Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/01/6/158337/Ruang-Terbuka-Biru-di-Bogor-Terancam

Metrotvnews.com: Bogor: Keberadaan Ruang Terbuka Biru (RTB) atau danau/situ di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terancam.

Hal itu terungkap dalam kegiatan ekspose yang bertajuk “Penguatan Ekonomi Kecamatan Cibinong Berbasis Pengelolaan Situ Secara Berkelanjutan” di Ruang Sidang Lanskap Kampus IPB, Darmaga, Bogor, beberapa waktu lalu.

Selain mahasiswa IPB, ekspose tersebut dihadiri sejumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan beberapa orang perwakilan NGO.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa pascasarjana mata kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan IPB, memaparkan bahwa kondisi dan keberadaan RTB di Kabupaten Bogor, tepatnya di wilayah Cibinong terancam.

“Sewaktu masih dijajah Belanda, pentingnya RTB sudah dipikirkan dengan dibangunnya 800 waduk. Saat ini yang tersisa hanya 400 waduk. Ini akibat dari pengembangan perumahan dan properti,”ungkap Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, selaku Dosen Pembimbing saat memberikan arahan awal dalam ekpose tersebut.

Harusnya lanjut Hadi, RTB (berupa danau, situ) bisa menjadi lanskap yang memiliki kualitas lebih baik dan menjadi bagian dari pengembangan properti seperti di Negara Jepang, Thailand, Vietnam (seperti di Hanoi Kota Seribu Danau), Singapura Amerika, dan lain-lain.

Kecamatan Cibinong memiliki 18 situ yang tersebar di beberapa desa. Situ, lanjutnya, sebagai kesatuan siklus hidrolis memegang peranan penting sebagai area tangkapan air sekaligus sebagai bentuk lain kawasan lindung.

Sementara itu, dari tahun 1998 hingga 2010, terjadi kenaikan 35,93% lahan tak terbangun menjadi lahan terbangun.

“Dikhawatirkan peningkatan ini akan semakin mengancam keberadaan RTB di kawasan ini,” katanya.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap 3 situ yakni situ Cikaret, situ Pemda, dan situ Kebantenan, potensi RTB ini dapat dioptimalkan karena memiliki lokasi yang strategis (situ Pemda dan situ Kabantenan), kualitas pemandangan yang cukup baik dan area yang luas (situ Cikaret). Sehingga keberadaan situ ini perlu dipertahankan dan dioptimalkan fungsinya.

“Ketiga situ ini merupakan kawasan yang potensial untuk dikembangkan, terutama untuk kegiatan pariwisata karena secara letak dan aspek biofisik sangat mendukung untuk keberlanjutan situ sebagia sarana publik yang representatif,” ujar salah satu mahasiswa.

Berdasarkan pemantuan Media Indonesia, saat ini memang daerah Cibinong mengalami kemajuan pembangunan yang cukup pesat. Pusat-pusat perdagangan, komplek perumahan berdiri di mana-mana. Tidak terkecuali di sekitar Danau/Situ Cikaret.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan RTB sebagai penguat ekonomi Kecamatan Cibinong, ada beberapa strategi yang direkomendasikan yakni memanfaatkan situ sebagai kawasan wisata berbasis kearifan lokal, membuat rencana pengelolaan oleh pemda dan memberikan sistem reward dan punishment bagi masyarakat, menyusun perda yang mengatur pemanfaatan lahan di kawasan situ dan sekitarnya.

Adapun cara lainnya yakni mengoptimalkan pemanfaatan situ oleh masyarakat lokal melalui bantuan pemerintah untuk mendukung kegiatan rekreasi dan wisata, menyediakan infrastruktur dan fasilitas untuk mencegah pendangkalan situ dan eutrofikasi.

Selain itu juga menyusun peraturan legal yang menekan migrasi pendatang dan adanya peran serta pemerintah dan masyarakat terkait pelaksanaan dan pengawasan peraturan tersebut, serta membuat media interpretasi.(DD)
Editor: Deni Fauzan

BERITA TERKAIT:

BISNIS.COM Lingkungan Hidup: Ruang Terbuka Biru Kian Terancam