22281623_10210648266777917_5223240567294004938_n 22448155_10210683841507263_7518331545667571296_n 22448314_10210672748789952_6078836863912709702_n

MK LANSKAP PERTANIAN – AGRICULTURAL LANDSCAPE COURSE for BACHELOR PROGRAM

SEMESTER III – 2017/2018

Teaching Team: Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnisjah (WQM) and Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin CV PDF File Click Here, Please

Mg Tanggal Pokok Bahasan Dosen
I 06 Sept 2017 TI, GBPP, Kontrak Perkuliahan ; Pengertian dan Lingkup Lanskap Pertanian, dan Konsep Lanskap Agroforestri WQM
II 13 Karakteristik Lanskap Pertanian dan Lanskap Agroforestri WQM
III 20 Pertanian Terpadu sebagai Pertanian Berkelanjutan WQM
IV 27 Revitalisasi Pemanfaatan Lanskap Pekarangan

Pengkayaan Materi PPT Pekarangan-Hadi Susilo Arifin dalam Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari

BUKU ORASI Hadi Susilo Arifin: Pekarangan Untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Video BINCANG BINTANG: Pekarangan Untuk Ketahanan Pangan Keluarga

HSA
V 4 Oct 2017 Permukiman Sehat dan Berwawasan Lingkungan-Desa Berkelanjutan HSA
VI 11 Lanskap Pertanian Perkotaan HSA
VII 18 Rekayasa dalam Pertanian Perkotaan HSA
UTS WQM & HSA
VIII 08 Nov 2017 Lanskap Pertanian berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) WQM
IX 15 Agropolitan: Konsep Pengelolaan Wilayah yang Berbasis Pertanian WQM
X 22 Pengembangan Agrowisata WQM
XI 29 Pengelolaan dan Perencanaan Lanskap Pertanian/Agroforestri WQM
XII 06 Dec 2017 Pemantauan dan Evaluasi Lanskap Pertanian dan Lanskap Agroforestri WQM
XIII 13 Kasus Lanskap Pertanian di Luar Negeri: Globally Important Heritage Agriculture System (GIAHS)

GIAHS Japan: Satoyama

VIDEO GIAHS DI BERBAGAI NEGARA:

GIAHS China- Rice-fish culture, generating ecological, economic and social benefits

GIAHS China Implementation

GIAHS Chile Chiloé

GIAHS Peru – Andean Agriculture

GIAHS Peru Diversity, insurance for the future on Andean slopes

GIAHS  Jepang SATOYAMA

GIAHS Tunisia – Gafsa

HSA
XIV 20 Field Trip dan Mini Workshop: Lanskap Pertanian di Sekitar Kampus HSA
2-14 Jan 2018 UAS HSA & WQM

MATERI MINGGU KE 4:

Pemutaran Video:

Perkenalan HSArifin melalui Video Eco-City:

Ep 07 Healthy Living Hadi Susilo Arifin Metro TV Ecocity Development

Landscape Approach:

A Landscape Approach: What, Where, and How?

PPT Agroforetsry:

Agroforestry Ecosystem Services & Wildlife Habitat

53 Responses to “S1 Lanskap Pertanian – Agricultural Landscape for Bachelor Program”

  1. Adila Larasati Says:

    Adila Larasati (A34160038)

    A Landscape Approach: What, Where, and How?

    Taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah sebuah Taman Nasional hutan hujan dataran rendah paling luas di pulau Jawa. Tempat wisata ini terletak di Jawa Barat. Daerah ini meliputi wilayah yang bergunung-gunung dengan dua puncak paling tinggi nya, yaitu Gunung Halimun dan Gunung Salak yang lebih tinggi dibandingkan gunung Halimun. Dengan kekayaan yang terdapat di dalamnya, taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah tempat wisata alam yang digemari oleh wisatawan dengan dilengkapi Lansekap alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang begitu Indah yang dapat memanjakan mata wisatawan. Selain itu kearifan lokal juga tetap dipegang tentang budaya leluhurnya dan menyelaraskannya dengan alam sekitar. Warisan dan budaya jadi prinsip dalam pengembangan taman Nasional Gunung Halimun Salak ini. Melihat tentang keindahan yang begitu dekat dengan kita seharusnya lebih bisa membuat kita sadar tentang kekayaan dan potensi alam di sekitar kita yang ternyata lebih indah dari yang kita duga. Kita juga harus sadar bahkan semua tindakan yang kita lakukan ternyata berdampak pada lingkungan alam di sekitar kita. Sebuah tradisi yang sederhana ternyata malah lebih dapat diterima alam dan lebih menguntungkan daripada tindakan instan untuk memperoleh keuntungan yang ternyata menimbulkan kerugian setelahnya. Dan menjadikannya sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari kita.

  2. Adila Larasati Says:

    A Landscape Approach: What, Where, and How?

    Adila Larasati (A34160038)

    Taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah sebuah Taman Nasional hutan hujan dataran rendah paling luas di pulau Jawa. Tempat wisata ini terletak di Jawa Barat. Daerah ini meliputi wilayah yang bergunung-gunung dengan dua puncak paling tinggi nya, yaitu Gunung Halimun dan Gunung Salak yang lebih tinggi dibandingkan gunung Halimun. Dengan kekayaan yang terdapat di dalamnya, taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah tempat wisata alam yang digemari oleh wisatawan dengan dilengkapi Lansekap alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang begitu Indah yang dapat memanjakan mata wisatawan. Selain itu kearifan lokal juga tetap dipegang tentang budaya leluhurnya dan menyelaraskannya dengan alam sekitar. Warisan dan budaya jadi prinsip dalam pengembangan taman Nasional Gunung Halimun Salak ini. Melihat tentang keindahan yang begitu dekat dengan kita seharusnya lebih bisa membuat kita sadar tentang kekayaan dan potensi alam di sekitar kita yang ternyata lebih indah dari yang kita duga. Kita juga harus sadar bahkan semua tindakan yang kita lakukan ternyata berdampak pada lingkungan alam di sekitar kita. Sebuah tradisi yang sederhana ternyata malah lebih dapat diterima alam dan lebih menguntungkan daripada tindakan instan untuk memperoleh keuntungan yang ternyata menimbulkan kerugian setelahnya. Dan menjadikannya sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari kita.

  3. YUSNIA DWI PUTRI SUHERMAWAN A34160094 Says:

    Saya ingin mengomentari video yang berjudul “A Landscape Approach What, Where, and How?” . Saya benar-benar kagum kepada masyarakat yang tinggal di daerah Gunung Halimun Salak, mereka sangat telaten mempertahankan adat untuk menjaga keberlangsungan alam, mereka sangat bersahabat dengan alam membuat saya terinspirasi untuk membangun suatu pemukiman di daerah saya yang sangat memerhatikan bagaimana cara memperlakukan alam dengan baik. Jujur saya baru mengetahui jika mereka menanam padi hanya satu tahun sekali, bagi saya itu merupakan suatu penghormatan mereka terhadap alam agar mereka tidak memanfaatkan alam secara berlebihan. Sistem pertanian yang berkelanjutan dari masyarakat tersebut patut dicontoh untuk diterapkan di daerah-daerah Indonesia yang saat ini lahan pertaniannya hanya mementingkan produktivitas tanpa memerhatikan kualitas. Saya juga sebenernya tidak ingin berbohong jika saya setiap hari pasti harus makan nasi, belum bisa memeraktekan program diversifikasi pangan, saya akui itu sedikit sulit untuk diterapkan di masyarakat Indonesia, tetapi pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya mencanangkan program tersebut dan semoga saja bisa terlaksana dengan baik. Saya juga takjub melihat hamparan lanskap perkebunan the yang terlihat asri dan aliran sungai yang masih deras dan jernih, mereka percaya jika hutan ditebang, hutan rusak, hutan tidak berfungsi lagi maka rusaklah semua ekosistem yang telah mereka jaga, dan saya kembali mengucapkan takjub bahwa mereka meyakini bahwa elemen yang penting dari semua ini adalah hutan dan bumi.

  4. RIANITA SEPTIANA_A34160105 Says:

    Saya ingin mengomentari video yang berjudul “A Landscape Approach : What, Where, and How?”. Saya suka dengan video itu, selain karena memang penyajian videonya bagus dan pemandangannya yang luar biasa serta backsound yang syahdu, saya terkagum dengan masyarakat Suku Baduy yang sangat menghargai alam. Mereka sangat menghargai budaya dan tetap berusaha menjaga kearifan lokal. Masyarakat Baduy yang memiliki sistem tanam padi dalam periode satu tahun satu kali tanam. Hal ini dilakukan oleh mereka karena mereka menganggap bahwa bumi adalah ibu sedangkan langit adalah ayah maka padi merupakan buah hasil dari langit dan bumi. Oleh karena itu, mereka beranggapan bahwa padi hanya boleh ditanam satu tahun satu kali sebagaimana ibu mengandung bayi selama sembilan bulan lamanya. Selain itu, Taman Nasional Halimun Salak ini merupakan sebuah harta bagi masyarakat sekitar. Selain sebagai Taman Nasional yang menyajikan keindahan alam bagi para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri dengan fasilitas seperti penginapan dan pelayanan tour guide, Gunung Salak merupakan sumber air bersih atau air mineral bagi masyarakat seluruh Indonesia. Siapa yang tidak mengenal merk air mineral “Aqua”? Tentu saja hampir seluruh rakyat Indonesia mengonsumsi air mineral yang satu ini atau hanya sekedar mengetahuinya dari iklan di televisi. Maka dari itu, marilah kita menjaga Gunung Halimun Salak ini untuk terus menjaga keselarasan hidup manusia dan alamnya. Terima Kasih.

