IMG_8122 IMG_8130a MVI_8127.MOV_snapshot_02.37_[2015.06.17_23.22.09] MVI_8127.MOV_snapshot_04.11_[2015.06.17_23.23.21]

EXPOSE BOGOR CITY WALK OLEH MAHASISWA PASCASARJANA IPB, PS ARSITEKTUR LANSKAP DI BALAIKOTA BOGOR

Juni 17, 2015

Seperti semester-semester sebelumnya, pada akhir semester genap 2014-2015 ini Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Guru Besar bidang Ekologi dan Manajemen Lanskap, Fakultas Pertanian Bogor (IPB) melakukan ekspose di hadapan Walikota Bogor. Ekspose dilakukan oleh mahasiswa mata kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dengan mengusung hasil karya mereka dengan topik BOGOR CITY WALK: “Menuju Pedestrian yang MANTAP – nyaMAN, Tertata dAn Pas”. Expose yang dipaparkan dihadapan Dr Bima Aria Soegiharto, Walikota Bogor dan beberapa SKPD terkait dilaksanakan di ruang tamu Balaikota Bogor pada, Rabu, 17 Juni 2015 hanya dalam waktu satu jam, pukul 15 sampa dengan pukul 16.

Tujuh mahasiswa Program Magister PS Arsitektur Lanskap SPs IPB yang beragam latar belakangnya, berasal dari beragam instansi, yaitu Risma, Gusti, Fariz, Alfred, Togar, Intan dan Nenah memaparkan obyek koridor pejalan kaki lingkar di Bogor Tengah mulai dari Station Kereta Bogor, Jl Kapten Muslihat, Jl. Ir. H Juanda, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Pengadilan, Jl. Dewi Sartika, Kembali ke Jl. Nyi Raja Permas. Point yang ingin disampaikan ke Pemkot Bogor adalah pemanfaatan dan pengembangan trotoar sebagai jejaring hijau ekologis. Dalam manajemen lanskap diarahkan koridor pejalan kaki didesain dan dikelola secara harmonisasi dengan wahana ruang terbuka hijau (jalur tanaman lokal: pohon, perdu, semak, herba, rumput) dan ruang terbuka biru (kolam taman, air mancur, selokan). Sehingga fungsi dan kenyamanan tidak hanya bagi manusia pengguna jalan (pedestrian) tetapi bagi mahluk hidup lainnya, yaitu vegetasi dan satwa liar kota (ragam jenis burung, serangga, kupu-kupu, capung, tupai, bunglon, ikan dll). Sebagai “ecological green network”, koridor “pedestrian track” ini diharapkan menjadi penghubung di antara ekosistem-ekositem RTH/RTB yang sambung menyambung. Hal ini bisa memberi dinamika dan gerakan manusia yang lebih mudah, aliran energi/massa lebih lancar, tukas Dr Kaswanto, dosen muda yang juga mendampingi praktek mahasiswa di lapang.

Beberapa rekomendasi penataan jalur pedestrian ini disampaikan ke Walikota Bogor untuk terwujudnya jalur pedestrian yang nyaman, tertata dan pas (MANTAP) serta mendukung konsep jejaring ekologis. Beberapa rekomendasi yang disampaikan pada jalur pedestrian, desain dan jenis tanaman pada setiap segmen jalan. Pemberian rekomendasi diharapkan dapat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Bogor sebagai pengelola jalur pedestrian Kota Bogor. Dr Bima Aria, selalu meresponnya secara positif atas ide dan hasil karya, sumbangsih pemikiran mahasiswa pascasarjana ini. Masukan positif ini bisa dilaksanakan dengan kebijakan pemerintah, terutama ketika ada usulan pengunduran batas pagar untuk pelebaran trotoar, dan pagar masif diubah menjadi pagar hidup atau elemen air agar berkesan lebih estetik dan nyaman tanpa melupakan faktor keamanannya. Dan harus ada dana, katanya. Dukungan para pihak, pemilik kantor, pusat perbelanjaan, masyarakat pengguna sangat diharapkan. Hadi Susilo Arifin menambahkan bahwa pemilihan material tanaman diusahakan spesies lokal, dengan pemeliharaan yang mudah dirawat dan bisa menjadi habitat satwa liar burung, tupai, kupu-kupu, capung dan serangga lainnya. Diharapkan agar masyarakat juga lebih partisipatif dalam manajemen lanskap perkotaan. Mereka tidak melalukan vandalism, kaki lima tidak sembarangan, serta menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan publik secara  bertanggung jawab.

2015-06-18 Kompas hal 25 tunggal-page-0

LINKED NEWS:

INILAH KORAN Click Here, Please…. Pakar: Agar Bogor Jadi Indah, Pagar Harus Dibongkar