News


Subject:   [IPBSTAF] Kunjungan SMA Athirah Makasar ke IPB
From:   “humas_ipb@yahoo.co.id [IPBSTAF]” <IPBSTAF@yahoogroups.com>
Date:   Thu, November 6, 2014 10:36 am
To:   IPBSTAF@yahoogroups.com
Cc:   yatri.i.kusumastuti@gmail.com (more)
Priority:   Normal
Mailing List:   Unsubscribe
Options:   View Full Header | View Printable Version  | Download this as a file | Add to Address Book
 DSC_0354 DSC_0365 DSC_0384a DSC_0386a

Direktur Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Dr Bonny P W Soekarno meyakinkan para siswa jurusan IPS dari Sekolah Islam Athirah Makasar untuk tidak ragu melanjutkan kuliah di IPB. Karena menurutnya, IPB sudah banyak meluluskan sarjana sukses yang awalnya adalah siswa SMA dari jurusan IPS. Dr Bonny menyampaikan hal itu sebagai jawaban atas pertanyaan salah seorang siswa sekolah tersebut saat berkunjung ke IPB, 5/11.

Peserta kunjungan dari sekolah yang didirikan oleh Jusuf Kalla itu juga mendapat wawasan tentang pertanian dalam arti luas dari Guru Besar IPB Prof Dr Hadi Susilo Arifin. Prof Hadi mengatakan bahwa generasi muda adalah penerus bangsa, perubah bangsa, dan penggerak moral bangsa. Sebagai generasi yang tumbuh di negara. agraris-maritim, maka sudah sepantasnya untuk memajukan negeri ini dari kedua sektor tersebut.

Pada bagian lain, presentasi mengenai Sekolah Islam Athira disampaikan oleh seorang siswi, Nurul Muhibah. Ia mengatakan, sekolah telah menempa mereka dengan ragam pendidikan karakter, di antaranya leadership. Dengan pendidikan karakter ini diharapkan tumbuh generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sebagaimana telah dicontohkan oleh pendiri Sekolah Athirah, yang saat ini kembali menjadi Wakil Presiden RI untuk kedua kalinya. (nm)

Pesan dikirim ke: IPBSTAF@eGroups.com

Dear IPB Colleagues and Graduate School’s Students
FYI, I deliver you an announcement  of EXPERT4Asia, as follows.
All the best,
Hadi Susilo Arifin
——–
Assalamu’alaikum wr. wb.

Yth. Bapak dan Ibu,

Kami kembali menyampaikan peluang untuk mengikuti program staff exchange, studi (S2 dan S3) dan student exchange melalui skema EXPERTS4Asia, serta peluang S3 melalui skema EXPERTS SUSTAIN.  Bagi seluruh civitas IPB, mohon memilih TG1 (target group 1). Deadline on line application adalah 15 September 2014.

Sebagai co-coordinator program, IPB akan berperan dalam seleksi kandidat penerima beasiswa.

Mini poster terkait program tersebut terlampir bersama e-mail ini.

Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan melalui expertsipb@gmail.com

Hormat saya,

Sintho Wahyuning Ardie

EXPERT-SUSTAIN-1

EXPERT-SUSTAIN-1

EXPERT4ASIA-1

EXPERT4ASIA-1

Promotor Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin memimpin sidang terbuka program Doktor, Promovendus Budi Susetyo dari PS Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan, SPs IPB

JUDUL DISERTASI: Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor
PROMOVENDUS: Budi Susetyo
PROMOTOR: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Prof. Dr. Machfud, Dr. Widiatmaka, dan Dr. Nurhayati HS. Arifin
PENGUJI DI LUAR KOMISI: Dr. Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor) dan Dr. Endes N. Dahlan (Dosen Fakultas Kehutanan IPB).