  5. Seliawati Dwiagustin (A34160039) Says:

    Taman Nasional Halimun Salak merupakan salah satu bentuk bentang alam yang masih terjaga keasriannya, bukan karena aspek view yang indah saja, tetapi terselip karifan lokal yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Alam dianggap sebagai ibu bagi mereka, sehingga alam menjadi salah satu bagian yang perlu dihormati dan dijaga kealamiannya. Cara masyarakat dalam mengelola alam yang begitu bijaksana patut menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Aspek keuntungan atau finansial menjadi poin ke sekian bagi masyarakat, tetapi mengelola alam dengan menjunjung tinggi kearifan lokal menjadi poin utama. Hutan dianggap bagian yang penting bagi masyarakat, tetapi tidak hanya itu terdapat pula bidang pertanian.

    Menariknya pertanian di daerah tersebut menghasilkan produk pertanian yang seluruhnya organik, artinya tidak ada pengunaan pupuk anorganik, tidak ada penggunaan pestisida, dan hanya melakukan tanam satu tahun sekali. Prinsip agroekologi pun telah menjelaskan bahwa penggunaan tanah secara terus-menerus akan menurunkan tingkat kesuburan tanah, memicu ledakan hama serta hasil yang kurang optimal. Cermati kembali jika prinsip tersebut diterapkan dalam kehidupan bertani di Indonesia, apakah mampu diterapkan atau tidak? Masyarakat setempat tidak mengenal prinsip agroekologi, tetapi mereka yang mengetahui prinsip tersebut tidak mampu mengimplementasikannya. Inilah salah satu point penting mengenai kearifan lokal yang terjaga, tidak menutup kemungkinan jika pengeloaan sumber daya alam di Indonesia mencontoh kehidupan suku Baduy. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan produk dengan nilai yang tinggi dan lingkungan yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa manusia harus selaras dengan alam sehingga alam pun akan ikut menyelaraskan dengan kehidupan manusia.

  6. Adrian Triandi Says:

    Adrian Triandi ; A34160106 Taman Nasional Halimun Salak adalah contoh dari pendekatan landscape yang berkelanjutan. Berbicara mengenai taman nasional dan bentang alam di dalamnya, tentu hal ini bukan hanya milik pemerintah, masyarakat, atau perusahaan – perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di sana, namun merupakan aset bersama yang harus dikelola secara bertanggung-jawab. Pendekatan landscape tanpa menghapus nilai budaya masyarakat sekitar dan menjamin kesejahteraan masyarakat tentu menjadi kunci solusi konservasi dan pengelolaan alam. kerjasama antar aspek pemerintah, masyarakat, dan perusahaan private tentu diperlukan untuk mencapai “win-win solutions” dan mencari jalan keluar dari hambatan yang ada menyangkut pengelolaan bentang alam. Perlu adanya keterbukaan dan tanggung jawab yang besar dalam pengelolaan aset nasional dan dunia, seperti Taman Nasional Halimun Salak yang juga tentunya menyangkut hajat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

  7. Nabilah Prabawati Aini Says:

    Saya tertarik dengan video yang Bapak unggah yang berkaitan dengan Agroforestry. Seperti yang banyak orang ketahui, Indonesia sendiri memiliki wilayah hutan yang cukup luas dengan berbagai keanekaragam hayati yang tersimpan, tidak hanya tumbuhan tapi juga hewan-hewan yang tinggal didalamnya. Kondisi hutan yang baik dan selalu dijaga dengan managemen yang baik pula, maka akan mampu turut menjaga lingkungan dan bumi ini. Karena dengan adanya pepohonan yang besar, maka serapan air dari hujan akan lebih banyak terserap dan tersimpan sebagai cadangan didalam tanah. Berbagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan pun jika dikelola dengan baik, maka juga bisa menjadi nilai tambah ekonomi bagi penduduk sekitar.
    Terima kasih Bapak telah memberikan ilmu baru dan informasi untuk lebih menambah wawasan mengenai lingkungan.

    Nabilah Prabawati ‘Aini
    A24140017

  8. Ika Pratiwi (A34160015) sc Landape Pertanian hari Rabu Says:

    Landscape approach
    Landscape approach ini terdapat di taman halimun salak yaitu gunung halimun dan gunung salak. Taman halimun salah ini memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dalam bidang pertanian. Suku badui merupakan suku awal yang ada ditaman halimun salak ini. Suku badui terdiri dari suku badui dalam dan suku badui luar. Suku badui dalam masih bersifat tertutup kepada lingkungan luar dan masih mempertahankan tradisi nenek moyang atau turun temurun secara teliyi dan hati hati. Sedangkan suku badui luar sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan atau masyarakat sekitar sehingga mereka sudah dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan baik dan benar. Suku badui bercocok tanam padi, pisang, durian dll. Padi ditanam mereka satu tahun sekali. Hal teraebut dilakukan karena mereka tidak ingin merusak tanah dengan menanam terus menerus padi. Sehingga mereka membiarkan tanah mereka tidak ditanami agar kesuburan tanah mereka kembali atau tetap terjaga. Mereka menana padi masih menggunakan cara yang manual dan tradiaional. Masyarakat disana saling bergotong royong dalam hal memanen ataupun menanan. Padi yang sudah dipanen kemudian dikeringkan din ikat ikat. Kemudian padi terasebut di simpan kedalam lumbung padi yang dibuat tanpa adanya paku satupun. Lumbung padi ini sangat kukuat walaupun tanpa paku. Sehingga tidak akan rusak walaupun digunakan untuk memyimpan secara terua menerus. Lumbung padi ini hanya memiliki satu pintu dibagian depannya saja. Sehingga merekaa menaruh atau mesaksukkan dan mengambil padi dari pintu teesebut. Masyarakt disana selalu makan padi yang baru karena paling mudah diambil sedanggkan padi lama akan tetapi tersimpan. Maayarakt disana meyakini bahwa walaupun sudah lama padi tersebut disimpan maka rasanya tidak akan berubah. Padi teraebut digunakan sebagai simpanan jika terjadi bencana alam. Cerita tersebut saya tonton dari vidio yang telah ditayangkan dan berdasarkan pengalaman saya saat kebadui.

  9. Winy Rosalina Putri Says:

    Winy Rosalina Putri (E34140048)mahasiswa sc Lanskap Pertanian
    Video Healthy Living Hadi Susilo Arifin Metro TV Ecocity Development
    Saya sangat setuju dengan konsep ecological city untuk diterapkan di kota – kota di Indonesia. Selain menguntungkan bagi keanekaragaman hayati sekaligus menguntungkan bagi manusia yang hidup disekitarnya. Satwa, tumbuhan, air, tanah dan mikroorganisme yang ada disekitar lingkungan kita menjadi lestari. Hubungan makan dan dimakan antara satwa dengan tumbuhan, satwa dengan satwa lain akan terjaga, bisa juga satwa besar memakan serangga yang bersifat hama, sehingga populasinya dapat ditekan tanpa menggunakan bahan kimia. Implikasinya udara di lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan segar, walaupun di udara masih terdapat polusi akibat dari kendaraan bermotor yang menyumbang banyak CO2. Hal ini dapat dikurangi dengan adanya tumbuhan – tumbuhan disekitar jalan,rumah ataupun gedung. Ecological city bukan hanya sebagai solusi untuk lingkungan sehat dan bersih, namun bisa juga untuk menjaga pangan warga sekitar. Contohnya dengan menanam tumbuhan – tumbuhan pangan, obat dan lain sebagainya di sekitar rumah. Tumbuhan tersebut juga berkontribusi dalam menekan CO2 dan meningkatkan produksi O2 disekitar lingkungan kita

  10. Fia Aulia Hanindita (E24140092) sc Lanskap Pertanian (Rabu) Says:

    A Landscape Approach: What, Where, and How?

    Taman Nasional Gunung Halimun Salak merupakan taman nasional yang terletak di Jawa Barat, terdiri atas dua ekosistem meliputi ekosistem halimun dan salak. Taman nasioinal ini memiliki tanah yang subur dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mengatur tata air, penyedia oksigen, sebagai kawasan konservasi dengan berbagai satwa langka, juga menjadi tempat tinggal masyarakat baduy. Melalui pendekatan lanskap, kita dapat mengelola tata air dan lahan secara optimal juga membuat lingkungan terjaga kelestariannya untuk kepentingan masyarakat (seperti pemenuhan kebutuhan hidup) dan konservasi tanpa menghilangkan/menghapus kebudayaan sekitar taman nasional. Selain itu, kegiatan masyarakat baduy yang diturunakan dari nenek moyang seperti menanam padi dengan jangka waktu satu tahun sekali tanpa menggunakan pestisida merupakan tradisi yang harus dijaga, karena anggapan dari nenek moyang bahwa hutan akan melindungi pertanian mereka dari serangan hama dan menjadi penyedia air. Apabila mereka menggunakan pestisida dan pupuk, ada kemungkinan bahwa tanah yang mereka gunakan dapat tercemar dan mempengaruhi kualitas tanah maupun air. Untuk menjaga kelestarian tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat sekitar taman nasional dan pengelola, tetapi pemerintah dan seluruh masyarakat juga turut serta menjaganya.

