Water Sensitive Cities Training – FGD of WSC Benchmarking and Visioning in Sentul City

WSC – FGD and TRAINING of Water Sensitive Cities ALBUM – Click Here, Please.

Bogor, 4 Januari 2018

Surat: 01/AIC-UWC/I/2018

Lampiran: 1 dokumen

Perihal: Surat Undangan FGD Sentul City

Kepada Yth Bapak/Ibu

(daftar terlampir)

The Australia Indonesia Centre bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI) akan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penerapan konsep Kota Ramah Air (Water Sensititive City – WSC). Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal     : Selasa, 9 Januari 2018

Pukul               : 09.00 s.d. 15. 00 WIB

Lokasi              : Taman Budaya Sentul City

Agenda            : FGD Sentul City (detil terlampir)

Kami sangat berharap kehadiran Bapak/Ibu untuk memberikan kontribusi yang positif kepada pengembangan Kota Ramah Air di Kabupaten Bogor, khususnya di kawasan Sentul City. Mohon konfirmasi kehadiran Bapak/Ibu disampaikan paling lambat pada hari Senin tanggal 8 Januari 2018 kepada Dr Dwi Yuliantoro (HP/WA: 0812 2654 2209; dwi.yuliantoro@ australiaindonesiacentre.org.

Hormat kami,

Prof. Diego Ramirez Urban Water Cluster Leader Monash University Prof. Hadi Susilo Arifin Urban Water Cluster Leader Institut Pertanian Bogor Dr. Dwinanti Marthanty Urban Water Cluster co-Leader Universitas Indonesia

 Lampiran surat no: 2/AIC-UWC/XI/2017

  1. Sentul City Tbk
  2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (BAPPEDALITBANG) Kabupaten Bogor (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan Kabupaten Bogor; Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah; Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan; Kepala Bidang Ekonomi).
  1. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor; Kepala Bidang Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air; Kepala Bidang Bidang Penataan Ruang; Kepala Bidang Bidang  Penyehatan Lingkungan).
  2. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor; Kepala Bidang Perumahan;   Kepala Bidang Kawasan Permukiman; Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum).
  3. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor;  Kepala Bidang Kebersihan; Kepala Bidang Sanitasi)
  4. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor (Kepala Bidang Pariwisata; Kepala Bidang Kemitraan, SDM dan Ekonomi kreatif
  5. Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  6. Camat Babakan Madang
  7. Kepala Desa Sentul
  8. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor atau yang mewakili
  9. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor atau yang mewakili
  10. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor atau yang mewakili
  11. Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) atau yang mewakili
  12. Kepala Satker Penataan Bangunan Lingkungan Provinsi Jawa Barat
  13. Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jawa Barat
  14. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWS CILICIS)
  15. Kepala Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) atau yang mewakili
  16. Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI atau yang mewakili
  17. Kepala Pusat Perencanaan dan Pembangunan Wilayah (P4W) IPB
  18. Kepala Pusat Studi Bencana (PSB) IPB
  19. Kepala Pusat Studi CCROM IPB
  20. Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup (PPLH) IPB
  21. Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB
  22. Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
  23. PDAM Kabupaten Bogor
  24. PT. Sayaga Wisata
  25. PT. Olympic
  26. PT. Indocement Tbk
  27. Bank Jawa Barat dan Banten (BJB)
  28. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
  29. PMI
  30. Yayasan Bambu Indonesia
  31. Relawan Cibinong
  32. My Darling
  33. Pewarta Foto Indonesia
  34. Bogor100
  35. Kampung Bogor
  36. KOMPAS
  37. Radar Bogor
  38. Republika
  39. Koran Sindo
  40. Jakarta Post
  41. Para Stakeholders lainnya.