Promovendus Budi Susetyo dari Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Ia juga seorang dosen di Universitas Ibnu Khaldun, telah memaparkan disertasi dalam sidang terbuka pada Selasa, 19 Agustus 2014 di Ruang Sidang Silva Fahutan IPB. Promovendus telah mengusung disertasi yang berjudul “Model Perumusan Kebijakan Pemanfaatan Lahan Berbasis Ekologi Lanskap di Sempadan Sungai Ciliwung Kota Bogor”. Yang bertindak sebagai promotor adalah ahli manajemen dan ekologi lanskap, ahli pemodelan, ahli kesuburan tanah dan tata guna lahan, serta ahli lanskap budaya, yaitu Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Prof. Dr. Machfud, Dr. Widiatmaka, dan Dr. Nurhayati HS. Arifin. Adapun pengujinya adalah Walikota Bogor, yang juga berprofesi sebagai dosen, yaitu Dr. Bima Arya Sugiarto, dan ahli hutan kota Dr Endes N. Dahlan. Adalah suatu keistimewaan bahwa Walikota Bogor berkenan menjadi penguji pada sidang Doktor. Hal tersebut bukan semata karena obyek penelitiannya yang berada di kota Bogor, akan tetapi merupakan kepedulian yang tinggi dari seorang birokrat dalam pencermatan kajian akademik, yang langsung diujinya apakah layak atau tidak dalam penerapannya di lapang.
Promovendus Budi Susetyo sendiri menyusun satu model pemanfaatan lahan bantaran Sungai Ciliwung yang berfungsi sebagai koridor hijau (Green Corridor) yang terintegrasi dengan Kebun Raya Bogor serta ruang terbuka hijau lainnya. Pendekatan yang dilakukan dengan International Shading Trees Evaluation Method (ISTEM) merupakan metode untuk menduga besarnya nilai pohon di perkotaan, dalam hal ini yang berada di kawasan sempadan Sungai Ciliwung. Nilai pohon yang didasarkan pada diameter batang setinggi dada, kualitas pohon, kelas pohon peneduh dan konstanta dalam bentuk mata uang dapat dipertimbangkan sebagai nilai asset yang dimiliki suatu kota. Nilai tersebut dapat digunakan untuk memberi insentif atau disinsentif bagi masyarakat yang melindungi pohon atau perusak pohon. Angka yang dihasilkan tersebut meliputi nilai tangible serta intangible dari pohon itu sendiri baik dari segi penyerapan CO2 serta ameliorasi iklim mikro, perlindungan tata tanah dan air, konservasi keanekaragaman hayati serta memberi keindahan lanskap sekitar, selain menghasilkan produksi buah dan bunga serta daun. Pohon dapat diperhitungkan sebagai nilai asset suatu kota, karena itu di beberapa Negara seperti Amerika dan Kanada, formulasi ISTEM ini telah diterapkan khususnya untuk menghitung besarnya premi asuransi pohon. Kerusakan pada pohon kota baik karena gangguan alami atau manusia maka pemerintah kota atau individu penduduk kota yang terkena dampak langsung akan diberi kompensasi akibat adanya kerusakan pohon itu sendiri. Model perumusan kebijakan ini didasari oleh pemilihan jenis pohon (terutama pohon spesies lokal), kesesuain lahannya, serta persepsi dan preferensi masyarakat yang berada di sekitar bantara sungai Ciliwung. Dalam penerapannya selain diperlukan penguatan program penghijauan dari pemerintah setempat, juga harus bisa melibatkan masyarakat, instansi serta perusahaan dan para pihak lainnya. Stakeholders tersebut yang akan berfungsi sebagai pengontrol social dalam keberlanjutan pohon.
Bantaran S. Ciliwung selebar 10-15 meter ini seyogyanya merupakan kawasan hijau yang bebas dari bangunan, sesuai Peraturan Pemerintah No. 47/1997. Sayangnya saat ini 62% telah terokupasi oleh permukiman baik resmi (memiliki IMB) maupun tidak (tampa IMB). Untuk mempertahankan kawasan yang masih berupa lahan terbuka sebesar 38%, diperlukan upaya penegakan hukum (law enforcement), serta penguatan program penghijauan secara intensif di kawasan ini. Diperlukan juga perangkat kebijakan berupa insentif pemeliharan pohon, atau disinsentif/denda terhadap perusak/penebang pohon yang besarannya dapat didasarkan pada perhitungan nilai pohon yang ada di kawasan sempadan.
Upaya ke depan, dengan model perumusan kebijakan yang dihasilkan dapat direncanakan program penghijauan yang tepat (kesesuaian jenis pohon dengan kesuburan tanahnya; sesuai dengan preferensi mayarakatnya), pemeliharaan yang berkesinambungan, peningkatan kesadaran masyarakat, timbulnya political will dan good will dari pemerintah setempat, sehingga lingkungannya berkelanjutan. Bantaran dan sempadan sungai Ciliwung yang rimbun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) akan tumbuh secara harmonis dengan badan air sungai yang merupakan sebagai ruang terbuka biru (RTB). Dengan komitmen para pihak, bukan hal yang mustahil di waktu yang akan datang terwujud badan air sungai yang stabil, serta bantaran sungai dengan pepohonan yang asri. Keduanya menjadi lanskap muka air “water front landscape” yang berkelanjutan. Insya Allah…..