  11. Nabilah Prabawati 'Aini (A24140017) Says:

    Agroforestry Ecosystem Services & Wildlife Habitat
    Saya tertarik dengan kegiatan agroforestry karena seperti yang telah kita semua ketahui bahwa Indonesia memiliki wilayah hutan yang sangat luas dengan keanekaragaman hayati yang tersimpan banyak didalamnya. Tidak hanya tumbuhan-tumbuhan tetapi juga hewan-hewan yang tinggal didalamnya. Kondisi lingkungan agroforestry yang terjaga dengan baik, memiliki manajemen penjagaan yang rapih dan pengelolaan yang baik dari masyarakat sekitar tentunya, maka akan ikut serta membantu menjaga lingkungan di bumi ini. Tumbuhan-tumbuhan yang hidup secara alami baik pepohonan besar, tanaman-tanaman perdu, semak, paku-pakuan bahkan lumut yang ada di dalam hutan mampu menyerap dan menyimpan banyak energi dari matahari sehingga dapat menjaga kondisi lingkungan. Ditambah lagi dengan perakaran yang baik maka air akan lebih banyak terserap di dalam akar dan tanah. Kondisi yang baik tersebut tentunya akan turut menjaga kehidupan hewan-hewan liar yang hidup didalam ekosistem tersebut, sehingga dapat turut melestarikan dan menjaga keanekaragaman hayati dan kelangkaan hewan-hewan di ekosistem tersebut.

  12. Fauzaniyah Fitri Says:

    Fauzaniyah Fitri(A34150023). Ecocity development sangat penting untuk diterapkan pada masa sekarang, karena polusi yang dihasilkan dari industri perkotaan, maupun itu dari asap kendaraan, dll sudah sangat banyak. Maka, untuk mengurangi dampak dari hal tersebut, konsep ecocity dapat diterapkan dengan sistem menekan polusi yang ada, dengan memanfaatkan banyaknya tanaman dan pepohonan untuk membantu penyerapan gas CO2 yang berlebih. Konsep ecocity ini juga sangat ramah lingkungan dan efisien, dengan memanfaatkan keadaan lingkungan yang ada, sehingga dapat berkelanjutan. Selain dapat menekan jumlah polusi dan ikut serta dalam menekan climate change, konsep ecocity juga ikut serta dalam kegiatan perlindungan hewan dan tanaman agar tetap lestari. Karena, ecocity development mengggunakan konsep lingkungan yang berdampingan dengan alam sekitar tanpa mengganggu ekologi aslinya. Mudah-mudahan konsep ecocity development ini dapat diterapkan diseluruh perkotaan yang ada di Indonesia dalam rangka mengurangi polusi yang sudah sangat banyak dan juga agar lingkungan tetap terjaga dari segala penyebab kerusakan dengan memanfaatkan keadaan lingkungan sekitar dan juga elemen-elemennya.

  13. Fauzaniyah Fitri Says:

    Fauzaniyah Fitri (A34150023). Saya tidak menyangka bahwa perkarangan dapat sangat bermanfaat bagi lingkungan dan juga memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup manusia. Perkarangan adalah lahan yang ada disekitar rumah yang merupakan bagian lanskap pertanian terkecil. Perkarangan ternyata tidak hanya berfungsi untuk estetika saja, seperti hanya tempat untuk menanam berbagai tanaman bunga untuk memperindah perkarangan rumah. Namun, perkarangan dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam, seperti untuk tanaman herbal, tanaman obat, buah-buahan, sayur-mayur, tanaman industri dll. dari sebagai lahan bercocok tanam inilah perkarangan dapat berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Mengapa? Karena dari perkarangan kita dapat memanen bahan baku makanan seperti buah-buahan dan sayur-mayur sebagai bahan pokok makanan kita. Bercocok tanam di pekarangan juga dapat meningkatkan perekonomian di sebuah desa, dengan sistem setiap perkarangan rumah di desa tersebut menanam satu jenis tanaman buah lalu, dapat dikumpul di dalam suatu koperasi dan dijual bersama-sama dengan adanya dukungan dari pemerintah tersempat. Dari perkarangan juga dapat ikut serta dalam mengurangi polusi dan mempertahankan keanekaragaman hayati, dengan sebagai tempat tinggal tumbuhan maupun hewan-hewan liar dengan berbagai varietas. Siapa sangka dari perkarangan, kita dapat berperan dalam menjaga lingkungan.

  14. Fia Aulia Hanindita (E24140092) sc Lanskap Pertanian (Rabu) Says:

    Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

    Pekarangan merupakan sebuah lahan kosong di sekitar rumah yang dapat ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan dan tanaman. Pekarangan memiliki berbagai manfaat seperti menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, indah, nyaman, serta aman. Pekarangan juga memiliki manfaat sebagai ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. Pekarangan dapat dijadikan sebagai solusi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pangan serta gizi di rumah tangga, karena pekarangan sendiri dapat ditumbuhi berbagai macam jenis tanaman seperti tanaman obat, tanaman bumbu, tanaman buah, tanaman sayur, dan lainnya. Selain manfaat dalam hal lingkungan dan pangan, manfaat ekonomi juga dapat dirasakan oleh pemilik, pekarangan dapat dijadikan sebagai lokasi usaha tani seperti tanaman buah dan sayur, juga sebagai lahan untuk ternak (unggas hias, petelor, daging) dan dapat ditambahkan kolam sebagai lokasi budidaya ikan. Nilai estetika juga dapat dirasakan oleh pemilik pekarangan dan juga dapat dijadikan sebagai tempat bernaungnya serangga-serangga seperti kupu-kupu.

  15. Alle Okta Kusmita (A34160013) Sc lanskap pertanian Says:

    Lanskap pada halimun salak masih sangat asri. Adanya kebudayaan yang Masih sangat erat dipegang oleh suku baduy. Suku baduy ini sangat konsisten memegang teguh konsep agroekologi, dimana sistemnya masih menyatu dengan alam dan bergantung pada alam. Suku baduy itu sendiri mengolah pertanian dengan metode turun temurun dari nenek moyang, mengolah alam tanpa menyakiti. Pertanian pada suku ini sama sekali tidak menggunakan pestisida melainkan semata-mata mengandalkan alam yang ada. Sistem penyimpanan padi pada suku baduy menggunakan lumbung padi yang dibuat dengan perhitungan yang pas, adanya piringan bulat pada tiang tiang bertujuan untuk mencegah tikus untuk masuk dan memakan padi. Pintu yang dirancang diletakkan di paling atas dan hanya ada satu pintu untuk mengeluarkan dan memasukan padi yang telah dipanen sebagai simpanan, karena keyakinan suku baduy bahwa rasa padi yang ada akan tetap sama sepanjang masa. Selain itu, pemanfaatan alam yang saling berhubungan sehingga alam tetap lestari dan terjaga dari masa kemasa

  16. Dwi lestari(A34160048) Says:

    Vidio masyarakat suku baduy dalam menjaga lingkunganya sangat menarik,bagaimana cara mereka berdamai dengan alam,menjaga alam merupakan kearifan lokal yang sangat menarik.
    Kearifan alam tersebut selalu dijaga dan diamalkan.Bagaimana cara mereka menanam padi yang hanya setahun sekali merupakan hal yang paling membuat saya kagum,mereka yang notabenya tidak mengenyam pendidikan formal tapi pikiran mereka sangat maju.

    Berkat kearifan lokal tersebut alam tetap lestari,kehidupan mereka juga damai.

    Suku baduy di gunung halimun salak merupakan contoh ecovillage yang sangat komplek dan tertata

  17. Dwi lestari(A34160048) Says:

    Perkarangan di rumah bapak hadi menginspirasi saya untuk membuat perkarangan di rumah.
    Bagaimana pak hadi menata perkarangan dari tanaman level 1 sampai level 5,tanaman yang sangat beragam bisa dibuata dalam 1 perkarangan rumah.

    Beragan jenisa tanaman yang ditanam juga dapat dimanfaatkan dengan maksimal.Setiap hari bisa memanfaatkan tanaman untuk keperluan sehari-hari.

  18. Alle Okta Kusmita (A34160013) Sc lanskap pertanian Says:

    Lanskap pekarangan sangat bermanfaat bagi ketahanan pangan. Memualai suatu yang besar bisa berasal dari usaha yang bersekala kecil, salah satunya pekarangan. Pekarangan dapat diisi dengan berbagai macam jenis tanaman, seperti sayur dan buah-buahan. Pekarangan yang sempit kita dapat mempertahankan pangan dari sekala mikro. Buah dan sayur yang berasal dari pekarangan dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bergantung pada hasil perkebunan yang pada umumnya masih banyak yang mengimpor. Pekarangan yang sempit dan sekala mikro dapat berkembang dan timbuh menjadi sekala makro dengan adanya pengelolaan dan management yang baik antar pemilik pekarangan, maisalnya dengan membentuk koprasi yang menampung segala macam hasil pekarangan sehingga dapat disalurkan secara masal dapat pula meningkatkan perekonomian pemilik pekarangan. Pekarangan yang sempit dapat diubah menjadi Sesuatu yang berdampak makro bahkan apabila berkolaborasi dengan baik dapat tercipta ketahanan pangan dari hasil pekarangan.

