Subject: FAO – GIAHS Sites Survey in Lampung Province

Venue: Marga Sari Village – East Lampung District & Sindang Pagar Village,  Sumberjaya Sub-District West Lampung

Date: August 14 – 18, 2013

Researchers: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Duryat M.Sc.  and Mr Wijarnako

 

Cc. Dr Kaswanto, Dr Iis, Dr Puji Lestari, Bapak Wijarnako
Cc. Counterparts of UNILA, UGM, UNUD, UNMUL and UNHASDear Duryat, M.Sc.
UNILA CounterpartBerikut saya kirimkan Catatan saya hari ini selama kunjungan ke site II untuk GIAHS di Propinsi Lampung.
Semoga Mas Duryat dapat memanfaatkannya untuk menyusun Laporan dengan menggunakan template Annex GIAHS.
Mohon dilengkapi dengan data hasil2 riset UNILA terdahulu.

Ratusan foto yang saya ambil silakan dicopy setelah tiba di hotel malam ini.

Bentuk laporan ini semoga dapat menjadi gambaran bagi kolega lain yang akan melakukan site visit bersama kami, baik saya/mas Anto dan perwakilan dr Kemenkokesra.

Hari ini Bp Wijarnako dr Kemenkokesra tdk ikut ke lapang krn sudah kembali ke Jakarta tadi pagi.

Semoga laporan yg saya tulis ini bermanfaat,

All the best,
Hadi Susilo Arifin.

—-
Catatan HARI III: 16 Agustus 2013

Peneliti: Hadi Susilo  Arifin/IPB dan Duryat/UNILa

Kontak Person:
PPL – Radianto 081272231072
Status: THL TBPP (Tng Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian)

Kepala Desa: Pratin Sudriman
HP +6285789505181

Obyek: Desa Sindang Pagar, Kec Sumberjaya, Kab Lampung Barat
Altitude: 1000m dpl
Temperatur Udara siang pk 2: 28,5 Celcius (saat survei)

Route:
Bandar Lampung, Lampung Selatan (Natar), Kab  Pesawaran, Jab Lampung Tengah (Gunung Sugih), Kab Lampung Utara (Kota Bumi), Kab Lampung Barat (Liwa)

Point: kearifan lokal dalam mempertahankan Hutan Marga sebagai hutan lindung  di hulu untuk  mengelola sumberdaya air bagi keberlanjutan pertanian padi dan perikanan di hilir.

HUTAN MARGA: Hutan alam di lahan marga (Adat) sebagai hutan lindung dan hutan konservasi.
Masyarakat bercocok tanam kopi dan padi di lahan milik pribadi juga di Hutan Kemasyarakatan (HKM)

Masyarakat berasal sebagian besar dari Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, Sumedang dan Krawang. Ada sebagian kecil dari Jateng dan Jatim, Penduduk aseli Sumatra banyak berasal dr Sumsel.
Mereka datang ke wilayah ini pada tahun 50an sbg Transmugran.

Arsitektur: masih banyak.rumah beraritektur panggung.

Keterangan PPL:
2005 eksportir masuk dr LN
Ketelusuran asal-usul produk diminta: Four C: Rainforest, Certified, UTCHE coffee, ….
Permintaan Buyer LN
Exportir: Eropah (Netherland n Swiss, German), India (PT Kolm

Kakek Radiyanto aseli Palembang.
Th 40-50an kakek memberikan kebijakan pendatang boleh menggarap jadi kebun- surat keterangan tanah (SKT) u dasar pembuatan sertifikat tanah.

Kep Desa Bp Sudriman (paman pak Radiyanto), saat ini menjabat  periode II dr 2002-2008/2009-2015

Sudah ada KRPL dari BPPT Kementan mulaui 2013 (desa Sindang Pagar dan desa Sukajaya)

P2KP sudah masuk Desa Sukapura sdh sejak beberapa tahun lalu.

PNPM Mandiri Ds Sindang Pagar dan Ds Sukajaya, mulai bebrapa tahun lalu. Digunakan untuk Infras jalan, air bersih, membangun fasilitas Pendidikan. Anak Usia Dini (PAUD), dan Simpan PonjAm Perempuan (SPP).