 

Lampiran Surat Nomor : 2/AIC-UWC/XI/2017

AGENDA KEGIATAN FGD SENTUL CITY

Waktu Kegiatan Narasumber/Fasilitator
08.00 – 09.00 Registrasi Panitia
09.00 – 09.20 Pembukaan dan Pengantar FGD Urban Water Cluster Leader

Prof. Hadi Susilo Arifin (IPB)

09.20 – 09.30 Pembukaan dan Pengenalan Umum  Sentul City Recky Kinato Teh (Sentul City, Tbk)

 

Parallel session:

Social benchmarking:

Dr. Yuli Suharnoto (IPB)

Biophysical Benchmarking:

Prof. Hadi Susilo Arifin (IPB)

Dr. Surya Tarigan (IPB)

09.30 – 10.00 Benchmarking FGD Sentul City
10.00 – 10.15 Coffee break
10.15 – 11.45 Benchmarking FGD Sentul City (lanjutan)
11.45 – 12.00 Kesimpulan Sesi FGD Prof. Hadi Susilo Arifin (IPB)

 

12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 13.20 Pengantar Pelaksanaan Visioning dan Pembagian Kelompok Dr. Kaswanto (IPB)
13.20 – 14.10 Pemetaan Sentul City (Sentul City issues mapping) Dr. Kaswanto (IPB)

Dr. Dwinanti (UI)

14.10 – 14.30 Diskusi Hasil Pemetaan
14.30 – 14.50 Coffee Break
14.50 – 15.20 Sentul City Envisioning FGD
15.20 – 15.30 Review, WSC Champions dan Penutupan Prof. Hadi Susilo Arifin (IPB)

Lampiran Surat Nomor : 2/AIC-UWC/XI/2017

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) SENTUL CITY

Tujuan FGD  untuk menilai Sentul City berdasarkan beragam indikator Kota Ramah Air. Diskusi ini akan menghasilkan gambaran kondisi aktual (baseline condition) dari Sentul City dan titik awal untuk mengembangkan rencana strategi lanjut (leapfrogging) menuju Kota Ramah Air.

Keluaran FGD mencakup 1) Pemahaman detail mengenai kekuatan, tantangan dan prioritas Sentul City menuju Kota Ramah Air. 2) Pemahaman bersama mengenai tujuan Kota Ramah Air sebagai basis dalam kolaborasi di masa depan dan inisiasi untuk strategi lompatan/akselerasi (leapfrogging).

Metode FGD dengan melibatkan peserta dari berbagai jenis kelompok pemangku kepentingan ABGCM (Akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan mass media) di mana setiap peserta dapat menyampaikan pendapatnya mengenai pengelolaan air perkotaan baik dari segi fisik maupun sosial yang dipandu oleh fasilitator.  Diskusi ini diarahkan berdasarkan kepada 7 (tujuh) tujuan yang ada di dalam konsep Kota Ramah Air (Water Sensitive City), yang masing-masing didalamnya terdiri dari indikator sosial dan indikator fisik/teknis. Peserta akan diminta menilai setiap indikator melalui polling dan diskusi.

Peserta FGD mencakup pemerintah daerah, perusahaan swasta dan pengembang, komunitas dan lembaga penelitian serta jurnalistik.

26195824_10211269105578499_557819053793110560_n 26195860_10211269104738478_6166642958197729943_n 26196305_10211269026536523_37263722200538412_n 26219715_10211269021496397_8426276786770889607_n 26219742_10211269167020035_5693767056282019843_n 26219832_10211269020816380_3616224938454931076_n 26219951_10211269069497597_5534323399860317478_n 26220228_10211269078657826_5832504832674495410_n 26220272_10211269066857531_8212106601662247042_n 26229435_10211269028776579_3732679380251424090_n 26230113_10211269078097812_7429004842314370263_n 26230474_10211269027216540_8507534527150835202_n 26230791_10211269026176514_7801195652713019934_n 26231113_10211269072337668_314026050253388867_n 26231559_10211269111938658_1269459722157638140_n 26231807_10211269168460071_4673926360624974215_n 26239008_10211269167580049_5181007439887308801_n 26239161_10211269112938683_7314467633289969237_n 26239816_10211269173140188_249083992387320779_n