17 Responses to “Academic”

  1. Arif Delviawan Says:

    Nama : Arif Delviawan
    Nim : E24110002
    Kelas : P 14
    MK : Pengantar Ilmu Pertanian

    Pertanyaan tugas:
     Coba anda uraikan pengalaman anda yang pernah anda alami yang mencerminkan salah satu dari ciri ilmuan !

    Jawaban :
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Baiklah saya akan mencoba menceritakan pengalaman yang pernah saya alami dimana pengalaman itu mencerminkan salah satu dari ciri ilmuan. Sebelumnya saya jelaskan terlebih dahulu bahwa saya adalah mantan ketua kelas dari kelas XII IPA 3 SMAN 1 Bengkulu Selatan. Kelas kami terletak di dekat kantin sekolah, yang secara otomatis sering dijadikan tempat lewat oleh anak-anak kalau akan pergi ke kantin.
    Langsung saja, pada saat itu kebetulan bertepatan dengan cuaca musim penghujan. Dan suatu hari saat saya dan teman-teman satu kelas sedang fokus belajar mata pelajaran matematika. Tiba-tiba konsentrasi kami semua beralih ke depan pintu. Dengan jalan yang penuh wibawa kepala sekolah masuk dan mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum ….”. serentak kami semua menjawab, “walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh”.
    “maaf, siapa ketua kelas ini?” Tanya pak kepala lebih lanjut. Dengan sigap saya menjawab sambil mengacungkan jari telunjuk, “saya pak. Ada apa ya?”. Saya maju dan menghampiri bapak dengan gugup. “ini kenapa lantai depan kelas kalian bisa kotor seperti ini?” Tanya bapak dengan suara agak keras. Ternyata si bapak marah karena lantai depan kelas kami begitu kotor bekas injakan sepatu.
    “maaf pak, sekarang kan musim penghujan. Jadi wajar saja kalau lantainya bisa kotor seperti ini, kan kelas kami tempat lewat untuk pergi ke kantin” , jawab saya membela. “saya tidak mau tahu, pokoknya ketua kelas dan perangkat kelas lainnya harus bertanggung jawab membersihkan ini semua !” perintah bapak kepala sekolah.
    Akhirnya saya dan perangkat kelas lainnya bersama-sama membersihkan lantai yang kotor itu dengan cara menyapu dan mengepelnya. Sedangkan teman-teman yang lain tetap melanjutkan pelajaran matematika yang tadi sempat terhenti sejenak.
    Di sini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa saya telah melakukan hal yang mecerminkan ciri ilmuan. Dimana sebagai ketua kelas saya mesti bertanggung jawab atas kesalahan yang sebenarnya bukan dikarenakan ulah saya maupun teman-teman sekelas kami lainnya. Begitu juga halnya dengan ilmuan yang harus bertanggung jawab penuh atas apa yang telah diperbuatnya, maupun atas semua karya yang telah dibuatnya.
    Demikian yang bisa saya uraikan, lebih dan kurang saya mohon ma’af. Dan ada sebuah pantun dari saya.
    Jalan-jalan ke Darat Sawah
    Sampa di sana ketemu ular
    Jangan marah kalau ada salah
    Harap maklum lagi belajar
    Akhir kata, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  2. Ridhana Dwi Meilita Says:

    Nama: Ridhana Dwi Meilita
    NIM : C14110068
    Kelas: P13
    MK: Pengantar Ilmu Pertanian

    Assalamu ‘alaikum wr.wb
    Entah cerita saya ini bisa termasuk ciri ilmuwan atau tidak.
    Awal cerita, waktu itu saya masih SD. Saat itu saya berkunjung ke rumah saudara yang di Jakarta. Siang hari saya bermain sepeda mengelilingi kompleks dekat situ. keluar dari gang rumah, saya belok kiri dan mengelilingi hingga beberapa kali putaran.
    Saat itu saya bosan ke arah situ-situ saja. Akhirnya, saya memutuskan untuk ganti arah, ketika keluar gang rumah sayabelok kanan. Ketika saya berada di perempatan jalan, saya bingung harus ke arah mana lagi. Saat itu saya mau nangis, takut jadi ‘anak hilang’ dan tidak bisa pulang ke rumah.
    dan akhirnya, dengan mata berkaca-kaca, saya putar balikke arah jalan yang tadi saya sudah lewati. Alhamdulillah, sampai juga di rumah saudara saya lagi.
    *mungkin cerita ini mirip dengan cerita gurubesar matematika berkebangsaan Belanda yang ada dalam buku PIP.
    Wassalamu ‘alaikum wr.wb

  3. Angitia Kesuma Widiaswara Says:

    Nama : Angitia Kesuma Widiaswara
    NIM : A34110090
    Kelas : P14
    MK : Pengantar Ilmu Pertanian