HUTAN MARGA (di luar kawasan hutan) – hutan adat – milik desa
Tidak boleh dirambah – tidak ada aturan tertulis, tetapi hanya konvensi
Ditujukan u smberdaya air di bawah, karena dibutuhkan u persawahan, kolam ikan, dan kebutugan air domestik (air minum, mandi, cuci).
Sawah berteras dibuat manual mulai tahun 50an pada masa kakek Pak Radianto (Kakek Suhibi) mengundang masuk mesyarakat unt bermukim di sini..
—-
PERAMBAHAN Hutan Negara:
Tanah dihutan lindung (hutan negara) tersebut ditanami kopi sejak 60an. Pada mas sebelumnya masyarakat berhuma-dg sistem ladang berpindah-pindah.
Perambah lahan hutan negara u bercocok tanam Kopi oleh masyarakat pendatang (trans dr Jawa, membawa saudaranya yg datang ke Lampung, masuk ke Lampung Barat) dg sistem Ladang berpindah semakin marak pada akhir 70an sd awal 80an. Dampak negatif debit Air berkurang terutama di MK. Tetapi, pada MH debit sgt besar, dan  air keruh.

Perambah hanya masuk hutan negara, tidak ke dalam hutan marga. Masyarakat setempat tdk bisa mencegah perambah lagan di hutan negara karena tdk punya wewenang. Tapi di hutan marga, masyarakat punya kewenangan melarang karena hutan tsb adalah milik masyarakat adat..

POGRAM REBOISASI
Pada 85-86an dilakukan gerakan Reboisasi oleh ABRI di lahan rambahan. Tegakannya: Kaliandra, Sono keling.  Masyarakat perambah lahan disuruh turun, keluar dari hutan negara tsb. Reboisasi berhasil.
Tetapi pada awal era reformasi tahun 98an, saat Presiden Soeharto lengser, terulang kejadian perambahan lahan di hutan negara kembali.
Maka pemerintah mengatasinya pada 1999 dengan mengeluarkan ijin  status HUtan Kemasyarakatan (HKM) di hutan negara.
Ijin HKM diberikan dr 5 tahun (evaluasi I) sd 35 Tahun.

Baru pada tahun 2004 ada Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) di Hutan negara dengan “Multipurpose trees species” a.l.: alpukat, pinang, durian, nangka, cempaka,
Syarat min 400 btg/ha
Departemen Kehutanan (pusat) memberikan bantuan Bibit, pupuk, dan biaya perawatan.
Luas hutan negara sekitar 1000ha, GNRHL dilaksanakan  pada lahan bekas rambahan sekitar 700-800 ha.  Lahan 200 ha lainnya masih utuh, merupakan hutan yang berbatasan dg HUTAN Marga. Hutan Marga memili luyas sekitar 200 ha.

Manajemen HUTAN MARGA:
Hutan marrga dikelola sebagai hutan alam yg bersifat lindung (melindungi ekosistem-tata tanah, Tata air dan tata udara). Hingga saat ini hanya bersifat konvensi, belum ada aturan tertulis.
Saat ini baru direncanakan u dijadikan peraturan Desa (PERDES).
Sebenarnya pada saat ini, tanpa perdes pun masyarakat patuh.
Tetapi untuk mengantisipasi perkembangan penduduk di masa yg akan datang, perdes dirasakan perlu direncanakan dg baik.

Isi hutan marga: Kayu tenam (bhn bangunan kualitas sekelas Merbau), Cemara (diptocarpacea) unt bangunan, Medang u pintu, kayu pasang u bangunan disebut kayu besi, pule, meranti, africa (tumbuh dr biji yg dibawa burung datang dr hutan tanaman). Hutan alam masih perawan ini tdk boleh diusahakan.
Di bawah atau di sekeliling kawasan hutan marga adalah hutan negara, dan ada juga tanah milik pribadi penduduk.

KENAPA KOPI?
Kopi dikenal sejak jaman Belanda.
Produsen utama kopi Robusta di Indonesia adalah di lampung. Dan  di Lampungnya sendiri, pusat kopi adalah di Kab Lampung Barat (di semua kecamatan).

USAHA TANI Pratin Sudriman:
Lahan 3 ha kopi
Sawah 1200m2

Bercocok tanam kopi:
Jarak taman Kopi 2.5 x 2.5 m atau 2×2 m2
Populasi: 1600 sd 2500 btg/ha
Produksi 8kwintal biji kopi kering/ha (asalan) – Rp 17.000 berdasarkan fluktuasi dollar. Bursa komoditas di NY dan London.

LANSKAP HILIR:
Sawah berteras lokasi: Talang Bandung, Talang Ciamis dibuat pada tahun 50an

Ternak: komoditas kambing di pekarangan belakang (di kandang)

Kolam: dominan nila Rp20000/kg
Dibedah setiap 4 bulan.

