PANDUAN FIELD TRIP

MATERI PDF FILE SILAKAN KLIK DI SINI

M.K. PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN

M.K. EKOLOGI LANSKAP

M.K. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA

PS ARSITEKTUR LANSKAP, SEKOLAH PASCASARJANA – IPB

SEMESTER GENAP – TAHUN AKADEMIK 2015/2016

Dosen Pembimbing Lapang:

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dan Dr. Regan Leonardus Kaswanto

Asisten Lapang: Fariz Harindra Syam

Jumlah Peserta: 25 Mahasiswa S3 dan S2 SPS IPB terdiri dari 12 Mahasiswa MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; 10 Mahasiswa MK Ekologi Lanskap, dan  7 Mahasiswa Kebijakan & Manajemen Ekowisata PS Arsitektur Lanskap (ARL), PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), PS Klimatologi Terapan (KLI) Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, serta 2 dosen dan 1 asisten.

Nama Peserta Mahasiswa/Program Studi:

PS ARL: S2 – Merisa, Nike, Adlia, Ulfah, Rizka, Mariski, Ririk, Farida, Imam, Pawitra, Julius dan Amarizni.

PS PSL: S3 – Alfred, Arman, Ellya, Marinus, Ramdhan, Ramla; S2 – Astrini, Asyief, Gista, Heri, Neneng, dan Nudya

PS KLI : S3 – Nofiyendri

Lokasi Kajian     : Bogor (Tugu Kujang, Lanskap Tol Jagorawi GG House) – Puncak (Riung

                 Gunung, Telaga Warna) – Cianjur (Taman Bunga Nusantara, VEDCA,

Taman Nasional Gede Pangrango/TNGP)

Hari/Tanggal  : Sabtu-Minggu/ 21 – 22 Mei 2015

Wkt Berangkat          : 21 Juni 2015 pk. 05:00 dari ATM Center Kampus Dramaga – Bogor

Wkt Tiba         : 22 Juni 2015 pk. 18.00 di Kampus IPB Dramaga – Bogor

Alat dan Bahan: GPS, DBH meter, Peta Rupa Bumi skala 1:25.000/Image dari Google Map/Google Earth, Kamera Digital, personal equipment (alat tulis, sepatu lapang, topi, payung, jas hujan, obat-obatan pribadi, pakaian ganti, sun glasses).

Kendaraan     : Bus Kapasitas 30 kursi

Excursion ini merupakan media dilakukannya pembahasan masalah yang dihadapi di lapang,  dan dilakukan diskusi langsung untuk mendapatkan solusi dari beberapa kasus yang telah dikaji di dalam kelas sebelumnya.Karena itu diharapkan partisipasi aktif semua peserta.

METODA PELAKSANAAN FIELDTRIP

  1. Window Survey: observasi dari dalam mobil sesuai petunjuk pembimbing dalam panduan dan saat berada dalam bus.
  2. Observasi Lapang: pengamatan di lapang, diskusi dengan pembimbing, wawancara dengan masyarakat/pengguna/pengelola, dan pengukuran langsung, dokumentasi gambar.
  3. Studi Pustaka: menghimpun data terkait dari laporan penelitian, data buku statistik, dan sumber referensi lainnya termasuk dari links internet.

