News


From  yahoogroups.com or IPBSTAF@yahoogroups.com

Rektor Lantik 25 Pejabat di Lingkungan IPB

Direktorat Sumberdaya Manusia (SDM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar pelantikan pejabat di lingkungan IPB, Selasa (3/3) di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor. Sebanyak 25 pejabat dilantik oleh Rektor IPB, Prof Dr Herry Suhardiyanto.
Dalam pelantikan ini Rektor berpesan kepada pejabat yang dilantik untuk amanah dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Lebih lanjut Rektor mengimbau kepada pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja agar selaras dengan visi IPB, yaitu ‘‘Menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Riset, Bertaraf Internasional dan Penggerak Prima Pengarusutamaan Pertanian”.

Berikut nama dan jabatan 25 pejabat yang dilantik:

1. Prof.Dr.Ir. Dadang, M.Sc, (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian).
2. Dr.Ir. Nurhayati, M.Sc. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Pertanian).
3. drh. Agus Setiyono, M.S., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Hewan).
4. Dr.drh. Trioso Purnawarman, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Kedokteran Hewan).
5. Dr.Ir. Tri Wiji Nurani, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).
6. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).
7. Dr.Ir. Moh. Yamin, M.Agr.Sc. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan).
8. Prof.Dr.Ir. Sumiati, M.Sc. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Peternakan).
9. Dr.Ir. Agus Priyono, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan).
10. Dr.Ir. Naresworo Nugroho, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Kehutanan).
11. Prof.Dr.Ir. Sugiyono, M.App.Sc. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian).
12. Prof.Dr.Ir. Slamet Budijanto, M.Agr. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Teknologi Pertanian.
13. Dr.Ir. KGS. Dahlan, M.Sc. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).
14. Dr.Ir. Hamim, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).
15. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si. (Kepala Biro Sekretariat Rektor).
16. Dr. Irfan Syauqi Beik., S.P., M.Sc.Ec. (Kepala Pusat Bisnis dan Ekonomi Syariah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
17. Dr.Ir. Tri Prartono, M.Sc. (Kepala University Farm).
18. Prof.Dr.drh. Fachriyan Hasmi Pasaribu. (Kepala Poliklinik).
19. Dr. Asep Gunawan, S.Pt., M.Sc. (Asisten Direktur Bidang Asrama Mahasiswa Program Pendidikan Tingkat Persiapan Bersama).
20. Dr. Tuti Suryati, S.Pt., M.Si. (Sekretaris Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan).
21. Dr. Muhammad Findi Alexandi, SE, M.Si. (Sekretaris Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat).
22. Ir. Sofyan Zaman, M.P. (Sekretaris University Farm).
23. Ir. Sutrisno Koswara, M.Si. (Kepala Sub Direktorat Pengembangan dan Pengelolaan e-learning Direktorat Pengembangan Program Akademik).
24. Rudi Irawaan, S.P, M.Si. (Kepala Sub Bagian Akademik Sekolah Pascasarjana).
25. Mustyarini, S.TP. (Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sekolah Pascasarjana).

 

IMG_20150303_111627a

10 Great Places to Study Landscape Architecture in Asia

Department of Landscape Architecture – Bogor Agricultural University is the 2nd rank in ASIA. “PEKARANGAN” has notified in this news introduction:

After covering United States and Europe, we look at 10 Great Places to Study Landscape architecture in Asia.

In Indonesia, “pekarangan,” also known as home gardeners, are instrumental in developing and maintaining public open space. Just as in many other Asian countries, the reason there are grand gardens, palaces, plazas, and public parks is because of these dedicated home gardeners who have a connection to the land and a strong understanding of their climate, culture, and city.

Throughout Asia, there are many universities that offer landscape architecture undergraduate and graduate degrees. All of them provide students with an opportunity to study local landscape history and culture. This list of 10 great places to study landscape architecture in Asia is comprised of universities that stand out due to program content, geographical region, international study opportunities, or other unique facets.

Top 200 Scientists in Indonesia

http://www.webometrics.info/en/node/96

There are 32 IPB’s Scientist of the TOP 200 Scientists in Indonesia, as follows:

35. Cece Sumantri
50. Dyah Perwitasari Farajallah
55. Bambang Suryobroto
61. Damayanti Bukhori
62. Antonius Suwanto
68. Herry Purnomo
69. Subekti Rahayu
105. Srihadi Agungpriyono
113. Aris Tri Wahyudi
118. Ence Darmo Jaya Supena
122. Anuraga Jayanegara
124. Satryas Ilyas
127. Hadi Susilo Arifin
137. Sony Suharsono
144. Bambang H. Suhardjo
148. Indra Jaya
152. Okky S. Dharmaputra
158. Onno Suparno
159. Iskandar Z. Siregar
160. Achmad Farajallah
163. Noer Azam Achsani
165. Novriyandi Hanif
166. Harsi D. Kusumaningrum
172. Usman Ahmad
173. Hajrial Aswidinnoor
175. Berry Juliandi
176. Agus Purwito
177. Nampiah Sukarno
187. Roedhy Poerwanto
189. Nunung Nuryartono
192. I Wayan Mangku
195. M. Ridla

