Poster small

KEBAYA, KOPI, dan BUKU
Ruang Bebagi dan Peduli – FX Sudirman 19 May 2017 at 6-9PM

URBAN’S small PEKARANGANPDF File klik di sini

By: “Deddy” HADI SUSILO ARIFIN

Ruang Juragan – Eat & Eat, FX Sudirman – Jakarta, 19 Mei 2017

Milestone: Jumlah penduduk Indonesia 257,9 juta (2016) dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.49% (2015). Diprediksi tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia sekitar 450 juta jiwa.

 Tantangan: Kita dihadapkan pada permasalahan pangan: Ketahanan Pangan, Kedaulatan Pangan dan Keamanan Pangan. Di satu sisi pembangunan dan pengembangan kota baru dan infrastrukturnya mengakibatkan  alih fungsi lahan pertanian perdesaan. Di lain pihak hal itu meningkatkan jumlah unit rumah ‘landed housing’  dan pekarangannya. Diketahui total luas perangan seluruh Indonesia sekitar 5,132,000 ha (2000), di antaranya 1,736,000 ha berada di P. Jawa. Sepuluh tahun kemudian jumlah total luas pekarangan di Inonesia meningkat dua kali lipat, menjadi 10.3 juta ha (2010).

Info Pekarangan Dapat Diakses melalui Link, sebagai berikut:

  1. Presentasi Power Point: http://www.hsarifin.staff.ipb.ac.id
  2. Video Bincang Bintang Pekarangan untuk Ketahanan Pangan: http://www.youtube.com/watch?v=HeBocD4M1v4
  3. Video Kuliah Pekarangan di NUS Singapore: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2013/04/26/video-of-pekarangan-lecture-in-national-university-of-singapore/
  4. Video Riset Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/photo-albums/
  5. Buku Saku Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/publications/books/
  6. Buku Orasi Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/?s=orasi+hadi+susilo+arifin
  7. Leaflet Pekarangan: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2013/05/01/pekarangan-introduction-for-ipb-kkp-students-2013/
  8. Publikasi Majalah Burung Indonesia: Profesor Pekarangan Sejati https://facebook.com/photo.php?fbid=10200929563616412&l=2bfaa5f10c
  9. Publikasi Mongabay Indonesia http://www.mongabay.co.id/2015/04/24/dari-pekarangan-hadi-susilo-arifin-tebar-jurus-cinta-lingkungan/

 Tujuan Pemanfaatan Pekarangan Perkotaan

  1. Meningkatkan pemanfaatan pekarangan sebagai lanskap produktif bagi praktek urban farming.
  2. Memasok pangan & gizi keluarga yang aman, serta pemenuhan gaya hidup sehat.
  3. Mengkonservasi keanekaragaman hayati pekarangan perkotaan (urban biodiversity).
  4. Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga.
  5. Menjaga keindahan lanskap perkotaan.

 Filosofi, Struktur dan Fungsi  Pekarangan

Tata ruang pekarangan : Halaman depan (buruan): lumbung, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian. Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi. Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri. Bagi masyarakat Hindu Bali, dalam pola tata ruang Pulau sebagai macro-cosmos hingga pekarangan dan struktur badan manusia sebagi micro-cosmos terbagi dalam tiga hal dalam filosofi Tri Mandala dan Tri Hita Karana. Pola ruang Utama sebagai Parahyangan, wialyah pekarangan yang mengahadap ke G. Agung akan diletakkan Mrajan dengan tanaman hias bunga-bungaan sebagai ekspresi hubungan man-God. Ruang Madya sebagai Pawongan adalah bagian tengah di mana kehidupan manusia berada, bagian pekarangan ini terdiri dari tanaman buah-buahan dan obat-obatan serta tanaman pangan lainnya merupakan ekspresi man-man. Bagian pekarangan belakang disebut teba, merupakan bagian yang dianggap Nista, atau Palemahan merupakan bagian kandang ternak, pengolahan sampah dan tanaman umbi-umbian sebagi cerminan hubungan man-environment.

Ukuran pekarangan: Cukup beragam dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi klasifikasi dilakukan dengan ukuran sebagai berikut: 1. Pekarangan Sempit < 120 m2, Pekarangan Sedang 120-400 m2, Pekarangan Luas 400–1000 m2, Pekarangan Sangat Luas  > 1000 m2.

Keragaman vertical: Keragaman elemen pekarangan dapat dilihat dari stuktur tinggi tanamannya. Strata V > 10 m (pohon); Strata IV 5-10 m (pohon kecil); Strata III: 2-5 m (perdu), Strata II 1-2 m (semak); Strata I <1m (herba dan rumput)

Keragaman horizontal : merupakan keragaman elemen yang terdiri dari tanaman – ternak – ikan. Ketiga mahluk hidup tersebut secara harmoni ada dalam pekarangan. Dapat menjadi sumber bahan pangan keluarga. Tanaman dalam pekarngan dapat dikelopmokkan dalam: tanaman hias, tanaman buah, tanaman sayuran, tanaman bumbu, tanaman obat, tanaman penghasil pati, tanaman industry, tanaman lain: penghasil pakan, kayu bakar, bahan kerajinan tangan, peneduh Penyediaan Pangan Beragam, Bergizi, Berimbang dan  AMAN

Potensi Pengembang Agribisnis Pekarangan

  1. Tanaman pangan & hortikultura: umbi-umbian, kacang-kacangan, sayuran, buah, bumbu, obat
  2. Tanaman yang bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot, tanaman taman)
  3. Ternak: unggas hias, petelor, daging
  4. Ikan: hias, produksi daging, dll.

Fasilitas Pekarangan: Luas dn sempitnya pekarangan, posisi pekarangan dekat atau jauh dari perkotaam, dan lain-lain mempengaruhi jumlah dan ragama fasilitas dalam pekarngan. Umumnya fasilitas dalam pekarangan terdiri dari Lahan pertanaman, Kandang ternak, Kolam ikan, Lumbung atau gudang, Tempat menjemur hasil pertanian, tempat menjemur pakaian, halaman tempat  bermain anak-anak, bangku, sumur, kamar mandi, tiang bendera, tiang lampu, garasi,lubang sampah, jalan setapak, pagar,pintu gerbang, dan lain-lain.

Pentingnya Pendampingan dan Penyuluhan Pekarangan:  Pendampingan yang berkompeten melalui penyuluhan mampu mengembangkan usaha pertanian yang lebih baik (better farming). Berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera  dan lingkungan lebih sehat(better living).

Penutup 

Pekarangan dapat melakukan pengelolaan PRODUKSI sepanjang tahun: tanaman tahunan & semusim. Perlunya pendampingan yang cukup memadai (kuantitas dan kualitas) agar masyarakat paham pentingnya hidup sehat dengan pekarangan yang baik. Ketika setiap unit keluarga tahan terhadap pangan, maka 1 RT akan tahan. Setiap RT tahan pangan maka 1 RW akan tahan. Jika setiap RW tahan maka 1 kelurahan akan tahan. Manakala tiap kelurahan tahan maka 1 kecamatan akan tahan, selanjutnya 1 kota/kabupaten, 1 provinsi dan 1 negara akan tahan pangan.  FEED the NATION…. FEED the WORLD …..

Bogor, 18 Mei 2017

Hadi Susilo Arifin,

Mobile: +62-811117720; email: hadisusiloarifin@gmail.com ; BLOG www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

IMG-20170520-WA0013

IMG-20170520-WA0010

IMG-20170520-WA0002

IMG-20170520-WA0008

IMG-20170520-WA0006