METODE PADA SETIAP OBYEK PENGAMATAN

  1. Observasi lapang & window survey: Mulai wilayah Sub-Urban Dramaga/ Laladon/Jembatan Merah, Lanskap Tugu Kujang, Pertigaan Jl Raya Pajajaran dan Jl Otista, Area Terminal Baranangsiang sampai dengan Pintu Tol – Bogor
  2. Window survey: Lanskap Jalan Bebas Hambatan (Jalur Hijau dan Median Jalan) Segmen Bogor-Ciawi; Lanskap di luar Jalan Tol à tegalan, kebun campuran, praktek agroforest (Bila mungkin berhenti di tepi jalan tol sesudah titik percabangan sesudah pintu Tol Ciawi, di Rest Area untuk pengamatan Pintu Air Katulampa dan lanskap sekitarnya).
  3. Observasi lapang di GG House Happy Valley à Resor Hotel dengan Lanskap Pertanian Berteras, Lembah & Sungai Cilwung di Gadog yang memiliki Back to Nature Concept: http://www.gghouse.com/ : GG House – Happy Valley’s concept of “back to nature” is to offer domestic and international tourist who visit Indonesia with an affordable budget, to stay in a small, village type of accommodation with a modern comfort and clean facilities.
  4. Observasi lapang: Lanskap Pertanian Berteras di sekitar Gubug Jaya, Cipayung (Optional) atau hanya window survey.
  5. Window survey: Kawasan Agrowisata di Perkebunan Teh Gunung Mas

http://www.kpbptpn.co.id/wisata-25-0-gunung-mas-ptpn-viii-.html

Perkebunan teh Gunung Mas Puncak. Terletak pada daerah yang sejuk di ketinggian 800 – 1200 meter dari atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata – rata 18 – 22 °C.  Gunung Mas sebuah tempat yang nyaman untuk beristirahat dan berekreasi atau sekedar melepas penat dari kesibukan sehari hari. Berjarak lebih kurang 80 km dari Jakarta ke arah Puncak, Gunung Mas dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5 – 2 jam perjalanan.

  1. Observasi lapang: Lanskap Rest Area di Taman Wisata Riung Gunung Puncak

http://informasiwisatabogor.blogspot.com/2012/11/taman-wisata-riung-gunung-puncak.html

Lokasi taman wisata ‘Riung Gunung‘ ini terletak di sepanjang jalan menuju Puncak, persisnya bila dari arah Jakarta terletak diantara setelah obyek wisata Gunung Mas – sebelum Puncak Pass. Tepatnya di Pos Polisi 6B (17 km dari pintu tol Ciawi atau 40 km dari kota Bogor).

  1. Observasi lapang: Lanskap yang dilindungi dan obyek Ekowisata di Telaga Warna

http://id.wikipedia.org/wiki/Telaga_Warna_%28Puncak,_Bogor%29

Telaga Warna Puncak Bogor adalah sebuah objek wisata alam yang terletak di Kawasan Puncak. Objek wisata ini berada di dekat perkebunan Teh PTP VII Gunung Mas. Di latar belakangi persawahan dan perkampungan penduduk dengan gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan panorama alam yang sudah ada. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan taman wisata pada tahun 1972, kawasan Telaga Warna Puncak Pass Cisarua – Bogor, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega Mendung dan hutan Gunung Hambalang.

  1. Observasi lapang: Taman Bunga Nusantara – Cipanas

Alamat: Jl. Mariwati km7, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur.

Taman Bunga Nusantara merupakan taman display bunga pertama di Indonesia yang dirintis pembangunannya sejak 1992 dan diresmikan tahun1995. Taman ini dilengkapi dengan berbagai koleksi tanaman berbunga yang terkenal dan unik dari seluruh dunia. Dengan beratus varietas tanaman berbunga di taman, Taman Bunga Nusantara menjadi tempat dimana bunga dari seluruh dunia tumbuh. Taman Bunga Nusantara menampilkan areal yang sangat luas bagi pertumbuhan bunga – bunga dari Amerika Selatan,  Australia,  Afrika serta Asia di atas lahan display bedding plant seluas 50.000 m2.

  1. VEDCA (Vocational Education Development Center for Agriculture) Alamat: Jangari Km 14 P.o Box 138  Sukajadi, Karangtengah, Cianjur – Jawa Barat 43201, Telp. +62263-285003, Fax. +62263-285026 Website: www.vedca.siap.web.id

P4TK Pertanian Cianjur atau lebih dikenal dengan VEDCA, mempunyai peran yang sangat strategis untuk memfasilitasi dan membina SMK Pertanian, Kelautan, dan Kimia di Indonesia, sehingga dapat saling berinteraksi , saling berbagi sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan habitatnya dan unggul. Lanskap kampus yang luas dengan beargam atraksi resor agrowisata, kebun buah dan penangkaran rusa,  dan memiliki wisma dan guest house dengan beragam design.