ACARA “EXPOSE” DI BALAI KOTA BOGOR
Tema: Manajemen Jasa Ekosistem melalui Penguatan Identitas Kota Pusaka dan Revitalisas Lanskap Ruang Terbuka Biru/Ruang Terbuka Hijau Kota Bogor
Hari/Tanggal/Waktu: Rabu/14 Januari 2015/09:00-11:00
Venue: Ruang Rapat I – Balai Kota Bogor, Jl. Ir. H. Juanda, Bogor

STUDENT’S VIDEO PRESENTATIONS

Cultural & Historical Landscape Preservation for Expose 2015 under supervised by Nurhayati HS Arifin

Landscape Management Part1 for Expose 2015 under supervised by Hadi Susilo Arifin

Landscape Management Part2 for EXPOSE 2015 under supervised by Hadi Susilo Arifin

Rural & Agricultural Landscape for Expose 2015 under supervised by Hadi Susilo Arifin

PRESS RELEASE

Expose mahasiswa dengan tema “Manajemen Jasa Ekosistem melalui Penguatan Identitas Kota Pusaka dan Revitalisasi Lanskap Ruang Terbuka Biru/Ruang Terbuka Hijau Kota Bogor” dibuka oleh Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto di Ruang Rapat I Balaikota Bogor. Expose ini merupakan salah satu bentuk kegiatan kepedulian akademik dari civitas academica IPB dalam merespon pembangunan dan pengembangan serta manajemen kota Bogor di bidang lingkungan dan tata-kota. Dua mata kuliah program sarjana, yaitu “Pelestarian Lansakap Sejarah dan Budaya” mahasiswa semester 5, dan “Pengelolaan Lanskap” semester 7, serta satu mata kuliah pascasarjana “Lanskap Perdesaan dan Pertanian” dalam satu semester telah melakasanakan praktikumnya dengan mengambil obyek-obyek strategis di dalam kota Bogor. Kegiatan ini dikordinasi oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin bersama dosen-dosen lainnya, yaitu Dr. Nurhayati HS Arifin, Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnisjah, Dr Kaswanto dan Dr. Syartinilia. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa S1 semester 5 dan semester 7 PS Arsitektur Lanskap, dan 10 mahasiswa S2 dan 2 mahasiswa S3 dari PS Arsitektur Lanskap, PS Agronomi, dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Kegiatan expose ini selalu mendapat dukungan penuh dari Dr. Ernan Rustiadi, Dekan Fakultas Pertanian IPB. Dengan dipaparkannya hasil ini di depan Wali Kota Bogor serta pimpinan SKPD terkait diharapkan keberadaan kampus dan kegiatannya tidak seperti menara gading. Tapi bisa menjadi referensi untuk diterapkan di lapang.

Bogor telah ditetapkan sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan perhatian pemerintah, masyarakat serta para pihak dalam melestarikan sumberdaya baik yang tangible maupun yang intangible yang telah menjadikan Bogor berpredikat “the heritage city”. Tentu saja bukan hanya dari segi fisik ekologis saja, tetapi dalam budaya, kesadaran masyarakat dalam memahami kota pusaka, merasa memiliki serta mampu memelihara untuk keberlanjutannya. Oleh karena itu praktikum mata kuliah “Pelestarian Lanskap Sejarah dan Budaya” berkonsentrasi pada upaya penguatan karakter lanskap pada 6 zona yang potensi diusung sebagai wilayah bagian kota pusaka di kota Bogor. Keenam zona tersebut adalah kawasan yang dibangun masa Kolonial Eropah di Jl. Ahmad Yani hingga Air Mancur, kawasan yang dijadikan zona penyangga merupakan wilayah di sekeliling Kebun Raya Bogor, kawasan Kebun Raya Bogor, kawasan Karsten Plan yaitu Taman Kencana dan wilayah sekitarnya, Kawasan Pecinan Jl Surya Kencana dan sekitarnya, dan Kawasan Empang wilayah permukiman Arab.

