Group pic in the end of the Cibinong blue open spaces management expose program

Group pic in the Cibinong blue open spaces management expose program

EKSPOSE AKHIR SEMESTER MK PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN

Mahasiswa Program Master PS Arsitektur Lanskap, Semester Genap tahun 2012/2013 akan mengadakan ekspose hasil praktikum yang akan diselnggarakan, pada:

Hari/Tanggal: Senin/27 Mei 2013

Waktu: pk. 10:00 – 12:000

Tempat: Ruang Sidang Arsitektur Lanskap, Wing 14, Level V Faklutas Pertanian – IPB, Jl Meranti, Dramaga Bogor 16680

Agenda Acara:

09.30-10.00: Pendaftaran peserta

10.00-10.20: Sambutan Ketua Departemen Arsitektur Lanskap, Dr Siti Nurisjah; dan Sambutan Dekan Fakultas Pertanian – IPB, Dr. Ernan Rustiadi

10.20-10.35: Pengantar Ekspose oleh Prof. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan)

10.35-10.45: Penayangan Video Kajian dan Pengelolaan Situ-Situ di Kota Cibinong

10.45-11.05: Presentasi Oral Hasil Kajian  Manajemen Lanskap Situ-Situ di Kota Cibinong

11.05-11.15: Presentasi Poster Hasil untuk Diseminasi Manajemen Situ-Situ di Kota  Cibinong

11.15-10.25: Pembahasan oleh Ketua P4W, Dr. Setia Hadi

11.25-11.55: Forum Diskusi

11.55-12.00: Penutupan oleh Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan, Prof. Hadi Susilo Arifin

Acara ini terbuka untuk semua Civitas Academica IPB, Peneliti dan Akademisi, Birokrat di Pemda Kabupaten Bogor dari Dinas terkait, BAPEDA Kab. Bogor, LSM-LSM, pemerhati lingkungan, dan masyarakat umum. Bagi peserta yang memerlukan sertifikat, akan disediakan.

Ringkasan Makalah (PDF File) dapat diclik pada judul di bawah ini:

PENGUATAN EKONOMI KECAMATAN CIBINONG BERBASIS PENGELOLAAN LANSKAP SITU CIKARET, SITU PEMDA DAN SITU KEBANTENAN SECARA BERKELANJUTAN 

Oleh:

Mahasiswa MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (ARL 521) – Semester Genap 2012.2013

Azka Lathifa Zahratu Azra, Miftahul Jannah, Erlinda Faradilla, Siti Novianti Lufilah, Sry Wahyuni, Ahmad Nafis Nugraha, Luqmanul Hakim, Hafni Dewi, Hanni Adriani, Nur Azmi, Ray March Syahadat, Moh. Sanjiva Refi Hasibuan, Annisa Hasanah, Musatar, Balqis Nailufar, Saputri Sapta, Herwita Andriamasari, Listya Aderina, Nur Aini, Rizki Alfian, Priambudi Trie Putra

Dosen pembimbing:

Prof Dr Ir Hadi Susilo Arifin, MS, Dr Ir Aris Munandar, MS, Dr Ir Setia Hadi, MS,

Dr Syartinilia, SP, MSi, Dr Regan Leonardus Kaswanto, SP, MSi

Asisten:

Mohammad Zaini Dahlan, SP, M.Si.

 Program Pascasarjana Arsitektur Lanskap, Institut Pertanian Bogor

Pendahuluan

Undang-undang Dasar, RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), mengamanatkan keadilan dan pemerataan pembangunan selayaknya dirasakan oleh seluruh rakyat dan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kesempatan berkembang maju dan kondisi perekonomian yang semakin tumbuh pada setiap wilayah RI menjadi hak setiap daerah dan sekaligus kewajiban negara untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan sosial ekonomi yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi segenap rakyatnya demi tercapainya kesejahteraan rakyat (Indrawan 2010). Demikian pula, salah satu tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sehingga proses dan hasil pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sebagaimana masalah yang terjadi di kota, Cibinong juga mengalami beberapa masalah terkait integrasi infrastruktur, migrasi penduduk, perubahan tata guna lahan, dan lainnya. Masalah lain yang perlu mendapat perhatian serius adalah terancamnya keberadaan ruang terbuka biru (RTB) yang berfungsi sebagai penangkap air terbesar. Jika masalah tersebut dibiarkan tanpa manajemen yang baik, tentunya akan berpengaruh terhadap penurunan kesejahteraan masyarakat, rusaknya tata kota, dan menurunnya kualitas lingkungan.

Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dijadikan aset pembangunan. Salah satu potensi yang dapat dioptimalkan adalah keberadaan RTB. Kecamatan Cibinong yang memiliki 18 situ yang terbesar di beberapa kelurahan, di antaranya yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah Situ Cikaret, Situ Pemda, dan Situ Kabantenan. Situ Cikaret mepunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata di Kecamatan Bogor karena memiliki kualitas pemandangan yang cukup baik dan area yang luas. Situ Pemda dan Situ Kebantenan memiliki lokasi yang strategis, yaitu terletak di samping Jalan Protokol Kabupaten Bogor (Jl. Tegar Beriman) sehingga aksesibilitas dari kedua situ ini sangat terjangkau oleh publik. Ketiga situ ini merupakan kawasan yang potensial untuk dikembangkan, terutama untuk kegiatan pariwisata karena secara letak dan aspek biofisik sangat mendukung untuk keberlanjutan situ sebagai sarana publik yang representatif.

Situ sebagai kesatuan siklus hidrologis memegang peranan penting sebagai area tangkapan air (catchment area) sekaligus sebagai bentuk lain kawasan lindung. Selain itu, situ telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar sebagai sarana rekreasi, wisata, sumber mata pencarian, maupun bagian dari cerita masa lalu yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal tinggi. Oleh karena itu, pemeliharaan situ sangat baik dilakukan, terutama untuk tujuan konservasi air dan keberlangsungan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut turut dipicu oleh meningkatnya kebutuhan air seiring dengan pertumbuhan penduduk dan laju urbanisasi yang tinggi.