  19. Nadia Utami Vidian (A34160031) Says:

    Taman nasional gunung halimun memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia maupun bagi alam. Hutan mampu menyediakan air dan unsur penting lainnya. Keberadaan hutan mampu menyeimbangkan alam dan mampu menyokong pertanian yang berkelanjutan. Peran manusia sebagai bagian dari alam adalah dengan melestarikan alam. Masyarakat dan pemerintah mampu bekerja sama saling membantu demi keberlanjutan Taman Nasional. Hutan dan alam mampu memberikan Sumber daya yang luar biasa, misalnya Air. Namun Sumber daya tersebut dapat rusak dan tercemar bila tidak dilestarikan. Akibatnya dapat mengganggu keseimbangan alam. Oleh karena itu, masyarakat Banten Kidul berusaha melestarikan alam nya melalui tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menanam padi hanya satu kali dalam satu tahun. Tujuannya agar alam tidak di eksploitasi secara berlebihan serta agar alam mampu ‘menyegarkan diri’ pasca digunakan untuk kebutuhan manusia. Pendekatan lanskap dapat digunakan untuk mengetahui perubahan alam dan lingkungan. Jika lanskap Taman Nasional Gunung Halimun Salak berubah karena ulah manusia seperti illegal logging dan penambangan emas tanpa izin, maka kesuburan dan kebermanfaatan lingkungan hutan bagi masyarakat juga akan berkurang.

  20. Adila Larasati (A34160038) SC Lanskap Pertanian hari rabu Says:

    Adila larasati (A34160038)

    A Lanscape Approach: What, Where, and How?

    Taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah sebuah Taman Nasional hutan hujan dataran rendah paling luas di pulau Jawa. Tempat wisata ini terletak di Jawa Barat. Daerah ini meliputi wilayah yang bergunung-gunung dengan dua puncak paling tinggi nya, yaitu Gunung Halimun dan Gunung Salak yang lebih tinggi dibandingkan gunung Halimun. Dengan kekayaan yang terdapat di dalamnya, taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah tempat wisata alam yang digemari oleh wisatawan dengan dilengkapi Lansekap alam Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang begitu Indah yang dapat memanjakan mata wisatawan. Selain itu kearifan lokal juga tetap dipegang tentang budaya leluhurnya dan menyelaraskannya dengan alam sekitar. Warisan dan budaya jadi prinsip dalam pengembangan taman Nasional Gunung Halimun Salak ini. Melihat tentang keindahan yang begitu dekat dengan kita seharusnya lebih bisa membuat kita sadar tentang kekayaan dan potensi alam di sekitar kita yang ternyata lebih indah dari yang kita duga. Kita juga harus sadar bahkan semua tindakan yang kita lakukan ternyata berdampak pada lingkungan alam di sekitar kita. Sebuah tradisi yang sederhana ternyata malah lebih dapat diterima alam dan lebih menguntungkan daripada tindakan instan untuk memperoleh keuntungan yang ternyata menimbulkan kerugian setelahnya. Dan menjadikannya sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari kita.

  21. Adila Larasati (A34160038) SC Lanskap Pertanian hari rabu Says:

    Adila Larasati (A34160038)

    tugas ke 2

    Pekarangan adalah sebidang tanah yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasnya. Karena letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang mendatangkan manfaat antara lain sebagai sumber pangan sehari-hari dan keindahan lingkungan sekitar. Seperti halnya pekarangan yang di buat oleh pak hadi bisa menjadi contoh penataan pekarangan yang bisa dilakukan. Budidaya tanaman di pekarangan sebaiknya dilakukan secara organik atau sesedikit mungkin menggunakan bahan kimia, melalui upaya tersebut bahan pangan yang dihasilkan bisa lebih sehat. Dengan dilakukannya metode pekarangan ini bisa membuat kebutuhan sehari-hari menjadi lebih hemat buat dikeluarkan. Apabila hal ini ditetapkan oleh setiap rumah yang ada, maka kebutuhan akan pangan di Indonesia akan bisa diatasi. Metode pekarangan ini sebaiknya diberikan sosialisasi kemasyarakat luar agar masyarakat bisa mandiri tentang kebutuhan pangannya dan mengetahui manfaat yang bisa diperoleh dari pembuatan pekarangan ini.

  22. Seliawati Dwiagustin (A34160039) Says:

    Taman Nasional Halimun Salak merupakan salah satu bentuk bentang alam yang masih terjaga keasriannya, bukan karena aspek view yang indah saja, tetapi terselip kearifan lokal yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Alam dianggap sebagai ibu bagi mereka, sehingga alam menjadi salah satu bagian yang perlu dihormati dan dijaga kealamiannya. Cara masyarakat dalam mengelola alam yang begitu bijaksana patut menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Aspek keuntungan atau finansial menjadi poin ke sekian bagi masyarakat, tetapi mengelola alam dengan menjunjung tinggi kearifan lokal menjadi poin utama. Hutan dianggap bagian yang penting bagi masyarakat, tetapi tidak hanya itu terdapat pula bidang pertanian. Menariknya pertanian di daerah tersebut menghasilkan produk pertanian yang seluruhnya organik, artinya tidak ada pengunaan pupuk anorganik, tidak ada penggunaan pestisida, dan hanya melakukan tanam satu tahun sekali. Prinsip agroekologi pun telah menjelaskan bahwa penggunaan tanah secara terus-menerus akan menurunkan tingkat kesuburan tanah, memicu ledakan hama serta hasil yang kurang optimal. Cermati kembali jika prinsip tersebut diterapkan dalam kehidupan bertani di Indonesia, apakah mampu diterapkan atau tidak? Masyarakat setempat tidak mengenal prinsip agroekologi, tetapi mereka yang mengetahui prinsip tersebut tidak mampu mengimplementasikannya. Inilah salah satu point penting mengenai kearifan lokal yang terjaga, tidak menutup kemungkinan jika pengeloaan sumber daya alam di Indonesia mencontoh kehidupan suku Baduy . Pengelolaan yang baik akan menghasilkan produk dengan nilai yang tinggi dan lingkungan yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa manusia harus selaras dengan alam sehingga alam pun akan ikut menyelaraskan dengan kehidupan manusia.

  23. Novia Anggita (A24160019) Says:

    Novia Amggita (A24160019) sc lanskap pertanian
    Untuk agroforestry saya suka video halimun salak pak, saya melihatnya sungguh asri, masyarakat disana juga sangat menjaga kelestarian alamnya, sangat menyenangkan. Halimun salak juga memiliki air yang sangat jernih dan terjaga sehingga banyak dijadikan air mineral. Selain itu, kebiasaan unik masyarakat yaitu membuat lumbung padi dengan satu pintu dibagian atas sebagai tempat memasukkan padi sekaligus mengeluarkannya. Padi yang disimpan dibagian paling bawahnya digunakan untuk keadaan mendesak dan mereka percaya bahwa kualitas dari padi tersebut tetap sama enaknya dengan yang baru sebab mereka menanam dan merawat padinya dengan tidak menggunakan bahan kimia.

  24. Novia Anggita (A24160019) Says:

    Novia Anggita (A24160019) sc lanskap pertanian
    Untuk yang patch pekarangan itu saya suka pak, karena langkah kecil membangun ketahanan bangsa yaitu dari lingkup keluarga terlebih dahulu. Selain itu saya juga suka dibagian bahwa tiap daerah itu bisa berbeda pekarangannya, misalnya bali ada sangkut pautnya dengan budaya dan agama disana, sunda banyak kolam-kolam, dll. Pekarangannya juga selain dapat memenuhi kebutuhan keluarganya juga dapat dibentuk suatu kelompok RT hasil pekarangan yang dapat dijual, saya rasa itu juga bagus.

  25. Galih Tio Pinantiko (A34160091) Says:

    Lanskap pertanian
    Bagi saya apa yang ada di daerah taman nasional gunung halimun salak merupakan salah satu bukti bahwa di sekitar kita masih terdapat sitem pertanian yang sangat berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, yang lebih menabjukkan bahwa pelaku dari pertanian tersebut adalah suku asli dari daerah terbut yang sangat memegang teguh kearifan lokal dan budaya, mereka percaya bahwa dengan melakukan alam dengan baik maka alam juga akan memberikan terbaik terhadap kita. Dalam vedio tersebut kita bisa melihat bahwa keragaman hayati masih bisa kita lihat mulai dari sungai yang masih bersih, hewan – hewan liar yang masih bisa hidup bebas dan flora dan fauna yang lain, tetapi seiring berjalannya waktu banyak sekali tangan tangan yang tidak bertanggung jawab dalam merusak hutan, dengan begitu kita sebagai genetasi muda juga harus aktif dalam pencegahan perusakan alam sehingga kedepan kita masih bisa melihat sistem pertanian yang indah dan keragaman alam yang masih utuh.