LINKS TERKAIT:

BERITA BOGOR-Bima Arya Uji Dosen Ibnu Khaldun

ANTARA BOGOR-Wali Kota jadi penguji disertasi mahasiswa IPB

Walikota Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto memebrikan komentar postif atas disertasi Promovendus Budi Susetyo yang telah diujinya beberapa waktu sebelumnya

Beberapa klarifikasi disampaikan oleh Promotor Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan), Dr Ernan Rustiadi (Dekan Faperta IPB) dan Dr Bima Aria (Walikota Bogor) pada pembukaan ekspose RTH-RTB-PKL Kota Bogor oleh Mahasiswa SPs ARL dan PSL

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan), Dr Ernan Rustiadi (Dekan Faperta IPB) dan Dr Bima Aria (Walikota Bogor) pada pembukaan ekspose RTH-RTB-PKL Kota Bogor oleh Mahasiswa SPs ARL dan PSL

EXPOSE: PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN DI BALAI KOTA BOGOR

Seminar Setengah Hari sebagai expose mata kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan akan diselenggarakan di hadapan Wali Kota Bogor, di Ruang Rapat 3 Balai Kota Bogor, pada hari Senin, 9 Juni 2014 mulai pk. 14.30 sampai dengan selesai.

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (PLB) yang dikordinasikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, setiap tahunnya pada akhir semester selalu memaparkan hasil praktikum mahasiswa sebagai ‘ekspose’ dihadapan pimpinan pemerintah kota Bogor atau poemerintah kabupaten Bogor. Hal ini dikarenakan setiap awal semester MK PLB selalu menangkap isu hangat, isu aktual yang sedang menjadi pembicaraan atau masalah di kota atau kabupaten Bogor untuk dicarikan solusinya. Oleh karena itu pada semester genap tahun 2013/2014 MK PLB yang diikuti oleh 22 Mahasiswa Master PS Arsitektur Lanskap dan 10 Mahasiswa Master PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan telah mengusung tiga (3) topik hangat yang dikaji dan diharapkan hasil rumusan ini dapat dipaparkan hari ini dihadapan Walikota Bogor sebagai masukan-masukan yang berharga.

Dalam pelaksanaan inventarisasi lapang, kajian desk study serta penyusunan laporan/pembuatan makalah/poster/video selain dikordinasikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, juga aktif dibimbing oleh Dr. RL Kaswanto serta asisten Sdr. Azka Lathifa Zahratu Azra, SP. M.Si.

SUSUNAN ACARA EXPOSE

14.30-14.40: Pembukaan Master of Ceremony

14.41-14.50 Laporan dan Pengantar Expose of Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (Prof. Dr. Hadi Ssuilo Arifin)

14.51-15.00: Sambutan Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr.

15.01-15.10: Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto

15.11-15.15: Pembacaan Doa Pihak Balai Kota Bogor

Presentasi Fasilitator Eduwin Eko Franjaya
15.16-15.30: Kelompok Ruang Terbuka Hijau Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan
15.31-15.45: Kelompok Ruang Terbuka Biru Mahasiswa Arsitektur Lanskap
15.46-16.00: Kelompok Pedagang Kaki Lima Mahasiswa Arsitektur Lanskap
16.00-16.45: Diskusi Fasilitator : Eduwin Eko Franjaya

16.45-17.00: Simpulan & Penutup Kordinator Mata Kuliah Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S

 

MATERI EXPOSE

1. Makalah

TOPIK I    : Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau di Kota Bogor (Mahasiswa PS PSL)

TOPIK II  : Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Biru di Kota Bogor (Mahasiswa PS ARL 1)

TOPIK III: Manajemen Lanskap Pedagang Kaki Lima di Kota Bogor (Mahasiswa PS ARL 2)

2. Poster

3. Presentasi PPT

 

Team expose RTH-RTB-PKL Kota Bogor, Mahasiswa SPs dan Dosen MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

Team expose RTH-RTB-PKL Kota Bogor, Mahasiswa SPs dan Dosen MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

 

ATASI BANJIR, IPB TAWARKAN KONSEP RUANG TERBUKA BIRU,  LINK KLIK DI SINI.

