Workshop


MINI WORKSHOP of INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY

The First Day Mini Wokshop – Thursday, 24 June 2018 -06:30-08:40

Field Object: 8 Spots in Darmaga Campus, IPB.

INSTRUCTORS: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Dr. Syartinilia and Dr. Kaswanto

INTRODUCTION
The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the
pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, a
landscape architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the
real world through a small workshop around IPB Campus Dramaga.

OBJECTIVES
1. To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology
perspectives.
2. To analyze and synthesize of ecological landscape aspects.
3. To find out the ecological landscape solution

TIME & VENUE
1st Week
• Day & Date : Thursday, May 24th, 2018.
• Time : 06.30AM up to 08.30AM.
• Venue : Welcome Area Faperta of IPB Campus Dramaga.
2nd Week
• Day & Date : Monday, June 4th, 2018.
• Time : 06.30AM up to 08.30AM.
• Venue : AEP Amphitheatre IPB Campus Dramaga.

SITE LOCATION
1. Welcome Area Faperta, Pangkalan Ojek, and Canopy of Green Campus 2020.
2. Corridor Green Campus 2020 – Tembok Berlin – Stevia – IKA Faperta and Ex Studio Pro Nursery.
3. Studio Pro Nursery.
4. Plaza Bung Karno.
5. Rubber Garden between FMIPA and CCR IPB.
6. Landscape of Gymnasium (GOR).
7. Streetscape from Faperta until Tanoto Building (median and berm).
8. Arboretum Landscape Fahutan.

TOOLS & MATERIALS
• Digital Camera: pocket, smartphone or LSR.
• Global Positioning System (GPS) on the Smartphone.
• Stationary: paper A-4, paper A-1, pencil, color pencil, color magic pen, pastel oil, portableboard,
roll meter, and ruler.
• Megaphone or wireless microphone.

THE 1st WEEK TASK: FIELD ACTIVITY AND ANALYSIS
• Students should be divided into 16 groups.
• Each sites will be analyzed by 2 groups.
• Brief field survey and interpretation undersupervised by lecturer (supervisor).
• Field discussion and analysis: structure, function, dynamic, cultural landscape (mosaic,
patches, corridors, matrix of landscape) in their scales.
• Mapping the site and landscape objects.
• Sketching the ecological concept.
• Drawing the analysis and synthesis, and also the proposed landscape-design based on ecological
landscape perspective.

THE 2nd WEEK TASK: DESK STUDY AND PRESENTATION
• Export all the drawing analysis and synthesis to A-1 paper (to be confirmed).
• Presenting the results in the 2nd week of workshop on duration 5’ for each group, consist of 4 ’
presentation, 1’ discussion.
• The presentation will be reviewed by supervisors.
See You on Thursday May 24th, 2018 @ FAPERTA IPB!!!!

IMG-20180524-WA0016

IMG-20180527-WA0033edited

IMG-20180524-WA0025

IMG-20180512-WA0081

IMG-20180509-WA0168

EXPOSE – Urban Farming and Agrotourism in Margajaya, Bogor City

EKSPOSE – Pertanian Perkotaan dan Wisata Agro di Margajaya, Kota Bogor

Venue: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Day/Date: Sunday/13 May 2018

Time: 08:00 -12:00

Press Release:

Pengembangan Urban Farming dan Agrowisata Margaja, Iconic Lanskap Pertanian di Kota Bogor

 Sebagaimana dilakukan pada setiap akhir semester, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB menggelar expose hasil praktikum mahasiswanya yang telah terjun langsung ke lapang. Kali ini mata kuliah Pengelolaan Lanskap (68 mahasiswa S1) dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (12 mahasiswa S2) yang dikordinasi oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, dengan Tim Dosen lainnya Dr Kaswanto, Dr Syartinilia, Prof. Wahju Qamara, Dr Aris Munandar  bersama para pihak dan pemangku kepentingan di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor melaksanakan expose langsung “on the site”. Dikatakannya momentum ini sangat tepat, karena Margajaya setelah mendapatkan predikat Juara II Kampung Tematik 2017 di Kota Bogor akan me-launching Pasar Rakyat Tani sebagai wujud inisiasi Margajaya mengembangkan pertanian perkotaan dan agrowisata. Pemilik Pondok Syahir, Ibu Yunis Liana Suprapto menginisiasi ide pembukaan Pasar Rakyat Tani ini dikaitkan dengan event Cucurak, yang biasa dirayakan dalam mengahadapi awal Ramadhan.

