20170429_165642

Excursion Pic could be accessed by CLICK Here, Please.

GRADUATE SCHOOL STUDENTS EXCURSION

Cultural & Natural Landscape of Cirebon & Kuningan

29-30 April 2017

Hadi Susilo Arifin FINAL FIELD TRIP GUIDELINE PLUS MAPS in PDF File

PANDUAN FIELD TRIP: M.K. PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN; M.K. EKOLOGI LANSKAP; M.K. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA – PS ARSITEKTUR LANSKAP, SEKOLAH PASCASARJANA – IPB, SEMESTER GENAP – TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Dosen Pembimbing Lapang: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dan Dr. Regan Leonardus Kaswanto

Asisten Lapang: Fariz Harindra Syam

Jumlah Peserta: 9 Mahasiswa MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; 19 Mahasiswa MK Ekologi Lanskap, dan 5 Mahasiswa Kebijakan & Manajemen Ekowisata (Total Mahasiswa 25 karena ada 8 mahasiswa sebagai peserta di 2 MK), 2 Dosen, 1 Asisten, dan 1 Lainnya.

Nama Peserta Mahasiswa/Program Studi, Dosen, Asisten dan Lainnya:

PS ARL: S2 – Dewi, Isnaeni, Dina, Safia, Sunardi, Annisah, Aisyah Sabilla, Tika, Anggi

PS PSL: S3/S2 – Nurfaida, Prihanto, Mita, Darkono, Rina, Rifki, Diana, Herna

PS ENT: S3 – Lindung, Rawati Panjaitan, Septiantina, Azru Azhar, Tazkiyatul Syahidah

PS PHT: S2 – Fathan

PS SVK: S3 – Hasyyati Shabrina, Fitri Indriana

Dosen: Hadi Susilo Arifin dan Kaswanto

Asisten: Fariz Harindra Syam

Lainnya: Dwi Yuliantoro

Lokasi Kajian: Bogor (Kampus Darmaga s.d. Tugu Kujang dan Lawang Selapan), Lanskap Tol (Jagorawi,Cikunir, Cikampek, Cipali) – Kota Cirebon (Astana Gunung Jati, City Tour on the way ke Keraton Kasepuhan melewati Pelabuhan, Pantai Taman Ade Irma Suryani & Kota Tua di Sekitar Jalan Merdeka, Kampung Batik Trusmi, Gua Sunyaragi) – Kabupate Kuningan (Kampung Adat Cigugur/Situs Purbakala Megalitikum Cipari, Curug Putri Taman Nasional G. Ciremai/Taman Wisata Alam Linggarjati, Hot Spring Resort Sangkanurip)

Hari/Tanggal: Sabtu-Minggu/ 29 – 30 April 2017

Wkt Berangkat: 29 April 2017 pk.02:00-02.30 dari ATM Center Kampus Dramaga – Bogor;

pk 03.00 dari depan Gedung Alumni Kampus Baranangsiang Bogor

Wkt Tiba: 30 April 2017 pk. 22.00 di Kampus IPB Dramaga – Bogor

Alat dan Bahan: GPS, DBH meter, Peta Rupa Bumi skala 1:25.000/Image dari Google Map/Google Earth, Kamera Digital, personal equipment (alat tulis, sepatu lapang, topi, payung, jas hujan, obat-obatan pribadi, pakaian ganti, sun-block dan sun glasses).

Kendaraan: Bus Kapasitas 30 kursi

METODA PELAKSANAAN FIELDTRIP

  1. Window Survey: observasi dari dalam mobil sesuai petunjuk pembimbing dalam panduan dan saat berada dalam bus.
  2. Observasi Lapang: pengamatan di lapang, diskusi dengan pembimbing, wawancara dengan masyarakat/pengguna/pengelola, dan pengukuran langsung, dokumentasi gambar.
  3. Studi Pustaka: menghimpun data terkait dari laporan penelitian, data buku statistik, dan sumber referensi lainnya termasuk dari links internet.