Kota Bogor juga berkenginan untuk mewujudkan kota dengan konsep kota dalam taman, kota sejuta taman. Idiom tersebut tentunya tidak hanya diikuti dengan kegiatan pembangunan fisik taman-taman ketetanggaan, taman lingkungan, traffic island, jalur hijau jalan, sungai dan rel kereta api, hingga taman kota. Tetapi, juga pembangunan persepsi masyarakat, serta perubahan mind-set dalam berperilaku ramah terhadap lingkungan. Lebih jauh masyarakat juga harus mempunyai rasa memiliki. Bukan saja mereka dapat memanfaatkan taman-taman, ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru secara maksimal, tetapi mereka juga harus sadar perlu mengelolanya, memeliharanya secara partisipatif. Sehingga, berperilaku untuk tidak membuang sampah sembarangan saja perlu dilakukan pendekatan sosial budaya yang tepat. Maka Kuliah “Pengelolaan Lanskap” memberi perhatian pada 8 spot lanskap dari sekian banyak taman, RTH dan RTB yang sedang ditata atau didesain ulang di dalam kota Bogor. Ke delapan taman tersebut adalah Taman Situ Anggalena, Taman Cidepit, Taman Cipakancilan, Jalur Hijau Jl Riau, Taman Sempur, Jalur Hijau Jl Sempur, Pulau Gelis, danau Situ Gede. Sebagian besar permasalahan yang dijumpai adalah kebersihan dan perilaku pengguna yang sering membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu rekomendasi ditujukan pada manajemen sampah yang ada di ruang terbuka biru dan ruang terbuka hijau. Perlu dilakukan sosialisasi bagaimana seharusnya kita memberlakukan sampah hingga pemanfaatan sampahnya sendiri. Di lain pihak, kesiapan perundang-undangan sampai dengan peraturan-peraturan perlu terus didisemininasikan melalui rekayasa sosial. Penyuluhan, pendampingan serta penyebaran informasi tersebut melalui poster, leaflet, booklet, serta tayangan yang menarik dan efektif. Pada akhirnya penegakan hokum perlu dilakukan pada setiap pelanggaran sebagai bentuk disinsentif, atau diberi pengharagaan bagi warga yang menjalankan peraturan sebagai bentuk insentif.

Pada expose bagian ketiga, mahasiswa pascasarjana melalui praktikum mata kuliah “Lanskap Perdesaan & Pertanian” mencermati Kelurahan Situ Gede sebagai saalah satu wilayah yang berada di Kota Bogor Barat. Sebagai “urban fringe”, Situ Gede memliki karakter lanskap perdesaan yang sangat kuat. Hal ini dicirikan dengan struktur lanskap pertanian yang dominan seperti sawah, tegalan, kebun campuran, pekarangan, situ, sungai, empang, serta hutan. Dengan jarak yang tidak jauh dari pusat kota, perdagangan dan jasa. Situ Gede sangat potensial sebagai wilayah yang bisa dikembangkan menjadi kawasan pertanian perkotaan, “urban agriculture”. Wilayah ini menghasilkan produk pertanian padi, palawija, talas, sayuran dataran rendah, ternak ungags, dan ternak besar, serta beragam pengusahaan ikan air tawar. Dengan segala aktivitas pertanian yang ada serta adanya danau Situ Gede, serta acara tahun regular seprti “ngobok lauk” bisa menjadi atraksi wisata pertanian. Pemberdaayaan ekonomi masyarakat di sini sangat berpotensi untuk diarahkan dalam peningkatan hospitality sebagai tuan rumah dalam kegiatan usaha “agrotourism”. Pemerintah Kota bersama IPB diharpkan bisa bersama-sama melakukan pembinaan, pendampingan serta pembangunan sarana-prasarana, infrastruktur yang lebih baik. Sama dengan wilayah kota Bogor lainnya. Pembinaan masyarakat untuk membiasakan hidup bersih, tertib, mengelola sampah rumah tangga dengan baik, tidak membuangnya secara sembarangan tetap harus digalakkan dengan penyuluhan-penyuluhan, serta penegakan hukum secara tegas. Dampak kotornya lingkungan tidak selalu terjadi secara internal, tapi bisa jadi factor external dari perilaku pengunjung atau aliran air dari parit-parit, sungai kecil, saluran irigasi yang dari arah hulu. Aliran air tersebut sudah membawa sampah-sampah plastik maupun sampah organik.

Selain presentasi secara oral dari 3 kelompok di atas, juga disajikan presentasi 20 poster. Diskusi expose bisa dilanjutkan pada sesi presentasi poster antara peserta expose dengan mahasiswa.