  26. Zahra Inayah Safitri (A24160032) Says:

    Video yang berjudul landscape approach sangat menarik. Salah satu hal yang menurut saya menarik adalah video tersebut mengangkat cara suku Badui bercocok tanam untuk menyambung hidupnya. Mereka bergotong royong bercocok tanam dengan cara yang masih tradisional. Mereka hanya sekali menanam padi dalam setahun, enam bulan fokus ke peningkatan hasil pane dan enam bulan sisanya dibiarkan saja lahannya untuk mengembalikan unsur hara yang diperlukan pada saat menanam padi, hal ini dilakukan karena masyarakat disana tidak menggunakan bahan kimia dalam kegiatan bertani.
    Hasil panen dari bertanam padi disimpan di lumbung yang pintunya hanya ada satu, kondisi ini mengakibatkan masyarakat disana selalu mengonsumsi beras baru karena posisi penyimpanannya diatas, sementara beras yang lama akan selalu dibawah dan menjadi beras terakhir yang dikonsumsi oleh masyarakat disana. Mereka beranggapan bahwa padi yang dipanen memiliki kualitas sama karena saat menanamya tidak menggunakan pestisida dan didukung oleh lahan yang banyak unsur hara.

  27. Silvi Indriyani (E34140004) sc lanskap pertanian rabu Says:

    Ecocity Development
    Saya sangat setuju dengan konsep ecological city. Saya juga sangat setuju jika konsep tersebut diterapkan di kota-kota di Indonesia. Konsep ecological city bisa membawa dampak yang sangat positif bagi lingkungan. Menurut saya konsep tersebut merupakan konsep yang paling ideal untuk diterapkan pada sebuah kota. Ecological city menerapkan konsep kota berwawasan lingkungan, artinya pembangunan kota dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek ekosistem yang sudah ada. Konsep ecological city dapat menciptakan iklim mikro yang stabil. Sehingga kota yang menerapkan konsep ecological city tidak mengalami peningkatan maupun penurunan suhu yang drastis. Dampaknya udara bersih, lingkungan sehat, dan kesehatan masyarakat sekitar terjaga. Jika konsep ini banyak diterapkan di kota-kota di Indonesia maupun dunia, maka tidak hanya menciptakan iklim mikro yang stabil namun dapat menciptakan iklim makro yang stabil. Artinya laju pemanasan global dapat ditekan. Selain itu, konsep ecological city juga dapat menjaga tata air serta merupakan solusi terbaik untuk melestarikan keanekaragaman hayati di wilayah perkotaan. Jadi konsep ini memang harus terus di galakan agar banyak kota kota di Indonesia terutamanya dapat menerapkan ecological city.

  28. Seliawati Dwiagustin (A34160039) Says:

    Istilah “pekarangan” merupakan salah satu bentuk lanskap yang menjadi ciri khas Indonesia walaupun secara umum masyarakat mengenalnya sebagai Home Garden. Lahan minimalis di sekitar rumah mampu berubah menjadi lahan produktif dengan ditanami beberapa tanaman termasuk di dalamnya tanaman hortikultura bahkan terdapat hewan ternak pula. Begitu menarik ketika pekarangan ini dikaitkan dengan ketahanan pangan. Pekarangan yang misalnya ditanami sayur, buah, tanaman hias, apotek hidup dan yang lainnya akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi pemiliknya jika mampu dijadikan sebuah usaha, namun dari sisi lain masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan lahan minimalis yang kita kenal sebagai pekarangan tersebut. Terkadang pekarangan hanya sebatas pekarangan biasa yang ditanami tanaman hias untuk keindahan. Kembali pada pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pekarangan ini berkaitan dengan ketahanan pangan, maksudnya dengan kita memanfaatkan pekarangan untuk menanam, memupuk, mengelola, dan mengolahnya sendiri akan lebih terjamin dan aman sehingga pekarangan ini mampu menciptakan ketahanan pangan. Melihat pada sudut pandang lain, muncul beberapa hal yang saya pertanyakan, bagaimana dengan lahan pertanian? Jika kita beralih pada pemanfaatan pekarangan atau mungkin mengubah lahan pertanian menjadi sebuah lanskap pekarangan. Lepas dari itu, memang pekarangan mampu menciptakan ketahanan pangan dan tentunya lanskap pekarangan ini dapat menjadi Taman Rumah Indonesia.

  29. Lanang Bagus Satrio (H54150049) Says:

    Taman nasional gunung halimun salak yang berlokasi di bogor, jawa barat memiliki 2 ekosistem alam, yaitu ekosistem halimun dan ekosistem salak. Ekosistem Taman Nasional Halimun Salak memiliki tanah yang cocok untuk pertanian terutama untuk teh karena memiliki ph 4-6. Dan juga daerah perairan memiliki kualitas baik untuk pertanian dan sebagai tempat strategis untuk industri air mineral terutama Danone Aqua. Untuk masyarakat yang bertempat tinggal di Taman Nasional Halimun Salak juga mendapatkan pemasukan karena banyak wisatawan yang datang untuk melihat keindahan lanskap Taman Nasional Halimun Salak. Untuk suku Baduy dalam yang memiliki kebudayaan dan tradisi leluhur yang masih dipertahankan memiliki kebiasaan menanam padi sekali dalam setahun. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat merusak keindahan dan manfaat dari Taman Nasional Halimun Salak. Pembalakan liar, pertambangan emas tanpa izin, dan mengubah hutan menjadi perumahan hunian. Maka dari itu, menjaga kelestarian taman nasional halimun salak menjadi tugas kita karena jika kita kehilangan elemen- elemen yang berada TNHS dapat berdampak besar di kehidupan masyarakat.

  30. Lanang Bagus Satrio (H54150049) Says:

    A Landscape Approach: What, Where, and How?
    Taman nasional gunung halimun salak yang berlokasi di bogor, jawa barat memiliki 2 ekosistem alam, yaitu ekosistem halimun dan ekosistem salak. Ekosistem Taman Nasional Halimun Salak memiliki tanah yang cocok untuk pertanian terutama untuk teh karena memiliki ph 4-6. Dan juga daerah perairan memiliki kualitas baik untuk pertanian dan sebagai tempat strategis untuk industri air mineral terutama Danone Aqua. Untuk masyarakat yang bertempat tinggal di Taman Nasional Halimun Salak juga mendapatkan pemasukan karena banyak wisatawan yang datang untuk melihat keindahan lanskap Taman Nasional Halimun Salak. Untuk suku Baduy dalam yang memiliki kebudayaan dan tradisi leluhur yang masih dipertahankan memiliki kebiasaan menanam padi sekali dalam setahun. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat merusak keindahan dan manfaat dari Taman Nasional Halimun Salak. Pembalakan liar, pertambangan emas tanpa izin, dan mengubah hutan menjadi perumahan hunian. Maka dari itu, menjaga kelestarian taman nasional halimun salak menjadi tugas kita karena jika kita kehilangan elemen- elemen yang berada TNHS dapat berdampak besar di kehidupan masyarakat.

  31. Ika Pratiwi (A34160015) sc Landscape Pertanian hari Rabu Says:

    Pekarangan
    Pekarangan menurut saya yaitu sebuah taman atau kebun lecil yang berada disekitaran rumah dimana taman atau kebun tersebut ditanamami berbagai jenis tanaman dan dihuni oleh beberapa jenis hewan peliharaan dan hewan hewan alam juga. Pekarangan ini dapat diaplikasikan tau diteraplan dalam lingkungan perdesaan maupun perkotaan. Lingkungan perdesaan biasanya mempunyai pekarangan yang cukup luas dibandingkan dengan rumah tempat tinggalnya dan banyak ditumbuhi tanaman dan hewan hewan. Sedangkan pada pekarangan perkotaan biasanya mereka hanya memiliki pekarangan yang kecil karena tanah yang mereka miliki juga sempit sehingga pekarangan mereka menyesuaikan dengan apa yang ada. . . Tipe pekarangan ada dua yaitu tipe pekarangan horizontal dan vertikal. Tipe pekarangan horizontal biasany diterapkan pada pekarangan perdesaan atau tempat yang memiliki pekarangan yang luas dan cukup untuk menanam tumbuhan yang kecil sampai besar atau beranekaragam. Sedangkan tipe pekarangan vertikal biasanya diterapkan pada pekarangan perkotaan atqu tempat yang memiliki pekarangan yang sempit. tipe pekarangan ini sangat cocok dan bagus karena tanaman disusun dari atas kebawah sehingga tidak memerlukan tempat yang luas dan akan menambah etestikanya atau segi keindahannya karena kerapihannya dan keteraturannya.
    Pekarangan sangat diperlukan dan wajib dimiliki oleh setiap rumah tangga. Karena dengan pekarangan kita dapat menanan kebutuhan pokok kita sehari hari misalnya menanam sayur mayur, buah buahan ataupun ternak ayam tetapi dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Sehingga kita tidak perlu membeli lagi kebutuhan tersebut. Jika apa yang kita tanam tadi berlebih maka bisa dijual atau dikumpulkan ke unit koperasi agar dipasarkan sehingga kita dapat memperoleh kuntungan dari apa yang kita tanam. Jika kita sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok kita sendiri maka kita dapat menerapkannya ke lingkungan Rt, Rw, Kelurahan, Kecamatan dsb sehingga kebutuhan pangan kita tercukupi dengan adanya pekarangan disetiap rumah. Berbicara mengenai pekarangan disini bukan hanya tanaman saja yang ada didalamnya tetapi juga bisa diterapkan adanya kandang ternak kecil kecilan, kolam kolam ikan kecil dan berbagai hewan peliharaan atau jinak lainnya. Sehingga suatu pekarangan akan lebih komplit dengan adanya hal tersebut.