Margajaya, merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor yang memiliki potensi lanskap pertanian dengan hamparan sawah, dengan sistem irigasi yang masih bagus dan menghasilkan padi yang diharapkan tetap berkelanjutan. Produksi “pare anyar”, padi yang baru dipanen akan menghasilkan beras dan nasi yang rasanya sangat enak akan menjadi unggulan Margajaya. Adanya lahan kering, berupa kebun campuran, talun tepi sungai dan pekarangan juga sangat potensial untuk dipertahankan sebagai lanskap produktif, yang juga memiliki peluang sebagai obyek wisata pertanian, atau agrowisata. Sungai Cisindangbarang, merupakan sumber air yang tidak pernah kering, juga tersedianya saluran irigasi dapat menjadi objek atraksi wisata pertanian tidak hanya untuk tanaman, juga berpeluang bagi atraksi perikanan dan peternakan. Inisiasi pengembangan urban farming dan agrowisata ini sangat potensial dan prospektif. Selain ketahanan pangan, kedaulatan pangan dan kemandirian pangan masih merupakan isu hangat, karena itu kita bergerak dari bawah, dimulai pada skala keluarga melalui pemanfaatan lanskap pekarangan, lanskap pertanian lainnya yang ada di Margajaya. Pihak pemerintah Kelurahan Margajaya juga mendukung inisiasi ini. Selain Pondok Syahir, juga ada Rumah Kepemimpinan, Posdaya, Nusagrow, Kelompok Tani, Ibu PKK dan Karang Taruna saling bergandeng tangan yang didukung oleh Bappeda Kota Bogor dalam perencanaan dan pengembangan Margajaya sebagai iconic urban farming dan agrowisata.

Harapannya, lanskap pertanian Margajaya tetap bisa menjadi oase di tengah maraknya pembangunan fisik kota yang pesat. Diupayakan bentang alam dengan produksi ragam hasil pertanian yang ada di Margajaya ini agar bisa berkelanjutan. Dengan mengelola alam yang lebih bijak, memanfaatkan sumber air untuk kegiatan yang lebih produktif, menggunakan kearifan lokal yang dimiliki petani, semoga masyarakat akan mendapat manfaat tambahan dari kegiatan pertanian yang sekaligus menjadi obyek wisata. Oleh karena itu kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, mengamankan sumberdaya Sungai Cisindangbarang juga sangat diutamakan. Aksesibiltas menuju Kelurahan Margajaya sangat mudah, sehingga atraksi lanskap pertanian yang diusung diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata pertanian unggulan di masa kini hingga yang akan datang.

Bogor, 13 Mei 2018

Sumber: Hadi Susilo Arifin:hsarifin@apps.ipb.ac.id; www.hsarifin.staff.ipb.ac.id; 0811117720

AIC – Urban Water the 2nd Workshop

23-28 April 2018

Date Deliverable Event Location Purpose Invited Participants
Monday 23 April D1 Researcher Meeting:
D1 socio-tech profile of Bogor

0900-1700
Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

The purpose of this workshop is to come together as a research team to rate metropolitan Bogor with the Water Sensitive City Index. In the morning (AM) we will benchmark the Socio-Political goals and in the afternoon (PM) we will benchmark the Bio-physical goals. The outcome of this session will inform Bogors WSC index rating and will provide additional data and information for the socio-technical profile. All researchers

 

D1-7 Dinner and Karaoke at Rumah Ibu Reni Komplek Puri Wira Bakti Kaveling 25, citra grand, cibubur Transportation needed All researchers
Tuesday 24 April D7 Researcher meeting:
D7 Development of Leapfrogging Strategy for Bogor Raya

0900-1200hrs Researcher synthesis
Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

Define the framework and preliminary insights into the leapfrogging strategy for Bogor Raya, and prepare for FGD in afternoon All researchers
D5 & 7 Stakeholder FGD:
D7 Preliminary insights into Leapfrogging Strategy for Bogor Regency (Cibinong) and D5 Policy recommendations

 

1330-1700hrs

Kantor Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ruang Rapat Ciliwung (near the lobby)
Jl Segar III Kav. 2 Komplek Perkantoran Pemda Bogor, Tengah, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16914
In this early stage of strategy development,test the insights and concepts with external stakeholders.