10.Bendungan Cirata, Desa Jangari (Optional)

Waduk Cirata merupakan bagian tengah dari Daerah Aliran Sungai Citarum, urutan waduk di hulu-hilirnya: Saguling – Cirata – Jatiluhur. Keberdaan waduk sebagai bagian dari stream corridor yang membesar membentuk patch dalam mosaik lanskap kawasan Cianjur dan sekitarnya (meliputi 3 kabupaten serta puluhan kecamatan). Hulu dari DAS Citarum sendiri berada di kawasan Bandung bagian selatan. Objek wisata Jangari yang terletak di Desa Bobojong, Kecamatan Mande yang berjarak lebih 17 kilometer dari pusat kota Cianjur, memiliki luas sekitar 15 hektar. Lokasi tersebut sangat strategis karena berada pada titik pertemuan dua lintasan pintu masuk menuju wilayah pengembangan pariwisata Cirata yaitu dari arah Cianjur (Jakarta dan Bogor) serta Ciranjang (dari Bandung) yang memiliki potensi pasar wisatawan yang sangat besar. Untuk menuju ke Jangari terdapat rute angkutan umum dari pusat kota Cianjur.

11.Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) http://www.gedepangrango.org/

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980. Dengan luas 22.851,03 hektar, kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Di dalam kawasan hutan TNGGP, dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. Ketika anda hiking di kawasan TNGGP, anda dapat menikmati keindahan ekologi hutan Indonesia.

 

OBYEK Curug Ciwalen: Ciwalen merupakan air terjun kecil dengan ketinggian tak lebih dari 20m. Terletak hanya 0,75 km dari pos pengecekan pendakian. Ciwalen diambil dari nama tanaman sejenis suku beringin (Ficus ribes) yang memang banyak tumbuh di areal cekungan sungai Ciwalen. Akses menuju Ciwalen tidak begitu sulit. Sebenarnya bukan hanya air terjun saja objek di areal Ciwalen ini, tetapi juga terdapat canopy trail sepanjang 130 m yang menarik. Dibangun pada tahun 2010 lalu oleh Gunma Safari World Japan, canopy trail ini membentang sepanjang 130 meter, membelah jurang sedalam  40 meter dan mampu menopang beban hingga 300 kg. Pemandangan dari atas bisa digunakan untuk interpretasi kanopi pepohonan hutan hujan tropis. Pohon tinggi menjulang membentuk pilar sedangkan rimbunnya kanopi  membentuk atap yang lebat serba hijau. Akses canopy trail ini masih terbatas sehingga kondisinya masih baik. Jika banyak dibuka untuk umum dan tracking tidak disertai guide, jembatan ini selain berbahaya juga bisa dijadikan objek vandalisme corat-coret tangan-tangan tidak bertanggung jawab. http://www.kompasiana.com/hariakbar/menjelajah-sisi-lain-taman-nasonal-gunung-gede-pangrango_552a77f5f17e613412d623b4

Gambar 1. Route Lokasi Field – Peta perjalanan mulai dari Kampus Dramaga IPB hingga ke area tepi Waduk Cirata, Cianjur melalui objek-objek lokasi pengamatan

(sumber: https://www.google.co.id/maps/)

