Album Reference: 2014 Excursion in Pangandaran, Green Canyon, Kampung Naga. Click Here, Please

Album Reference: Outdoor Activities – Included 2013 Excursion in BOPUNJUR Plus Sukabumi. Click Here, Please

PANDUAN FIELD TRIP: M.K. PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN – M.K. EKOLOGI LANSKAP – M.K. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA
PS ARSITEKTUR LANSKAP, SEKOLAH PASCASARJANA – IPB, SEMESTER GENAP – TAHUN AKADEMIK 2014/2015

EXCURSION GUIDELINE in PDF version, CLICK HERE, Please

Dosen Pembimbing Lapang:
Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dan Dr. Regan Leonardus Kaswanto
Asisten: Azka Lathifa Zahratu Azra, SP, M.Si.

Jumlah Peserta : 7 Mahasiswa MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; 16 Mahasiswa MK Ekologi Lanskap, dan 12 Mahasiswa Kebijakan & Manajemen Ekowisata PS Arsitektur Lanskap, PS Konservasi Biodiversitas Tropika (KVT) dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Nama Peserta Mahasiswa/Program Studi:
PS ARL: Nenah Suminah, Putri Kharisma Utami, Fariz Harindra Syam, Gusti Dianda Sari, Intan Dewi Puspita, Togar L.M. Gultom, dan Alfred J. Sutrisno.
PS KVT: Fatahul Azwar, Yoko Untoro, Feri Irawan, Aronika Kaban, Yusrina A Setiawan, Julaili Irni, Ernikawati, Fransisca Noni Tirtaningtyas, Hafiyyan Sastranegara, Fifin Fitriana, Oktovianus, Ferdynan Dapadeda, Nani Rahayu, Muji Suwarti.
PS PSL: Ernesta Leha, Ashti Youvica Cinidia, Intan Pramudita Rachmawati, Muji Listyo Widodo, Nur Ikhsanudin, Amalia Zahroh, Deasy Fitria, Muaz Haris, Yusrianti Purwandari, Tyas Marina, Gema Ikrar Muhammad.

Lokasi/Obyek Kajian : Kampus Dramaga – Bogor (Tugu Kujang, Lanskap Tol Jagorawi GG
House) – Puncak (Riung Gunung, Telaga Warna) – Cianjur (Kota Bunga,
VEDCA, Taman Nasional Gede Pangrango/TNGP)

Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu/ 6 – 7 Juni 2015

Wkt Berangkat : 6 Juni 2015 pk. 05:00 dari Kampus Dramaga – Bogor

Wkt Tiba : 7 Juni 2015 pk. 18.00 di Kampus IPB Dramaga – Bogor

Alat dan Bahan: GPS, DBH meter, Peta Rupa Bumi skala 1:25.000/Image dari Google Map/Google Earth, Kamera Digital, personal equipment (alat tulis, sepatu lapang, topi, payung, jas hujan, obat-obatan pribadi, pakaian ganti) .

Kendaraan : Bus Kapasitas 30 kursi atau 45 kursi

METODA PELAKSANAAN FIELDTRIP
1. Window Survey: observasi dari dalam mobil sesuai petunjuk pembimbing sebelum berangkat.
2. Observasi Lapang: pengamatan di lapang, diskusi dengan pembimbing, wawancara dengan masyarakat/pengguna/pengelola, dan pengukuran langsung, dokumentasi gambar.
3. Studi Pustaka: menghimpun data terkait dari laporan penelitian, data buku statistik, dan sumber referensi lainnya termasuk dari link internet.

METODE PADA SETIAP OBYEK PENGAMATAN

1. Observasi lapang & window survey: Mulai dari Kampus Dramaga/Laladon/Jembatan Merah, Lanskap Tugu Kujang, Pertigaan Jl Raya Pajajaran dan Jl Otista, Area Terminal Baranangsiang sampai dengan Pintu Tol – Bogor

2. Window survey: Lanskap Jalan Bebas Hambatan (Jalur Hijau dan Median Jalan) Segmen Bogor-Ciawi; Lanskap di luar Jalan Tol  tegalan, kebun campuran, praktek agroforest (Bila mungkin berhenti di tepi jalan tol sesudah titik percabangan sesudah pintu Tol Ciawi, di Rest Area untuk pengamatan Pintu Air Katulampa dan lanskap sekitarnya).

