Melihat kenyataan beberapa hari terakhir hujan terus menerus mengguyur wilayah Jabodetabekpunjur serta wilayah lainnya di Indonesia dan telah mengakibatkan munculnya bencana banjir dan tanah longsor. Beberapa hal kita perlu introspeksi dalam kearifan kita mengelola lingkungan, sehingga air yang turun sebagai hujan, seharusnya adalah rahmat bagi sumber kehidupan, bukan sebaliknya menjadi bencana,

Selain peran ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah kita ketahui sebagai “water catchment”. Di mana pepohonan dengan struktur perakaran yang dalam dan ekstensif tentu dapat menyerap dan menyimpan air dalam tanah, serta dapat menahan strukur tanah dari bahaya erosi. Lebih jauh sebenarnya ada cekungan-cekungan, lembah-lembah yang sangat potensial sebagai wadah menampung air. Mereka bisa berbentuk kolam/balong, setu/situ, embung, waduk, dam, atau danau serta aliran-aliran air yang bergerak mulai dari selokan, saluran irigasi, kanal hingga sungai besar yang dapat menampung air dengan cepat. Manajemen lanskap memberi tekanan bahwa sebaiknya air dikelola sebagai sumber kehidupan dan  dapat berada di sekitar kita selama mungkin. Air sebagai kawan, bukan air sebagai musuh. Jika keberadaan  kolam/balong, setu/situ, embung, waduk, dam, danau selokan, saluran irigasi, kanal hingga sungai besar terkelola dengan baik, niscaya air ini akan memberi kehidupan bagi manusia. Musim kemarau kita tidak mengalami kekeringan, karena badan-badan air tersebut akan memberi pasokan air melalui pori-pori dalam tanah. Sebaliknya musim penghujan kita tidak kebanjiran, karena ruang terbuka biru (RTB) tersebut adalah wadah-wadah besar yang siap menampung air hujan yang turun.

Ke depan, marilah kita arif dan bijak dalam menyelenggarakan pembangunan fisik. Tidak ada lagi pengrusakan badan air apakah dengan pengurugan dan penimbunan untuk kawasan perumahan, industri, perdagangan dll. Seharusnya kita bisa merevitalisasi badan-badan air yang rusak, terbengkalai, yang menyempit, yang dangkal dengan cara NATURALISASI. Restorasi ekosistem badan air perlu dilakukan dengan mengembalikan bentuk, struktur, dan pola alami seperti sediakala. Pengerukan sedimen di sungai/danau/situ, pelebaran badan air sebaiknya tetap mengikuti pola alam, di mana bentuk sungai meandering, pola organis pada bibir tepi setu/danau, menghindari penurapan dengan beton semen (kecuali pada dinding rawan longsor), memperbanyak bio-retaining wall dengan menggunakan tumbuhan/tanaman yang memiliki perakaran kuat dan dapat menahan dinding gawir yang miring.  Bahkan jika perlu kita harus memperbanyak dengan membuat badan-badan air baru terutama di daerah-daerah cekungan di wilayah perkotaan. Setiap pembangunan properti hendaknya diwajibkan menyediakan RTB dengan ratio yang memadai. Hal ini perlu dituangkan dalam peraturan dan dilaksanakannya melalui insentif bagi pengembang yang patuh, dan dan disinsentif  bagi yang melanggar aturan.

Kota-kota di negara maju, kota yang bermartabat, kota yang manusiawi biasanya memiliki danau-danau dan kolam-kolam air yang cukup banyak. baik mempertahankan yang alami maupun buatan. Karena lanskap RTB ini dapat memberikan pendinginan udara kota, mengelola sumberdaya air, mengkonservasi keanekaragaman hayati flora dan fauna baik aquatic maupun terrestrial, menyerap dan menyimpan Carbon, memberi manfaat bagi produksi pertanian/perikanan, memperindah lanskap sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif bagi jasa wisata.

Bogor, 18 Januari 2014 – HSA.

Ruang Terbuka Biru di Bogor Terancam

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/01/6/158337/Ruang-Terbuka-Biru-di-Bogor-Terancam

Seawater intrusion grows in the capital

http://www.thejakartapost.com/news/2013/06/07/seawater-intrusion-grows-capital.html

Gregetan Banjir Jakarta, Swiss & Singapura Gandeng IPB

http://kampus.okezone.com/read/2013/07/05/373/832589/gregetan-banjir-jakarta-swiss-singapura-gandeng-ipb

Swiss dan Singapura Tertarik Cari Solusi Banjir Jakarta

http://indonesiarayanews.com/read/2013/07/28/77059/news-perkotaan-07-28-2013-13-22-swiss-dan-singapura-tertarik-cari-solusi-banjir-jakarta

LINGKUNGAN HIDUP: Ruang Terbuka Biru Kian Terancam

http://industri.bisnis.com/read/20130529/45/141708/lingkungan-hidup-ruang-terbuka-biru-kian-terancam