    Assalamualaikum wr.wb

    Ini adalah salah satu pengalaman pribadi saya, tetapi saya tidak tahu ini ada kaitannya dengan ciri seorang ilmuwan atau tidak. Namun, saya akan coba menceritakannya.
    Cerita berawal saat ujian praktek akhir saat di SMA. Waktu itu adalah jadwal ujian praktek seni rupa. Rasanya saya tidak ingin mengikuti ujian ini sebab saya tidak memiliki keahlian dalam bidang seni rupa ataupu melukis. Dengan penuh keraguan dan takut untuk melukis saya mencoba sekedar membuat sketsa sebelum saya memulai.
    waktu yang diberikan untuk mengerjakan tugas tersebut hanyalah 90menit, tapi 30menit sudah terbuang percuma karena saya tidak tahu harus melukis apa. Saya mencoba meminta pertolongan kepada teman saya tetapi saya berfikir, “kalau tugas saya dikerjakan oleh orang lain berarti sama saja saya berbuat curang dan itu bukan nilai murni saya”. Alhasil, saya mencoba memulai melukis pantai salah satu tempat favorit saya.
    Pelan tapi pasti saya mulai mengerjakan tugas tersebut. Mungkin hasil gambaran saya tidak sebagus milik orang lain. Waktu yang tersisa hanyalah kurang dari 1jam, saya berusaha dengan semampu saya dan pada akhirnya tugas ujian praktik itu selesai dengan tepat waktu.
    Saya berfikir, ‘jika kita menyerah diawal sebelum kita mencoba pasti kita tidak akan merasakan kepuasan dalam hati kita, sedangkan jika kita mau berusaha dan tidak berputus asa kita akan merasakan kepuasan hati yang luar biasa.’
    Meskipun hasil lukisan saya tidak begitu sempurna, tapi saya bangga karena itu hasil kerja saya sendiri meskipun diawalnya saya sudah merasa pesimis dan berputus asa.

    Mungkin sekian cerita pengalam pribadi saya. Mohon maaf apabila ada salah kata..
    Wassalamualaikum wr.wb

  4. Ridhana Dwi Meillita Says:

    Nama : Ridhana Dwi Meilita
    NIM : C14110068
    Kelas : P13
    MK :PIP

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Entah cerita saya ini berpadanan dengan ciri seorang ilmuwa atau tidak.
    Awal cerita, waktu itusaya masih SD. Saat itu saya berkunjung ke rumah saudara di Jakarta. Siang hari saya bermain sepeda mengelilingi kompleks dekat situ. Keluar darib gang rumah, saya belok kiri dan berkeliling hingga beberapa putaran.
    Saat itu, saya bosan ke arah situ-situ saja. Akhirnya saya memutuskan untuk ganti arah, ketika keluar gang rumah saya belok kanan. Ketika saya berada diperempatan jalan, saya bingung harus belok ke arah mana lagi. Saat itu saya mau nangis, takut jadi ‘anak hilang’ dan tidak bisa pulang ke rumah.
    Dan akhirnya,dengan mata berkaca-kaca, saya putar balik ke arah jalan yang tadi saya sudah lewati. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di rumah saya lagi.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  5. lusi diani Says:

    Nama : Lusi Diani
    NIM : A44110005
    Kelas : P03
    MK : PIP

    Assalamualaikum wr.wr
    sala satu pengalaman saya yang mencirikan salah satu ciri ilmuwan yaitu ketika ibu saya membeli tanaman hias untuk disimpan dihalaman rumah ketika itu saya tidak tahu apa nama tanaman tersebut hanya ibu saya menyebutnya “kembang dolar” memang tanamannya itu berbentuk seperti uang yang hanya terdiri daun saja yang menjulang tinggi dan tersusun rapi pertangkainya. Ketika itu ibu menyimpannya dibawah terik matahari setelah beberapa minggu tanaman tersebut tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan dan daunnya pun menguning, lalu dengan inisiatif kami memindahkan tanaman tersebut diteras rumah dan tidak terkena sinar matahari. Ternyata tanaman tersebut mengalami pertumbuhan yang pesat dan warna daunnya pun bagus. dari situ timbul pertanyaan “kok tumbuhan yang disimpan ditempat yang redup atau tidak terkena cahaya dapat tumbuh lebih cepat dibanding dengan yang terkena cahaya?” ketika itu tepat sekali dengan pembahasan materi biologi saya disekolah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan yaitu faktor internal dan eksternal. menurut saya faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut yaitu hormon auksin yang bekerja yaitu hormon yang merangsang pemanjangan batang, pertumbuhan diferensiasi, percabangan akarperkembangan buah, dorminasi apikal, fototropisme serta geotropisme. Lalu faktor eksternalnya yaitu cahaya matahari, cahaya matahari menghambat pertumbuhan memanjang tumbuhan sebab sinar utraviolet menghambat pembentukan enzim pembentuk hormon auksin. Jadi sekarang saya tau mengapa tumbuhan yang disimpan ditempat tanpa cahaya pertumbuhannya lebih cepat dibanding dengan yang disimpan ditempat yang memiliki cahaya.
    Wassalamualaikum wr.wb

  6. listihani Says:

    Nama:Listihani
    NRP:A34110049
    Kelas:P04
    MK:PIP

    Assalamualaikum wr.wb.
    “TIDAK MUDAH PUTUS ASA”
    saya,salah satu sikap ilmuwan yang saya miliki adalagi,saya tidak mudah putus asa.Karena dahulu pada waktu kelas 11 saya pernah melakukan percobaan Bioteknologi,saya membuat telur asin.Telur asin tersebut dibuat dengan berbagai jenis rasa.Rasanya yaitu ada yang pedas, yaitu adonannya dicamrur sama cabai yang sudah dihaluskan,lalu rasa buah-buahan,yaitu buah nanas,buah semangka.selain itu juga rasa coklat.Cara pembuatannya yaitu pertama-tama abu yang halus dicampur dengan tumbukan bata yang halus lalu diaduk dikasih air sedikit,kemudian dicampur sama garam yang sudah ditumbuk dengan halus.Tapi garamnya yang dari panennya langsung supanya telurnya bisa c epat jadi telur asin dan hasilnya maksimal,sedangkan kalau pakai garam yang sudah ada campurannya yodium maka pengasinan telur akan lama.langkah kedua yaitu adonan tadi dicampur dengan cabe yang sudah dihaluskan lalu telur bebek dioles-olesin sama adonan tadi.terus ditutup dalam wadah.Caranya sama juga pada adonan nanas maupun coklat.setelah tiga hari ternyata dari empat percobaan yang saya lakukan yang berhasil hanya dua saja,yaitu telur asin saja sama telur asin pedas.minggu berikutnya saya mengulangi percobaan membuat telur asin rasa nanas dan coklat,ternyata hasilnya zero.saya masih penasaran dengan telur asin rasa buah dan coklat.minggu berikutnya lagi saya melakukan pengujian seperti minggu sebelumnya,tapi kali ini beda yaitu dengan perbandingan buah nanas dan coklat 2 kali adonan yang kemarin,akhirnya saya bisa menemukan telur asin rasa nanas,dalam waktu seminggu.Walaupun sampai sekarang saya belum berhasil menemukan telur asin rasa coklat,tapi sampai sekarang saya masih berusaha melakukan uji coba rasa coklat,maupun rasa yang lainnya.
    “PERTANIAN INDONESIA HEBAT”
    Tolong dicoment ya pak?biar ada kritik untuk lebih maju lagi.makasih………..
    Wassalamualaikum wr.wb.