 

Half-day workshop for key stakeholders. The purpose is to validate preliminary findings (1on1 interviews & regulation/legislation review) and to brainstorm policy recommendations with local stakeholders.

Anti, Megan, Irene, Andi, Christoph, Briony, Alex, Yoni, Jach, Had

 

Government Industry, NGO representatives from Bogor Raya.
Key developers of masterplan for Bogor Raya

 

Policy and planning people from Cibinong

D5 & 7 Interviews:
Dr. Syarifah , Pak Ajat and BBWS (tbc)

Cibinong
1700 – 1800hrs

Informal meeting (indepthi-interview) Anti, Megan, Irene, Andi, Christoph, Briony, Alex, Yoni, Jach, Hadi.
Date Deliverable Event Location Purpose Invited Participants
Wednesday 25 April D5 & 7 Stakeholder FGD:
D7 Preliminary insights into Leapfrogging Strategy for Bogor City and D5 Policy recommendations for Bogor City

 

09. 00-12. 30

 

Kantor Bappeda Kota Bogor, Ruang Rapat Lantai 1
Jalan Kapten Muslihat No.21, Pabaton, Bogor Tengah, Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122

 

In this early stage of strategy development, test the insights and concepts with external stakeholders.

 

Half-day workshop for key stakeholders. The purpose is to validate preliminary findings (1on1 interviews & regulation/legislation review) and to brainstorm policy recommendations with local stakeholders.

 Yoni, Velen, Briony, Christoph, Megan, Alex Reni, Yusman, Nurmala

 

Government representatives from Bogor Raya. Key developers of masterplan for Bogor Raya

 

Policy and planning people from Cibinong and Bogor Raya

  Researcher meeting:
D5 & D7 Consolidation meeting

1400-1700

Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

To consolidate the key findings of the stakeholder FGDs and plan researcher activities.  Yoni, Velen, Briony, Christoph, Megan, Alex
Thursday 26 April D1-7 Researcher Meeting:
Policy recommendations synthesis

0900-1200

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ruang A113, Universitas Indonesia, Depok To obtain updates from each deliverable, contextualise the deliverables in the broader policy / governance context and to relate these insights to potential overarching policy recommendations.. All researchers

 

D2 Green and D3 Researcher Meeting:
D2 Green technology
and D3 Infrastructure Adaption Scenarios

 

1300-1600

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ruang A113/A108, Universitas Indonesia, Depok To discuss prelim insights on GT application in Bogor, planning for stakeholder workshop in June

 

To plan for FGDs in June

D2 and D3 team:
D1-7 – Everyone Researcher Meeting:
D1 -7 Coordination meeting –  1600-1700
Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ruang A113, Universitas Indonesia, Depok To develop and the overall forward plan for cluster All researchers
Friday 27 April D4 Researcher meeting:
D4 Lessons learned from Sentul City and Griya Katulampa

0900-1400

Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

To discuss the Lessons learned outputs progress and recommendations for public policy and urban development guidelines D4 team

 

D2 Design Researcher meeting; Planning Meeting for Pulogeulis Workshop

1400-1700

To prepare for community workshop on 28 April D2 Team:
Date Deliverable Event Location Purpose Invited Participants
Saturday 28 April D2-Design Community Workshop:

D2 Pulo Geulis Urban Designs

0900-1200 (Inc lunch)

The 1O1 Bogor Suryakancana,

Suryakancana 179-181 16141 Bogor

Hotel 101

To validate and revise the preliminary urban design visions options with members of the Pulo Geulis community D2 team:

 

5 men, 5 ladies, 5 youth from Pulo Geulis

D2-Design Researcher meeting:
D2 Urban Designs for Pulo Geulis

1300-1600 Synthesis of workshops
To report back from the D2 Urban Design Visions workshops for Pulo Geulis and set next steps for reporting D2 team:

 

URBAN FARMING dan PEKARANGAN – Video Pendukung MK Lanskap Pertanian

Kepada Mahasiswa peserta MK Lanskap Pertanian baik Mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap maupun Non-Dep ARL.

