Thu, September 02, 2010, 13:00 – 15:00. Venue: Ruang Sidang Rektor IPB, 2nd floor, Andi Hakim Nasoetion Building, Dramaga Campus, Bogor.

Prof. Hadi Susilo Arifin (Chairman of A-Commission of IPB Professor Board) and Prof. Imam Wahyudi (Secretary) have conducted the first commission meeting. The agenda of meeting is program consolidation of A-Commision in the period of 2010-2012. The detail meeting program in Bahasa Indonesia, as follows:

BAHAN RAPAT I KOMISI A DI RUANG SIDANG REKTOR PADA 2 SEPTEMBER 2010

KOMISI A (KARAKTER, JATI DIRI DAN BUDAYA BANGSA)

DEWAN GURU BESAR – IPB

Ketua: Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin

Sekretaris: Prof. Dr. Ir. Imam Wahyudi

Panduan/pedoman kerja KOMISI A DGB IPB

Tugas Komisi A: merumuskan pemikiran, pandangan dan gagasan tentang karakter, jati diri dan budaya bangsa, baik yg berkenaan dgn kehidupan bernegara secara umum maupun yg bersifat khusus dlm pembangunan pertanian di Indonesia.

a)    Kata-kunci: karakter, jati diri dan budaya bangsa, kehidupan bernegara, dan pembangunan pertanian (dicari difinisi yg jelas dr google atau kamus)

b)    Deskripsi Jenis Kegiatan KOMISI A:

(i)    Menghadiri Rapat Pimpinan DGB IPB

(ii)   Melaksanakan Rapat Komisi

(iii)  Menyelenggarakan Seminar/workshop/roundtable meeting

(iv)  Melakukan Sosialisasi rumusan/usulan/rekomendasi/program

(v)   Melaksanakan kegiatan Implementasi

c)    Merancang jenis kegiatan pertahun (1-3 tahun), dengan menyusun road map yang jelas (teknis pelaksanaan/aktivitas, metoda yg digunakan, produk/hasil yang dicapai, hingga “market”/para pihak yang akan memanfaatkan produk/hasil).

d)    Sidang Komisi I ini bertujuan untuk:

(i)    menjaring masukan dari seluruh anggota KOMISI A DGB IPB

(ii)   menyusun rancangan kegiatan yg disepakati bersama

(iii)  menentukan topik-topik seminar, pembicara, tempat dan waktu

(iv)  target produk – output: BUKU PERTANIAN 2030

(v)   kesepakatan time frame (periode 3 tahun)

Beberapa definisi terkait dgn kata kunci, yaitu:

1. Karakter: sering diberi padanan kata watak, tabiat, perangai atau akhlak. Dalam bahasa Inggris character diberi arti a distinctive differentiating mark, tanda yang membedakan secara tersendiri. Karakter adalah keakuan rohaniah, het geestelijk ik, yang nampak dalam keseluruhan sikap dan perilaku, yang dipengaruhi oleh bakat, atau potensi dalam diri dan lingkungan. Karakter juga diberi makna the stable and distinctive qualities built into an individual’s life which determine his response regardless of circumstances. Dengan demikian karakter adalah suatu kualitas yang mantap dan khusus (pembeda) yang terbentuk dalam kehidupan individu yang menentukan sikap dalam mengadakan reaksi terhadap rangsangan dengan tanpa mempedulikan situasi dan kondisi. Karakter secara harfiah adalah stempel, atau yang tercetak, yang terbentuk dipengaruhi oleh faktor endogeen/dalam diri dan faktor exogeen/luar diri.

2. Karakter bangsa dalam antropologi (khususnya masa lampau) dipandang sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan memancarkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian masyarakat tersebut.

3. Jati Diri: ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas; inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam; spiritualitas (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

4. Budaya Bangsa:

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata LatinColere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

5. Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitasbahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan bersama, dan mempunyai kesamaan yang sama.

6. Kehidupan Bernegara:

Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan makhluk hidup dengan benda mati.

JATI DIRI (tangguh-pemberani-jujur-survive-daya saing tinggi)

KARAKTER (sifat)

dibangun lewat pendidikan

mumpuni, profesional, masyarakat agraris (didukung oleh fasilitas/infrastruktur
Dicerminkan oleh perilaku-tindakan dan budaya

(sifat)

bertanggungjawab dlm pembangunan pertanian

Harus dimiliki oleh setiap: Individu/Civitas Academica, Universitas, Aparat Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, dan Stakeholders lainnya

Output:

1)    Kebijakan pembangunan (membela pertanian dan masyarakat pertanian)

2)    Masyarakat yg berkecukupan pangan, ketahanan pangan, keamanan pangan, kemandirian pangan, kedaulatan pangan

3)    Lingkungan yang berkelanjutan: minimalisasi degradasi lingkungan akibat deforestasi, industrialisasi, urbanisasi/ kotanisasi, dll.

4)    Menghasilkan model-model: desa pertanian, desa agro-industri, desa wisata, desa konservasi sebagai perwujudan konsep AGROPOLITAN.

5)    Menghasilkan karya “BUKU” yang memuat hasil berisi gagasan tentang pertanian Indonesia tahun 2030.

Outcome:

1) Rekognisi terhadap IPB sebagai PT Pertanian yang handal

2) Rekognisi terhadap Indonesia sebagai negara berbasis pertanian/Agri-maritim,

3) Terbentuknya networks dengan berbagai lembagai nasional dan international sebagai bentuk pengakuan atas karakter, jati diri dan budaya bangsa.

Roadmap:

Pasar Sivitas akademika, masyarakat, pemda Sivitas akademika, stakeholder, masyarakat, pemerintah Sivitas akademika, alumni, masyarakat, pemerintah
Produk Usulan-usulan dan masukan-masukan rencana kerja Buku, prosiding, rumusan Implementasi program, sosialisasi program
Metoda Kunjungan

Tatap muka

Penulisan dan penerbitan

Tatap muka

Kunjungan

Tatap muka

Aktivitas Meeting

Pleno brain storming

Sounding

Seminar I

Penyusunan buku

Sounding ke DepTan/

DPR, Presiden

Seminar II

Tahun I (2010/2011) Tahun II (2011/2012) Tahun III (2012/2013)

Langkah ke depan yang akan menjadi GARAPAN KOMISI A

Untuk menujudkan publikasi pertanian INDONESIA 2030, maka diperlukan:

  1. Pembentukan panitia seminar Nasional/International – kerjasama dengan berbagai pihak.
  2. Pembentukan panitia tim penyusun/penyunting Buku, penggalangan kerjasama  – penulis berbagai PT –  sponsorship – penerbit IPB Press
  3. Dan lain-lain –> “Revolusi Hijau Lestari” : subject to be discussed.

Bogor, 2 September 2010

Ketua dan Sekretaris

Komisi A DGB – IPB