ORGANISASI:
Kelompok Tani – sektor pangan dan kebun
10 kel tan
2 KWT

Kelompok tani hutan – Register 45B. HKM- hutan kemasyarakatan
Kelompok hamparan Rukun Lestari Sejahtera
Sub-Hamparan: Ada 4, Rukun Lestari, Tani Jaya, dan 2 lainnya.

DAFTAR ISTILAH LOKAL
Desa disebut: Prekon
Kepala Desa disebut; Pratin
RW/RK disebut: Dusun
1 rante: 400m2 lahan
Istilah:
Repong: kebun di Masy Lampung Pesisir Barat (Krui, Biha dan Pugung Tampak) semisal Repong Damar

Demikian Laporan saya sampaikan.

Terimakasih.
Salam
Hadi Susilo Arifin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Dear Mas Anto

Cc; kolega Unila/Bu Iis/Bu Tari

Mumpung masih fresh, dalam perjalanan kembali ke Hotel di Teluk Betung, bersama ini saya kirimkan Catatan saya selama saya berdialog dengan petani tambak, sbb:

Catatan H.S. Arifin

Survai hari I: 15 August 2013
Peneliti: Hadi Susilo Arifin, Wijarnako, Duryat

Objek: Desa Margasari
Kec. Labuhan Maringgai
Kab Lampung Timur
Melewati Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, Metro, Lampung Timur

DAS Way Sekampung
Pelelangan Ikan: Kuala Penet
KUD Bina Mina
Pendamping: Pak Subak (Subagio)

Yang akan ditemui: Pak Yani (Kelompok Tani Mangrove)

Mangrove 700ha, bertambah luas karena muncul tanah timbul.
Tanah timbul segera ditanami bakau.

Wabah di Kuala Kambas (dekat TN Way Kambas) — dipindah ke Margasari, menjadi Pendatang pada th 83-84

Penduduk: aseli Jawa dan Bugis

Isu2 Rawan tawuran tdk ada, kriminal tidak ada.

Panen tambak 4 bln, 1,3 ton emas dan nila (prod rendah karena pakan dan treatment kelola secara tradional) dr 100m x 30m

Jaman jaya udang Windu, 5 ton/tambak.

1 kolam: bandeng, nila, udang
Makanan: ganggang (tumbuh sendiri), ikan bs-an kepala teri (kiriman dari Jawa, 3000rp/kg)

1 ton ikan BS u 4bulan/kolam 3juta
Plus karyawan 1juta/bulan
1 karyawan 5 kolam.
Garapan 5 kolam

Panen: Udang 112kg; Nila 1,3 ton, dan bandeng 2 kwintal.
Udang: 77.000/kg
Nila: 12.000/kg
Bandeng: 12.000/kg
Mas: 15.000/kg

Mulai 83an dipegang oleh Pak Subag. Revegatasi Mangrove. Setiap tumbuh bakau ditebang.

Pak Sugeng dan Pak Ansori dg rombongan mhs, ke Balaidesa (Lurah Sukimin).
Hujan lebat dan banjir.

Ditawari mampir ke rumah (2 bus).
Waktu itu sdh bertambak tp blm perhatian pd mangrove.

Ahli mangrove: Bpk Nanang (Sekdes Margasari)

Angin Timur: Bln April-Agus
Musim Barat Okt-Maret (justru aman)
Asal; tdk ada mangrove
Dulu tambak semua (udang dan bandeng) dari Penet smp Labuan Muara Gading Mas.

1995 abrasi pantai. Tambak dan 71 unit rmh hancur.
Dg kapala desa Pak Sukimin alm. Lap ke aparat kepolisian dan dinas Sos Prop. Membantu perumahan tp desa hrs menyediakan lahan.
97 -pak Harto turun, Dinas Sos dan Penerangan — dihapus. Reformasi
Bantuan gagal!

Pak Nanang, Pak Subak, Pak Sukimin pelopor restorasi mangrove.

Setelah abrs – tanah timbul – otamtatis muncul si api2.
Muncul minat restorasi.
Dipertahankan hutannya bahkan ditambah. Tidak boleh lagi bekas tambak tsb diambil masyarakat.