  7. Hadi Susilo Arifin Says:

    Nama : Arif Delviawan
    Nim : E24110002
    Kelas : P 14

    Nama: Ridhana Dwi Meilita
    NIM : C14110068
    Kelas: P13
    MK: Pengantar Ilmu Pertanian

    Nama : Angitia Kesuma Widiaswara
    NIM : A34110090
    Kelas : P14

    Nama : Ridhana Dwi Meilita
    NIM : C14110068
    Kelas : P13

    Nama : Lusi Diani
    NIM : A44110005
    Kelas : P03

    Nama:Listihani
    NRP:A34110049
    Kelas:P04

    Untuk memberi komentar CIRI2 ILMUWAN sebaiknya bukan pada laman “Academic” ini, tetapi pada Laman “Student Activities” dan Anda masuk pada posting penugasan tersebut.

    Selamat Belajar,
    Hadi Susilo ARIFIN

  8. Ayyi' Ahmad Says:

    Ayyi’ Ahmad A
    A44100064
    Arsitektur Lanskap 47

    Q : kenapa jalan raya di Bogor banyak pertigaan ?

    A : menurut analisis saya pak,dulunya jalan di bogor ini sanga luas, sedikit belokan dan banyak perempatan. nah seiring bertambahnya kepadatan penduduk dan tempat tinggal. lama kelamaan bangunan2 tersebut berdiri semakin dekat ke jalan dan banyak menutup jalan yang ada. untuk lebih jelasnya simak gambar berikut ni :

    atau klik ini

    http://tynipic.com/viewer.php?id=klz1316348372u.JPG

    demikian pak analisis gampang – gampangan saya..mohon maaf kalo dikira ngasal n gambarnya ga jelas.tapi sejujurnya saya sepenuh hati dalam mengerjakannya.

    thanks for youy attention :)

  9. Fadly W Adisti Says:

    Fadly W Adisti
    A24100070

    Pengelolaan Lanskap
    ARL 412

    Kenapa bangunan di Indonesia mudah sekali rusak? mudah sekali terdegradasi?
    mudah sekali kusam? dan mudah sekali kotor karena becek?

    1. Mayoritas akan menjawab Karena Kesalahan Perencaan dan Pemeliharaan suatu tapak tersebut, misal cat tembok yang rembes air, lapisan besi yang mengelupas, dan lumut menggempur tanah.

    padahal, terlepas dari konsep Perencanaan dan Pemeliharaan yang optimal, ada beberapa faktor yang saya rasa dari hasil analisa,
    ternyata tidak dapat kita pungkiri bahwa hal tersebut berperan sangat besar.

    a. Iklim, iklim di Indonesia tergolong iklim yang sangat basah, lihat saja curah hujan yang ada di Indonesia, sehingga suatu tapak perkerasan akan mudah sekali rusak, karena daya rekat semen akan tergerus, hingga tidak mampu lagi menempel, jadilah perkerasan itu lubang.

    selain itu adalah Sinar Matahari,
    Intensitas Penyinaran di Indonesia tergolong sangat panjang, hingga 12 jam setiap hari, selama 1 tahun penuh, yang artinya 356 hari
    Hal ini membuat sistem bangunan di Indonesia mudah sekali terpapar suhu tinggi, yang mana kita ketahui bahwasanya Suhu tinggi mampu merusak sistem ikatan kimia suatu molekul.
    Misal besi yang mudah sekali rusak karena cahaya matahari yang panjang

    (terlepas dari Penghindaran dengan antisipasi cat pelapis dan pelindung bangunan)

  10. Hadi Susilo Arifin Says:

    Sdr Fadly… Ada hal yang perlu saya sampaikan, sbb.:

    1. Respon Saudara sangat terlambat, seharusnya 2 tugas dismpaikan melalui blog ini pada tanggal 07-14 Sept. 2012, dan antara 14-21 September 2012. Tetapi Sdr baru mempostingkan komentar pada hari ini, 9 Nopember 2012.

    2. Posting seharusnya dilakukan dengan memberi komentar 2 x praktikum pada Minggu I dan Minggu II pada link sbb: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2012/09/07/practice-course-landscape-management/
    Tetapi Saudara merespon pada link ACADEMIC. Ini adalah hal yang salah, karena topik jawaban SAaudara juga tidak nyambung.

    Dikarenakan kedua hal di atas. Saya menganggap sampai dengan sangat ini Saudara lalai mengerjakan kedua tugas praktikum Minggu I dan Minggu II tersebut. Demikian saya sampaikan dan harap dimaklumi.