METODE PADA SETIAP OBYEK PENGAMATAN DAN PERKIRAAN JADWAL PERJALANAN

Travel Agent: NAGIGATOUR Mohon mensinkronkan jadwal berikut dan perubahan-perubahannya saat di lapang.

Lokasi Kajian: Bogor (Kampus Darmaga s.d. Tugu Kujang dan Lawang Selapan), Lanskap Tol (Jagorawi,Cikunir, Cikampek, Cipali) – Kota Cirebon (Astana Gunung Jati, City Tour on the way ke Keraton Kasepuhan melewati Pelabuhan, Pantai Taman Ade Irma Suryani & Kota Tua di Sekitar Jalan Merdeka, Kampung Batik Trusmi, Gua Sunyaragi) – Kabupaten Kuningan (Kampung Adat Cigugur/Situs Purbakala Megalitikum Cipari, Curug Putri- Palutungan Taman Nasional G. Ciremai, Waduk Darma dan Hot Spring Resort Sangkanurip).

Hari/Tanggal: Sabtu-Minggu/ 29 – 30 April 2017

Waktu Berangkat: 29 April 2017 pk.02:00-02.30 dari ATM Center Kampus Dramaga – Bogor; pk 03.00 dari depan Gedung Alumni Kampus Baranangsiang Bogor

Waktu Tiba: 30 April 2017 pk. 22.00 di Kampus IPB Dramaga – Bogor

Alat dan Bahan: GPS, DBH meter, Peta Rupa Bumi skala 1:25.000/Image atau dari Google Map/Google Earth, Kamera Digital, personal equipment (alat tulis, sepatu lapang, topi, payung, jas hujan, obat-obatan pribadi, pakaian ganti, sun-block dan sun glasses).

Kendaraan: Bus Kapasitas 30 kursi

METODA PELAKSANAAN FIELDTRIP

  1. Window Survey: observasi dari dalam mobil sesuai petunjuk pembimbing dalam panduan dan saat berada dalam bus.
  2. Observasi Lapang: pengamatan di lapang, diskusi dengan pembimbing, wawancara dengan masyarakat/pengguna/pengelola, dan pengukuran langsung, dokumentasi gambar.
  3. Studi Pustaka: menghimpun data terkait dari laporan penelitian, data buku statistik, dan sumber referensi lainnya termasuk dari links internet.

METODE PADA SETIAP OBYEK PENGAMATAN DAN PERKIRAAN JADWAL PERJALANAN

Travel Agent: NAGIGATOUR Mohon mensinkronkan jadwal berikut dan perubahan- perubahannya saat di lapang.

HARI I – 29 APRIL 2017

  1. 02.00-02.30: Kumpul di ATM Center Kampus IPB Darmaga, final check, dan doa keberangkatan.
  1. 02.30-03.00: Perjalanan ke penjemputan peserta di depan Gedung Alumni Kampus IPB Baranangsiang
  1. Window survey: Mulai wilayah Sub-Urban Dramaga/ Laladon/Jembatan Merah, Lanskap Tugu Kujang/Lawang Selapan, Pertigaan Jl Raya Pajajaran, Area Terminal Baranangsiang sampai dengan Pintu Tol – Bogor (dini hari, jadi bisa dilaksanakan di hari lainnya)
  1. Window survey: Lanskap Jalan Bebas Hambatan Segmen Jagorawi, Cikunir, Cikampek, dan Cipali; (Jalur Hijau dan Median Jalan, Lanskap di luar Jalan Tol) à Struktur vegetasi, konspep jalur bebas hambatan, toll gate, lanskap rest area khususnya saat berhenti sholat Subuh. Jika Subuh sudah di Cirebon maka sholat di Masjid Attaqwa dan sarapan di Nasi Jamblang Mang Doel)
  1. 07.00-07.30: Window survey: Dalam Perjalanan antara Tempat Sarapan Pagi (nasi jamblang) ke Astana Gunung Jati Jl. Kartini, Masjid Ataqwa, Pendopo ex Kabupaten, Alun-alun Cirebon, Jl Siliwangi, Balai Kota Cirebon, Station Kereta Api, Taman Kota Krucuk Cirebon, Ex Karsidenan à Karakter arsitektur tradisional Candi Bentar dari bata merah kaitannya dengan kebijakan pemerintah – kota pemerintahan, perdagangan, kota transit, destinasi wisata, kota budaya dan wisata
  1. 07.30 – 09.00: Observasi lapang di Lanskap Astana Gunung Jati & Gunung Sembung Cirebon à Cultural & Historical Landscape pada abad XVII, yang dijadikan kawasan wisata ziarah
  1. 09.00-10.30 (dengan spot pengamatan di titik tertentu): Window survey: Dalam Perjalanan antara Astana Gunung Jati ke Keraton Kasepuhan. Jl. Kesenden/atau Jl Kali Baru, Sisingamangaraja, Pelabuhan dan Pergudangan, Kota Tua Jl. Merdeka, BAT, Kelenteng, Bangunan colonial bagi perkantoran dan bank. WISATA BAHARI TAMAN ADE IRMA SURYANI (Sebagai lanskap alternative yang perlu dikaji jika waktunya memungkinkan: tanah timbul, reklamasi pada resort wisata pantai)