  32. Naura Hasna Taris (A24160135) Lansper Rabu 8-9.40 HPT A/B Says:

    Abad 20 atau abad yang dimana sekarang kita tinggal dan dimana teknologi berkembang pesat dan tidak ketinggalan dengan masalah lingkungan yang berkembang pula. Salah satunya adalah global warming. Salah satu penyebabnya adalah pembakaran karbon yang didapat dari kendaraan bermotor. Sangat tidak ramah dengan lingkungan yang berimbas pada manusia sendiri dengan fsktor udara, kesehatan, dll. Saya bahkan kita pasti merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Apalagi hal tersebut menyangkut pada lingkungan tempat kita tinggal. Lingkungan tempat tinggal kita akan ramah jika berbasis pada lingkungan aslinya, yang pasti akan membuat penghuninya nyaman. Saya sangat setuju dengan konsep Ecocity atau Green City atau Kota Kawasan Lingkungan. Konsep ini adalah bagaimana mempertahankan ekosistem aslinya dengan mengikutsertakan sumber daya biologi seperti tanaman asli ekosistem aslinya. Konsep ini pun dapat diperindah dengan penataan yang baik sehingga menjadikan keindahan lansekap yang membuat mata melihat dengan tersenyum. Selain itu pula, perpaduan antara budaya yang ada pada lingkungan asli dan organisasi pemanfaatan ekosistem asli sangat penting untuk menjadi penunjang keberhasilan ecocity. Keanekaragaman hayati akan terbentuk banyak yang membuat keragaman disekitarnya. Tak lupa dengan memberikan layanan yang baik pada lingkungan supaya ada rasa ingin menjaga dan menjadi ecocity yang baik.

  33. Silvi Indriyani (E34140004) sc lanskap pertanian rabu Says:

    Video Pekarangan
    Hal yang yang saya dapatkan setelah menonton video pekarangan:
    Setiap negara memiliki model taman yang berbeda. Misal taman Eropa pasti berbeda dengan taman Jepang. Taman Eropa lebih simetris sedangkan taman Jepang cenderung bergelombang mengikuti alam. Pada umumnya taman di Indonesia disesuaikan berdasarkan strukturnya. Struktur yang sesuai dengan Indonesia adalah model pekarangan. Pekarangan merupakan sebidang lahan yang ada di sekitar rumah.. Pekarangan sunda pasti berbeda dengan pekarangan bali dan pekarangan pekarangan daerah lainnya. Hal ini karena disesusaikan dengan keadaan alam di tempat tersebut. Pekarangan juga bisa dijadikan sebagai penunjang ketahanan pangan keluarga yaitu dengan tanaman tamanan pertanian. Ada 8 kelompok tanaman yang bisa menunjang ketahanan pangan keluarga (keragaman horizontal) seperti tanaman padi, bumbu, buah-buahan, obat, bahan industry, dan lainnya. Keragaman vertical terdiri dari 5 strata yaitu strata 1, 2, 3, 4, dan 5. Tiap strata memiliki tinggi yang berbeda.
    Dari video tersebut saya menjadi tahu lebih banyak tentang pekarangan. Bahwa dipekarangan pun tidak hanya dapat ditanami tanaman hias saja. Selain itu saya juga jadi tertarik untuk membuat pekarangan sendiri sesuai dengan yang ada di video. Tujuannya agar dapat menunjang ketahanan pangan keluarga juga nantinya.

  34. Sutannoor Akbar (A14140083) SC Lanskap Pertanian Rabu Says:

    Agroforestry Ecosystem Services & Wildlife Habitat
    Agroforestry merupakan salah satu tipe manajemen lahan yang memadukan pertanian dengan hutan. Kosep bercocok tanam ini memadukan tanaman-tanaman pertanian sebagai domain utama produksi diselingi dengan pohon-pohon yang umumnya ditanam dipinggirannya. Penggabungngan kedua sistem tanam tersebut dapat meningkatkan keanekaragaman produk pertanian yang dapat dipanen sehingga dapat meminimalkan resiko kerugian saat panen. Konsep agroforestry juga dapat meningkatkan qualitas tanaman karena mampu mengendalikan iklim micro, menjaga tanaman dari kerusakan akibat terkena angin, menjaga suhu rata-rata permukaan tanah, dan sebagainya. Penerapan agroforestry juga dapat menambah kemampuan tanah dalam memegang air melalui akar-akar pohon yang ditanam disekitar lahan sehingga menambah cadangan air tanah. Keberadaan pohon juga dapat menekan lajunya aliran permukaan sehingga dapat mengurangi degradasi lahan skibat erosi. Pohon yang ditanam juga dapat menjadi peneyedia bahan organik melalui daun-daun yang dijatuhkan ke permukaan tanah dan menjaga kesuburan tanah. Selain masalah pangan, agroforestry juga memberikan jasa lingkungan mengurangi kadar karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca, selain itu juga menjadi habitat bagi satwa-satwa seperti burung, tupai, serangga, dan lain-lain. Konsep agroforestry menurut saya merupakan konsep pertanian modern, sustainable, zero waste, dan efesien.

  35. Mardan (A24160127) Says:

    saya sangat menyukai video ini, karna melalui video ini saya jadi mengerti betapa efektifnya kita bercocok tanam jika menggunakan sistem Agroforestri. Agroforestri itu sendiri dapat dikatakan semacam tumpang sari antara tanaman pertanian (crops) dengan tanaman hutan berkayu. sistem agroforestri sangat penting guna meningkatkan produktivitas serta demi keberlanjutan lingkungan yang lestari.
    di video tersebut tergambar betapa merugikannya jika kita hanya memikirkan produktivitas namun melupakan lingkungan yang lestari. kita hanya akan menikmati hasil di awal namun tersiksa di akhir. di video tersebut dijelaskan akan bermunculan berbagai permasalahan pertanian yang sangat kompleks, seperti banjir, erosi, tanah yang tidak subur, dll. namun, jika kita bercocok tanam dengan menggunakan teknik agroforestri permasalahan-permasalahan tersebut bisa dicegah, bahkan di perbaiki. karna dalam sistem agroforestri, peran pepohonan hutan sangat berperan penting, seperti menyimpan dan menyerap air, menghidupkan organisme, menjadi efektif dalam menyerap unsur hara untuk tanaman pertanian, serta terciptanya biodiversitas ekosistem yang keberlanjutan dan lestari.

  36. Mardan (A24160127) Says:

    Definisi singkat dari pekarangan adalah halaman/taman di sekitar rumah (Home Garden). saya begitu tertarik belajar tentang hal itu, karna seperti yang diutarakan Prof. Hadi Susilo Arifin, pekarangan bisa sebagai alternatif dalam mempertahankan ketahanan pangan. namun, saya berasal dari Tanjung Priuk, jakarta utara, yang mana kesediaan tanah dan lahan di sana sangatlah terbatas. jangankan halaman rumah untuk bercocok tanam, untuk memparkir kendaraan pribadi aja rasanya sulit. namun, ternyata kesediaan lahan bukanlah syarat utama dalam membangun pekarangan. kita biasa mengenal dengan istilah Urban Agriculture atau biasa di sebut Urban Farming. teknik pertanian seperti itulah yang ternyata bisa membantu warga tanjung priuk, termasuk saya untuk membangun pekarangan di sekitar rumah. kita bisa menggunakan teknik Vertikultur, Hydroponik, Tabulampot, tanaman merambat ke atas, serta Growbox.
    ‌tidak sebatas sebagai alternatif ketahanan pangan, pekarangan sangat cocok sebagai penghias dan penyejuk lingkungan rumah. pekarangan yang terawat, akan menghasilkan lingkungan rumah yang lebih indah dan sejuk di mata. penyusunan bercocok tanamnya pun tidak asal tanam. jika kita ingin memperlihatkan keindahan, penyusunan dalam menanamnya ada strata yang harus diperhatikan, strata satu hingga strata 5. strata tersebut sebagai pembeda tinggi tanaman yang ada di pekarangan.