    Kordinator MK Pengelolaan Lanskap,
    Hadi Susilo ARIFIN

  11. Bagustio Ardhitya (A44090032) Says:

    Assalamuallaikum Wr Wb
    Menanggapi kajian persentasi tentang Hutan kota, menurut saya permaalahan penting yang ada pada hutan kota Indonesia adalah pada sang pengelolanya yaitu pada stakeholder yang memegang peran dalam hutan kota ini dalam hal ini yaitu pemerintah. Dari segi aspek legal, definisi terkini dalam peraturan pemerintah memberikan gambaran bahwa ketidak update-an pemerintah terhadap kondisi saat ini kondisi global pada umumnya yang dapat mempengaruhi betapa pentingnya hutan kota. Pembenahan hutan kota mulai dari definisi supaya masyarakat tsecara jelas mengetahui hutan kota secara keseluruhan lalu selanjutnya hanya tinggal pelaksanaan nyata yang di pandu pemerintah selalu dan para ahli.

  12. ERNIKAWATI Says:

    SINOPSIS

    PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KUALITAS
    ESTETIKA DAN EKOLOGI PADA
    JALUR WISATA ALAM
    TAMAN NASIONAL GEDE PANGRANGO
    Program Studi Konservasi Biodiversitas Tropika, Ernikawati E351140181, Pascasarjana Institut Pertanian Bogor 2015. Email Ernikawatimikha@gmail.Com
    Letak , Luas dan Aksesibilitas
    Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) secara geografis terletak di titik 106051’-107002’ BT dan 6041’-6051’ LS. Kawasan ini terbagi ke dalam tiga wilayah administratif, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Kawasan TNGP mempunyai luas 15 196 Ha terdiri dari zona inti seluas 14 379.5 Ha, zona rimba seluas 651.5 Ha dan zona pemanfaatan seluas 275 Ha (Haris, 2001). Kawasan TNGP berbatasan langsung dengan hutan produksi perum Perhutani, PT Perkebunan Nusantara XII, dan tanah milik masyarakat. Aksesibilitas ke dalam kawasan ini mudah, karena kawasan ini dikelilingi jalan raya propinsi penghubung kota Bogor-Cianjur dan kota Bogor–Sukabumi- Cianjur. Kondisi sarana jalan dari jalan raya propinsi ke arah pintu gerbang cukup bagus dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Jumlah pintu gerbang utama untuk masuk ke dalam kawasan tersebut ada tiga, yaitu pintu gerbang Cibodas, pintu gerbang Gunung Putri, dan pintu gerbang Selabintana (Haris, 2001).
    Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) adalah salah satu tempat rekreasi untuk masyarakat luas. Lokasinya berada di Propinsi Jawa Barat, dan termasuk dalam tiga kabupaten, yaitu: Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi (Haris, 2001). Taman nasional ini menjadi salah satu tempat rekreasi pilihan bagi sebagian besar masyarakat, terutama yang tinggal di kota-kota di dekat TNGP. Kegiatan rekreasi alam oleh pengunjung TNGP antara lain pendakian gunung dan berkemah. Kegiatan pendakian gunung menjadi pilihan para pengunjung karena dapat memberikan suatu pengalaman berbeda dari bentuk kegiatan rekreasi alam lainnya. Pengunjung menyukai kegiatan ini karena tantangannya, pemandangan yang indah di sepanjang jalur, dan manfaat pelajaran tentang hidup di alam.
    Potensi kegiatan rekreasi alam yang dapat ditawarkan pada setiap tempat berbeda, karena karakteristik masing-masing tempat berbeda termasuk dalam hal ekologi dan kualitas visualnya. Karakter ekologi dan kualitas visual yang unik dapat memberi nilai tambah dan daya tarik tersendiri dari suatu kawasan, karena menjanjikan suatu pengalaman yang berbeda pula bagi pengunjung. Taman Nasional Gede Pangrango memiliki karakteristik kawasan yang unik, baik dari segi ekologi maupun kualitas visualnya. Taman Nasional Gede Pangrango memiliki karakteristik kawasan yang unik, baik dari segi ekologi maupun kualitas visualnya. Kedua faktor ini menentukan penilaian potensi penyediaan rekreasi pada taman nasional.
    Pelestarian alam merupakan upaya penting dalam memelihara keberlanjutan sumberdaya alam. Jaminan keberlanjutan alam menjadi inti dari konsep pembangunan berkelanjutan, yaitu bentuk pengelolaan dan pemanfaatan alam yang menekankan pada asas manfaat jangka panjang. Pemanfaatan alam bukan menjadi milik generasi sekarang, tetapi juga menjadi milik generasi mendatang, sehingga sumberdaya alam harus tetap lestari. Untuk itu setiap bentuk pemanfaatan alam harus berpegang pada asas pelestarian, tidak terkecuali pada taman nasional (Soemarwoto, 1991; Turner et al. 2001).
    Penilaian ini sejalan dengan konsep lanskap ekologis sekaligus estetik yang sesuai dengan isu pembangunan yang berkelanjutan. Hal yang ingin dicapai darinya sangat jelas, yaitu terwujudnya keselarasan kepentingan manusia dengan kelestarian alam. Menurut Thorne dan Huang (1990) dasar konsep ini adalah evaluasi pola spasial tapak serta pengaruhnya terhadap integritas ekologi lanskap dan daya tarik estetik. Lebih lanjut dijelaskan dua langkah pokok penerapan konsep tersebut adalah evaluasi kualitas lingkungan, yaitu: kualitas lingkungan fisik, bentuk teknologi dan budidaya, serta evaluasi daya tarik estetik, yaitu: penilaian oleh indera manusia, arti simbolik tapak, dan nilai positif emosional lokasi/tapak.
    Tujuan pengunjung yaitu Untuk mengkaji karakteristik pengunjung bagaimana kualitas estetika dan kualitas ekologi serta hubungan antara keduanya pada jalur wisata alam Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP). Sedangkan manfaatnya untuk Dapat dijadikan masukan bagi para pihak yang terkait dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan dan sebagai sumbangan pengetahuan bagi dunia akademik utamanya. Taman nasional merupakan kawasan dengan ekosistem yang masih asli dan fungsi utamanya untuk pelestarian alam. Secara umum taman nasional dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Untuk mendukung berbagai kegiatan pemanfaatan tersebut dan menghindari terjadinya tumpang tindih kegiatan, maka pengelolaan taman nasional harus berdasarkan sistem zonasi (Undang-Undang RI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem).
    Tujuan dan Pengelolaan Taman Nasional
    Pemanfaatan taman nasional harus dengan pengelolaan yang baik dan jelas. Menurut Miller (1978) tujuan yang harus dijadikan pedoman dalam
    pengelolaan taman nasional adalah :
    1. Untuk memelihara unit-unit biotik utama untuk melestarikan fungsinya dalam ekosistem
    2. Untuk menjaga keanekaragaman hayati dan hukum lingkungan
    3. Untuk melindungi kekayaan sumberdaya plasma nutfah
    4. Untuk memelihara obyek, struktur dan tapak peninggalan atau warisan kebudayaan
    5. Untuk melindungi panorama alam yang indah
    6. Untuk memfasilitasi kegiatan pendidikan, penelitian dan pemantauan lingkungan di dalam areal alamiah
    7. Untuk menyediakan fasilitas kegiatan rekreasi dan wisata
    8. Untuk mendukung pembangunan atau pengembangan daerah pedesaan dan penggunaan lahan marginal secara rasional
    9. Untuk memelihara produksi dan kelestarian daerah aliran sungai
    10.Untuk mengendalikan erosi dan pengendapan serta melindungi investasi daerah hilir