Bogor, 14 Januari 2015
Kordinator EXPOSE
Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

10553931_10203827503863107_4759987637811320962_o 10682407_10203827503903108_8691780655767434883_o 10830568_10203827518703478_6171690047352951093_o 10854179_10203827508063212_5677808067415379555_o 10896294_10203827522623576_5823254649019752613_o 10904485_10203827509183240_8135431592975318687_o 10914990_10203827526183665_8979759437480315024_o 10915701_10203827526943684_5471191789757184646_o 10929025_10203827526143664_5140538986996912005_o 10922356_10203827917633451_6200277141603967083_o

PEMILIHAN DUTA INSTITUT – INSTITUT PERTANIAN BOGOR PERIODE 2014-2015

Duta atau Ambassador adalah orang yang dipilih langsung oleh suatu lembaga atau organisasi/ kelompok untuk mewakili kepentingan lembaga atau organisasi/kelompok tersebut, baik mewakili secara terbatas sesuai dengan tuntutan lembaga/organisasi yang bersangkutan, maupun secara penuh sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan. Untuk itu setiap DUTA harus mengerti dan memahami benar tugas yang dibebankan kepadanya.

Selain itu, karena DUTA adalah representasi dari lembaga/organisasi, maka yang bersangkutan harus mewakili karakter atau image dari lembaga/organisasi tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Seorang Duta Lingkungan misalnya, dia harus mengerti segala sesuatu tentang persoalan lingkungan. Jika yang bersangkutan adalah Duta Lingkungan Indonesia, maka dia harus memahami sejarah Indonesia secara keseluruhan, sejarah lingkungan, permasalahan, dan cara mengatasinya. Duta Lingkungan tersebut juga dapat mengkampanyekan semua gerakan yang berkaitan dengan lingkungan di Indonesia dan dunia.

Demikian juga halnya dengan Putri Indonesia, misalnya. Sosok dan penampilannya harus menampilkan ciri ke-Indonesiaan, baik dalam hal budaya, bahasa maupun tutur katanya. Dengan kata lain, yang bersangkutan mewakili sosok orang Indonesia di dunia luar/ internasional. Demikian juga dengan Miss Indonesia, Miss Earth, Putri Pariwisata Indonesia, L-Man dan sejenisnya.

Bagaimana dengan DUTA ISNTITUT dari INSTITUT PERTANIAN BOGOR ?
Apakah yang bersangkutan mewakili IPB sebagai sebuah Institusi yang bertaraf nasional, bahkan internasional ? Sejauh mana DUTA INSTITUT mewakili IPB sebagai institusi, sebagai salah satu institusi perguruan tinggi yang sangat diandalkan di bidang pertanian ?

Atau DUTA INSTITUT, mewakili mahasiswa IPB yang energik, intelek, memiliki wawasan yang luas tentang dunia pertanian, dan memiliki akhlak dan budi pekerti yang tinggi? Seorang generasi muda Indonesia yang layak diteladani dan berpenampilan menarik baik dari segi intelektulitas/keilmuannya sebagai seorang mahasiswa yang layak untuk ditiru, maupun dari segi penampilan yang menarik untuk diikuti.

PESERTA
Peserta DUTA INSTITUT untuk periode 2014-2015 adalah mahasiswa berprestasi yang berasal dari 36 departemen yang ada di lingkungan IPB, masih aktif sebagai mahasiswa (baik pria maupun wanita) dan sedang tidak dalam cuti (pada saat pemilihan berlangsung). Selain itu, mereka direkomendasikan oleh departemen masing-masing yang dibuktikan dengan surat resmi.

Peserta yang terpilih menjadi calon DUTA INSTITUT, ditentukan oleh masing-masing departemen yang berada di bawah ruang lingkup IPB. Panitia pelaksana Pemilihan DUTA INSTITUT IPB tidak berhak memilih dan menentukan sendiri. Panitia hanya berhak menerima dan menyelenggarakan pendidikan dan seleksi yang dibantu oleh sejumlah Dewan Juri. Peserta yang yang sudah terpilih menjadi calon DUTA INSTITUT wajib mengikuti serangkaian program kegiatan yang sudah disusun oleh panitia penyelenggara. Panitia berhak menggugurkan hak keikutsertaan jika calon DUTA INSTITUT tidak dapat mengikuti seluruh atau sebagian program kegiatan yang sudah disusun oleh panitia penyelenggara, baik pada awal masa kegiatan maupun ditengah-tengah masa kegiatan sedang berjalan. Keputusan atas ini mutlak berada di tangan panitia penyelenggara setelah diadakan rapat internal panitia penyelenggara.
MEKANISME
1. Tiap Peserta mendaftarkan diri pada panitia dengan membawa surat rekomendasi dari jurusan
2. Mengisi formulir sesuai dengan format yang sudah disediakan dengan menggunakan huruf balok dan tinta warna hitam
3. Mengikuti seluruh kegiatan sesuai dengan yang sudah dijadwalkan
4. Memakai seragam dan atribut lainnya sesuai dengan fungsinya dalam mengikuti seluruh kegiatan yang sudah dijadwalkan dan dibagikan oleh penitia penyelenggara
5. Seluruh peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok memiliki ketua yang dipilih dari anggota kelompok. Tiap kelompok didampingi oleh seorang Koordinator Kelompok.
6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh instruktur
7. Membuat laporan sesuai dengan tugas yang diberikan kepada Koordinator Kelompok masing-masing
8. Menerima secara mutlak hasil keputusan dewan juri/tim penilai.