 

  1. 10.30 – 11.30: Observasi lapang: Lanskap Keraton Kasunanan Kasepuhan sebagai situs sejarah dan budaya (sebenarnya ada 3 keraton lainnya yang terletak secara terpisah yaitu Keraton Kasunanan Kanoman, Keraton Kasunanan Kacerbonan, dan Keraton Kasunanan Kaprabon). Peninggalan Abad XVII dengan lanskap sejarahnya sebagai obyek wisata budaya.
  1. 11.30-13.30: Window Survey dan ISHOMA: Perjalanan antara Keraton Kasepuhan ke lokasi makan siang hingga ke Kampung Batik Trusmi. Urban landscape/urban zoning Jl Pasuketan, Pasar Balong, Stasiun Parujakan, Gunung Sari, Plered à Land use-land cover changing, urbanisasi, dan pengembangan kota. Makan siang di Resto Empal Gentong H. Apud/Resto Empal Gentong Amarta (empal gentong, empal asem, sate kambing muda, tahu gejrot, mungkin tersedia juga nasi lengko dan mie koclok tapi bukan sebagai menu utama)
  1. 13.30-15.00: Observasi lapang (sambil jedah refreshing bagi yang berwisata belanja): Lanskap Kampung Batik Trusmi adalah pusat industri batik di Cirebon. Kampung ini terletak di Plered. Pengrajin batik di desa Trusmi dan sekitarnya, seperti desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah, berjumlah lebih dari 3000 Rumah Tangga yang berkarya di sector batik ini. à manajemen tata ruang Kampung Batik, lanskap pusat perdagangan serta sejarah masyarakat Trusmi, Ki Gede Trusmi dan Masjid Trusmi (karena keterbatasan waktu kita tidak akan sampai ke lanskap Masjidnya), dan budaya membatik dari Keraton ke Rakyat, dan wisata batik terkait dengan wisata belanja dan wisata kuliner.
  1. 15.00-15.30: Istirahat dalam bus dari Trusmi menuju ke Gua Sunyaragi.
  1. 15.30-16.30: Observasi lapang: Lanskap Gua Sunyaragi, Cagar budaya ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,5 Ha. Bangunan ini didirikan oleh Pangeran Kararangen atau Pangeran Arya Carbon sekitar tahun 1703. Adapun filosofi nama cagar budaya ini adalah Sunya artinya sepi, Ragi artinya raga, atau tempat untuk bermeditasi (menyepi) à hubungan lanskap dan manusia, manusia dan lanskap di mana dinding bangunan dari batu karang (saya jumpai struktur dan desain yang sama pada salah satu sudut taman saat saya berkunjung ke Beihai Park di Beijing).
  1. 16.30-18.00 & 18.00-19.30: Cirebon ke Kuningan: dalam perjalanan ini akan singgah makan malam dan shalat Maghrib di dalam Kota Cirebon (alternative di Resto Sea Food H. Moel di tengah kota, Jl Kalibaru Selatan No. 39 ATAU di Resto Kelapa Manis di Gronggong, tapal batas Cirebon-Kuningan); Interpretasi Lanskap Kota Cirebon dari Gronggong. Evaluasi singkat dilakasanakan dalam Bus perjalanan Kota Cirebon ke Kota Kuningan secara singkat, dan peserta istirahat dalam Bus.