3. Observasi lapang di GG House Happy Valley  Resor Hotel dengan Lanskap Pertanian Berteras, Lembah & Sungai Cilwung di Gadog yang memiliki Back to Nature Concept: http://www.gghouse.com/ : GG House – Happy Valley’s concept of “back to nature” is to offer domestic and international tourist who visit Indonesia with an affordable budget, to stay in a small, village type of accommodation with a modern comfort and clean facilities.

4. Observasi lapang: Lanskap Pertanian Berteras di sekitar Gubug Jaya, Cipayung (Optional) atau hanya window survey.

5. Window survey: Kawasan Agrowisata di Perkebunan Teh Gunung Mas
http://www.kpbptpn.co.id/wisata-25-0-gunung-mas-ptpn-viii-.html
Perkebunan teh Gunung Mas Puncak. Terletak pada daerah yang sejuk di ketinggian 800 – 1200 meter dari atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata – rata 18 – 22 °C. Gunung Mas sebuah tempat yang nyaman untuk beristirahat dan berekreasi atau sekedar melepas penat dari kesibukan sehari hari. Berjarak lebih kurang 80 km dari Jakarta ke arah Puncak, Gunung Mas dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5 – 2 jam perjalanan.

6. Observasi lapang: Lanskap Rest Area di Taman Wisata Riung Gunung Puncak
http://informasiwisatabogor.blogspot.com/2012/11/taman-wisata-riung-gunung-puncak.html
Lokasi taman wisata ‘Riung Gunung’ ini terletak di sepanjang jalan menuju Puncak, persisnya bila dari arah Jakarta terletak diantara setelah obyek wisata Gunung Mas – sebelum Puncak Pass. Tepatnya di Pos Polisi 6B (17 km dari pintu tol Ciawi atau 40 km dari kota Bogor).

7. Observasi lapang: Lanskap yang dilindungi dan obyek Ekowisata di Telaga Warna
http://id.wikipedia.org/wiki/Telaga_Warna_%28Puncak,_Bogor%29
Telaga Warna Puncak Bogor adalah sebuah objek wisata alam yang terletak di Kawasan Puncak. Objek wisata ini berada di dekat perkebunan Teh PTP VII Gunung Mas. Di latar belakangi persawahan dan perkampungan penduduk dengan gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan panorama alam yang sudah ada. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan taman wisata pada tahun 1972, kawasan Telaga Warna Puncak Pass Cisarua – Bogor, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega Mendung dan hutan Gunung Hambalang.

8. Observasi lapang: Kota Bunga – Cipanas
http://kotabungavilla.com/tag/kota-bunga-cipanas/
Kota Bunga adalah kawasan Villa Estate di wilayah Puncak / Cipanas – Cianjur, Jawa Barat. Lokasi ini berjarak kurang lebih 80 Km dari Ibu Kota, Jakarta. Berbagai Fasilitas Umum terdapat di dalamnya, antara lain: Kolam renang, kolam pancing, lapangan tenis, little Venice (danau dengan berbagai fasilitas rekreasi air), Cluster dengan konsep waterfront landscape, arena fantasi (tempat bermain anak-anak), dll.

9. Bermalam di VEDCA (Vocational Education Development Center for Agriculture) Alamat: Jl. Jangari Km 14 P.o Box 138 Sukajadi, Karangtengah, Cianjur – Jawa Barat 43201, Telp. +62263-285003, Fax. +62263-285026 Website: www.vedca.siap.web.id
P4TK Pertanian Cianjur atau lebih dikenal dengan VEDCA, mempunyai peran yang sangat strategis untuk memfasilitasi dan membina SMK Pertanian, Kelautan, dan Kimia di Indonesia, sehingga dapat saling berinteraksi , saling berbagi sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan habitatnya dan unggul. Lanskap kampus yang luas dengan beargam atraksi resor agrowisata, kebun buah dan penangkaran rusa, dan memiliki wisma dan guest house dengan beragam design.