Dalam mendukung kegiatan Mini Workshop MK Lanskap Pertanian, Program S1, berikut ini disajikan bahan pendukung, yaitu:

  1. Video

    PROF. HADI SUSILO ARIFIN: KONSEP TATA KOTA MELALUI URBAN FARMING DAN KOTA RAMAH AIR

  2. Video

        Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin: Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

3. Bahan Presentasi 8 Group Mahasiswa Non-ARL:

  1. GROUP 1-PPT Click here, please.
  2. GROUP 2-PPT Click here, please.
  3. GROUP 3-PPT Click here, please.
  4. GROUP 4-PPT Click here, please.
  5. GROUP 5-PPT Click here, please.
  6. GROUP 6-PPT Click here, please.
  7. GROUP 7-PPT Click here, please.
  8. GROUP 8-PPT Click here, please.

Diharapakn semua mahasiswa mempelajari materi di atas sebagai salah satu bahan Ujian AKhir Semester. Selamat belajar, dan lakukan terbaik….. Good Luck….

 

All the best,

Hadi Susilo ARIFIN

Jpeg

20171216_115659 20171216_082540

MELBOURNE 25 – 31 OCTOBER 2017

CONTENT – UNDER CONSTRUCTION

Press Release: PDF File, Silakan Klik di Sini

EXPOSE KARYA MAHASISWA S1 dan S2 DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP-FAKULTAS PERTANIAN-IPB

CIBINONG WATER FRONT CITY & SENTUL CITY MENUJU KOTA RAMAH AIR

Air, sebagai sumber kehidupan selalu menarik untuk dibahas. Air yang selayaknya sebagai sahabat karena memberikan jasa bagi seluruh mahluk hidup terutama manusia, sering kali menjadi ancaman baik di musim kemarau karena kekeringan, dan di musim hujan yang menyebabkan kebanjiran. Sehingga ke depan diperlukan manajemen yang bijak dalam memperlakukan air. Kabupaten Bogor sebagai wilayah yang dikarunai air hujan yang berlimpah, sudah sepatutnya bisa memanen air hujan ini selain untuk kebutuhan air baku, tetapi juga untuk keseimbangan lingkungan, ameliorasi iklim, konservasi keragaman sumberdaya hayati, serta keindahan lingkungan.

Seperti semester-semester sebelumnya, mahasiswa S1 mata kuliah Pengelolaan Lanskap dan S2 mata kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan selalu menyajikan hasil kerja praktiknya melalui program EXPOSE. Kali ini expose disampaikan di hadapan berbagai stakeholders dalam strategi pentahelix ABGCM, yaitu forum akademisi (A), pengusaha/swasta (B), pemerintah (G), masyarakat (C) dan wartawan (M) di Ruang Serba Guna 1 Setda Kabupaten Bogor di Cibinong, Senin 10 Juli 2017, pukul 9-11. Kedua mata kuliah yang diampu oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dan Tim kali ini mengusung “Manajemen Lanskap Cibinong Situ Water Front City” yang disampaikan oleh mahasiswa S1 Semester 6, dan “Sentul City Menuju Kota Ramah Air” dipaparkan oleh mahasiswa S2 Semester 3 PS Arsitektur Lanskap, Sekolah Pascasarjana, IPB.