Seperti biasa, setiap menhadapi hari-hari penting Komisi B (Komisi Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis) Dewan Guru Besar (DGB) IPB menyelnggarakan acara “Coffee Morning” . Acara temu santai antara Guru Besar IPB dengan para reporter dari berbagai media massa Ibu Kota. Sambil minum coffee para Guru Besar IPB menyampaikan gagasan pemikirannya terkait dengan topik aktual saat ini.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2014, disambut oleh DGB IPB dengan mengahdirkan 3 nara sumber yang menyampaikan pemikirannya dalam mengatasi masalah ancaman bencana banjir. Topik ini tetap aktual meskipun saat ini sedang dalam musim kemarau. Karena ancaman banjir bisa datang kapan saja, dan memang sebaiknya kita tetap mengkawal untuk mencari soulsi terbaik. Justru kita membicarakannya di luar waktu kejadian banjur diharapkan gagasannya disampaikan lebih tajam dan bukan suatu usulan yang terburu-buru terlintas dalam waktu singkat.

Acara coffee morning yang dihadiri oleh sekitar 19 wartawan telah diselengarakan pada hai Rabu, 4 Juni 2014 jam 10.00 – 12.00 di Cafe Zea mays Kampus IPB Dramaga, Bogor. Acara yang dipandu oleh Ketua Komisi B DGB IPB, Prof. Hadi Susilo Arifin yang sekaligus menjadi nara sumber, menampilkan pemikiran-pemikiran Guru Besar IPB, sebagai berikut:

1. Prof. Cecep Kusmana (GB tetap di Fakultas Kehutanan IPB): BANJIR, TANAH LONGSOR, DAN KEKERINGAN DI INDONESIA: PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA silakan klik di sini

2. Prof. Budi Indra Setiawan (GB tetap di Fakultas TTeknologi Pertanian IPB): ZERO RUNOFF SYSTEM (ZROS) UNTUK MENGATASI BANJIR DI PERKOTAAN, PERUMAHAN DAN PERTANIAN silakan klik di sini

3. Prof. Hadi Susilo Arifin (GB tetap di Fakultas Pertanian IPB): MANAJEMEN RUANG TERBUKA BIRU (RTB) UNTUK PENGENDALI BANJIR silakan klik di sini

Tiga narasumber Prof. Budi Indra Setyawan, Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof Cecep Kusmana dalam pemaparan pemikiran Guru Besar dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tiga narasumber Prof. Budi Indra Setyawan, Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof Cecep Kusmana dalam pemaparan pemikiran Guru Besar dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia

DSC_2651

INFO TERKAIT:

http://www.antaranews.com/berita/437642/guru-besar-ipb-pemkot-bogor-bahas-ruang-terbuka-biru

Catatan:

Informasi pertemuan Senin, 9 Juni 2014 pada pk 15.00 sd selesai di Ruang Rapat A Balaikota Bogor adalah kegiatan EXPOSE 32 Mahasiswa S2 PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan IPB yang telah mengkaji Manajemen Lanskap PKL, RTB dan RTH. Ekspose Mahasiswa sebagai upaya memberi masukan kepada Pemko Bogor diprakasai oleh MK PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN yang didukung oleh Departemen ARL, juga Fakultas Pertanian, serta Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB. Jadi, bukan Dewan Guru Besar (DGB) IPB. Terimakasih.

Spanduk Program Bina Cinta Lingkungan - Mahasiswa TPB IPB & LPPM IPB

Spanduk Program Bina Cinta Lingkungan – Mahasiswa TPB IPB & LPPM IPB

IPB Common Class Room (CCR) venue for "Pembekalan Bina Cinta Lingkungna"

IPB Common Class Room (CCR) venue for “Pembekalan Bina Cinta Lingkungan”

Gerakan Bina Cinta Lingkungan pada Desa-desa Lingkar Kampus IPB akan diselenggarakan oleh LPPM dengan mahasiswa TPB IPB seusai mengikuti Ujian Akhir Semester Genap 2013-2014 ini.

Seluruh mahasiswa TPB IPB sekitar 3,850 akan turun ke desa pada 20 Juni 2014 di hari I Bina Cinta Lingkungan. Selanjutnya hanya tiga ratus mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama akan tinggal di desa-desa selama 3 hari 2 malam pada 20-21-22 Juni 2014 untuk memahami, mendalami, serta mengabdikan ilmu pengetahuannya dalam gerakan kebersihan lingkungan dan penanaman pohon pala bagi masyarakata di perdesaan, khususny yang berada di lingkar kampus IPB.

Materi pembekalan: Kebersihan Lingkungan, silakan klik di sini

Dosen pembekalan: Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

Pada jam 10.00-11.00, Minggu, 1 Juni 2014 di CCR TPB, IPB

List of Villages for Bina Cinta Lingkungan Program, as follows:

Desa Cikarawang, Dramaga, Sinarsari, Neglasari, Ciherang, Sukawening, Sukadamai, Purwasari, Cibanteng, Benteng, Cihideung Ilir, Babakan, and Setu Gede.

