Prof. Gerhardus Schultink (MSU the US) in Studium Generale of Rural & Agricultural Landscape Course, Odd Semester of 2012/2013

Prof. Gerhardus Schultink (MSU the US) in Studium Generale of Rural & Agricultural Landscape Course, Odd Semester of 2012/2013

Odd Semester: September 2014 to January 2015 – Graduate Students Course for Doctor and Master Program

A course subject of “Rural and Agricultural Landscape” (Lanskap Perdesaan dan Pertanian – ARL 611) would be delivered in the Odd Semester September 2014 to January 2015 for graduate students of related study programs in the Graduate School of IPB, i.e. Landscape Architecture (ARL), Agronomy & Horticulture (AGH), Natural Resources and Environmental Management (PSL), Regional Planing (PWL), Rural and Regional Development (PWD), Watershed Management (DAS), Soil Agro-technology (ATT), Tropical Biodiversity Conservation (KVT), Ecotourism & Ecosystem Services Management (MEJ), Tropical Silvi-culture (SVK), Communication of Rural & Agricultural Development (KMP), Rural Sociology (SPD), Development Extension Service (PPN), etc.

Course Subject: Rural and Agricultural Landscape
(JUDUL MATA KULIAH: LANSKAP PERDESAAN DAN PERTANIAN)

Code: ARL 611/ 3 Credit – 3 (2-3)

Lecturer (s):
1. Prof. Dr. HADI SUSILO ARIFIN
2. Prof. Dr. WAHJU QAMARA MUGNISJAH

3. Dr. R.L. Kaswanto

Syllabus:
This subject discusses regarding rural landscape structure in Indonesia, and their relation with land utilization in the agro-politan concept, which is included agricultural and non-agricultural landscape that’s influenced by bio-physical, geographical, social, economical and cultural factors. Agro-forestry/Agro-silvo-pastural/agro-silvo-fishery system in the landscape scale as sustainable agriculture practices on rural landscape structure for raising community welfare and food security to be discussed deeper based on ecological function, productivity, and environmental aesthetic in order to support greenery open spaces availability. This subject learns methods and model approaches for rural and agricultural landscape management, such as Participatory Rural Appraisal (PRA), Low-External- Input and Sustainable Agriculture (LEISA), dan Community Sustainability Assessment (CSA)

Mata kuliah ini membahas struktur lanskap perdesaan di Indonesia serta hubungan penggunaan lahannya dalam konsep agropolitan yang mencakup lanskap pertanian dan non-pertanian yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan biofisik, geografi, sosial, ekonomi, dan budaya. Sistem agro-forestri/agro-silvo-pastural/agro-silvo-fishery pada skala lanskap sebagai praktek pertanian berkelanjutan pada struktur lanskap perdesaan untuk peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat dibahas lebih lanjut berdasarkan azas fungsi ekologis, produktivitas, dan estetika lingkungan dalam menunjang keberadaan ruang terbuka hijau. Juga mempelajari metode dan pendekatan model dalam pengelolaan lanskap perdesaan dan pertanian: Participatory Rural Appraisal (PRA), Low-External- Input and Sustainable Agriculture (LEISA), dan Community Sustainability Assessment (CSA).

Learning Outcome:

After finished this subject, students will able to evaluate, to develop, and to manage potential resources of rural landscape based on community needs for sustainable development.

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa akan mampu mengevaluasi, mengembangkan, dan mengelola potensi sumberdaya lanskap perdesaan yang berbasis pada kepentingan masyarakat untuk pembangunan yang berkelanjutan.

FURTHER INFORMATION regarding schedule, day and time, class room please contact:

DSC05943a

Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

E-mail: hsarifin@ipb.ac.id; hadisusiloarifin@gmail.com

FB/YM/Skype: dedhsa@yahoo.com

Twitter: @dedhsa

Mobile/WA/Line: +62811117720

Address:
Room 13-6-2, Wing 13, Level VI
Landscape Management Division
Department of Landscape Architecture
Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University (IPB)
Jl. Meranti, Dramaga Campus, Bogor 16680

Poster of Rural & Agricultural Landscape Course on the expose of practical task results in Bogor District Office

Poster of Rural & Agricultural Landscape Course on the expose of practical task results in Bogor District Office, 7th January 2014

Site visit to case study area of Rural & Agricultural Landscape Practical Courses in Cihideung Udik, Bogor with Graduate Students, Batch 2012/2013

Site visit to case study area of Rural & Agricultural Landscape Practical Courses in Cihideung Udik, Bogor with Graduate Students, Batch 2012/2013

3 Responses to “2014/2015 Odd Semester Course: Rural and Agricultural Landscape”

  1. Marlin Herlambang Says:

    Dear Sensee.. konnichiwa..
    Senang bisa kontak lg. Smtr ganjil ini saya jadi mhs lg di PBT IPB.. apa match jg dg mk pilihan ini ya?.. c u.

  2. Hadi Susilo Arifin Says:

    Hallo Marlin….
    Semoga bisa dibaca dari Silabusnya. Jika merasa sesuai silakan…. selamat datang di MK Lanskap Perdesaan dan Pertanian. Insya Allah diservice pada hari Senin, pk 08.00-09.40; 10.00-13.00.
    All the best,
    Hadi Susilo Arifin

  3. Alfred Jansen Sutrisno Says:

    Tugas Praktikum MK. Lanskap Pedesaan dan Pertanian

    Nama : Alfred J. Sutrisno
    NRP : A451141140

    Judul : Master Plan of Baekdudaegan National Arboretum Bonghwa, South Korea

    Tujuan : Memperkenalkan dan memberikan penjelasan tentang perencanaan dan desain dari Arboretum nasional baekdudaegan di Bonghwa, Korea selatan.

    Rangkuman :
    Perencanaan dan desain arboretum ini dilakukan dan dipresentasikan oleh Prof. Kim Sung Kyun seorang beliau adalah seorang professor di Seoul National University dan juga Presiden dari Asosiasi Arsitektur Lanskap Asia (ACLA). Perencanaan arboretum ini sendiri telah mendapat dukungan dari setiap elemen masyarakat di korea selatan dan tentunya dari pemerintah korea selatan itu juga sendiri. Mengapa mereka ingin membangun arboretum ini? Karena harapan Prof. Kim Sung Kyun dan Pemerintah korea selatan sendiri ialah ingin memiliki arboretum terbesar di asia, sehingga dibangunlah arboretum ini sendiri. Bonghwa dipilih sebagai tempat pembangun arboretum ini sendiri karena daerah memiliki bentang alam yang sangat unik dan luar biasa walaupun tentunya memiliki banyak resiko, namun desainer dari arboretum ini sendiri telah membuat cara untuk mengatasinya. Arboretum ini sendiri akan diisi oleh keanekaragaman hayati sendiri baik itu tumbuhan maupun juga hewan dan adanya memiliki fasilitas yang menggunakan teknologi yang sangat modern begitu juga dengan pembangunan gedung-gedungnya. Pembangunan dari arboretum ini sendiri dibagi atas 3 tahap yaitu tahap tahun 2013, 2020, dan 2030. Keunikan dari arboretum ini sendiri ialah memiliki botanical heritage korea selatan sendiri dan memberikan arboretum ini dibuat berdasarkan filosofi oleh bangsa korea selatan sendiri yaitu seperti Yin dan Yang

Leave a Reply