 

  1. 19.30: Tiba di Hotel Grand Purnama Kota Kuningan, check in, istirahat.

 HARI I – 29 APRIL 2017

  1. 07.30-10.00: Berkunjung ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan; Observasi Lapang: Kampung Adat Cigugur dan Situs Purbakala Megalitikum Cipari (3500 SM) letak berdekatan à lanskap sejarah dan budaya yang masih dikelola dengan baik dan manjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan wisata budaya. Masih ada komunitas yang mempertahanan adat leluhur hingga sampai saat ini dengan pola lanskap kampunya. Juga Terdapat museum.

 

  1. 10.00-12.00: Observasi Lapang: Palutungan-Curug Putri Taman Nasional Gunung Ciremai obyek lanskap alami merupakan sebuah kawasan hutan pinus dan air terjun yang terletak di kaki gunung Ceremai, Kecamatan Cigugur, berjarak ±10 km dari pusat kota Kuningan. Rangkaian obyek Kampung Adat Cigugur, Situs Purbakala Cipari dan Palutungan ini berpotensi sebagai obyek-obyek ekowisata.
  1. 12.00-13.00: ISHOMA di Resto Agrowisata Strawberry terletak di luar gate Taman Nasional G. Ciremai
  1. 13.00-14.00: Perjalanan dari Resto Agrowisata ke Waduk Darma
  1. 14.00 – 15.00: Observasi Lapang Waduk Darma. Tahun 1800-an waduk ini sebagai ruang terbuka biru (RTB) sudah terbentuk, dan pada zaman Jepang pembangunan waduk rampung dilaksanakan. Pembangunan waduk itu menenggelamkan lahan di sembilan desa. Saat air waduk surut di musim kemarau, suka timbul jalan aspal dan pondasi rumah penduduk yang ditenggelamkan dan juga lahan pertanian. Sembilan desa yang masuk area pembangunan Waduk Darma: Desa Darma, Jagara, Kawahmanuk, Cikupa, Parung, Cipasung, Sakerta Barat, Sakerta Timur, dan Paninggaran. Di dasar waduk ada rel kereta lori pengangkut tebu dari Ciledug menuju Ciamis. Waduk ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Selain air dari waduk ini mampu mengairi area ribuan hektare persawahan, air waduk ini juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku. Waduk Darma juga sebagai sumber kegiatan perikanan, serta wisata air à Keberdaan waduk sebagai bagian dari stream corridor yang membesar membentuk patch dalam mosaik lanskap kawasan Kabupaten Kuningan dan sekitarnya.
  1. 15.00-16.00: Perjalanan Waduk Darma ke Sangkanurup
  1. 16.00-17.30: Relax di Lanskap Resort Wisata Air Panas Sangkan Indah, Sangkaurip, sebuah lokasi wisata yang berada di daerah Cilimus dan lokasinya berada tidak jauh dari Taman Wisata Alam Linggarjati. Daya tariknya antar lain adalah tempat pemandian air panas yang masih asri, yang berasal dari sumber air berbelerang Gunung Ciremai. Sangkaurip dikelilingi lanskap pertanian. à Destinasi terakhir untuk Rekreasi peserta Field Trip.
  2. 17.30-18.30: Istirahat makan malam di Resto LAKSANA atau Resto ALINDA di sekitar Sangkan Urip. Sekaligus mampir di Toko Oleh2 Teh Diyah atau Toko Ibu Sepuh antara Sangkanurip dan Cilimus.
  1. 18.30-19.30: Perjalanan menuju Pintu Tol Ciperna
  1. 19.30-23.00: Perjalanan Cirebon-Bogor.