Prof. Hadi Susilo Arifin as a speaker for village clean management in Bina Cinta Lingkungan

Prof. Hadi Susilo Arifin as a speaker for village clean management in Bina Cinta Lingkungan

 

The 8th National Seminar of Interdisciplinary Studies in University of Brawijaya, Malang

The 8th National Seminar of Interdisciplinary Studies in University of Brawijaya, Malang

Keynote Speaker: Prof. Ir. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.

Keynote Speaker: Prof. Ir. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.

Day/Date: Thursday – Friday / May 22-23, 2014

Venue: GedungE Lt.3 Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya
Jl. M.T. Haryono 169, Malang

Chairman: Dr. Endarwan

Keynote Speaker: Prof. Ir. Hadi Susilo ARIFIN, Ph.D.

Title: “Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Ekologi Lanskap” PPT Material – CLICK HERE, PLEASE

VIDEO ILUSTRATION OF LANDSCAPE ECOLOGY – CLICK HERE, PLEASE

—-
Nomor : 463/UNl0.l4/PI/2014
Hal : Permohonan menjadi keynote speaker

Yth. Prof. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.Sc.’ Ph.D
Departemen Arsitektur Lanskap
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor( IPB)

5 Mei 2014

Sehubungan dengan pelaksanaan Seminar Nasional Interdisciplinary Studies Seminar VIII dengan tema “Modelling dalam Kajian Interdisiplin” di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya pada:

Tanggal : Jwnat,23 Mei 2014
Pukul : 09.30- 10.30 WIB
Tempat : Gedung E Lt.3 Program Pascasarjana Universitas Brawijaya
Jl. M.T. Haryono No. 169 Malang

Dengan ini kami mohon kesediaan Saudara untuk menjadi keynote Speaker dengan topik “Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Lanskap Ekologi” padaa carate rsebut’
Kami menunggu konfirmasi Saudara agar kami dapat mengatur jadwal kegiatan tersebut di atas.

Atas perhatian dan kesediaan Saudara kami ucapkan terimakasih

 

Ketua Panitia:

Dr Muhammad Sasmito Djati, MS

 

Contact Person Panitia:
Amin Setyo Leksono,M.Sc.,Ph.D
Email: arnin28@ub.ac.id

IPB research team and PNPM Pusaka Kemenkokesra Team in Baadia Fort in Baubau City

IPB research team and PNPM Pusaka Kemenkokesra Team in Baadia Fort in Baubau City

Baubau is located in Buton Island, South East Sulawesi Province. It’s one of the ten KOTA PUSAKA, which is categorized into Class A. Due to I have a research of Landscape Management aspect for Baubau Heritage City with Master Student, Ray March Syahadat and my colleague, Dr Nurhayati HS Arifin, who is expert in Historical and Cultural Landscape, there fore, we got a site visit from May 15 up to May 18, 2014.
During site visit, we had a meeting with local government of Baubau City, Bappeda, SKPD represebtatives, NGO’s etc. on Friday morning of May 16, 2014 in Balaikota Baubau, whic is lied in the front of Betoambari Beach.
I was lucky, I had got an opportunity to have Friday praying in MASJID Kerato Buton “MASIGI OGENA” (the great mosque), then I visited “Benteng Keraton” or Keraton Wolio Fort, which has 12 “LAWA” or gate. Friday afternoon I visited “Istana Kamali Baadia” or Kamali Baadia Palace, that has been functioned as Wolio Cultural Museum now. I spent time of the remain evening of Friday to visit Quba Mosque, Ray’s Grand Father Palace, and “Benteng Baadia” or Baadia Fort. In the evening we got a chance to eat a KASOAMI, a traditional staple food that’s made from “singkong” or cassava and very fresh grilled fish in the downtown of Baubau City.

In the morning of third day I got interpretation to Kamali Baturo Palace, Colonial and China Town Zones, Malige Palace, The 1st Sorawolio Fort and the 2nd Sorawolio Fort. All of the heritages are very interesting object to become tourist destination in Baubau. Due to there are many Ferry and Pelni Ship get a transit a few hours in Baubau harbor, I guessed it would be great if the local government provide city tour for transit tourists.

In the afternoon I visited some ethnics who are living in Baubau city such as Wabarobo and Labalawa. Even though they are living in the same village, but they own different language. Unbelievable…… It’s linguafranca, between ethnics they communicate one and each other by Wolio language. I got rest for lunch in LAKEBA Restaurant, very big and very nice restaurant which has delicious seafood menu. I really enjoyed eating the sea food while got a relaxation in a gazebo, close to the white sandy beach of Betoambari.