OBYEK PENGAMATAN DAN JADWAL PERJALANAN

HARI I: 21 MEI 2016

  1. 00: Kumpul, Berdoa dipimpin Fariz dan Start dari ATM Center Kampus IPB Darmaga
  2. 20: Pertigaan Laladon – Point penjemputan HS.A (Jika tidak ada yang mengantar ke point A)
  3. 20 – 06.00: Laladon – Jembatan Merah/Jembatan Cisadane – Kebun Raya/ Jembatan Ciliwung – Kampus IPB Baranangsiang dan Tugu Kujang window survey dan observasi lapang (optional) – urbanisasi dan LUCC
  4. 00: Depan Gedung Alumni IPB/Terminal DAMRI Bandara – Meeting Point dan penjemputan Mahasiswa dan Dosen dari Jakarta/Bogor Kota
  5. 00 – 06.45: Jalan Tol Jagorawi segmen Bogor-Ciawi: pola drainase; pemeliharaan ekstensif; sistem agroforestri, dll. (Titik Interpretasi adalah Sebelum Rest Area Ciawi – Dekat Jembatan Ciliwung, Pintu Air Katulampa)
  6. 00 – 08.00/08.45: GG House – Happy Valley (Contact Person Owner: Bapak Gustaman, Asisten Bapak Agus. No Tel: 0251-8255176; 8253882, sudah dikontak HSA – OK) Resor Hotel dengan pola/system pekarangan; struktur dalam tapak dan di luar tapak; pemanfaatan view di luar tapak; ssstem pengelolaan lanskap, borrowed landscape; patch(es) dan corridor(s) lanskap pertanian

Jika ada sistem buka-tutup kawasan Gadog-Puncak, maka akan meninggalkan GG House pada 08.45, karena jalan searah ke Puncak dibuka pk 09.00)

  1. 10: Gubug Jaya (tentative window survey saja): Patches & matrix; sawah berteras; pengelolaan air dan tanah; tanaman di galengan; sistem manajemen air oleh mitracai.
  2. 30 – 10.30: Wisata Agro Gunung Mas, PTPN VIII (Riung Gunung): Keppres 114/1999 Tataruang BOPUNCUR; kawasan konservasi (lindung) air dan tanah; perkebunan teh untuk sektor pertanian dan pariwisata (eco-tourism); PTPN VIII – Jabar & Banten (11 Kab) ~ 123,514 ha (teh 25,619 ha; karet 28,886 ha; kelapa 5,038 ha; kakao 4,692 ha; kelapa sawit 1,432 ha; gutta percha 723 ha; lain-lain 53,058 ha. Konsesi G. Mas 2,551 ha ~ wisata agro – SK Bersama Mentan & Menparpostel; No. 204/Kpts/Hk050/4/1989 & No. 47/PW.04/ MPPT.89.

D.1. Keunggulan:

  • Kawasan puncak ~ strategis, populer di dalam negeri/luar negeri
  • Jarak tempuh dari Jakarta 80 km, dan dari Bandung 90 km.
  • Sejuk – pegunungan dengan altitude 1,200 km
  • Fasilitas penunjang tinggi
  • Terdapat pabrik “black tea” dan “green tea”
  • Sumberdaya manusia memadai

D.2. Data Dasar Gunung Mas: lokasi ada di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua

Iklim (T): 15 – 28o C

RH    : 60 – 80 %

Altitude : 750-1.400 m dpl

Luas obyek: 2.551 ha

WISATA AGRO, memiliki asas manfaat (sosial, budaya, ekonomi, lingkungan) dan asas pelestarian (plasma nutfah).

D.3. Informasi Manajemen Perkebunan Teh:

  • Rorak – saluran terputus-putus untuk mencegah erosi
  • Penyulaman – cegah erosi ~ populasi tanaman; revegetation & rejuvenil ~ produksi
  • Tanaman pupuk hijau ~ Cajanus cajan
  • Mulsa ~ pupuk hijau
  • HPT +  pupuk
  • Tillage
  • Irigasi & drainase
  • Vegetasi pelindung ~ hancah: sengon, glyricidia, suren, angsana, silver oaks dll.
  • Kantong-kantong Agroforestri
  1. 45 – 12.00: Cagar Alam Telaga Warna ~ luas 368,25 ha
  • Buffer zone TNGP, CH 3.380 mm/tahun
  • Danau seluas 5 ha merupakan hulu S. Ciliwung
  • Vegetasi: puspa (Schima walichii), saninten (Castanopsis javanica)
  • Fauna: kancil, kijang, surili, macan kumbang, owa, jeralang, kera
  • Sistem zonasi ruang
  • Jasa Ekosistem: Latihan pengukuran dbH pohon untuk penghitungan C sequestration dan C stock à Formula Alometric; Water resources management, Biodiversity conservation, landscape beautification à
  1. 00 – 13.00: Telaga Warna ke Kota Bunga Cipanas (Alternative I: makan siang di atas Bus akan menghemat waktu)
  2. 00 – 13.30: ISHOMA – Alternative II
  3. 30 – 15.30: Taman Bunga Nusantara CIPANAS.
  4. 30 – 16.30: Perjalanan Kota Bunga ke VEDCA
  5. 30 – 18.00: Check in di VEDCA, Interpretasi Lanskap pada objek di Kampus Vedca
  6. 00 – 21.00: Makan malam, gathering, dan Diskusi EVALUASI Perjalanan hari I.
  7. 00 – 05.00: Istirahat

HARI II: 22 MEI 2016

  1. 00 – 06.00: Kegiatan pribadi – outdoor interpretation & sports
  2. 00 – 07.15: Sarapan dan Persiapan Check out
  3. 15: check out
  4. 15 – 09.00: OPTIONAL Perjalanan dan Interpretasi Bendungan Cirata dari titik terdekat dengan VEDCA: Desa Jangari
  5. 00 – 10.00: Perjalanan ke Taman Nasional Gede Pangrango. Window Suirvey Lanskap pertanian sawah, sayuran dan pembibitan tanaman hias.
  6. 00 – 10.30: Kedatangan di TNGP
  7. 30 – 12.30: Touring Curug CIWALEN dan CANOPY TRACK – Formasi Hutan Hujan Tropis Dataran Tinggi.
  • Ada dua iklim yaitu musim kemarau dari bulan Juni sampai Oktober dan musim penghujan dari bulan Nopember ke April.
  • TNGP memiliki curah hujan rata-rata pertahun 4000 mm.
  • Rata-rata suhu di Cibodas 23°C, dan puncak tertinggi berada pada 3000 m dpl. Di puncak gunung, dan suhu akan turun sampai 5° C.
  • TNGGP merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang dideklarasi oleh Pemerintah Indonesia tahun 1980, dan sampai tahun 2007 sudah 50 taman nasional dibentuk oleh Pemerintah di seluruh Indonesia. Seperti halnya kawasan konservasi lainnya di Indonesia, pengelolaan kawasan TNGP merupakan tanggungjawab dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.
  • Secara administratif, kawasan TNGP berada di 3 kabupaten (Bogor, Cianjur dan Sukabumi) Propinsi Jawa Barat. Kantor pengelola yaitu Balai Besar TNGGP berada di Cibodas, dan dalam pengelolaannya dibagi menjadi 3 (tiga) Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (Bidang PTN Wil), yaitu Bidang PTN Wil I di Cianjur, SBidang PTN Wil II di Selabintana-Sukabumi, danBidang PTN Wil III di Bogor, dan 6 (enam) Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTN Wil) dan 22 (dua puluh dua) resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah dengan tugas dan fungsi melindungi dan mengamankan seluruh kawasan TNGGP dalam mewujudkan pelestarian sumberdaya alam menuju pemanfaatan yang berkelanjutan.
  • Struktur Organisasi Balai Besar Taman Nasional Gn Gede Pangrango  Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Februari 2007 dan SK BB TNGGP No.SK 95/II-TU/2007 tanggal 28 Desember 2007
  • Interpretasi di Curug CIWALEN
  1. 30 – 14.00: ISHOMA di TNGP
  2. 00 – 17.00: Perjalanan TNGP ke Bogor
  3. 00: Window Survey: Urbanisasi dan LUCC – Jagorawi – Tol Gate Baranangsiang – Jl Raya Pajajaran – Gunung Batu – Laladon  – Dramaga.
  • 00: Tiba kembali di Kampus IPB Dramaga
  • DOA Ketibaan Kembali di Kampus Darmaga