10. Observasi di Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) http://www.gedepangrango.org/
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980. Dengan luas 22.851,03 hektar, kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Di dalam kawasan hutan TNGGP, dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. Ketika anda hiking di kawasan TNGGP, anda dapat menikmati keindahan ekologi hutan Indonesia.
OBYEK Curug Cibereum: di sekitar TNGP Resor Cibodas terdapat air terjun utama Curug Cibeureum, dan dua air terjun lain yang lebih kecil, Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum adalah air terjun terbesar dan paling pendek di kawasan ini. Nama Cibeureum berasal dari bahasa sunda yang berarti sungai merah, nama ini diambil dari nuansa merah dinding tebing yang terbentuk dari lumut merah yang tumbuh secara endemik di sana. Di sebelah kanan Curug Cibeureum adalah Curug Cidendeng, ukurannya lebih tinggi dan langsing. Airnya melintasi tebing batu-batu trap dan jatuh menimpa lereng tebing yang berlumut. Sedangkan yang paling kanan adalah Curug Cikundul, letaknya yang sangat tinggi dan agak tersembunyi di ceruk dua tebing. Ketiga curug ini memiliki ketinggian antara 40-50 meter dan berada di ketinggian 1,675 m dpl. Curah hujan rata-rata di kawasan ini berkisar 3.000-4.200 mm per tahun. Bulan basah pada periode Oktober sampai Mei, pada saat musim barat laut dan rata-rata hujannya lebih dari 200 mm per bulan. Bulan Desember sampai Maret curah hujannya dapat mencapai lebih dari 400 mm per bulan. Menurut klasifikasi iklim Scamidt dan Ferguson, tipe iklim di kawasan ini termasuk tipe iklim A. Rata-rata temperaturnya bervariasi antara 18 °C di Cibodas dan kurang dari 10 °C di puncak Pangrango.

OBYEK PENGAMATAN DAN JADWAL PERJALANAN
HARI I: SABTU, 6 JUNI 2015

A. 05.00 – 05.30: Kumpul, Penjelasan Perjalanan dan Operasional Lapang, Berdoa

B. 05.30: Start dari meeting point Kampus IPB Dramaga dekat ATM Center

C. 05.30 – 06.45: Dramaga – Laladon – Jembatan Merah/Jembatan Cisadane – Kebun Raya/ Jembatan Ciliwung – Kampus IPB Baranangsiang dan Tugu Kujang window survey dan observasi lapang (optional) – urbanisasi dan LUCC

D. 06.15 – 06.45: Jalan Tol Jagorawi segmen Bogor-Ciawi: pola drainase; pemeliharaan ekstensif; sistem agroforestri, dll. (Titik Interpretasi adalah Sebelum Rest Area Ciawi – Dekat Jembatan Ciliwung, Pintu Air Katulampa)

E. 07.00 – 08.00/08.45: GG House – Happy Valley (Contact Person Owner: Bapak Gustaman, Asisten Bapak Agus. No Tel: 0251-8255176; 8253882, sudah dikontak HSA – OK) Resor Hotel dengan pola/system pekarangan; struktur dalam tapak dan di luar tapak; pemanfaatan view di luar tapak; ssstem pengelolaan lanskap, borrowed landscape; patch(es) dan corridor(s) lanskap pertanian
Jika ada sistem buka-tutup kawasan Gadog-Puncak, maka akan meninggalkan GG House pada 08.45, karena jalan searah ke Puncak dibuka pk 09.00)

F. 09.10: Gubug Jaya (tentative window survey saja): Patches & matrix; sawah berteras; pengelolaan air dan tanah; tanaman di galengan; sistem manajemen air oleh mitracai.

