http://www.kabarindo.com/?act=dnews&no=6593

Kontributor : Teks: AruL ArisTa / Foto-Foto: Ist

Soewarna Dukung Eco Property; Wujudkan Lingkungan HIJAU…..!

Sentra Perkantoran, gudang dan golf

Isyu penghijauan dewasa ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis properti. Berbagai produk properti seperti perumahan, perkantoran, gudang atau lainnya tidak terlepas dari isyu ini. Kesadaran masyarakat akan pentingnya produk yang ramah

Kemayoran News Room, Jakarta, Kabarindo– Hal tersebut mendorong pengembang untuk menciptakan konsep properti yang hijau.

Menurut pakar Ekologi dan Manajemen Lanskap IPB, Prof. Hadi Susilo Arifin, konsep green living dan eco property dalam kondisi saat ini dan ke depan dibutuhkan dalam kawasan apa pun, termasuk kawasan industry.
“Dalam konsep green dan eco, intinya tidak hanya pada aspek penghijauan saja, tapi juga bagaimana membuat lingkungan menjadi berkelanjutan (sustainable), ada penghematan penggunaan energi dan tidak menimbulkan polusi,” tuturnya.

Lebih lanjut Hadi menambahkan bahwa kawasan Industry sebagai suatu lanskap kota, atau region di Indonesia, paling tidak harus memenuhi persayaratan sesuai UU no 26/Th.2007 yaitu wajib menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 30% dari total luasan.

Di tempat terpisah, Senior General Manager Soewarna Business Park Ishak Chandra menyatakan Soewarna Business Park (SBP) sebagai salah satu kawasan bisnis yang menjadi tujuan operasional bagi beragam perusahaan multinasional dan lokal juga menerapkan konsep eco property. Bahkan ruang hijau yang disediakan kawasan ini lebih besar dibanding syarat minimal dari peraturan pemerintah.

“Komposisi di Soewarna adalah 80% area hijau dan 20% area perkantoran dan pergudangan.  Artinya dari total 102 hektar luas kawasan, sebagian besarnya adalah kawasan hijau yang sengaja dirancang untuk lingkungan, bahkan bisa produktif seperti lapangan golf di area kami.”  tuturnya.

Selain menyediakan area hijau, manajemen SBP juga menggunakan kebijakan lain yang berorientasi pada lingkungan. Seperti penggunaan skylight untuk mengurangi pemakaian listrik serta penanaman pohon.

”Udara di sekitar bandara yang sebelumnya sangat panas bisa menjadi lebih sejuk karena kami juga menerapkan kebijakan penanaman pohon di sekitar gedung. Fungsinya sebagai resapan air,” tambahnya.

Selain itu, perusahaan yang menyewa lahan di area ini berasal dari industri ringan (light industry) yang tidak menghasilkan polusi udara, limbah kotor atau pun kebisingan seperti layaknya sebuah kawasan industri. Perusahaan-perusahaan yang bergabung di SBP berasal dari industri kargo, telekomunikasi, logistik, perbankan dan lainnya. Penyewa juga tidak diperkenankan mendirikan indsutri yang bersifat merusak lingkungan.

Soewarna Business Park bisa menjadi pilot project bagi kawasan industri lainnya dalam membangun green environment. “Kami ingin menularkan model pembangunan kawasan yang selaras dengan alam atau living green seperti ini agar tercipta persamaan persepsi bahwa sebuah kawasan industri itu tidak selalu identik dengan polusi dan pencemaran,” tambah Ishak.

Ayo Ke Soewarna…………..!