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa PENGELOLAAN LANSKAP BERKLANJUTAN

  1. Elemen lanskap (hard & soft) dan kondisi saat ini.
  2. Intensitas pemeliharaan saat ini; organisasi dan system pengelola
  3. Tataguna lahan dan penutupan lahannya.
  4. Masalah sosial, budaya, fisik-biologis dan lingkungan pada setiap obyek pengamatan.
  5. Besar perubahan yang sedang berjalan dan dampak yang diperkirakan.
  6. Pengendalian dan pengelolaan yang sedang berjalan.
  7. Alternatif rencana pengelolaan.

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa EKOLOGI LANSKAP

  1. Struktur, fungsi dan dinamika lanskap baik secara spatial maupun temporal.
  2. Mosaic lanskap pada setiap obyek pengamatan.
  3. Bentuk dan ukuran patch dikaitankan dengan aliran biotik serta abiotik.
  4. Aliran energi/material pada daerah aliran sungai.
  5. Kajian ekologis pada setiap ekosistem obyek pengamatan; gangguan yang terjadi
  6. Kondisi bio-fisik-sosial-ekonomi-budaya, kaitannya dengan kondisi bio-climatically zone.

TUGAS PENGAMATAN & DISKUSI DI LAPANG BAGI MAHASISWA KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA

  1. Jenis objek wisata: massal, tujuan khusus, bertema
  2. Inventarisasi prasarana dan sarana wisata, infrastruktur, dan manajemen
  3. Kajian daya dukung wisata: identifikasi supply dan demand wisata
  4. Kajian prinsip dan pedoman manajemen dalam ekowisata: Education, Advocacy,  Monitoring, Community Involvement, dan Conservation
  5. Interview Jejaring wisata dan promosi
  6. Kajian jasa lanskap bagi praktek ekowisata

LAPORAN FIELD TRIP

  1. Bagi Mahasiswa peserta 2 mata kuliah sekaligus (PLB & EKOLAN), Laporan dibuat dalam satu set dengan aspek pembahasan terdiri dari dua bagian. Bedakan pembahasan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; dan pembahasan Ekolgi Lanskap.
  2. Format ilmiah: Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan), Metoda, Hasil dan Pembahasan, Daftar Pustaka, Lampiran (data penunjang, gambar penunjang/ peta/foto, dll.)
  3. Dibuat dalam dua versi soft file: WORDS file dan PDF File.
  4. Laporan dikumpulkan dengan cara dikirim dengan email paling lambat pada tanggal 03 Juni 2016 (JUMAT, pk. 24.00) ke alamat: hadisusiloarifin@gmail.com dan haridrasyam@gmail.com (PLB, EKOLAN, dan EKOWISATA)

Cc. kepada: anto_leonardus@yahoo.com (PLB) dan alzazra@gmail.com (PLB); syartinilia@yahoo.com dan wahjuqamara@kecubung6.com (EKOLAN), dan harinimuntasib@yahoo.com (EKOWISATA)

  1. Setiap mahasiswa peserta MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dan/atau Ekologi Lanskap, dan MK Kebijakan dan Manajemen Ekowisata wajib membuat 1 sinopsis “Objek yang Paling Menarik” bagi Saudara. Sinopsis tersebut WAJIB diupload dalam COMMENT Box Laman posting di Blog ini: hsarifin.staff.ipb.ac.id

SELAMAT BER-EKSURSI & SELAMAT BEKERJA