G. 09.30 – 10.30: Wisata Agro Gunung Mas, PTPN VIII (Riung Gunung): Keppres 114/1999 Tataruang BOPUNCUR; kawasan konservasi (lindung) air dan tanah; perkebunan teh untuk sektor pertanian dan pariwisata (eco-tourism); PTPN VIII – Jabar & Banten (11 Kab) ~ 123,514 ha (teh 25,619 ha; karet 28,886 ha; kelapa 5,038 ha; kakao 4,692 ha; kelapa sawit 1,432 ha; gutta percha 723 ha; lain-lain 53,058 ha. Konsesi G. Mas 2,551 ha ~ wisata agro – SK Bersama Mentan & Menparpostel; No. 204/Kpts/Hk050/4/1989 & No. 47/PW.04/ MPPT.89.
D.1. Keunggulan:
 Kawasan puncak ~ strategis, populer di dalam negeri/luar negeri
 Jarak tempuh dari Jakarta 80 km, dan dari Bandung 90 km.
 Sejuk – pegunungan dengan altitude 1,200 km
 Fasilitas penunjang tinggi
 Terdapat pabrik “black tea” dan “green tea”
 Sumberdaya manusia memadai
D.2. Data Dasar Gunung Mas: lokasi ada di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua
Iklim (T): 15 – 28o C
RH : 60 – 80 %
Altitude : 750-1.400 m dpl
Luas obyek: 2.551 ha
WISATA AGRO, memiliki asas manfaat (sosial, budaya, ekonomi, lingkungan) dan asas pelestarian (plasma nutfah).
D.3. Informasi Manajemen Perkebunan Teh:
 Rorak – saluran terputus-putus untuk mencegah erosi
 Penyulaman – cegah erosi ~ populasi tanaman; revegetation & rejuvenil ~ produksi
 Tanaman pupuk hijau ~ Cajanus cajan
 Mulsa ~ pupuk hijau
 HPT + pupuk
 Tillage
 Irigasi & drainase
 Vegetasi pelindung ~ hancah: sengon, glyricidia, suren, angsana, silver oaks dll.
 Kantong-kantong Agroforestri

H. 10.45 – 12.00: Cagar Alam Telaga Warna ~ luas 368,25 ha
 Buffer zone TNGP, CH 3.380 mm/tahun
 Danau seluas 5 ha merupakan hulu S. Ciliwung
 Vegetasi: puspa (Schima walichii), saninten (Castanopsis javanica)
 Fauna: kancil, kijang, surili, macan kumbang, owa, jeralang, kera
 Sistem zonasi ruang
 Jasa Ekosistem: Latihan pengukuran dbH pohon untuk penghitungan C sequestration dan C stock  Formula Alometric; Water resources management, Biodiversity conservation, landscape beautification  Ecotourism.

I. 12.00 – 13.00: Telaga Warna ke Kota Bunga Cipanas (Alternative I: makan siang di atas Bus akan menghemat waktu)

J. 13.00 – 13.30: ISHOMA – Alternative II

K. 13.30 – 15.30: Kota Bunga CIPANAS.

L. 15.30 – 16.30: Perjalanan Kota Bunga ke VEDCA

M. 16.30 – 18.00: Check in di VEDCA, Interpretasi bebas pada objek di Kampus Vedca

N. 18.00 – 21.00: Makan malam dan gathering

O. 21.00 – 05.00: Istirahat

HARI II: MINGGU, 7 JUNI 2015

P. 05.00 – 06.00: Kegiatan pribadi

Q. 06.00 – 08.00: Outdoor interpretation dan sarapan

R. 08.00 – 08.30: Persiapan check out

S. 08.30 – 10.00: Perjalanan VEDCA – Taman Nasional Gede Pangrango. Window Suirvey Lanskap pertanian sawah, sayuran dan pembibitan tanaman hias.

T. 10.00 – 10.30: Kedatangan di TNGP

U. 10.30 – 12.30: Touring Curug Cibereum – Melewati telaga Biru – Formasi Hutan Hujan Tropis Dataran Tinggi.
• Ada dua iklim yaitu musim kemarau dari bulan Juni sampai Oktober dan musim penghujan dari bulan Nopember ke April.
• TNGP memiliki curah hujan rata-rata pertahun 4000 mm.
• Rata-rata suhu di Cibodas 23°C, dan puncak tertinggi berada pada 3000 m dpl. Di puncak gunung, dan suhu akan turun sampai 5° C.
• TNGGP merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang dideklarasi oleh Pemerintah Indonesia tahun 1980, dan sampai tahun 2007 sudah 50 taman nasional dibentuk oleh Pemerintah di seluruh Indonesia. Seperti halnya kawasan konservasi lainnya di Indonesia, pengelolaan kawasan TNGP merupakan tanggungjawab dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.
• Secara administratif, kawasan TNGP berada di 3 kabupaten (Bogor, Cianjur dan Sukabumi) Propinsi Jawa Barat. Kantor pengelola yaitu Balai Besar TNGGP berada di Cibodas, dan dalam pengelolaannya dibagi menjadi 3 (tiga) Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (Bidang PTN Wil), yaitu Bidang PTN Wil I di Cianjur, SBidang PTN Wil II di Selabintana-Sukabumi, danBidang PTN Wil III di Bogor, dan 6 (enam) Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTN Wil) dan 22 (dua puluh dua) resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah dengan tugas dan fungsi melindungi dan mengamankan seluruh kawasan TNGGP dalam mewujudkan pelestarian sumberdaya alam menuju pemanfaatan yang berkelanjutan.
• Struktur Organisasi Balai Besar Taman Nasional Gn Gede Pangrango Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Februari 2007 dan SK BB TNGGP No.SK 95/II-TU/2007 tanggal 28 Desember 2007
• Interpretasi di Curug Cibeureum

