News


AIC “Young Leading Researchers” Program

Discussion draft January 2017

Objective: To support the development of Indonesia’s capacity to produce researchers, and in so doing extend AIC’s engagement with Indonesia in a significant and distinctive way.

Participants:

Students: 32-35 of the best advanced undergraduates (Honours equivalent) in social sciences (broadly defined) from AIC partner universities in Indonesia; 8-10 equivalent Australian undergraduates from AIC partner universities in Australia; gender balance for each institution/ overall.

Staff: (indicatively) 2 academics from each Australian AIC partner university; 1 academic from each Indonesian AIC partner university

AIC key stakeholders: There would be an opportunity for AIC key stakeholders (eg Board members, AIC coordinators) to join a networking event associated with the Program.

Program: A five day intensive program designed to inspire, encourage and help sharpen the research skills of the best advanced undergraduates from partner universities. The program combine active and passive learning, with a focus on:

  • Basic research skills – critical thinking, writing
  • Major contemporary themes and debates in a range of disciplines
  • Big questions facing Indonesia, including those AIC is addressing through its research themes, and how research is advancing them.
  • Careers in research (academic, think-tank, policy, private sector, NGO etc)

The program would be conducted primarily in English, and require a clear English capability.  Applicants would be nominated by universities on which they are enrolled, and selected based on written applications (including English and Indonesian language components). Participants will be required to complete some preliminary reading and writing activities prior to the commencement of the program. The program will be delivered by staff from AIC partner universities.

Timing and location: 10-14 July 2017; preferred location Novotel Bogor.

Outcomes: A cohort of the most talented young Indonesians with a much keener appreciation for research and greater motivation to pursue research training, including at AIC partner universities in Australia; a high-profile opportunity for AIC to contribute to Indonesia’s higher education/ youth sectors, and to further build the AIC’s reputation and presence within these sectors.

MoM: Pertemuan “Gifted Researcher Program”

ANU-Indonesia and IPB, 30 Januari 2017

Merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh ANU. Selengkapnya dapat dilihat pada web site : http://asiapacific.anu.edu.au/anu-indonesia-gifted-researchers-program

  1. Program ditujukan untuk mahasiswa S1 pada semester akhir yang sedang dan akan menulis skripsi
  2. Tujuan program : memberikan pengetahuan terkait research methodology, scientific writing skill. Iinterdispilin approach. Difokuskan pada social science
  3. Beberapa hal penting terkait dengan pelaksanaan program Gifted Researcher Program tahun 2017
  4. Peserta adalah dari 7 Universitas di Indonesia yang terlibat dalam kegiatan AIC
  5. Kandidat harus mampu berbahasa inggris (speaking and writing)
  6. Masing-masing PT dapat mengajukan kandidat antara 4-6 orang mahasiswa
  7. Mempertimbangkan kesetaraan gender
  8. Proses seleksi dilakukan secara internal oleh masing-masing PT
  9. Hasil seleksi yang dilakukan PT paling lambat diajukan ke ANU pada tanggal 1 Mei 2017
  10. Pelaksanaan kegiatan di Hotel Novotel Bogor, tanggal 9-14 Juli 2017
  11. Kandidat harus menulis motivation letter sekitar 500 kata sebagai alasan mengikuti program tersebut.
  12. Beberapa usulan dari IPB :
  13. Sebelum program dilaksanakan, peserta diberikan beberapa pertanyaan terkait dengan ekspektasi yang diharapkan dari kegiatan workshop tersebut
  14. Perlu ada tindak lanjut dari kegiatan workshop sehingga akan memberikan dampak yang lebih luas dari hanya sekedar workshop
  15. Lecture yang akan memberikan materi pada saat workshop akan diundang secara terpisah untuk dapat memberikan general lecture di IPB
  16. Prioritas mahasiswa S1 yang menjadi kandidat adalah yang terlibat dalam penelitan AIC pada “Urban Water Research Cluster”, “Energy Cluster”, dan  “Agriculture and Food Cluster”.

20170130_155800 20170130_155830 20170130_163437 20170130_163446

ANNOUNCEMENT OF IPB BLOG COMPETITION 2016 ON RABUAN BERSAMA IPB, 1 FEBRUARY 2017

20170201_12003620170201_112911

IMG-20170131-WA0111a20170201_121134

 

Urban Water cluster researchers awarded $14m for informal settlement revitalisation

Posted on January 25, 2017
The team behind the Australia-Indonesia Centre’s Urban Water research cluster has been awarded AUD $14 million for their projects dedicated to revitalising informal settlements around the globe.
Monash University reports that global charitable foundation the Wellcome Trust’s ‘Our Planet, Our Health’ funding program has dedicated $14 million to a program which aims to transform water infrastructure, water management, and sanitation practices in informal settlements – often referred to as ‘slums’.The ground-breaking research will be lead by Professor Rebekah Brown, Director of the Monash Sustainable Development Institute and the Cluster Lead for the Australia-Indonesia Centre’s Urban Water cluster.

“Currently 2.3 billion people globally lack basic sanitation and more than one billion of those are living in urban informal settlements” Professor Brown said.

“Access to clean water and sanitation is crucial and we know the centralised, energy-intensive ‘Big Pipe’ solution used for the past 150 years to pump water from reservoirs into cities, and sewage to centralised treatment plants, often overlooks informal settlements. This has led to avoidable health and social issues such as diarrhoea killing 760,000 children per year,” Professor Brown said. “But by ensuring safer, more reliable water supplies and wastewater disposal, our goal is first and foremost to reduce exposure of communities to environmental faecal contamination.”

The new approaches to sustainable urban development will come in the form of infrastructure projects in 24 informal settlements in Indonesia and Fiji, chosen as typical of the type of development challenges facing the Asian-Pacific region. The research aligns with the MSDI Urban Water projects funded by the Australia-Indonesia Centre.

To learn more, read the full article on the Monash University website and watch the video below, which models the MSDI sustainable urban water infrastructure plans.

Urban Water

 

13 Januari 2017

LINGKUNGAN

Proyek Lancar, Pohon Pun Selamat


 

Dalam membangun jalan baru, khususnya tol, harus tetap peduli terhadap lingkungan hidup. Dengan demikian, proyek pembangunan itu tidak membuat malu pemerintah, rugi investor, dan resah masyarakat.

Demikian dapat disimpulkan dalam pertemuan para pemangku kepentingan pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi II dengan jurnalis berbagai media di Balai Kota Bogor, Rabu (11/1). Di lokasi proyek pembangunan tol itu di Kedung Badak, Tanah Sareal, sekitar 20 orang dari lembaga peduli lingkungan Budiasi dan Koramil Tanah Sareal mulai melaksanakan penyelamatan pohon yang terkena proyek tersebut.

“Peristiwa beberapa pohon keras yang telanjur ditebang sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Peraturan yang ada belum merinci mekanisme pelaksanaan penggantian pohon yang ditebang. Baru ada kepastian PT MSJ akan mengganti satu pohon dengan 10 bibit pohon,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

PT Marga Sarana Jabar (MSJ), pemilik dan pengelola Tol BORR, mengizinkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, kontraktor pembangun Tol BORR seksi II, untuk menebang sekitar 580 pohon keras di jalur hijau di Jalan Soleh Iskandar yang melintasi Kecamatan Tanah Sareal. Jalur hijau itu akan menjadi tempat tiang-tiang konstruksi jalan tol layang dari Kedung Badak sampai Salabenda.

Ratusan pohon ditanam di jalur hijau itu oleh Dinas Kebersihan dan Pertanaman serta Kodim 0606/Kota Bogor pada 2011. Kini rata-rata batang utama pohon berdiameter di atas 30 sentimeter.

Penebangan pohon membuat resah dan menimbulkan protes masyarakat, khususnya komunitas pegiat pelestarian lingkungan hidup dan pemerhati Kota Bogor, seperti Bogor Bersahabat dan Budiasi. Pihak kepolisian juga protes karena pengerjaan dimulai tanpa kesiapan prasarana di lokasi proyek dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmodjo mengatakan, begitu ada protes, sejak Kamis pekan lalu pihaknya memerintahkan Wika menghentikan penebangan pohon. “Mengganti satu pohon yang ditebang dengan 10 bibit pohon minimal tinggi 2 m, sepenuhnya inisiatif dan komitmen kami. Sebab, aturannya memang tidak ada,” kata Hendro.

Namun, hendaknya pemerintah daerah segera membuat aturan rinci dan rasional. “Dengan keharusan menyelamatkan pohon, skedul pengerjaan konstruksi mundur lagi. Kalau harus mengganti pohon dengan besar sama, selama bisa dilakukan akan kami kerjakan,” katanya.

Project Manager PT Wika Ali Afandi menuturkan, untuk membangun konstruksi tiang tol, di sejumlah titik lahan memang harus bersih dari pohon. Ali mengaku mendapat rekomendasi dari Kodim untuk mengganti satu pohon yang ditebang dengan lima pohon pengganti. Dinas Pertanaman menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakannya. “Jadi, kami tidak serta-merta menebang pohon,” katanya.

Kepala Bidang Pertanaman Kota Bogor Yadi Cahyadi memastikan kantor dinasnya dan Wali Kota Bogor tidak pernah memberikan atau mengeluarkan surat persetujuan penebangan pohon kepada kontraktor BORR. “Tapi, sekarang sudah clear, MSJ akan mengganti satu pohon yang ditebang dengan 10 pohon, yang belum ditebang diselamatkan,” katanya.

Mengenai penebangan pohon, Pemkot Bogor mengaturnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum. Pasal 6 Huruf g menyebutkan, setiap orang dan atau badan dilarang menebang, memotong, mencabut pohon, tanaman, dan tumbuhan di sepanjang jalur hijau, taman rekreasi umum, kecuali seizin wali kota. Pasal 30 menyebutkan, pelanggar diancam pidana maksimal 3 bulan kurungan atau denda maksimal Rp 50 juta. Tidak dijelaskan perbedaan sanksi penebangan satu atau lebih pohon.

Menurut Kepala Dinas Pengawasan Permukiman Kota Bogor Boris Derurasman, Pemkot dan DPRD segera membahas raperda pengawasan permukiman dan bangunan.

Teknik bowling (maksudnya “balling”/HSA)

Hadi Susilo Arifin dari Bogor Bersahabat yang juga guru besar di IPB mengingatkan, kebijakan mengganti satu pohon yang ditebang dengan lima atau 10 bibit pohon tidak tepat. Juga mengganti pohon dengan umur, diameter, dan jenis yang sama.

Lebih adil, menurut Hadi, dengan mempertimbangkan aspek fungsi ekologi, ekonomi, dan sejarah pohon, atau menghitung dengan sistem ISTEM (maksudnya Internasional Shading Trees Evaluation Method/HSA). Dengan demikian, nilai pohon dapat dikonversikan ke dalam rupiah. “Dengan nilai rupiah itu, kita dapat membelanjakan pohon atau bibit pohon sejenis atau lainnya sesuai lokasi baru tempat bibit atau pohon itu akan ditanam. Juga biaya pemeliharaannya,” katanya.

I Wayan Budi Sutomo dari Budiasi membenarkan, yang paling penting dan sulit adalah memelihara pohon. Ketika pohon sudah besar dan berumur lama dapat diselamatkan dan dipindahkan dengan teknik bowling.

“Peralatan yang digunakan cuma golok, pacul, dan linggis, serta karung untuk membungkus bagian akarnya setelah di-bowling. Bowling 1 pohon berdiameter 30 cm dan setinggi 7 m-10 m hanya butuh sekitar satu jam. Pohon langsung bisa dipindahkan. Jadi tidak akan menghambat pembangunan,” kata Wayan Budi.

(RATIH P SUDARSONO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Januari 2017, di halaman 27 dengan judul “Proyek Lancar, Pohon Pun Selamat”.

20160215_074052a

AIC Cluster Investment Plans (CLIPS) – Resilient Communities – Building Water Sensitive Cities in Asia-Pacific

SCHEDULE FOR MELBOURNE 14-17 FEBRUARY 2016

Contact Details: Prof Ana Deletic & Dr. Peter Bach

Sunday 14 February – Melbourne
9 Am Hadi Susilo Arifin arrives Melbourne – staying at 140 Little Collins Apartments, 140 Little Collins, Melbourne VIC 3000
3 Pm Preparation for the AIC presentation (Hadi, Ana and Rebekah) Ana’s office
6 Pm Dinner with Ana Monash City

Monday 15 February – Melbourne
Time Presenters Location
08:30 Meeting with Ana ahead of presentation – 140 Little Collins
10:00 Arrive at Board Room for Presentation and Introductions – 30 Collins Street Board Room
10:30 Presentation (approximately 20 minutes long)
Question Time begins 30 Collins Street Board Room
11:15 Question time complete, Leads can depart 30 Collins Street Board Room

1Pm Lunch Monash Club
2Pm Meeting with students Monash Clayton
5Pm Free for dinner

20160215_062925 20160215_063921 20160215_070813 20160215_071828

Tuesday 16 February – Melbourne
9Am Workshop with the project leaders and sub-leaders (includes lunch) Monash Clayton
2Pm Meetings with students Monash Clayton
5Pm Free for dinner Melbourne

Wednesday 17 February – Melbourne
06:30 Hadi Susilo Arifin Departs for airport Melbourne Airport

page-0 page-1

20160215_091341-1 20160215_125000-1 20160216_121001 20160216_135622

ALBUM HADI SUSILO ARIFIN – TRAVELING AUSTRALIA FEBRUARY 2016 – CLICK HERE, PLEASE.

Undangan Pokja@SiregBarat2016-page-0Undangan Pokja@SiregBarat2016-page-1 Undangan Pokja@SiregBarat2016-page-2

20160516_193507 20160516_193923 20160517_083920 20160517_092057 20160517_124512 20160517_130932

 

 

 

20160510_100739CIMG4243CIMG4235

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN 

BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI

Gedung Manggala Wanabakti Blok IV lantai 7, Jl. Gatot Subroto Jakarta 10270

Telp. 021 – 57903068 ex 373, Faximile 021 – 57903068

Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor 16610 Telepon 0251 – 8631238, Faksimile 0251 – 7520005

Mei 2016

Lampiran   :  2 (dua) lembar

Hal           :  Permohonan Pembahas

Kepada Yth.:

Prof. Hadi Susilo Arifin

di Tempat

Dalam rangka diseminasi hasil riset Badan Litbang dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Litbang dan Inovasi  akan menyelenggarakaan Gelar IPTEK Hasil Litbang dan Inovasi Tahun 2016 pada Hari Rabu – Kamis, 11 – 12 Mei 2016, bertempat di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Berkenaan dengan hal tersebut, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal berikut:

  1. Gelar IPTEK dikemas dalam rangkaian kegiatan bedah buku, gelar teknologi, dan pameran. Kegiatan Bedah Buku bertujuan mempromosikan dan menyebarluaskan hasil-hasil litbang bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang disusun dalam bentuk buku kepada parapihak yang berkepentingan.
  1. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kesediaan Bapak Hadi Susilo Arifin untuk menjadi salah satu Pengulas/Pembahas Buku berjudul “Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan  karya Dr. Ismayadi peneliti pada  Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim yang akan di bedah pada:

Hari/Tanggal   : Rabu, 11 Mei 2016

Waktu               : 10.30 – 12.30 WIB

Tempat             : Auditorium Gedung Manggala Wanabakti

  1. Pembahasan/Ulasan buku meliputi kesan umum terhadap buku dan kegunaan hasil IPTEK bagi pengguna, keunggulan dan kelemahan IPTEK hasil litbang yang diuraikan dalam buku tersebut serta aspek-aspek terkait lainnya.
  1. Terlampir agenda acara bedah buku pada Gelar IPTEK Hasil Litbang dan Inovasi Tahun 2016 dan lembar konfirmasi kesediaan untuk dilengkapi serta “Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan” sebagai bahan acuan dalam pembahasan.

Demikian kami sampaikan, atas kesediannya diucapkan terima kasih.

Sekretaris Badan,

Ir. Tri Joko Mulyono, MM.

NIP. 19580713 198503 1 003

Tembusan Yth.
Kepala Badan Litbang dan Inovasi (sebagai laporan)

 

Lampiran 1.  Surat Sekretaris Badan  Litbang  dan Inovasi

AGENDA ACARA

SESI I – BEDAH  BUKU

Auditorium Manggala Wanabakti

Rabu, 11 Mei 2016

Pukul: 10.3012.30 WIB

WAKTU KEGIATAN PERANGKAT SIDANG
Buku I: Restorasi DAS Ciliwung (2016) Moderator: Prita Laura
10.30 – 10.40 Presentasi Buku Restorasi DAS Ciliwung Irfan Budi Pramono, dkk (Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS Solo)
10.40 – 10.50 Pembahas 1 Prof. Hidayat Pawitan
10.50 – 11.00 Pembahas 2 Ir. Djoko Suryanto, M.Sc.
11.00 – 11.10 Diskusi
  Buku II: Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (2015) Moderator: Prita Laura
11.10 – 11.20 Presentasi Buku Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro Hunggul Yudono SHN, M. Kudeng Sallata (Balai Litbang LHK Makassar)
11.20 – 11.30 Pembahas 1 Ir. Rida Mulyana, M.Sc (Dirjen EBT KESDM)
11.30 – 11.40 Pembahas 2 Ir. Ismugiono, MM (Direktur PJLHK)
11.40 – 11.50 Diskusi
  Buku III: Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan (2015) Moderator: Prita Laura
11.50 – 12.00 Presentasi Buku Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan Dr. Ismayadi, P3SEKPI

 

12.00 – 12.10 Pembahas 1 Prof. Hadi Susilo Arifin
12.10 – 12.20 Pembahas 2 Prof. Tarsoen Waryono
12.20 – 12.30 Diskusi
  MAKAN SIANG

Bogor, 4 April 2016

City Mayor of Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto with Division of Cooperation/Secretariat of Bogor City, Urban Planning Agency (BAPPEDA),  Environmental Agency (LH), Tirta Pakuan Urban Water Company (PDAM) had a meeting with IPB Water Sensitive Cities (WSC) team on Monday, 4 April 2016 at 12.00-13.00.

Prof. Hadi Susilo Arifin leads IPB WSC Team, came to Bogor City Hall with members, as follows:

  1. Sub-Project 1: Benchmarking tools to develop leapfrogging programs (Prof. Budi Indra Setyawan and Dr Yuli Suharnoto)
  2. Sub-Project 2: Socio-institutional pathways (Dr Nurmala, and Dr Sofyan Syaf/absent)
  3. Sub-Project 3: Infrastructure adaptation pathways (Prof. Budi Indra Setyawan, Dr Nora Panjaitan, and Dr Yanuar)
  4. Sub-Project 4: Green technology pathways (Prof. Hidayat Pawitan, Dr. Nana Mulyana Arifjaya, and Dr. Suria Darma Tarigan/absent)
  5. Sub-Project 5: Urban design & demonstration (Prof. Hadi Susilo Arifin and Dr R.L. Kaswanto)
  6. Sub-Project 6: Learning Alliances (Prof. Handoko/absent, and Dr Sofyan Sjaf/absent)

As a Mayor of Bogor City and an alumnus of Monash University  Melbourne (Master of Art in Development Studied) and Australian National University Canberra (Doctor in Politics Science) , Dr Bima Arya Sugiarto welcomes to IPB WSC team to have a research collaboration that would be held in Greater Jakarta, specially in Bogor City. Bogor is recognized as rain city, due to has 4000-5000 mm annual precipitation. Therefore, it is very necessary how Bogor manage the sustainability of water resources.

Urban Water System-page-0

CIMG3781 CIMG3783

CIMG3787 CIMG3794

CIMG3796 CIMG3791

CIMG3797a

IPB WSC TEAM VISITED BAPPEDA BOGOR CITY

Water Sensitive Cities (WSC) – IPB Team, Prof. Hadi Susilo Arifin, Prof. Hidayat Pawitan and Dr Kaswanto have visited BAPPEDA (Urban Planning Agency) office of Bogor City on Wednesday, March 23, 2016. WSC research among Monash University, IPB, UI and ITS under managed by Australia Indonesia Centre (AIC) with the research subject of Resilient Cities and Communities have introduced by Prof. Hadi Susilo Arifin. Mrs. Lorina, BAPPEDA-Bogor City also shows the on going problem and solution. Therefore, in order to have links and matches among academician, business, government, and communities we have visited RUSUNAWA Cibuluh and one water retention pond that would be constructed. In this semester 12 Master students of Landscape Architecture will involve to have a workshop of urban blue open space demonstration in RUSUNAWA Cibuluh.

Leapfrogging WSC-page-0

 

20160323_143421 IMG-20160323-WA0021

CIMG3631a CIMG3638

CIMG3656 CIMG3662

CIMG3711 CIMG3715

 

2016-02-24 Resilient Communities Funding Announcement Press Release (5)-page-02016-02-24 Resilient Communities Funding Announcement Press Release (5)-page-1A

ROAD TO WATER CLUSTER – IPB Research Team

Next Page »