EXPOSE dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bogor, Hj. Nurhayanti dan jajaran pimpinan Bappeda dan SKPD terkait di Kabupaten Bogor. Para akademisi hadir dari IPB, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Agus Purwito,  Ketua Departemen Arsitektur Lanskap Dr Bambang Sulistyantara, dan para dosen, peneliti “urban water cluster” Australia-Indonesia Centre (AIC). Juga dihadiri oleh beragam pengusaha swasta dari PT Sentul City Tbk (diwakili oleh Vice President Sentul City, Bapak Ricky Kinanto Teh), PT Olympic Sentul, PT Asabi – AGRICON. Komunitas yang hadir pada acara ini ada Bogor Sahabats, Komunitas Peduli Ciliwung dan beberapa LSM Lainnya. Para stakeholders ini diharapkan bisa saling bersinergi untuk merepson saran dan rekomendasi yang disampaikan mahasiswa. Cibinong Situ Front City yang sudah dicanangkan oleh Bupati Bogor sejak akhir 2015 ditindak lanjuti dengan alternatif manajemen lanskapnya dengan penerapan konsep pemanenan air hujan melalui usulan pembangunan“rain gardens”, dan pengembangan pintu air untuk memproteksi tanah dan air. Dari segi penyedia jasa lanskap diusulkan adanya jembatan penyebrangan satwa, taman konservasi bambu, taman filtrasi air, dan menara observasi ekologi. Juga diusulkan agar ada komunitas sensitif air. Mahasiswa merespon apa yang diinginkan oleh Pemda Kabupaten Bogor dalam mewujudkan Cibinong Situ Front City melalui Situ Sehat, yaitu mengelola dan menjaga keberlajutan situ dengan mengadakan festival situ, dan kegiatan lomba terkait misalnya triathlon (bersepeda, berenan dan marathon). Juga pengembangan konsep Green Controller dengan memberdayakan partisipasi masyarakat untuk mengontrol kondisi lingkungan situ dan sekitarnya.

Rekomendasi bagi “Sentul City menuju Kota Ramah Air”, para mahasiswa S2 Arsitektur Lanskap menyampaikan tahapan pengembangan kota mulai dari water supply city, sewered city, drained city, waterways city, water cycle city hingga water sensitive city. Beberapa usulan dilakukan pada masing-masing fase tersebut, sampai dengan konsep kelembagaannya. Pada dasarnya beragam potensi yang ada di Sentul City, yaitu jumlah air dari curah hujan yang tinggi dapat dimanfaatkan melalui berbagai rekayasa teknik seperti memanen air hujan melalui “rain gardens” dengan cara merevitalisasi V-Drain yang sudah diterapkan di sepanjang jalan Silinwangi di Sentul City. Juga pembuatan embung atau water retention pond, atau situ di tapak-tapak yang berada di lembah yang “not saleable”. Diharapkan dengan munculnya ruang terbuka biru (RTB) sebagai bagian lanskap kota, justru akan menambah daya tarik kota di masa yang akan datang. Kota Sentul maupung Cibinong Raya dapat menjadi iconic bukan hanya di Jawa Barat tetapi di Indonesia sebagai kota yang peduli air, kota yang ramah air, kota yang memiliki resilient terhadap air. Sekali lagi air sebagai sumber kehidupan, mari kita bersahabat dengan air, jaga air selalu bersama kita. Kita ramah terhadap air dan air pun akan selalu baik terhadap kita dan segala mahluk hidup lainnya.

Bogor, 10 Juli 2017

Kordinator Mata Kuliah,

Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

No. Kontak WA/LINE: 0811-11-7720

Email: hadisusiloarifin@gmail.com & www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

 

BAHAN PRESENTASI MAHASISWA:

  1. Pengelolaan Lanskap Cibinong Situ Front City – PDF MAKALAH S1 File Silakan Klik di Sini
  2. Sentul City Menuju Kota Ramah Air – PDF MAKALAH S2 File Silakan Klik di Sini
  3. Pengelolaan Lanskap Cibinong Situ Front City – PDF PPT S1 File Silakan Klik di Sini
  4. Sentul City Menuju Kota Ramah Air – PDF PPT S2 File Silakan Klik di Sini

 

Workshop of the 2nd Year BOGORKU BERSIH COMPETITION

Speaker: Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

Topik: LANSKAP PRODUKTIF PADA RUANG TERBUKA DI KOTA BOGOR-PDF Version Click Here, Please

IMG-20170608-WA0061 IMG-20170609-WA0082

2017-06-11 Radar Bogor BOGORKU BERSIH

CIMG5077.MOV_snapshot_00.00_[2017.06.01_16.57.24]

 

CIMG5077.MOV_snapshot_01.13_[2017.06.01_17.01.09]

 

CIMG5077.MOV_snapshot_03.02_[2017.06.01_17.03.40]

 

CIMG5077.MOV_snapshot_13.29_[2017.06.01_17.11.29]

 

CIMG5082.MOV_snapshot_00.05_[2017.06.01_17.17.07]

The 1st  Week MINI Workshop – Week XIV – 30 May 2017

MINI WORKSHOP OF INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY COURSE (PART 1)

Participants: the 4th Semester Students of Landscape Architecture Study Program – Even Semester 2016-2017

INSTRUCTOR: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Dr. Syartinilia and Dr. Kaswanto

Assistant:  Suci, Amira, Angga, and Fariz

INTRODUCTION

The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, an architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the real word through a small workshop at Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga.

OBJECTIVES

1.To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology perspectives

2.To analyze and synthesize of ecological aspects

3. To find out the ecological landscape solution

TIME & VENUE

The 1st Week Workshop

  • Day & Date : Tuesday, May 30, 2017
  • Time : 6.30AM up to 9.00AM
  • Venue : Lanskap Sistem Satu Arah (SSA), Lingkar Kebun Raya Bogor (Jl. Jalak Harupat, Jl. Raya Pajajaran, Jl. Oto Iskandar Dinata, Jl. Ir. H. Juanda)

MAP OF SPOT FOR 17 GROUPS, as follows:

pengkolan mini workshop

STUDENT GROUPS CLICK HERE, PLEASE

 Student Task during site visit in each spot:

1. Take an inventory of bio-physic  condition in the angle of labdscape ecology.

2. Figure the socio-sulture-economic condition

3. Landscape oportunities and problems of SSA for vihicles, pedestrians and cycling bikers.

4. Identify patches and corridors in the spot and its vicinity, how their networks and connectivity.

5. Identify the interesting landscape structure, function and dymanic.

6. How the influences of Bogor Botanical Garden to patches and corridors of SSA?

7. Interprate of mass, human and wildlife flow in the spot area.

8. Draw the roughly sketch of spot landscape and its vicinity.

9. Analyze all landscape problems and give some better recommendation for their solution.

STUDENT GROUP TASK FOR REPORT of the 1st Mini Workshop

  1. Each Group has to write 200-400 words of Synopsis Field Observation Report.
  2. The Synopsis should be uploaded in this page comment box by Tuesday, 6 June 2017 at 6AM.
  3. Each Group has to draw landscape sketching of the most interesting object of field observation on POSTER PAPER – A1 Size. Please use the suitable media, e.g. magic marker, color pencils, water paints, color inks, crayon, etc.
  4. Bring the product to the 2nd Mini Workshop Venue on Tuesday, 6 June 2017 at 6.30.

CIMG5127

CIMG5106

CIMG5096 small

CIMG5098 small

CIMG5100 small

CIMG5107 small

CIMG5108 small

———

The 2nd  Week MINI Workshop – Week XV – 06 June 2017

INTRODUCTION OF LANDSCAPE ECOLOGY MINI WORKSHOP

@ Lanskap Sistem Satu Arah (SSA)-Lingkar Kebun Raya Bogor

Hadi Susilo Arifin, Syartinilia and Kaswanto

Bogor, Tuesday June 06, 2017

  • INTRODUCTION

The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, an architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the real word through a small workshop at “Lanskap Sistem Satu Arah (SSA), Lingkar Kebun Raya Bogor (Jl. Jalak Harupat, Jl. Raya Pajajaran, Jl. Oto Iskandar Dinata, Jl. Ir. H. Juanda)

  • OBJECTIVES
  • To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology perspectives
  • To analyze and synthesize of ecological aspect
  • To find out the ecological landscape solution
  • TIME & VENUE
  • Day & Date : Tuesday, June 06, 2017
  • Time : 6.30AM up to 9.00AM
  • Venue : PEDESTRIAN LINE-IPB-BS FRONT SPOT

TOOLS & MATERIALS

  • A2 Poster
  • Megaphone
  • Camera

PRESENTATION

  • Presenting the result by sketching the ecological concept or drawing your idea into poster (A2 size paper)
  • The presentation should be performed by presenter from each group together with all member step forward to the stage.
  • Presenting the results on duration 7’ for each group, consist of 5 ’ presentation, 2’ discussion.
  • The supervisors will review the group presentations in the end of mini workshop.