V. 12.30 – 14.00: ISHOMA di TNGP

W. 14.00 – 17.00: Perjalanan TNGP ke Bogor

X. 17.00: Window Survey: Urbanisasi dan LUCC – Jagorawi – Tol Sentul Selatan – Warung Jambu – Kemang – Yasmin – Dramaga.

Y. 18.00: Tiba kembali di Kampus IPB Dramaga

Z. DOA Ketibaan Kembali di Kampus Darmaga

TUGAS PENGAMATAN & DISKUSI DI LAPANG BAGI MAHASISWA PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN
1. Elemen lanskap (hard & soft) dan kondisi saat ini.
2. Intensitas pemeliharaan saat ini; organisasi dan system pengelola
3. Tataguna lahan dan penutupan lahannya.
4. Masalah sosial, budaya, fisik-biologis dan lingkungan pada setiap obyek pengamatan.
5. Besar perubahan yang sedang berjalan dan dampak yang diperkirakan.
5. Pengendalian dan pengelolaan yang sedang berjalan.
6. Alternatif rencana pengelolaan.

TUGAS PENGAMATAN & DISKUSI DI LAPANG BAGI MAHASISWA EKOLOGI LANSKAP
1. Struktur, fungsi dan dinamika lanskap baik secara spatial maupun temporal.
2. Mosaic lanskap pada setiap obyek pengamatan.
3. Bentuk dan ukuran patch dikaitankan dengan aliran biotik serta abiotik.
4. Aliran energi/material pada daerah aliran sungai.
5. Kajian ekologis pada setiap ekosistem obyek pengamatan; gangguan yang terjadi
6. Kondisi bio-fisik-sosial-ekonomi-budaya, kaitannya dengan kondisi bio-climatically zone.

TUGAS PENGAMATAN & DISKUSI DI LAPANG BAGI MAHASISWA KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA
1. Jenis objek wisata: massal, tujuan khusus, bertema
2. Inventarisasi prasarana dan sarana wisata, infrastruktur, dan manajemen
3. Kajian daya dukung wisata: identifikasi supply dan demand wisata
4. Kajian prinsip dan pedoman manajemen dalam ekowisata: Education, Advocacy, Monitoring, Community Involvement, dan Conservation
5. Interview Jejaring wisata dan promosi
6. Kajian jasa lanskap bagi praktek ekowisata

LAPORAN FIELD TRIP
1. Bagi Mahasiswa peserta 2 mata kuliah sekaligus (PLB & EKOLAN), Laporan dibuat dalam satu set dengan aspek pembahasan terdiri dari dua bagian. Bedakan pembahasan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; dan pembahasan Ekolgi Lanskap.
2. Format ilmiah: Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan), Metoda, Hasil dan Pembahasan, Daftar Pustaka, Lampiran (data penunjang, gambar penunjang/ peta/foto, dll.)
3. Dibuat dalam dua versi soft file: WORDS file dan PDF File.
4. Laporan dikumpulkan dengan cara dikirim dengan email paling lambat pada tanggal 15 Juni 2015 ke alamat: hadisusiloarifin@gmail.com (PLB, EKOLAN, dan EKOWISATA)
Cc. kepada: anto_leonardus@yahoo.com (PLB) dan alzazra@gmail.com (PLB & EKOLAN); syartinilia@yahoo.com (EKOLAN), dan harinimuntasib@yahoo.com (EKOWISATA)
5. Setiap mahasiswa peserta MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dan/atau Ekologi Lanskap, dan MK Kebijakan dan Manajemen Ekowisata wajib membuat 1 sinopsis “Objek yang Paling Menarik” bagi Saudara. Sinopsis tersebut WAJIB diupload dalam COMMENT Box Laman posting di Blog ini: www.hsarifin.staff.ipb.ac.id

SELAMAT BER-EKSURSI & SELAMAT BEKERJA