20161116_103400

Nama Kegiatan: Workshop Tree for Sustainable and Vibrant City”

Tempat, Tanggal: Science Techno Park IPB, 16 November 2016

TOR – PDF File, Silakan KLIK di Sini.

Pembicara: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin – Riwayat Hidup PDF File Silakan Klik di Sini

Divisi Manajemen Lanskap – Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB

Materi Presentasi: Manajemen Pohon di Lanskap Perkotaan – PDF File Silakan Klik di Sini

 

UNDANGAN

Undangan Workshop-page-0

DRAF: PERUMUSAN WORKSHOP Tree for Sustainable and Vibrant City”

  1. Pohon merupakan Anugerah Tuhan Yang Kuasa yang patut disyukuri keberadaannya dan dikelola serta dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan umat manusia dan segenap makhluk hidup lainnya
  2. Sejak awal keberadaannya, pohon telah berperan penting dalam mendukung eksistensi dan keberlangsungan kehidupan di bumi, baik secara tangible maupun Bahkan sejak beberapa dekade ini peran pohon terus meningkat, baik secara sosial, ekonomi, ekologis dan estetika.
  3. Saat ini minat menanam pohon di kawasan perkotaan dan permukiman tumbuh dengan pesat. Hampir tidak ada kota di Indonesia yang infrastruktur kotanya tidak dilengkapi dengan infrastruktur hijau, termasuk pohon.  Bahkan gerakan menanam pohon telah menjadi budaya yang berkembang di berbagai lapisan masyarakat.  Sejalan dengan itu, kesadaran akan pentingnya peran pohon, khususnya dalam masyarakat perkotaan, semakin berkembang.
  4. Di kawasan-kawasan fungsional strategis, pohon sudah dianggap sebagai aset bernilai tinggi, baik secara sosial, ekonomis, ekologis dan estetika. Bahkan pohon sangat meningkatkan nilai aset infrastruktur lainnya.
  5. Sampai saat ini di Indonesia belum ada asosiasi profesi di bidang arborikultur yang keanggotaannya mewakili seluruh pemangku kepentingan, serta yang berkiprah secara profesional dalam penyediaan bahan tanaman, perencanaan penanaman, penanaman dan pemeliharaan pohon secara individual atau populasi dalam suatu tapak, baik di permukiman maupun di kawasan lainnya. Asosiasi tersebut termasuk profesi yang mengkhususkan dalam evaluasi dan asesmen terhadap berbagai aspek nilai pohon. Padahal pengelolaan eksistensi fungsi pohon secara berkelanjutan perlu didukung oleh ilmu dan teknologi mutakhir,  sumberdaya manusia dan kelembagaan yang andal, termasuk peran serta masyarakat.
  6. Secara empiris ilmu dan teknologi yang terkait dengan arborikultur telah ditumbuhkembangkan di perbagai perguruan tinggi di Indonesia dan telah menjadi bagian dari kurikulum. Disamping itu berbagai profesi yang terkait dengan arborikultur telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
  7. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas dirasa perlu membentuk dan mendirikan asosiasi profesi dibidang arborikultur di Indonesia. Asosiasi tersebut diberi nama Masyarakat Arborikultur Indoneisa yang berkedudukan di Bogor.

Bogor, 16 November 2016

BERITA DI KOMPAS : LINK Silakan Klik di Sini

20161116_102402 20161116_125729 20161116_125801 IMG-20161117-WA0032