  37. RIANITA SEPTIANA_A34160105 Says:

    Saya ingin mengomentari video yang berjudul Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin : Pekarangan untuk Ketahanan Pangan. Video tersebut berisi perbincangan singkat antara pembawa acara Green TV dengan Bapak Hadi Susilo Arifin membahas tentang pekarangan. Bapak Hadi, sebagai pakar dari pekarangan, menjelaskan bahwa dari pekarangan kita dapat menciptakan ketahanan pangan bangsa. Bermula dari kemampuan sebuah keluarga, dengan sepetak kecil pekarangan di rumahnya, yang dapat memenuhi kecukupan pangan. Jika sebuah keluarga saja dapat memenuhi kecukupan pangannya sendiri maka dapat dipastikan dalam satu RT (Rukun Tetangga) juga dapat memenuhi kecukupan pangannya. Begitu seterusnya sampai tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi sampai pada akhirnya sebuah negara dapat memenuhi kecukupan pangannya dalam arti memiliki ketahanan pangan. Pekarangan yang diciptakan untuk memenuhi ketahanan pangan, dibuat dengan menanami pekarangan dengan tanaman umbi-umbian, tanaman obat, tanaman sayur, tanaman buah-buahan, tanaman bumbu-bumbuan, dan masih banyak lagi. Semua itu dibuat dengan dua macam sistem, pertama dengan memaksimalkan tanah pekarangan, maka dibuat petak penanaman dalam posisi horizontal. Kedua, jika kondisi tanah yang ada di pekarangan tidak cukup baik untuk ditanami atau luas lahan pekarangan yang tidak begitu luas, maka dibuat penanaman secara vertikal, yaitu dengan membuat eco-screen atau sistem tanam bertingkat sehingga hanya membutuhkan sedikit ruang dalam tanah ataupun tidak memakai tanah sama sekali (sistem hidroponik). Pekarangan tidak hanya berisi tanaman, namun dalam konsep pekarangan Indonesia, di dalam pekarangan juga terdapat kolam ikan dan juga kandang ayam atau pun bebek dan sebagainya.

  38. YUSNIA DWI PUTRI SUHERMAWAN (A34160094) Says:

    Pertama kali tahu pekarangan Pak Hadi yang diolah begitu asri nya yaitu saat mata kuliah PIP PPKU, kebetulan bapak sedang mengganti salah satu dosen yang tidak bisa hadir. Luar biasa dengan hanya bermodalkan pekarangan kita bisa dengan langsung mendapatkan berbagai keuntungan contohnya sebagai media ketahanan pangan keluarga dan apabila terdapat hasil yang lebih, tentu akan menghasilkan suatu pendapatan untuk kita. Menerapkan konsep Food Security seharusnya dimulai dari bawah terlebih dahulu, yaitu dengan mengembangkan sebuah pekarang sebagai sumber ketahanan pangan misalnya RT 1 desa A setiap kepala keluarganya memiliki pekarangan dan dapat dioptimalisasikan penggunaan pekarangan tersebut maka akan memberikan dampak yang baik juga baik dari segi ekonomi dan ketahanan pangan apabila masyatakat yang bersangkutan mampu mengelola pekarangan teak 1.

  39. Nurani Apriliani Says:

    Nurani Apriliani_A34160034_SC Lanskap Pertanian hari rabu. Ecocity Development merupakan sebuah solusi untuk mengurangi polusi di bumi, terutama di daerah perkotaan yang banyak menyumbang co2 yang berasal dari kendaraan bermotor. Tetapi dengan adanya konsep ecocity bisa menjawab permasalah tersebut karena konsep ecocity merupakan konsep kota yang berwawasan lingkungan dan tetap mempertahankan ekosistem asalnya. Misalkan karakter alam yang berada di daerah tersebut tetap di pertahankan dan menjadi sebuah lanskap tersendiri termasuk sumberdaya biologinya yang beranekaragam seperti tanaman, dan satwa liar yang berbasis dari ekosistem setempat. Hal yang bisa dimulai untuk menerapkan konsep ini bisa di mulai dengan taman rumah dan pekarangan yang berkelanjutan. hal ini bertujuan dalam pemanfaatan ruang yang menjadikan ruang terbuka hijau dan di dalamnya memiliki keanekaragaman hayi, tetapi ecocity juga memanfaatkan ruang terbuka biru yang merupakan badan air di suatu wilayah yang berfungsi untuk keberlangsungan lingkungan karena ruang terbuka biru berfungsi dalam pengendalian dan menyimpan air sehingga pada saat musim hujan air bisa tertampung dengan baik dan pada saat musim kemarau air akan di alirkan ketempat-tempat yang membutuhkan sehingga air termanfaatkan dengan baik. Ecocity merupakann konsep yang mudah untuk di lakukan oleh masyarakat karena kita hanya memanfaatkan rung yang ada untuk di jadikan ruang terbuka hijau yang tetap mempertahankan ekosistem asalnya.

  40. Zahra Inayah Safitri (A24160032) Says:

    Mengenai pekarangan, saya sangat menyukainya. Pekarangan memiliki keindahan tersendiri dan bermaanfaat untuk mencukupi kehidupan hanya dengan lahan yang terbatas. Selain itu, secara tidak langsung pekarangan juga mempererat kekeluargaan dalam bermasyarakat. Hasil pekarangan bisa dijadikan buah tangan, dibagikan dengan percuma, atau dikumpulkan bersama dengan hasil pekarangan tetangga untuk dijual. Setiap daerah ataupun negara memiliki ciri khas yang berbeda. Hal tersebut pula yang membuat suatu daerah ataupun negara menjadi menarik dan dikenal.

  41. Mar'ie Muhammad (A34160025) Says:

    Apa yang dilakukan suku baduy di Taman Nasional Halimun Salak merupakan penerapan pertanian dengan prinsip agroekologi. Prinsip agroekologi sangat menekankan pada aspek keberlanjutan, resisten dan resiliensi lingkungan. Dalam penerapannya, terselip kearifan lokal masyarakat baduy yang sangat luar biasa. Tanah dianggap sebagai ibu bagi mereka dan langit sebagai ayahnya, sehingga tanah dan langit menjadi salah satu bagian yang perlu dihormati dan dijaga kealamiannya. Cara masyarakat dalam mengelola alam yang begitu bijaksana patut menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
    Melalui penerapan agroekologi dengan kearifan lokal, lingkungan akan lebih resisten terhadap hama dan penyakit serta memiliki daya lenting yang baik.

  42. Deni Dahlan (G74140039) Says:

    Komentar video tentang pekarangan (Lanskap Pertanian hari Rabu)

    Menurut saya pekarangan sangat penting bagi masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan. Dengan adanya pekarangan menyebabkan lingkungan menjadi lebih asri. Selain itu pekarangan berpotensi sebagai media ketahanan pangan pada setiap desa jika hasil dari pekarangan ini dapat diolah dengan baik. Namun masih banyak masyarakat yang masih belum memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya menjadi pekarangan, sehingga perlu adanya sosialisasi dan edukasi yang lebih banyak lagi tentang pentingnya pekarangan bagi masyarakat.

  43. Glenesya Audrey Says:

    Glenesya Audrey (A34160019)

    Healty Living – Ecocity
    Konsep Ecocity yang saya baru mengetahui informasinya dari Pak Hadi adalah Konsep kota yang berwawasan Lingkungan yang menurut saya sangat baik untuk diterapkan di Indonesia pada saat ini. Ecocity ialah pembangunan kota yang secara ekologis dikatakan kota yang sehat. Artinya adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Pengertian yang lebih luas mungkin ialah adanya hubungan timbal balik antara kehidupan kota dengan lingkungannya. Secara mendasar kota bisa dipandang fungsinya seperti suatu ekosistem. Ekosistem kota memiliki keterkaitan sistem yang erat dengan ekosistem alami. Kota yang berkelanjutan, atau ecocity adalah kota yang dirancang dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, dihuni oleh orang yang berdedikasi untuk meminimalisasi input seperti kebutuhan energi, air dan makanan, sedangkan output-nya berupa limbah, panas, polusi udara, CO2, metana, dan polusi air. Saya sangat mendukung penuh penerapan konsep ecocity ini di Indonesia, terutama untuk kota-kota besar di Indonesia karena pada saat ini Indonesia benar-benar membutuhkan cara-cara baru untuk membuat lingkungan tetap terjaga dan bersahabat dengan kita yang tinggal didalamnya. Penerapan konsep ecocity pasti akan menimbulkan banyak perubahan di Indonesia, apalagi mengenai masalah lingkungan, sampah, krisis energi dan air serta sebagainya. Dengan salah satu cara ini Indonesia tentu akan tetap terjaga lingkungannya. Terimakasih.

  44. Naziatul asna (A34160084) Says:

    Saya ingin mengomentari vidio tentang “A Lanscape Approach : What, Where, and How ?”
    Menurut saya pendekatan lanskap yang dilakukan oleh suku baduy yang hidup di daerah sekitar gunung halimun salak membuat saya kagum. Mereka masih sangat menerapkan sistem pertanian yang berorientasi pada alam dimana mereka menganggap alam sebagai satu kesatuan makhluk hidup yang harus dikelola secara tepat. Serta teknik dan sistem bercocok tanam yang mereka terapkan sangat efisien dimana masyarakat baduy sendiri tidak menggunakan bahan kimia dalam proses bercocok tanam, ditambah lagi sistem penyimpanan padi pada lumbung yang dibuat tanpa paku sangat memperhatikan aspek-aspek fungsional sehingga mereka mampu menghasilkan produk pertanian yang organik dan berkelanjutan. Hal tersebut mereka pelajari secara turun temurun oleh nenek moyang mereka sebagai suatu kebudayaan yang patut di lestarikan. Namun dapat kita bandingkan dengan masyarakat Indonesia sekarang ini yang hanya mementingkan aspek finansial produksi tanpa mengetahui peran alam sebagai sumber pertanian sehingga banyak sekali feed back buruk yang dihasilkab seperti ledakan serangan hama dan dapat kita lihat bahwa kesuburan tanah pada beberapa daerah sudah mulai menurun. Oleh karena itu, prinsip Agroforestry yang diterapkan oleh suku baduy perlu kita terapkan juga pada masyarakat modern sekarang ini agar kelestarian alam sebagai sumber kehidupan tetap terjaga dan kita tetap bisa melakukan perencanaan pertahian dengan berkolaborasi dengan beberapa aspek lain.