    Topografi dan Geologi
    Menurut Haris (2001) topografi kawasan ini bervariasi, terdiri dari lahan datar, dataran tinggi, dan bukit sedang sampai terjal. Ketinggian kawasan ini berada pada 1000-3019 m dpl dan puncaknya merupakan daerah tertinggi di Propinsi Jawa Barat. Gunung Gede Pangrango termasuk dalam rangkaian jalur gunung berapi dari pulau Sumatera sampai Nusa Tenggara. Geologi kawasan ini berupa batuan vulkanik seperti andesit, tuff, basalt, lava breksi, breksi mekanik dan proklastik. Jenis tanahnya adalah:
    1. Tanah regosol dan litosol terdapat pada lereng pegunungan yang lebih tinggi dan berasal dari lava dan batuan hasil kegiatan gunung berapi. Jenis tanah seperti ini sangat peka terhadap erosi.
    2. Tanah asosiasi andosol dan regosol terdapat pada lereng gunung yang lebih rendah dan agak peka terhadap erosi. Jenis ini mengalami pelapukan lanjut
    3. Tanah latosol coklat terdapat pada lereng paling bawah. Tanah ini mengandung liat dan lapisan subsoilnya gembur, mudah ditembus air, serta lapisan bawahnya yang mudah melapuk. Tanah seperti ini sangat subur dan dominan, serta agak peka terhadap erosi.

    Iklim dan Hidrologi
    Iklim di kawasan ini berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Fergusson termasuk tipe iklim A, dengan nilai Q berkisar antara 11.30%-33.30%. Suhu udara berkisar antara 100-180 C. Kelembaban relatif sepanjang tahun berkisar dari 80%-90%. Daerah ini termasuk daerah terbasah di pulau Jawa dengan rata-rata curah hujan tahunan 3 000-4 200 mm. Bulan basah terjadi pada bulan Oktober–Mei, dengan rata-rata curah hujan bulanan 200 mm. Bulan kering biasanya terjadi pada bulan Juni-September dengan rata-rata curah hujan bulanan kurang dari 100 mm (Haris, 2001). Kawasan Gunung Gede Pangrango memiliki banyak sumber air. Sumber air tersebut mengalir dan bersatu membentuk sungai-sungai besar di sekitar kawasan tersebut. Terdapat 60 aliran sungai besar dan kecil, yang berhulu di Gunung Gede dan Pangrango. Dua puluh sungai mengalir ke Kabupaten Cianjur, 23 sungai mengalir ke Kabupaten Sukabumi, dan 17 sungai mengalir ke Kabupaten Bogor. Pada lereng Utara Gunung Gede beberapa aliran sungai kecil bersatu membentuk air terjun besar Cibeureum. Aliran dari air terjun besar Cibeureum mengalir ke rawa Gayonngong dan ke Telaga Biru. Disamping Cibeureum, terdapat juga beberapa air terjun lain yang pada akhirnya bersatu dalam aliran sungai Cipanas dan sungai Citarum yang mengalir ke arah Utara nmenuju laut Jawa. Di lereng Selatan Gunung Gede Pangrango aliran-aliran sungai bersatu membentuk sungai Cimandiri di Sukabumi yang bermuara di Pelabuhan Ratu. Aliran-aliran air di lereng Barat laut Gunung Pangrango mengalir ke sungai Cisarua dan Cinegara yang merupakan sumber air bagi sungai Ciliwung dan Kali Angke yang bermuara di teluk Jakarta (Haris, 2001).
    Vegetasi
    Jenis vegetasi di kawasan taman nasional sangat beranekaragam. Secara umum jenis vegetasi tersebut dapat di bagi dalam tiga zona hutan (Haris, 2001). Urutan ketinggian dari ketiga zona hutan tersebut adalah zona hutan Perum Perhutani, zona hutan Montana, dan zona hutan Sub Alpin. Menurut Riatmo (1989) karakteristik masing-masing zona adalah:
    1. Hutan Sub Montana
    Zona ini dapat dikategorikan ke dalam hutan sub montana. Zona ini merupakan batas terluar taman nasional. Hutan di kawasan ini berupa hutan produksi monokultur dari jenis rasamala (Altingia excelsa).
    2. Hutan Montana
    Zona ini dicirikan oleh adanya dominasi pohon bertajuk besar. Pohon pada lapisan atas mempunyai pertumbuhan yang jarang. Sedangkan lapisan tajuk tumbuhan bawah mempunyai pertumbuhan yang rapat. Lapisan tajuk tumbuhan bawah ini berupa semak rendah, sedang dan tinggi.
    3. Hutan Sub Alpin
    Zona ini merupakan zona hutan teratas pada taman nasional. Ciri yang menonjol adalah keanekaragaman tumbuhannya semakin berkurang seiring dengan bertambahnya ketinggian tempat. Kerapatan tumbuhan pada zona ini sangat tinggi.