Pak Sukimin ber3 berencana ke Pemda u menyerahkan tanah timbul. Untuk pelestarian oleh Pemda diberikan ke UNILA.
Perjanjian Tri Partit (2000): Pemda, Desan Dan Unila. Perjanjian setiap 5 tahun sekali.
Luas awal: 500-700
Sekarang bertambah luas krn alami dan gerakan penanaman
Gerakan National rehabilitasi Hutan Dan Lahan (2004)

Pihak Desa sering ikut sosialisasi Mangrave di UNILA.
Terbentuk Kelompok Tani Mangrave: Margajaya UTama

UNILA mengadakan lomba revegatasi mangrove
Margasari Juara Kab. Dan juara Propinsi dan juara Nasiona.
Pemberian hadiah di Kalimanta (jaman Ibu Megawati)
Juara: karena dukungan kelompok tani mangrove
Dari 1 kel menjadi 7 kel (penanaman, pemeliharaan dan pelestarian:
Kelompok Margajaya 1 sd 6 dan Kel Margajaya Utama)
Pemanfaatannya: unt filter petani tambak, penambahan ekonomi dg adanya Kepiting bakau, menahan abrasi pantai, pemijahan ikan)

Program Lampung Mangrove Center LMC di dusun 12, program UNILA tahun 2012 terealisasi.
Membuat menara pementau burung di dusun1, dibuat bambu track di dusun (bertahan hanya 1 tahun) – minat wisata meningkat.

Setelah terbentuk 7 kel.
Kemudian muncul Kelompok Pelestarian Lingk Hidup (KPLH) dipimpin oleh Pak Yani (2005).
Anggota beragam usia. Anak2 sekolah, guru2 Sd dilibatkan u pelestarian lingk hidup.
Manakala Ibu2 menyuruh nebang, anak2 tdk mau karena dia tdk mau.

Desa Luas 1702ha
Tambak 403ha
Sawah Lebih luas dr tambak.
Penduduk 1894 KK, 7575 jiwa per Juli 2013.
Pak Nanang- Sekdep terbaik se Kec. Labuan Maringgai (Piagam penghargaan)
Balsem 709

PPK Program Pembangunan Kec 2004. Membuat pengerasan jalan
PNPM Mandiri sejak 2007. Membuat lapen (Latasir dan pengeran jalan) dikerjakan oleh TPK Tim Pengelola Kegiatan (masyarakat setempat) — 2 unt fisik dan 1 unt simpan pinjam perempuan (SPP) ada 24 Kelompok @10 orang . Sampai sekarang berjalan – bergulir dievaluasi oleh FK (Fasilitator Kecamatan).
Ada 2 kelompok yg didiskualifikasi krn tdk bayar.
Proposal dr bawah harus bermanfaat bagi masyarakat.
Selain jalan, juga membangun gd PAUD dan TK.

Pembuatan Tanggul penangkis ombak Dr BP DAS, PU sepanjang 1,1Km tahu 2009-2011.

Potensi wisata jika akses jalannya bagus.

Biodiversity Conservation:
1. Kuntul dan burung air
2. Kera ekor panjang dari Way Kambas (saat terbakar)
3. Biayak
Masyarakat tdk bisa memburu karena Perdes: No 4/2005
Sangsinya:
1. Jk menebang 1 pohon wajib menanam 100 batang
2. Ambil kayu bakar kena peringatan.
Jadi Hutan LINDUNG
3. Yang berburu kena sangsi (belum ditetapkan dendanya, krn dimusyawarahkan)

2014 akan memperbarui Perdes ttg Pelestarian Hutan Mangrove.

Kelompok KPLH diberi bimbingan oleh Bu Yuni JICA/Unila ttg penganan dr bahan hutan mangrove: Kerupuk/peyek daun jeruju, sirup dr buah pedada (Burgurea), snack dr buah ki api2.

Ada BMT Baitul Mul Wal Ta’mil – lembaga keuangan mikro dapat mengatasi rentenir.

PNPM Mandiri
2013 Lapen 1900m di dusun 2,3,4
Plus swadaya masyarakat
Gd Paud dan TK di dusun 10

2014 direncanakan Lapen 1500m di dusun 1, 2
Dan pembuatan badan jalan 500m di dusun 2 dan 5.

Sering dikunjungi orang asing pada Summer course di UNILA:
Kentucky Univ
JICA

Desa Sukorahayu – masalah lingkungan penggalian pasir kuarsa sd kedalaman 12 Meter

—-
Obyek – II
Desa  Pasir Sakti
Kec. Labuhan Maringgai
Kab Lampung Timur
Tidak jadi dikunjungi karena keterbatasan  waktu
Powered by Telkomsel BlackBerry®