Komunikasi dalam penyelenggaraan pemiihan DUTA INSTITUT antara peserta dengan panitia penyelenggara dapat dilakukan dalam beberapa cara, antara lain:

a. Melalui email group: panitiadutaipb@yahoogroups.com
b. Grup WA: CALON DUTA INSTITUT, IPB
c. Nomor telpon: 08979 022 789
d. Pemberitahuan langsung

Komunikasi melalui keempat cara di atas dapat dilakukan setiap hari selama masa kegiatan berlangsung.

Setelah panitia penyelenggara menerima data nama calon DUTA INSTITUT dari setiap departemen, maka panitia akan menghubungi calon yang bersangkutan melalui email, dan para peserta diminta untuk mengisi formulir dalam bentuk lampiran email tersebut. Pengembalian formulir dilakukan dengan me-replay email panitia yang sudah disertakan dengan lampiran yang sudah diisi sesuai dengan permintaan panitia pada batas tanggal pengembalian.

Jika diperlukan, panitia sewaktu-waktu dapat meminta tambahan data di luar yang sudah ditentukan melalui ketiga alat komunikasi di atas, dan peserta yang bersangkutan wajib memenuhinya.

Program Kegiatan yang sudah disusun wajib diikuti oleh seluruh peserta calon DUTA INSTITUT.

KEGIATAN
Kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh calon DUTA INSTITUT adalah Pelatihan/Olah Fisik, Image Making, Sejarah IPB, Pengenalan Fakultas/Departemen yang berada di bawah lingkup IPB, Self Management, Performance and Etiquette, Personal Branding dan Communication and Public Speaking, serta Pengenalan Himpunan Alumni (HA) IPB. Sebelumnya tentu dilakukan pertemuan pendahuluan/Ice Breaking.

2014-12-20 Surat Permohonan kesediaan menjadi juri -page-001 2014-12-20 Surat Permohonan kesediaan menjadi juri -page-002

DSC07611 DSC07623a DSC07660

Subject:   [IPBSTAF] Kunjungan SMA Athirah Makasar ke IPB
From:   “humas_ipb@yahoo.co.id [IPBSTAF]” <IPBSTAF@yahoogroups.com>
Date:   Thu, November 6, 2014 10:36 am
To:   IPBSTAF@yahoogroups.com
Cc:   yatri.i.kusumastuti@gmail.com (more)
Priority:   Normal
Mailing List:   Unsubscribe
Options:   View Full Header | View Printable Version  | Download this as a file | Add to Address Book
 DSC_0354 DSC_0365 DSC_0384a DSC_0386a

Direktur Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Dr Bonny P W Soekarno meyakinkan para siswa jurusan IPS dari Sekolah Islam Athirah Makasar untuk tidak ragu melanjutkan kuliah di IPB. Karena menurutnya, IPB sudah banyak meluluskan sarjana sukses yang awalnya adalah siswa SMA dari jurusan IPS. Dr Bonny menyampaikan hal itu sebagai jawaban atas pertanyaan salah seorang siswa sekolah tersebut saat berkunjung ke IPB, 5/11.

Peserta kunjungan dari sekolah yang didirikan oleh Jusuf Kalla itu juga mendapat wawasan tentang pertanian dalam arti luas dari Guru Besar IPB Prof Dr Hadi Susilo Arifin. Prof Hadi mengatakan bahwa generasi muda adalah penerus bangsa, perubah bangsa, dan penggerak moral bangsa. Sebagai generasi yang tumbuh di negara. agraris-maritim, maka sudah sepantasnya untuk memajukan negeri ini dari kedua sektor tersebut.

Pada bagian lain, presentasi mengenai Sekolah Islam Athira disampaikan oleh seorang siswi, Nurul Muhibah. Ia mengatakan, sekolah telah menempa mereka dengan ragam pendidikan karakter, di antaranya leadership. Dengan pendidikan karakter ini diharapkan tumbuh generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sebagaimana telah dicontohkan oleh pendiri Sekolah Athirah, yang saat ini kembali menjadi Wakil Presiden RI untuk kedua kalinya. (nm)

Pesan dikirim ke: IPBSTAF@eGroups.com

Dear IPB Colleagues and Graduate School’s Students
FYI, I deliver you an announcement  of EXPERT4Asia, as follows.
All the best,
Hadi Susilo Arifin
——–
Assalamu’alaikum wr. wb.