    Taman nasional TNGP memiliki beberapa flora endemik yang langka dan beberapa tanaman introduksi. Jenis tumbuhan endemik dan langka antara lain anggrek Liparis bilobulata, Malaxis sagittata, Pachicentria varingiaefolia, dan Corrybas mucronatus, sedangkan tanaman yang diintroduksi antara lain Dendrobium jecobsoni, Agathis loranthifolia, Pinus merkusii dan Maesopsis emini. Tanaman introduksi tersebut sengaja dimasukkan oleh para peneliti ke dalam kawasan (Riatmo, 1989).
    Satwa
    Kawasan TNGP mempunyai beberapa jenis satwa, baik dari jenis primata, mamalia, burung, dan bermacam satwa kecil. Beberapa jenis satwa di kawasan TNGP sudah tergolong langka (Riatmo, 1989). Jenis satwa langka antara lain:
    1. Jenis primata seperti Gibbon Jawa (Hylobates moloch) dan Surili Jawa (Dresbytis aygula),
    2. Jenis mamalia seperti macan tutul (Panthera pardus), anjing hutan (Cuon alpinus), dan trenggiling (Manis javanica),
    3. Jenis burung seperti alap-alap (Accipiter soloensis), betet (Lanios scaeh), dan kutilang (Pycnonotus aurigaster).

    Jenis satwa yang populasinya masih banyak antara lain:
    1. Jenis primata seperi kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dan Lutung (Presbytis cristata),
    2. Jenis mamalia besar seperti kancil (Tragulus javanicus), babi hutan (Sus schrofa), dan muncak (Muntiacus muntjak),
    3. Jenis mamalia kecil seperti sigung (Mydaus javanensis), kucing hutan
    (Felix bengalensis), tikus hutan (Rattus lepturus), dan bajing terbang
    (Galeopterus varegatus)

    Evaluasi Kualitas Estetika pada Jalur Wisata Alam TNGP
    Jalur wisata alam TNGP mempunyai tiga pintu masuk, yaitu pintu masuk Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana (Gambar). Pada jalur wisata alam tersebut terdapat pos-pos peristirahatan sementara, dimana pengunjung biasanya berhenti sebentar untuk melepaskan lelah, dan sambil melihat pemandangan alam. Pada pos peristirahatan tersebut dilakukan pengamatan karakteristik kualitas ekologi dan estetiknya. Jumlah pos peristirahatan yang diamati ada 17 buah pos yang berada di sepanjang jalur wisata alam dari ketiga pintu masuk kawasan TNGP. Penilaian kualitas estetika pada jalur wisata alam dengan menggunakan analisis SBE dari penilaian responden terhadap tingkat keindahan lanskap 17 pos melalui presentasi foto. Responden adalah mahasiswa Program Studi Arsitektur Lanskap angkatan 40 yang duduk di semester enam, terdiri atas laki-laki dan perempuan yang berjumlah 46 orang. Hasil analisis SBE pada tujuh belas lanskap pos di jalur wisata alam TNGP mempunyai nilai SBE berkisar 34.22 hingga 133.26 (Lampiran 4). Lanskap yang mempunyai nilai keindahan tertinggi adalah lanskap Puncak dan Kawah Gede (Nilai SBE = 133.26), yang artinya lanskap ini merupakan lanskap yang paling banyak diminati, karena memiliki obyek pemandangan yang unik berupa kawah. Sedangkan lanskap yang mempunyai nilai SBE terendah adalah lanskap Resorcibodas (Nilai SBE = 34.22), dengan demikian lanskap ini merupakan lanskap yang paling tidak disukai, karena terdapat bangunan di tapak yang membuat pemandangan menjadi kurang alami dan unik.

    Puncak dan Kawah Gunung Gede (C2) Resor Cibodas (C8)
    Jalur Cibodas mempunyai kualitas estetik yang tinggi karena pada jalur ini terdapat banyak obyek pemandangan menarik, contoh Puncak Pangrango dan Alun-Alun Surya Kencana. Secara umum, obyek-obyek tersebut merupakan lanskap yang terlihat dominan dan unik. Hal ini juga didukung oleh kondisi di lapangan, di mana pengunjung yang masuk dari jalur Cibodas jumlahnya paling banyak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gunn (1997) bahwa lanskap yang unik dan indah dapat menjadi daya tarik pada suatu tempat wisata. Karena pengunjung yang datang pada umumnya ingin memperoleh pengalaman yang berbeda dan dan dapat menikmati keindahan pemandangan yang alami di tapak.
    Kecenderungan Nilai Estetik pada Tiga Alternatif Jalur
    Kawasan TNGP memiliki tiga pintu masuk, yaitu pintu masuk Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana. Pada umumnya pengunjung masuk ke dalam kawasan melalui salah satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Dengan demikian terdapat tiga alternatif jalur wisata alam di TNGP, yaitu: 1) Jalur Cibodas-Gn. Putri 2) Jalur Cibodas-Selabintana 3) Jalur Selabintana-Gn. Putri

    Gambar 1: Nilai SBE pada Tiga Jalur Wisata Alam
    Sumber: Google (2015)

    Keterangan:
    1) Jalur Cibodas: P (Alun-Alun Surya Kencana), C2 (Puncak dan Kawah Gede), C3 (Puncak Pangrango), C4( Kandang Badak), C5 (Air Panas), C6 (Air Terjun Cibeureum), C7 (Telaga Biru), dan C8 (Resor Cibodas);
    2) Jalur Gunung Putri: P (Alun-Alun Surya Kencana), GP1 (Pos 4 Gunung Putri), GP2 (Pos 3 Gunung Putri), GP3 (Pos 2 Gunung Putri), dan GP4 (Pos 1 Gunung Putri);
    3) Jalur Selabintana: P (Alun-Alun Surya Kencana), S1 (Pos 5 Selabintana), S2 (Pos 4 Selabintana), S3 (Pos 3 Selabintana), S4 (Pos 2 Selabintana), S5 (Pos 1 Selabintana).

    Kelompok Lanskap dengan Kualitas Keindahan Tinggi.
    Masing-masing lanskap pada kelompok ini terlihat unik dan memiliki daya tarik tersendiri, karena memiliki karakteristik yang berbeda. Pertama, pada lanskap Kandang Badak mempunyai karakteristik elemen visual berupa dominasi bentuk pohon yang ramping, tinggi, dan seragam. Pohon tersebut tumbuh dengan jarak yang teratur dan tidak terlalu rapat, sehingga memberikan kesan ruang yang lega dan terbuka. Selain itu, variasi pemandangan berupa tumbuhan paku-pakuan dan beberapa jenis semak dengan bentuk, warna, serta tekstur yang berbeda semakin menambah nilai keindahan tapak. Kedua, pada lanskap Puncak Pangrango dengan karakteristik berupa pohon-pohon yang terlihat teratur, kompak, dan tidak terlalu rapat. Selain itu, terlihat kesan kontras tetapi serasi dari warna merah pada pucuk daun Cantigi Gunung (Vaccinium varingiaefolium) di antara dominasi warna daun yang hijau. Sedangkan dari puncak dapat dilihat pemandangan berupa lanskap pegunungan, dimana terlihat gradasi warna hijau daun pepohonan yang serasi. Ketiga, lanskap Puncak dan Kawah Gede memiliki karakterisik berupa pemandangan dari puncak berupa kawah, pegunungan dan dataran luas yang disebut Alun-Alun Surya Kencana.
    Pemandangan ke arah kawah berupa dinding jurang yang terjal dengan warna batuan putih kecoklatan dan warna merah kecoklatan pada bibir kawah. Sedangkan ke arah Alun-Alun Surya Kencana terlihat dataran luas dengan warna putih kecoklatan dan terang, dan di sekitarnya terdapat hamparan pemandangan tumbuhan Cantigi Gunung (Vaccinium varingiaefolium), Edelweis Jawa (Anaphalis javanica), dan jenis rumput pegunungan. Hamparan tumbuhan Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) itu berubah warnanya dari hijau ke putih pada bulan Agustus-September, dimana perubahan warna ini disebabkan oleh warna bunga putih yang muncul pada bulanbulan tersebut. Keempat, Lanskap Alun-Alun Surya Kencana ini berupa dataran yang luas dan hamparan pemandangan tumbuhan Cantigi Gunung (Vaccinium varingiaefolium) yang diselingi tumbuhan Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) dan jenis rumput pegunungan. Tumbuhan tersebut terlihat tumbuh seragam, teratur, dan kompak. Warna merah pucuk daun Cantigi Gunung dan warna putih bunga Edelweis Jawa memberi kesan warna yang bervariasi. Tapak ini sering menjadi tempat berkemah, karena lahan mempunyai kondisi yang relatif datar dan luas, selain itu juga keberadaan pepohonan di tapak dapat memberikan perlindungan dari bahaya badai dan angin.
    Secara umum lanskap yang mempunyai kualitas keindahan tinggi memiliki karakteristik berupa mosaik vegetasi yang teratur dan tidak terlalu rapat. Karakteristik yang lain berupa variasi warna, bentuk, dan tekstur pada bunga dan tajuk tumbuhan. Kedua karakteristik ini memberikan kesan pemandangan yang kontras dan menarik. Lanskap-lanskap ini juga terlihat menarik karena mempunyai pemandangan yang terlihat dominan, seperti pemandangan kawah di Puncak dan Kawah Gede, dan hamparan pohon Cantigi Gunung (Vaccinium varingiaefolium) dan Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) pada Alun-Alun Surya Kencana. Hal ini membuat lanskap tersebut terlihat harmonis dan menyatu. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Foster (1982) yang menyatakan bahwa kualitas keindahan lanskap yang tinggi berasal dari variasi elemen-elemen di tapak dan kesatuan antar elemen tersebut.

    Gambar 2: Telaga Biru
    Sumber: Geogle (2015)

    Lanskap-lanskap ini memiliki karakteristik elemen fisik utama berupa elemen air. Kehadiran elemen air memberi kesan segar dan dinamis pada tapak. Elemen fisik lainnya berupa vegetasi yang beranekaragam, dan bentuk lahan yang menarik. Keanekaragaman vegetasi membentuk pemandangan dengan variasi warna, bentuk, dan tekstur yang kaya, tetapi tetap tampak indah karena mempunyai komposisi yang tepat dan terlihat kompak. Kekompakan tersebut disebabkan oleh kerapatan tumbuh vegetasi yang tinggi. Selain itu, vegetasi tersusun dalam pola yang khas, yaitu mengikuti bentuk lahan di tapak. Hal ini sesuai dengan pendapat Foster (1982) yang menyatakan bahwa kehadiran elemen air dapat menjadi daya tarik lebih pada tapak.
    Pengamatan terhadap karakteristik kualitas estetik pada kelompok keindahan lanskap tinggi, sedang, dan rendah menunjukkan bahwa karakteristik yang meningkatkan nilai keindahan lanskap adalah dominasi tipe lanskap, keteraturan vegetasi yang tumbuh, dan variasi bentuk, tekstur, dan warna yang tinggi. Karakteristik yang dapat mengurangi nilai keindahan adalah bentu penggunaan lahan yang tidak alami, serta vegetasi yang terlalu rapat dan kurang teratur.

  13. Cheap Private Proxies Says:

    Currently it appears like Drupal is the top blogging platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  14. Mutiara Rizky Raisa Says:

    Mutiara Rizky Raisa (P04 TPB)
    D24160002

    Assalamualaikum Wr.Wb
    1. Bagaimana kesan anda terhadap pertanian setelah mengikuti kuliah pertama Pengantar Ilmu Pertanian?
    jawab :
    kesan pertama saya terhadap mata kuliah PIP akan terasa membosankan. Saya berpikir bahwa akan banyak sekali yang harus dihapalkan dan dimengerti dengan metode membaca. Tetapi, Bapak Hadi dapat merubah presepsi saya mengenai mata kuliah PIP yang membosankan. Beliau menyampaikan materi dengan nada yang lantang dan jelas sehingga para mahasiswa mendengarkannya dengan baik. Cara penyampaian beliau juga menarik, karena beliau memberi sedikit jenaka pada penyampaiannya sehingga mahasiswa dapat merasa lebih santai dalam mendengarkan mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian ini. Tidak hanya melihat slide power point kemudian menjelaskan kepada para mahasiswa, beliau juga membagi pengalaman hidupnya sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu akademik tetapi juga mendapatkan ilmu hidup yang dapat dijadikan pelajaran untuk kedepannya.
    Dari beberapa mata kuliah yang sudah saya hadiri, PIP merupakan salah satu mata kuliah yang dapat menarik perhatian saya, entah itu karena cara dosen pengajar yang bagus atau memang PIP merupakan mata kuliah yang menyenangkan untuk dipelajari. Tetapi pada sejatinya, suatu pelajaran atau mungkin suatu hal akan terasa lebih menarik untuk dipelajari dan didengarkan jika pembicaranya dapat menarik perhatian para pendengarnya.

    2. Tulis harapan saudara mengikuti mata kuliah PIP?
    jawab :
    harapan saya pribadi, dengan mengikuti mata kuliah PIP saya bisa paham jelas tentang dasar-dasar ilmu pertanian sebagai pondasi untuk seterusnya. Sehingga untuk kedepannya saya bisa mempelajari pertanian (dalam artian luas) dengan baik. Saya juga berharap dengan mengikuti mata kuliah ini, rasa bangga saya terhadap pertanian Indonesia akan terus bertambah, dan dengan itu semangat belajar sayapun terus meningkat.

  15. Keggy Kanzena Komering/C14160042 Says:

    A.KESAN saya mengikuti kegiatan perkuliahan pertanian ini menurut saya sangat seru.kenapa sangat seru? karena salah satunya adalah dosenya yang asik,gaul dan easy going kepada mahasiswa sehingga saya semakin semangat dalam mengikuti mata kuliah pengantar ilmu pertanian ini.dan kesan yang kedua saya semakin termotivasi mengikuti mata kuliah pengantar ilmu pertanian karena pak arifin selaku dosen PIP ini yang memiliki prestasi melimpah baik nasional maupun internasional.

    B.Harapan saya Mengikuti kegiatan mata kuliah pengantar ilmu pertanian ini adalah saya bisa mempelajari secara baik tentang PIP dan bisa menjelaskan kembali tentang pengantar ilmu pertanian kepada masyarakat sehingga apa yang saya pelajari bisa berguna bagi msayarakat sekitar,lalu yang terakhir mudah mudahan dengan belajar bersama pak arifin selaku dosen TPB mata kuliah PIP ini bisa mendapatkan IPK yang memuaskan aminn ya rabbal alamain

    Sekian dari saya apabila ada tutur kata mohon dimaafakan wassalamualikum.wr.wb

  16. Ayu Rahayu Says:

    Nama : Ayu Rahayu
    NIM : D24160028
    Kelas : P04.2

    1. Bagaimana kesan Anda terhadap pertanian setelah mengikuti kuliah pertama mata kuliah PIP?
    Jawab :
    Kesan saya setelah mengikutinya adalah saya semakin paham bahwa pertanian merupakan sektor penting dan sangat berpengaruh terhadap maju atau tidaknya suatu negara didunia. Pertanian juga memiliki cakupan yang sangat luas meliputi Kehutanan,Peternakan, Perikanan dan Kelautan serta Kedokteran Hewan. Pertanian sama besar potensinya untuk menciptakan orang-orang hebat dengan penelitian-penelitiannya.

    2. Tulis harapan Anda mengikuti mata kuliah PIP!
    Jawab :
    Harapan setelah mengikuti mata kuliah adalah saya dapat menjadi bagian dari tokoh-tokoh pertanian yang kelak memajukan pertanian Indonesia dengan penelitian-penelitian yang saya kembangkan sendiri. Saya akan mengubah mindset masyarakat Indonesia bawha pertanian bukan hanya sekedar mencangkul, memanen padi disawah dan dengan inovasi-inovasi yang akan saya ciptakan kelak, pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang berlimpah untuk masyarakat Indonesia. Menjadikan Indonesia menjadi negara swasembada.

  17. Hadi Susilo Arifin Says:

    Dear Keggy,
    Mohon komentar Saudara ditulis di posting MK PIP, bukan di sini.
    Salam,
    HSA

Leave a Reply