See You on Tuesday June 06, 2017 @ IPB-BS FRONT SPOT

 

Poster small

KEBAYA, KOPI, dan BUKU
Ruang Bebagi dan Peduli – FX Sudirman 19 May 2017 at 6-9PM

URBAN’S small PEKARANGANPDF File klik di sini

By: “Deddy” HADI SUSILO ARIFIN

Ruang Juragan – Eat & Eat, FX Sudirman – Jakarta, 19 Mei 2017

Milestone: Jumlah penduduk Indonesia 257,9 juta (2016) dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.49% (2015). Diprediksi tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia sekitar 450 juta jiwa.

 Tantangan: Kita dihadapkan pada permasalahan pangan: Ketahanan Pangan, Kedaulatan Pangan dan Keamanan Pangan. Di satu sisi pembangunan dan pengembangan kota baru dan infrastrukturnya mengakibatkan  alih fungsi lahan pertanian perdesaan. Di lain pihak hal itu meningkatkan jumlah unit rumah ‘landed housing’  dan pekarangannya. Diketahui total luas perangan seluruh Indonesia sekitar 5,132,000 ha (2000), di antaranya 1,736,000 ha berada di P. Jawa. Sepuluh tahun kemudian jumlah total luas pekarangan di Inonesia meningkat dua kali lipat, menjadi 10.3 juta ha (2010).

Info Pekarangan Dapat Diakses melalui Link, sebagai berikut:

  1. Presentasi Power Point: http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id
  2. Video Bincang Bintang Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: http://www.youtube.com/watch?v=HeBocD4M1v4
  3. Video Kuliah Pekarangan di NUS Singapore: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2013/04/26/video-of-pekarangan-lecture-in-national-university-of-singapore/
  4. Video Riset Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/photo-albums/
  5. Buku Saku Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/publications/books/
  6. Buku Orasi Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/?s=orasi+hadi+susilo+arifin
  7. Leaflet Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2013/05/01/pekarangan-introduction-for-ipb-kkp-students-2013/
  8. Publikasi Majalah Burung Indonesia: Profesor Pekarangan Sejati https://facebook.com/photo.php?fbid=10200929563616412&l=2bfaa5f10c
  9. Publikasi Mongabay Indonesia http://www.mongabay.co.id/2015/04/24/dari-pekarangan-hadi-susilo-arifin-tebar-jurus-cinta-lingkungan/

 Tujuan Pemanfaatan Pekarangan Perkotaan

  1. Meningkatkan pemanfaatan pekarangan sebagai lanskap produktif bagi praktek urban farming.
  2. Memasok pangan & gizi keluarga yang aman, serta pemenuhan gaya hidup sehat.
  3. Mengkonservasi keanekaragaman hayati pekarangan perkotaan (urban biodiversity).
  4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga.
  5. Menjaga keindahan lanskap perkotaan.

 Filosofi, Struktur dan Fungsi  Pekarangan

Tata ruang pekarangan : Halaman depan (buruan): lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian. Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi. Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri. Bagi masyarakat Hindu Bali, dalam pola tata ruang Pulau sebagai macro-cosmos hingga pekarangan dan struktur badan manusia sebagi micro-cosmos terbagi dalam tiga hal dalam filosofi Tri Mandala dan Tri Hita Karana. Pola ruang Utama sebagai Parahyangan, wialyah pekarangan yang mengahadap ke G. Agung akan diletakkan Mrajan dengan tanaman hias bunga-bungaan sebagai ekspresi hubungan man-God. Ruang Madya sebagai Pawongan adalah bagian tengah di mana kehidupan manusia berada, bagian pekarangan ini terdiri dari tanaman buah-buahan dan obat-obatan serta tanaman pangan lainnya merupakan ekspresi man-man. Bagian pekarangan belakang disebut teba, merupakan bagian yang dianggap Nista, atau Palemahan merupakan bagian kandang ternak, pengolahan sampah dan tanaman umbi-umbian sebagi cerminan hubungan man-environment.

Ukuran pekarangan: Cukup beragam dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi klasifikasi dilakukan dengan ukuran sebagai berikut: 1. Pekarangan Sempit < 120 m2, Pekarangan Sedang 120-400 m2, Pekarangan Luas 400–1000 m2, Pekarangan Sangat Luas  > 1000 m2.

Keragaman vertical: Keragaman elemen pekarangan dapat dilihat dari stuktur tinggi tanamannya. Strata V > 10 m (pohon); Strata IV 5-10 m (pohon kecil); Strata III: 2-5 m (perdu), Strata II 1-2 m (semak); Strata I <1m (herba dan rumput)

Keragaman horizontal : merupakan keragaman elemen yang terdiri dari tanaman – ternak – ikan. Ketiga mahluk hidup tersebut secara harmoni ada dalam pekarangan. Dapat menjadi sumber bahan pangan keluarga. Tanaman dalam pekarngan dapat dikelopmokkan dalam: tanaman hias, tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman bumbu, tanaman obat, tanaman penghasil pati, tanaman industry, tanaman lain: penghasil pakan, kayu bakar, bahan kerajinan tangan, peneduh Penyediaan Pangan Beragam, Bergizi, Berimbang dan  AMAN

Potensi Pengembang Agribisnis Pekarangan

  1. Tanaman pangan & hortikultura: umbi-umbian, kacang-kacangan, sayuran, buah, bumbu, obat
  2. Tanaman yang bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot, tanaman taman)
  3. Ternak: unggas hias, petelor, daging
  4. Ikan: hias, produksi daging, dll.

Fasilitas Pekarangan: Luas dn sempitnya pekarangan, posisi pekarangan dekat atau jauh dari perkotaam, dan lain-lain mempengaruhi jumlah dan ragama fasilitas dalam pekarngan. Umumnya fasilitas dalam pekarangan terdiri dari Lahan pertanaman, Kandang ternak, Kolam ikan, Lumbung atau gudang, Tempat menjemur hasil pertanian, tempat menjemur pakaian, halaman tempat  bermain anak-anak, bangku, sumur, kamar mandi, tiang bendera, tiang lampu, garasi,lubang sampah, jalan setapak, pagar,pintu gerbang, dan lain-lain.

Pentingnya Pendampingan dan Penyuluhan Pekarangan:  Pendampingan yang berkompeten melalui penyuluhan mampu mengembangkan usaha pertanian yang lebih baik (better farming). Berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera  dan lingkungan lebih sehat(better living).

Penutup 

Pekarangan dapat melakukan pengelolaan PRODUKSI sepanjang tahun: tanaman tahunan & semusim. Perlunya pendampingan yang cukup memadai (kuantitas dan kualitas) agar masyarakat paham pentingnya hidup sehat dengan pekarangan yang baik. Ketika setiap unit keluarga tahan terhadap pangan, maka 1 RT akan tahan. Setiap RT tahan pangan maka 1 RW akan tahan. Jika setiap RW tahan maka 1 kelurahan akan tahan. Manakala tiap kelurahan tahan maka 1 kecamatan akan tahan, selanjutnya 1 kota/kabupaten, 1 provinsi dan 1 negara akan tahan pangan.  FEED the NATION…. FEED the WORLD …..

Bogor, 18 Mei 2017

Hadi Susilo Arifin,

Mobile: +62-811117720; email: hadisusiloarifin@gmail.com ; BLOG www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

IMG-20170520-WA0013

IMG-20170520-WA0010

IMG-20170520-WA0002

IMG-20170520-WA0008

IMG-20170520-WA0006

DIALOG PELAKU HORTIKULTURA DENGAN PERHIMPUNAN HOTEL DAN RESTORAN INDONESIA

TALK-SHOW AGRINEX 2017, JCC JAKARTA, 01 APRIL 2017

under construction

Next Page »