sejak awal keberadaannya, pohon telah berperan penting dalam mendukung eksistensi dan keberlangsungan kehidupan di bumi, baik secara tangible maupun Bahkan sejak beberapa dekade ini peran pohon terus meningkat, baik secara sosial, ekonomi, ekologis dan estetika.
  3. Saat ini minat menanam pohon di kawasan perkotaan dan permukiman tumbuh dengan pesat. Hampir tidak ada kota di Indonesia yang infrastruktur kotanya tidak dilengkapi dengan infrastruktur hijau, termasuk pohon.  Bahkan gerakan menanam pohon telah menjadi budaya yang berkembang di berbagai lapisan masyarakat.  Sejalan dengan itu, kesadaran akan pentingnya peran pohon, khususnya dalam masyarakat perkotaan, semakin berkembang.
  4. Di kawasan-kawasan fungsional strategis, pohon sudah dianggap sebagai aset bernilai tinggi, baik secara sosial, ekonomis, ekologis dan estetika. Bahkan pohon sangat meningkatkan nilai aset infrastruktur lainnya.
  5. Sampai saat ini di Indonesia belum ada asosiasi profesi di bidang arborikultur yang keanggotaannya mewakili seluruh pemangku kepentingan, serta yang berkiprah secara profesional dalam penyediaan bahan tanaman, perencanaan penanaman, penanaman dan pemeliharaan pohon secara individual atau populasi dalam suatu tapak, baik di permukiman maupun di kawasan lainnya. Asosiasi tersebut termasuk profesi yang mengkhususkan dalam evaluasi dan asesmen terhadap berbagai aspek nilai pohon. Padahal pengelolaan eksistensi fungsi pohon secara berkelanjutan perlu didukung oleh ilmu dan teknologi mutakhir,  sumberdaya manusia dan kelembagaan yang andal, termasuk peran serta masyarakat.
  6. Secara empiris ilmu dan teknologi yang terkait dengan arborikultur telah ditumbuhkembangkan di perbagai perguruan tinggi di Indonesia dan telah menjadi bagian dari kurikulum. Disamping itu berbagai profesi yang terkait dengan arborikultur telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
  7. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas dirasa perlu membentuk dan mendirikan asosiasi profesi dibidang arborikultur di Indonesia. Asosiasi tersebut diberi nama Masyarakat Arborikultur Indoneisa yang berkedudukan di Bogor.

Bogor, 16 November 2016

BERITA DI KOMPAS : LINK Silakan Klik di Sini

20161116_102402 20161116_125729 20161116_125801 IMG-20161117-WA0032

Undangan Narasumber GIAHS-NIAHS di Provinsi Jawa Barat

Assalamualaikum Wr.Wb

Dear Prof. Hadi Susilo ARIFIN,

Kami dari Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat bermaksud untuk mengadakan pertemuan dengan 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat yang mengajukan sebagai calon GIAHS-NIAHS. Untuk itu kami mengundang Saudara sebagai Narasumber untuk memberikan pengarahan dan gambaran terutama dalam pembuatan profil.

Sebagai informasi, Provinsi Jawa Barat telah mengidentifikasi 10 Kabupaten/Kota yaitu: Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasik Malaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor. Rencana kegiatan akan dilangsukan selama 3x pertemuan dengan masing-masing 3 s.d 4 Kabupaten-Kota/pertemuan.

Rencana kegiatan akan dilaksanakan sekitar tanggal 14 November – 18 November 2016. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Wassalam,

Bidang Kelembagaan dan Infrastruktur Pangan (KIP)

Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Jl. Ciumbuleuit No.2 Bandung, Tlp. (022) 2031044

email : kipjabar@yahoo.co.id

FullSizeRender FullSizeRender2 FullSizeRender3 FullSizeRender4

TOT GENERAL EDUCATION PROGRAM – PPKU IPB

General Education is a program, which is related to the course subject of Introduction to Agricultural Sciences (PIP).   Next 6 November 2016,  1650 students from 33 classes of PIP will go to outer campus villages and its vicinity. Each class will be represented by 50 students only. Today TOT is delivered to 33 Class Leaders with instructors are Dr. Eko Sri Wiyono, Dr. Rimbawan, and Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Day/Date: Sunday/ 16 October 2016

Time: 2 PM – 4 PM (THE 3rd SESSION)

Venue: Room CR 108, Common Class Room

Speaker: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Topic: “PERTANIAN & LINGKUNGAN, JADIKANLAH YANG TERBAIK” PDF FILE, CLICK HERE, PLEASE

20161016_162157 - Copy 20161016_143118 - Copy 20161016_143900 - Copy

20161016_163049

Next Page »