  45. Naziatul asna (A34160084) Says:

    Pekarangan menurut saya merupakan lahan sisa yang bisa dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai komoditas pertanian. Kata “pekarangan” mungkin bagi saya merupakan hal baru karena saya tinggal di daerah pusat kota yang mana sangat sedikit lahan sisa bahkan tidak ada. Seperti yang saya tahu bahwa dengan kurangnya lahan pekarangan dibdaerah saya memberikan dampak yang cukup nyata seperti halnya dari segi ekonomi dimana kami sangat bergantung dengan adanya pasar tradisional dan supermarket sehingga setiap keluarga belum bisa mengatur kondisi pangannya sendiri dan lebih bergantung pada produk luar. Saya sendiri sangat terinspirasi dengan pekarangan Bapak Hadi karena saya sadar terhadap peran pekarangan sebagai lahan terbuka hijau sangat besar. Ditambah lagi dengan adanya lahan terbuka hijau bisa menjadikan media penghilang penat terhadap aktivitas perkotaan yang begitu padat. Namun dengan semakin berkembangnya sistem pertanian, sudah ada tetangga saya yang menerapkan sistem bercocok tanam hidroponik bertingkat dengan memanfaatkan lahan sisa yang sempit walaupun hanya mengaplikasikannya pada beberapa pipa paralon saja dan menurut dia sebagai orang awam, teknik budidaya tanaman hidroponik masih di rasa sulit karena kurangnya pengetahuan mengenai pengendalian hama serta teknik yang dilakukan sebagai adanya pengelolaan sehari-hari misalnya mengganti air. Semoga dengan ilmu mengenai pekarangan yang bapak berikan dapat membantu mengembangkan peran pekarangan yang bukan hanya sekedar lahan sisa namun bisa kita manfaatkan untuk tanaman hortikultura dan tanaman obat yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga di rumah dan juga bisa meningkatkan nilai ekonomi jika bisa dikelola lebih dalam.

  46. Nadia Utami Vidian (A34160031) Says:

    Pekarangan memang dapat ditemukan hampir di seluruh rumah yang ada di Indonesia. Pekarangan dapat dijadikan lokasi bercocok tanam, menanam tanaman hias, kolam ikan dsb. Materi kuliah tentang pekarangan memberikan banyak wawasan baru dan memiliki potensi yang besar.
    Pekarangan sebelumnya sering dipandang sebelah mata karena hanya terletak pada sekitaran rumah saja. Padahal pekarangan mampu menyuplai sebagian kebutuhan rumah tangga di Indonesia. Penanaman tanaman sayuran maupun buah-buahan sangat membantu keluarga Indonesia dalam mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga.
    Tanaman yang ditanam sendiri di pekarangan suatu keluarga, akan terjamin kualitasnya. Berbeda dengan bahan makanan yang dibeli di pasar yang kita sendiri tidak tahu diberi pupuk organik atau pupuk kimia, atau produk lainnya. Potensi pekarangan yang sangat besar adalah pemenuhan kebutuhan pangan masing-masing keluarga dalam negeri.

  47. Rizki Yolanda Putri H34140001 Says:

    Pentingnya pekarangan masih belum banyak masyarakat yang menyadari, terutama saya sendiri dengan terinspirasi dari kediaman bapak hadi dimana pekarangan rumah bisa didesign dan dimanfaatkan sedemikian rupa, mulai dari keindahan, keasrian, serta kebutuhan pangan tercukupi.
    Dengan adanya materi pembelajaran tentang pekarangan diharapkan bisa lebih mengembangkan ilmu dan meningkatkan perekonomian.

  48. Alif Musthafa G74140004 Says:

    Perkarangan sangat menarik bagi saya, karna perkarangan dapat dimiliki setiap rumah. Yang menarik dari perkarangan, kita tetap dapat membuat perkarangan meskipun tidka memiliki lahan yang cukup. Selain itu perkarangan sangat fleksibel karena kita dapat menanam berbagai jenis tanaman, sehingga kita bisa menanam tanaman apapun yang kita butuhkan dan kita inginkan. Selain itu hal menarik lain dari perkarangan adalah, kita bisa membuat perkarangan di kota maupun di pedesaan. Perkarangan juga bisa memiliki berbagai ciri khas dari masing-masing daerah. Kekentalan budaya yang melekat di perkarangan juga membuat perkarangan semakin menarik.

  49. Alif Musthafa Says:

    Alif Musthafa-G74140008.
    Perkarangan sangat menarik bagi saya, karna perkarangan dapat dimiliki setiap rumah. Yang menarik dari perkarangan, kita tetap dapat membuat perkarangan meskipun tidka memiliki lahan yang cukup. Selain itu perkarangan sangat fleksibel karena kita dapat menanam berbagai jenis tanaman, sehingga kita bisa menanam tanaman apapun yang kita butuhkan dan kita inginkan. Selain itu hal menarik lain dari perkarangan adalah, kita bisa membuat perkarangan di kota maupun di pedesaan. Perkarangan juga bisa memiliki berbagai ciri khas dari masing-masing daerah. Kekentalan budaya yang melekat di perkarangan juga membuat perkarangan semakin menarik.

  50. Siri Suqthi Says:

    Siri Suqthi-G74140005
    Pekarangan bisa menjadi salah satu sumber bahan pangan bagi setiap rumah. Ketika satu rumah terpenuhi kebutuhan dan ketahanan pangannya maka satu (Rukun Tetangga) RT juga dapat terpenuhi kebutuhannya dan seterusnya, pernyataan dari bapak mengenai hal tersebut sangat menarik bagi saya, terlebih perkarangan juga dapat berbentuk vertikal. Sehingga seharusnya setiap masyarakat Indonesia baik di perkotaan dan di pedesaan dapat membuat pekarangan. Selain itu bagi yang bisa memanfaatkannya pekarangan juga dapat memliki keuntungan dari segi ekonomi. Selain itu fungsi pekarangan juga dapat menyerap air hujan dan menyimpannya, hal tersebut sangatlah bermanfaat.

  51. Nadia Putri Firdausa Says:

    Local wisdom that is still awake in the tribe baduy, Taman Nasional Halimun Salak, starting from the management of water resources, conservation of biodiversity, ecosystem services, food security until finally created human welfare, is a new thing that I know lately.

    I was born and raised in bogor. Bogor has become a part of my whole life. Knowing about the local wisdom that still exists in Bogor makes it a pride for myself and also a motivation for me to build agriculture in Bogor by continuing to maintain local wisdom, nature conservation, and the beauty of its landscape.

  52. Nadia Putri Firdausa Says:

    Home garden is not so new to me. I live in an urban environment where we rely on a green home garden to at least breathe cool and pollution-free air in the morning to start day activities. Which is new to me is how the yard can be one of the ways to meet food security and food safety.

    Food security and food safety that start from home garden in my opinion is the answer to urban agriculture where we can control what foods we eat, the freshness and healthy food. It is an interesting thing for me to try and apply in urban areas because I want to change the mindset of urban society about agriculture and build urban agriculture that in the future they will realize that what they are doing is not in vain and worth it.

  53. Allen Okta Kusmita (A34160013) Sc lanskap pertanian Says:

    Urban agriculture merupakan pertanian perkotaan yang pada dasarnya hanya memanfaatkan lahan sempit, tetapi menghasilkan hasil yang lebih efisin dari segi waktu tenaga dan aspek lainnya. Dengan pertanian perkotaan dapat mendapatkan hasil produksi yangblebih segar dibandingkan dengan hasil dari pertanian pedesaan. Pertanian pedesaan butuh waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan dengan pertanian perkotaan, sehingga hasil dari pertanian perkotaan akan jauh lebih segar dan jauh lebih mahal. Pertanian perkotaan juga sangat efisien terhadap tempat, dengan memanfaatkan lahan perkotaan yang relatif sempit untuk mewujufkan pertanian perkotaan dapat dibuat vertikal garden sehingga lahan yang sempit dapat menghasilkan produtivitas yang leboh tinggi. Kemajuan teknologi yang dapat digunakan sehingga pertanian perkotaan dapat meningkatkan produktifitas dengan cara intensif. Pertanian juga membutuhkan perlakuan yang tepat supaya tidak ada yang terbuang sia-sia, itu juga telah banyak diterapkan pada pertanian perkotaan dengan cara bertani hydrophonic sehingga hara dan nutrisi tanaman tifak terbuang sia-sia atau mengefisienkan pemakaian pupuk dan unsur hara yang lainnya. The future of agriculture, pada video tersebut terlihat koki yang sedang memasak di area perkebunan, sehingga makanan yang disajikan langsung dari perkebunan itu sendiri dengan itu dapat dipastikan makanan yang diolah lebih aman dan terjamin proses pembuatannya. Pertanian perkotaan dari segi ekonomi dan efektifitasnya lebih menguntingkan dibandingkan pertanian pedesaan.

Leave a Reply