In the afternoon, I reached “Kampung Tenun Buton”, SULAA is Buton waving village. Then to see the Dragon Tail, which is located in PALAGIMATA water front landscape, Balaikota area. “Palagi Mata” area is waterfront landscape in Balaikota Baubau. FYI, the Dragon Head is lied in Kamali Beach.

The next visit were Kaisabu ethnic, and Ciacia ethnic. Ciacia ethnic occupied three villages of Bugi, Gonda and Karyabaru. The interesting one is they are using both Latin letter and Korean character for daily live. I found both of characters in the signboard of schools, offices, street name, etc. This ethnic has similarity pronunciation between Ciacia and Korean languages. Next village was Waliabuku. This area are settled by Bugis ethnic. In the evening we got Engkari-engkari village, which is transmigration area that’s occupied by Balinese people since 1978. We saw a big Pura Desa and large paddy field in this village and it’s vicinity.

When the evening, I reached Wantiro beach. While enjoying the sunset panoramic landscape I got “pisang and ubi goreng with sambal” and “saraba” drink.

The last day, on Sunday morning I visit the green city project, also as a water front city of KOTA MARA in Baubau. On the way to Betoambari Airport I got opportunities to visit traditional gold and silver craft center, only the one remained inside of Keraton Fort area. Also I visited the remained traditional brass metal & bronze craft center, and traditional pottery village. These are the tangible Cultural Heritage in Baubau City….. (HSA)

Pictures Album, please click this link

Another information of Baubau City, please Click this link.

Gagasan dan Pemikiran Strategis Dewan Guru Besar (DGB) IPB
Dalam Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014

 

Dalam rangka menghadapi Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei 2014, Komisi B Dewan Guru Besar (DGB) IPB yang membidangi Gagasan dan pemikiran Strategis Guru Besar telah menyelenggarakan dinner bersama jurnalis media massa baik cetak maupun elektronik. Seperti biasa acara penyampaian pemikiran dan gagasan Guru Besar ini diselenggarakan bekerjasama dengan Dierktorat Kajian Startegis dan Kebijakan Pertanian-IPB dan didukung oleh Kantor Hukum, Promosi dan Humas IPB.

Acara diselenggarakan pada Rabu malam, 30 April 2014 di Resto Taman Koleksi, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor dimulai pk 18.30. Acara dipandu oleh Ketua Komisi B DGB IPB, Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dengan mengundang nara-sumber para guru besar IPB, yaitu Prof. Dr. Herry Suhardiyanto (Rektor IPB), Prof. Dr.  MA Chozin (Ketua Majelis Wali Amanah IPB), dan Prof. Dr. Roedhy Poerwanto (Ketua Dewan Guru Besar IPB). Sedangkan Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Ketua Senat Akademik IPB) berhalangan hadir, tetapi menyampaikan pemikiran tertulisnya untuk dibagikan kepada para jurnalis yang meliput acara ini. Sekitar lebih dari 15 wartawan Ibu Kota, baik media cetak maupun elektronik (TV dan radio) hadir pada liputan ini. Setelah disampaikan pemikiran oleh tiga nara sumber tentang konsep pendidikan tinggi ke depan dan tanya jawab dengan para wartawan, maka tepat pada pk 20.00 acara ditutup oleh Ketua Komisi B DGB IPB.

—–

PENDIDIKAN TINGGI DALAM PENINGKATAN MARTABAT BANGSA

Gagasan dan Pemikiran Strategis Dewan Guru Besar (DGB) IPB
Dalam Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Ketua Komisi B – Dewan Guru Besar IPB)

PENTINGNYA KARAKTER, JATI DIRI DAN BUDAYA UNGGUL

Karakter, jatidiri dan budaya unggul bangsa Indonesia pada masa-masa terakhir ini kurang kuat diyakini dan tidak tercermin dalam pola pikir, sikap dan perilaku bangsa kita. Karena itu pendidikan karakter bangsa perlu dilakukan sebagai upaya untuk merevitalisasi kembali karakter dan budaya unggul bangsa Indonesia. Dalam menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, kita perlu mengenang kembali Ki Hajar Dewantoro, bapak pendidikan Indonesia. Beliau telah menyatakan bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak bangsa. Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati untuk membentuk bangsa yang berkarakter. Bangsa yang berkarakter unggul adalah bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan-teknologi-seni (IPTEKS) yang semuanya dijiwai oleh iman dan taqwa (IMTAQ) kepada Tuhan yang Maha Esa.
Pendidikan karakter dilakukan di sekolah sejak dimulai masa TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, lingkungan keluarga dan masyarakat melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, dan oleh raga agar terbentuk karakter jujur, bertanggung jawab, peduli, saling menghargai dan tangguh sebagai pilar kebangkitan bangsa, meraih prestasi tinggi, dan menjunjung tinggi budi pekerti. Prinsip pengembangan karakter adalah: ketersediaan role model, dilakukan secara terus menerus (continuous dan istiqomah), ditanamkan bukan diajarkan, memerlukan latihan, memerlukan proses refleksi.