25. 23.00: Tiba Darmaga di Bogor

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa PENGELOLAAN LANSKAP BERKLANJUTAN

  1. Elemen lanskap (hard & soft) dan kondisi saat ini.
  2. Intensitas pemeliharaan saat ini; organisasi dan system pengelola
  3. Tataguna lahan dan penutupan lahannya.
  4. Masalah sosial, budaya, fisik-biologis dan lingkungan pada setiap obyek pengamatan.
  5. Besar perubahan yang sedang berjalan dan dampak yang diperkirakan.
  6. Pengendalian dan pengelolaan yang sedang berjalan.
  7. Alternatif rencana pengelolaan.

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa EKOLOGI LANSKAP

  1. Struktur, fungsi dan dinamika lanskap baik secara spatial maupun temporal.
  2. Mosaic lanskap pada setiap obyek pengamatan.
  3. Bentuk dan ukuran patch dikaitankan dengan aliran biotik serta abiotik.
  4. Aliran energi/material pada lanskap koridor jalan Tol, jalan perkotaan, jalan setapak di pegunungan, sungai dan badan air.
  5. Kajian ekologis pada setiap ekosistem obyek pengamatan; gangguan yang terjadi
  6. Kondisi bio-fisik-sosial-ekonomi-budaya, kaitannya dengan kondisi bio-climatically zone.

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA

  1. Jenis objek wisata: massal, tujuan khusus, bertema
  2. Inventarisasi prasarana dan sarana wisata, infrastruktur, dan manajemen
  3. Kajian daya dukung wisata: identifikasi supply dan demand wisata
  4. Kajian prinsip dan pedoman manajemen dalam ekowisata: Education, Advocacy,  Monitoring, Community Involvement, dan Conservation
  5. Interview Jejaring wisata dan promosi
  6. Kajian jasa lanskap bagi praktek ekowisata

LAPORAN FIELD TRIP

  1. Bagi Mahasiswa peserta 2 mata kuliah sekaligus (PLB & EKOLAN), Laporan dibuat dalam satu set dengan aspek pembahasan terdiri dari dua bagian. Bedakan pembahasan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; dan pembahasan Ekolgi Lanskap.
  2. Format ilmiah: Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan), Metoda, Hasil dan Pembahasan, Daftar Pustaka, Lampiran (data penunjang, gambar penunjang/ peta/foto, dll.)
  3. Setiap data dalam bentuk Tabel, Gambar serta Foto yang diambil dari sumber lain WAJIB dituliskan sumbernya dalam laporan yang Saudara susun.
  4. Dibuat dalam dua versi soft file: WORDS file dan PDF File.
  5. Laporan dikumpulkan dengan cara dikirim dengan email paling lambat pada tanggal 10 Mei 2017 (RABU, pk. 24.00) ke alamat: hadisusiloarifin@gmail.com (PLB, EKOLAN, dan EKOWISATA)

Cc. kepada: anto_leonardus@yahoo.com (PLB) dan alzazra@gmail.com (PLB); wahjuqamara@kecubung6.com (EKOLAN dan METOPEN); syartinilia@yahoo.com (EKOLAN), fariz.harindrasyam@gmail.com (EKOLAN) dan harinimuntasib@yahoo.com (EKOWISATA).

  1. Setiap mahasiswa peserta MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dan/atau Ekologi Lanskap, dan MK Kebijakan dan Manajemen Ekowisata wajib membuat 1 sinopsis “Objek yang Paling Menarik” bagi Saudara. Sinopsis tersebut WAJIB diupload dalam COMMENT Box Laman posting di Blog ini: hsarifin.staff.ipb.ac.id

SELAMAT BER-EKSURSI & SELAMAT BEKERJA

kabupaten kuningan Peta Jalan Cirebon petawisatacirebon1