Yth. Bapak dan Ibu,

Kami kembali menyampaikan peluang untuk mengikuti program staff exchange, studi (S2 dan S3) dan student exchange melalui skema EXPERTS4Asia, serta peluang S3 melalui skema EXPERTS SUSTAIN.  Bagi seluruh civitas IPB, mohon memilih TG1 (target group 1). Deadline on line application adalah 15 September 2014.

Sebagai co-coordinator program, IPB akan berperan dalam seleksi kandidat penerima beasiswa.

Mini poster terkait program tersebut terlampir bersama e-mail ini.

Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan melalui expertsipb@gmail.com

Hormat saya,

Sintho Wahyuning Ardie

EXPERT-SUSTAIN-1

EXPERT-SUSTAIN-1

EXPERT4ASIA-1

EXPERT4ASIA-1

Promotor Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin memimpin sidang terbuka program Doktor, Promovendus Budi Susetyo dari PS Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan, SPs IPB

JUDUL DISERTASI: Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor
PROMOVENDUS: Budi Susetyo
PROMOTOR: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Prof. Dr. Machfud, Dr. Widiatmaka, dan Dr. Nurhayati HS. Arifin
PENGUJI DI LUAR KOMISI: Dr. Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor) dan Dr. Endes N. Dahlan (Dosen Fakultas Kehutanan IPB).

Promovendus Budi Susetyo dari Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Ia juga seorang dosen di Universitas Ibnu Khaldun, telah memaparkan disertasi dalam sidang terbuka pada Selasa, 19 Agustus 2014 di Ruang Sidang Silva Fahutan IPB. Promovendus telah mengusung disertasi yang berjudul “Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor”. Yang bertindak sebagai promotor adalah ahli manajemen dan ekologi lanskap, ahli pemodelan, ahli kesuburan tanah dan tata guna lahan, serta ahli lanskap budaya, yaitu Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Prof. Dr. Machfud, Dr. Widiatmaka, dan Dr. Nurhayati HS. Arifin. Adapun pengujinya adalah Walikota Bogor, yang juga berprofesi sebagai dosen, yaitu Dr. Bima Arya Sugiarto, dan ahli hutan kota Dr Endes N. Dahlan. Adalah suatu keistimewaan bahwa Walikota Bogor berkenan menjadi penguji pada sidang Doktor. Hal tersebut bukan semata karena obyek penelitiannya yang berada di kota Bogor, akan tetapi merupakan kepedulian yang tinggi dari seorang birokrat dalam pencermatan kajian akademik, yang langsung diujinya apakah layak atau tidak dalam penerapannya di lapang.
Promovendus Budi Susetyo sendiri menyusun satu model pemanfaatan lahan bantaran Sungai Ciliwung yang berfungsi sebagai koridor hijau (Green Corridor) yang terintegrasi dengan Kebun Raya Bogor serta ruang terbuka hijau lainnya. Pendekatan yang dilakukan dengan International Shading Trees Evaluation Method (ISTEM) merupakan metode untuk menduga besarnya nilai pohon di perkotaan, dalam hal ini yang berada di kawasan sempadan Sungai Ciliwung. Nilai pohon yang didasarkan pada diameter batang setinggi dada, kualitas pohon, kelas pohon peneduh dan konstanta dalam bentuk mata uang dapat dipertimbangkan sebagai nilai asset yang dimiliki suatu kota. Nilai tersebut dapat digunakan untuk memberi insentif atau disinsentif bagi masyarakat yang melindungi pohon atau perusak pohon. Angka yang dihasilkan tersebut meliputi nilai tangible serta intangible dari pohon itu sendiri baik dari segi penyerapan CO2 serta ameliorasi iklim mikro, perlindungan tata tanah dan air, konservasi keanekaragaman hayati serta memberi keindahan lanskap sekitar, selain menghasilkan produksi buah dan bunga serta daun. Pohon dapat diperhitungkan sebagai nilai asset suatu kota, karena itu di beberapa Negara seperti Amerika dan Kanada, formulasi ISTEM ini telah diterapkan khususnya untuk menghitung besarnya premi asuransi pohon. Kerusakan pada pohon kota baik karena gangguan alami atau manusia maka pemerintah kota atau individu penduduk kota yang terkena dampak langsung akan diberi kompensasi akibat adanya kerusakan pohon itu sendiri. Model perumusan kebijakan ini didasari oleh pemilihan jenis pohon (terutama pohon spesies lokal), kesesuain lahannya, serta persepsi dan preferensi masyarakat yang berada di sekitar bantara sungai Ciliwung. Dalam penerapannya selain diperlukan penguatan program penghijauan dari pemerintah setempat, juga harus bisa melibatkan masyarakat, instansi serta perusahaan dan para pihak lainnya. Stakeholders tersebut yang akan berfungsi sebagai pengontrol social dalam keberlanjutan pohon.
Bantaran S. Ciliwung selebar 10-15 meter ini seyogyanya merupakan kawasan hijau yang bebas dari bangunan, sesuai Peraturan Pemerintah No. 47/1997. Sayangnya saat ini 62% telah terokupasi oleh permukiman baik resmi (memiliki IMB) maupun tidak (tampa IMB). Untuk mempertahankan kawasan yang masih berupa lahan terbuka sebesar 38%, diperlukan upaya penegakan hukum (law enforcement), serta penguatan program penghijauan secara intensif di kawasan ini. Diperlukan juga perangkat kebijakan berupa insentif pemeliharan pohon, atau disinsentif/denda terhadap perusak/penebang pohon yang besarannya dapat didasarkan pada perhitungan nilai pohon yang ada di kawasan sempadan.
Upaya ke depan, dengan model perumusan kebijakan yang dihasilkan dapat direncanakan program penghijauan yang tepat (kesesuaian jenis pohon dengan kesuburan tanahnya; sesuai dengan preferensi mayarakatnya), pemeliharaan yang berkesinambungan, peningkatan kesadaran masyarakat, timbulnya political will dan good will dari pemerintah setempat, sehingga lingkungannya berkelanjutan. Bantaran dan sempadan sungai Ciliwung yang rimbun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) akan tumbuh secara harmonis dengan badan air sungai yang merupakan sebagai ruang terbuka biru (RTB). Dengan komitmen para pihak, bukan hal yang mustahil di waktu yang akan datang terwujud badan air sungai yang stabil, serta bantaran sungai dengan pepohonan yang asri. Keduanya menjadi lanskap muka air “water front landscape” yang berkelanjutan. Insya Allah…..