PENDIDIKAN TINGGI DAN MARTABAT BANGSA

Pendidikan tinggi merupakan pendidikan pada tingkat adiluhung, tetapi tidak pada posisi menara gading, ia harus membumi karena itu lembaga pengampunya harus memiliki jati diri. Jati diri adalah semacam moral publik yang menjadi pegangan kehidupan orang perorang dalam suatu bangsa, ditentukan oleh keragaman sejarah dan tradisi dan konsekuensinya. Pendidikan tinggi yang pas di Indonesia adalah pendidikan yang berasaskan Pancasila, menjunjung tinggi etika akademik, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan, dan selalu berupaya memajukan, memelihara dan mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berapresasi budaya melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan tinggi berfungsi sebagai tempat mencari kebenaran ilmiah, menemukan, memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan, serta pusat penguasaan dan pengembangan teknologi dan seni di bidang keilmuan yang diampu oleh masing-masing universitas, serta berusaha memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni tersebut bagi kesejahteraan manusia.
Pendidikan tinggi bertanggung jawab dalam membangun jatidiri anak bangsa, perlu memperhatikan akar masalah yang melandasi beragam ketidakadilan dan salah urus pengelolaan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya ekonomi, sumberdaya budaya, sumberdaya sosial-politik, dan sumberdaya lainnya yang menyebabkan keterpurukan bangsa dan negara. Pendidikan tinggi harus mampu membalik keterpurukan mental anak bangsa dalam beragam tindakan amoral, seperti korupsi dan tindakan kejahatan lainnya. Sebaliknya pendidikan tinggi bisa mewujudkan jati diri semacam moral publik yang menjadi pegangan kehidupan orang perorang dalam suatu bangsa, ditentukan oleh keragaman sejarah dan tradisi dan konsekuensinya. Sebagai contoh, IPB sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang pertanian harus mampu menghasilkan calon-calon pemimpin bangsa, pemimpin Negara yang berdedikasi pada pembangunan pertanian dalam arti luas, termasuk di dalamnya pengembangan potensi biodiversitas, yang dapat memperjuangkan peran penting dan keunggulan sektor pertanian dan petaninya, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Alumni IPB juga wajib memahami politik pertanian, sehingga di mana pun mereka berada akan selalu member advokasi di bidang pertanian, mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat dan benar bagi pembangunan dan pengembangan sektor pertanian yang dapat mengangkat derajat bangsa dan Negara agraris maritim. Alumni diharapkan mampu berkembang dan memperbaiki lingkungan, memiliki keberpihakan pada pembangunan pertanian dalam arti luas dan kehidupan petani, menghargai kearifan lokal dan mampu berkomunikasi dan memiliki kekuatan untuk mewujudkan pertanian sebagai sokoguru pembangunan nasional. Dengan bekerjanya alumni IPB diberbagai bidang merupakan potensi besar dan diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun keberpihakan terhadap pembangunan pertanian dan petani. Hal ini menjadi perhatian utama IPB ke depan untuk memperbaiki sistem pendidikan yang berkarakter (HSA).

Bogor, 30 April 2014
Disiapkan oleh Komisi B (Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis) DGB IPB bekerjasama dengan Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB, dan Kantor Hukum, Promosi dan H IPB

 

PENDIDIKAN IPB DAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Ketua Senat Akademik IPB)

IPB telah dan terus memberikan kontribusi iptek dan sumberdaya manusia handal pada bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. Proses pendidikan diarahkan utk menjadi insan Indonesia yg unggul, kompetitif dan produktif dan profesional utk kemajuan Indonesia. Pengembangan bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika yg menjadi pola ilmiah pokok IPB merupakan fokus utama pengamalan iptek civitas academica dan alumni. Pembangunan Nasional telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam satu dekade terakhir tumbuh antara 4,63 – 6,49% memberikan ilustrasi secara global, angka yg bagus dari sisi agregat tersebut perlu dikoreksi krn dari sisi kesenjangan pendapatan meningkat dari 0,329 th 2002 menjadi 0,413 pd th 2013. Dng demikian maka pembanunan tdk hanya pertumbuhan ekonomi semata ttp perlu diperhatikan banyak aspek kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan. Peran SDM dan iptek yg disumbangkan oleh Perguruan Tinggi di Indonesia dalam pembangunan sangat signifikan. Keberhasilan setiap sektor dalam pembangunan tdk sepenuhnya ditentukan oleh pendidikan tinggi namun kebijakan negara dari kementerian dan lembaga negara maupun swasta sangat menentukan bg keberhasilan pembangunan nasional. Dengan demikian konvergensi antara pendidikan tinggi (PT). dan kebijakan pembangunan akan sangat menentukan keberlanjutan pembangunan yg menyejahterakan dan kemakmuran negara. Sebagai ilustrasi ketidak berpihakan negara pada sektor pertanian, industri mobil, elektronik dan beberapa sektor yg komponen impornya tingi tdk sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT tetapi peran kebijakan pembangunan yg ditetapkan oleh negara lebih menentukan. Dengan demikian kalau suatu sektor impornya tinggi bukan berarti PT tdk berperan namun hasil kerja keras PT dari iptek dan SDM belum didukung oleh keberpihakan kebijakan pembangunan. Sinergi Kebijakan Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Pembangunan nasional harus segera menjadi prioritas Presiden Terpilih 2014 agar kepentingan nasional adalah keharusan dlm setiap kebijakan nasional dan daerah. IPB telah mulai mempersiapkan visi menjawab tantangan pembangunan pada 100 thn Indonesia Merdeka dengan menyusun Arsitektur Akademik IPB 2045, Dalam rangka menyusun dokumen penting tersebut IPB mengharapkan masukan dari segenap lapisan masyarakat. Komitmen IPB pada bangsa dan negara serta kemakmuran rakyat Indonesia selalu menjadi prioritas pengabdian IPB.

 

Pengantar Temu Media oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Pengantar Temu Media oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sedang menyampaikan pemikirannya tentang pendidikan tinggi

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sedang menyampaikan pemikirannya tentang pendidikan tinggi

Penyampaian pemikiran Guru Besar IPB, Prof. Dr. MA Chozin

Penyampaian pemikiran Guru Besar IPB, Prof. Dr. MA Chozin

Prof. Dr. Roedhy Poerwanto dan gagasan-gagasannya

Prof. Dr. Roedhy Poerwanto dan gagasan-gagasannya

Sessi pertanyaan-pertanyaan dari para jurnalis

Sessi pertanyaan-pertanyaan dari para jurnalis

Interaksi dalam sessi tanya jawab antara jurnalis dan para narasumber

Interaksi dalam sessi tanya jawab antara jurnalis dan para narasumber

Link ke berita:

http://www.antaranews.com/berita/432153/ipb-pendidikan-tinggi-harus-perhatikan-beragam-ketidakadilan

 

Prof. Hadi Susilo Arifin, coordinator of “Sustainable Landscape Management” and “Landscape Ecology” courses invited a speaker as guest lecturer for both courses of “Sustainable Landscape Management” and “Landscape Ecology”.

Speaker: Dr Wahyu Dwianto, M.Agr.

Institution: Puslit Biologi – LIPI- Cibinong Science Center

Topic: Management & Conservation of Biosphere Landscape Click this topic to have the material of guest lecture

Day/Date: Monday/ April 14, 2014

Time: 09:00 – 12:00

Venue: ARL Master Program Class Room – Wing 20, Level IV Department of Landscape Architecture, Faculty of Agriculture, IPB

Participants Master Students of Graduate School of IPB:

1. 22 Students of Landscape Architecture (MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan) included 3 students (MK Ekologi Lanskap)

2. 10 Students of Natural Resources & Environmental Management (MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan)

3. 5 Students of Biodiversity Conservation (MK Ekologi Lanskap)

4. Other participants from varies study program of SPS IPB

 

Prof. Hadi Susilo Arifin (Host) and Dr Wahyu Dwianto (Guest Lecturer)

Prof. Hadi Susilo Arifin (Host) and Dr Wahyu Dwianto (Guest Lecturer)

Master students of Landscape Architecture, Natural Resources & Environmental Management, and Biodiversity Konservation Study Programs

Master students of Landscape Architecture, Natural Resources & Environmental Management, and Biodiversity Conservation Study Programs

 

Group picture of Studium Generale: Sustainable Landscape Management and Landscape Ecology

Group picture of Studium Generale: Sustainable Landscape Management and Landscape Ecology

Next Page »

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE