IMG-20180512-WA0081

IMG-20180509-WA0168

EXPOSE – Urban Farming and Agrotourism in Margajaya, Bogor City

EKSPOSE – Pertanian Perkotaan dan Wisata Agro di Margajaya, Kota Bogor

Venue: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Day/Date: Sunday/13 May 2018

Time: 08:00 -12:00

Press Release:

Pengembangan Urban Farming dan Agrowisata Margaja, Iconic Lanskap Pertanian di Kota Bogor

 Sebagaimana dilakukan pada setiap akhir semester, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB menggelar expose hasil praktikum mahasiswanya yang telah terjun langsung ke lapang. Kali ini mata kuliah Pengelolaan Lanskap (68 mahasiswa S1) dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (12 mahasiswa S2) yang dikordinasi oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, dengan Tim Dosen lainnya Dr Kaswanto, Dr Syartinilia, Prof. Wahju Qamara, Dr Aris Munandar  bersama para pihak dan pemangku kepentingan di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor melaksanakan expose langsung “on the site”. Dikatakannya momentum ini sangat tepat, karena Margajaya setelah mendapatkan predikat Juara II Kampung Tematik 2017 di Kota Bogor akan me-launching Pasar Rakyat Tani sebagai wujud inisiasi Margajaya mengembangkan pertanian perkotaan dan agrowisata. Pemilik Pondok Syahir, Ibu Yunis Liana Suprapto menginisiasi ide pembukaan Pasar Rakyat Tani ini dikaitkan dengan event Cucurak, yang biasa dirayakan dalam mengahadapi awal Ramadhan.

Margajaya, merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor yang memiliki potensi lanskap pertanian dengan hamparan sawah, dengan sistem irigasi yang masih bagus dan menghasilkan padi yang diharapkan tetap berkelanjutan. Produksi “pare anyar”, padi yang baru dipanen akan menghasilkan beras dan nasi yang rasanya sangat enak akan menjadi unggulan Margajaya. Adanya lahan kering, berupa kebun campuran, talun tepi sungai dan pekarangan juga sangat potensial untuk dipertahankan sebagai lanskap produktif, yang juga memiliki peluang sebagai obyek wisata pertanian, atau agrowisata. Sungai Cisindangbarang, merupakan sumber air yang tidak pernah kering, juga tersedianya saluran irigasi dapat menjadi objek atraksi wisata pertanian tidak hanya untuk tanaman, juga berpeluang bagi atraksi perikanan dan peternakan. Inisiasi pengembangan urban farming dan agrowisata ini sangat potensial dan prospektif. Selain ketahanan pangan, kedaulatan pangan dan kemandirian pangan masih merupakan isu hangat, karena itu kita bergerak dari bawah, dimulai pada skala keluarga melalui pemanfaatan lanskap pekarangan, lanskap pertanian lainnya yang ada di Margajaya. Pihak pemerintah Kelurahan Margajaya juga mendukung inisiasi ini. Selain Pondok Syahir, juga ada Rumah Kepemimpinan, Posdaya, Nusagrow, Kelompok Tani, Ibu PKK dan Karang Taruna saling bergandeng tangan yang didukung oleh Bappeda Kota Bogor dalam perencanaan dan pengembangan Margajaya sebagai iconic urban farming dan agrowisata.

Harapannya, lanskap pertanian Margajaya tetap bisa menjadi oase di tengah maraknya pembangunan fisik kota yang pesat. Diupayakan bentang alam dengan produksi ragam hasil pertanian yang ada di Margajaya ini agar bisa berkelanjutan. Dengan mengelola alam yang lebih bijak, memanfaatkan sumber air untuk kegiatan yang lebih produktif, menggunakan kearifan lokal yang dimiliki petani, semoga masyarakat akan mendapat manfaat tambahan dari kegiatan pertanian yang sekaligus menjadi obyek wisata. Oleh karena itu kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, mengamankan sumberdaya Sungai Cisindangbarang juga sangat diutamakan. Aksesibiltas menuju Kelurahan Margajaya sangat mudah, sehingga atraksi lanskap pertanian yang diusung diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata pertanian unggulan di masa kini hingga yang akan datang.

Bogor, 13 Mei 2018

Sumber: Hadi Susilo Arifin:hsarifin@apps.ipb.ac.id; www.hsarifin.staff.ipb.ac.id; 0811117720