LINKS TERKAIT:

BERITA BOGOR-Bima Arya Uji Dosen Ibnu Khaldun

ANTARA BOGOR-Wali Kota jadi penguji disertasi mahasiswa IPB

Walikota Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto memebrikan komentar postif atas disertasi Promovendus Budi Susetyo yang telah diujinya beberapa waktu sebelumnya

Beberapa klarifikasi disampaikan oleh Promotor Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan), Dr Ernan Rustiadi (Dekan Faperta IPB) dan Dr Bima Aria (Walikota Bogor) pada pembukaan ekspose RTH-RTB-PKL Kota Bogor oleh Mahasiswa SPs ARL dan PSL

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan), Dr Ernan Rustiadi (Dekan Faperta IPB) dan Dr Bima Aria (Walikota Bogor) pada pembukaan ekspose RTH-RTB-PKL Kota Bogor oleh Mahasiswa SPs ARL dan PSL

EXPOSE: PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN DI BALAI KOTA BOGOR

Seminar Setengah Hari sebagai expose mata kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan akan diselenggarakan di hadapan Wali Kota Bogor, di Ruang Rapat 3 Balai Kota Bogor, pada hari Senin, 9 Juni 2014 mulai pk. 14.30 sampai dengan selesai.

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (PLB) yang dikordinasikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, setiap tahunnya pada akhir semester selalu memaparkan hasil praktikum mahasiswa sebagai ‘ekspose’ dihadapan pimpinan pemerintah kota Bogor atau poemerintah kabupaten Bogor. Hal ini dikarenakan setiap awal semester MK PLB selalu menangkap isu hangat, isu aktual yang sedang menjadi pembicaraan atau masalah di kota atau kabupaten Bogor untuk dicarikan solusinya. Oleh karena itu pada semester genap tahun 2013/2014 MK PLB yang diikuti oleh 22 Mahasiswa Master PS Arsitektur Lanskap dan 10 Mahasiswa Master PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan telah mengusung tiga (3) topik hangat yang dikaji dan diharapkan hasil rumusan ini dapat dipaparkan hari ini dihadapan Walikota Bogor sebagai masukan-masukan yang berharga.

Dalam pelaksanaan inventarisasi lapang, kajian desk study serta penyusunan laporan/pembuatan makalah/poster/video selain dikordinasikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, juga aktif dibimbing oleh Dr. RL Kaswanto serta asisten Sdr. Azka Lathifa Zahratu Azra, SP. M.Si.

SUSUNAN ACARA EXPOSE

14.30-14.40: Pembukaan Master of Ceremony

14.41-14.50 Laporan dan Pengantar Expose of Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (Prof. Dr. Hadi Ssuilo Arifin)

14.51-15.00: Sambutan Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr.

15.01-15.10: Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto

15.11-15.15: Pembacaan Doa Pihak Balai Kota Bogor

Presentasi Fasilitator Eduwin Eko Franjaya
15.16-15.30: Kelompok Ruang Terbuka Hijau Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan
15.31-15.45: Kelompok Ruang Terbuka Biru Mahasiswa Arsitektur Lanskap
15.46-16.00: Kelompok Pedagang Kaki Lima Mahasiswa Arsitektur Lanskap
16.00-16.45: Diskusi Fasilitator : Eduwin Eko Franjaya

16.45-17.00: Simpulan & Penutup Kordinator Mata Kuliah Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S

 

MATERI EXPOSE

1. Makalah

TOPIK I    : Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau di Kota Bogor (Mahasiswa PS PSL)

TOPIK II  : Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Biru di Kota Bogor (Mahasiswa PS ARL 1)

TOPIK III: Manajemen Lanskap Pedagang Kaki Lima di Kota Bogor (Mahasiswa PS ARL 2)

2. Poster

3. Presentasi PPT

 

Team expose RTH-RTB-PKL Kota Bogor, Mahasiswa SPs dan Dosen MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

Team expose RTH-RTB-PKL Kota Bogor, Mahasiswa SPs dan Dosen MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

 

ATASI BANJIR, IPB TAWARKAN KONSEP RUANG TERBUKA BIRU,  LINK KLIK DI SINI.

Seperti biasa, setiap menhadapi hari-hari penting Komisi B (Komisi Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis) Dewan Guru Besar (DGB) IPB menyelnggarakan acara “Coffee Morning” . Acara temu santai antara Guru Besar IPB dengan para reporter dari berbagai media massa Ibu Kota. Sambil minum coffee para Guru Besar IPB menyampaikan gagasan pemikirannya terkait dengan topik aktual saat ini.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2014, disambut oleh DGB IPB dengan mengahdirkan 3 nara sumber yang menyampaikan pemikirannya dalam mengatasi masalah ancaman bencana banjir. Topik ini tetap aktual meskipun saat ini sedang dalam musim kemarau. Karena ancaman banjir bisa datang kapan saja, dan memang sebaiknya kita tetap mengkawal untuk mencari soulsi terbaik. Justru kita membicarakannya di luar waktu kejadian banjur diharapkan gagasannya disampaikan lebih tajam dan bukan suatu usulan yang terburu-buru terlintas dalam waktu singkat.

Acara coffee morning yang dihadiri oleh sekitar 19 wartawan telah diselengarakan pada hai Rabu, 4 Juni 2014 jam 10.00 – 12.00 di Cafe Zea mays Kampus IPB Dramaga, Bogor. Acara yang dipandu oleh Ketua Komisi B DGB IPB, Prof. Hadi Susilo Arifin yang sekaligus menjadi nara sumber, menampilkan pemikiran-pemikiran Guru Besar IPB, sebagai berikut:

1. Prof. Cecep Kusmana (GB tetap di Fakultas Kehutanan IPB): BANJIR, TANAH LONGSOR, DAN KEKERINGAN DI INDONESIA: PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA silakan klik di sini

2. Prof. Budi Indra Setiawan (GB tetap di Fakultas TTeknologi Pertanian IPB): ZERO RUNOFF SYSTEM (ZROS) UNTUK MENGATASI BANJIR DI PERKOTAAN, PERUMAHAN DAN PERTANIAN silakan klik di sini

3. Prof. Hadi Susilo Arifin (GB tetap di Fakultas Pertanian IPB): MANAJEMEN RUANG TERBUKA BIRU (RTB) UNTUK PENGENDALI BANJIR silakan klik di sini

Tiga narasumber Prof. Budi Indra Setyawan, Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof Cecep Kusmana dalam pemaparan pemikiran Guru Besar dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tiga narasumber Prof. Budi Indra Setyawan, Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof Cecep Kusmana dalam pemaparan pemikiran Guru Besar dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia

DSC_2651

INFO TERKAIT:

http://www.antaranews.com/berita/437642/guru-besar-ipb-pemkot-bogor-bahas-ruang-terbuka-biru

Catatan:

Informasi pertemuan Senin, 9 Juni 2014 pada pk 15.00 sd selesai di Ruang Rapat A Balaikota Bogor adalah kegiatan EXPOSE 32 Mahasiswa S2 PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan IPB yang telah mengkaji Manajemen Lanskap PKL, RTB dan RTH. Ekspose Mahasiswa sebagai upaya memberi masukan kepada Pemko Bogor diprakasai oleh MK PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN yang didukung oleh Departemen ARL, juga Fakultas Pertanian, serta Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB. Jadi, bukan Dewan Guru Besar (DGB) IPB. Terimakasih.

Next Page »

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE