The 2nd Day – Week XIV – 31 May 2016

INTRODUCTION OF LANDSCAPE ECOLOGY WORKSHOP (PART 2)

MATERIAL OF PDF FILE, CLICK HERE PLEASE…

@ Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga

 Hadi Susilo Arifin, Syartinilia and Kaswanto

Darmaga, Tuesday May 31st 2016

INTRODUCTION

The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, an architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the real word through a small workshop at Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga.

OBJECTIVES

  1. To find out the ecological landscape solution
  2. To analyze and synthesize of ecological aspects
  3. To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology perspective

TIME & VENUE

  1. Day & Date : Tuesday, May 31st, 2016
  2. Time : 7.00AM up to 9.30AM
  3. Venue : Amphitheater, Academic Event Plaza, IPB Campus Dramaga

TOOLS & MATERIALS

  1. A2 Poster
  2. Megaphone or Wireless

PRESENTATION

  1. Presenting the result by sketching the ecological concept or drawing your idea into poster (A2 size paper)
  2. The presentation should be performed by presenter from each group together with all member step forward to the stage.
  3. Presenting the results on duration 8’ for each group, consist of 5 ’ presentation, 3’ discussion.
  4. The supervisors will be reviewed the presentation in the end of the 4 groups presentation over.

See You on Tuesday May 31st, 2016 @ Danau Situ Leutik!!!!

IMG_7158 IMG_7165 IMG_7210 IMG_7220

DSC_0220 DSC_0116 DSC_0128  DSC_0210

The 1st Day – Week XIII – 25 May 2016

MINI WORKSHOP OF INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY COURSE (PART 1)

PPT MATERIAL, CLICK HERE PLEASE

Participants: the 4th Semester Students of Landscape Architecture Study Program

Even Semester 2015-2016

INSTRUCTOR: Hadi Susilo Arifin, Syartinilia dan Kaswanto

Assistant:  Amira

INTRODUCTION

The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, an architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the real word through a small workshop at Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga.

OBJECTIVES

1.To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology perspectives

2.To analyze and synthesize of ecological aspects

3. To find out the ecological landscape solution

TIME & VENUE

The 1st Week Workshop

  • Day & Date : Tuesday, May 24th, 2016
  • Time : 7.00AM up to 9.30AM
  • Venue : Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga

The 2nd  Week Workshop

  • Day & Date : Tuesday, May 31st, 2016
  • Time : 7.00AM up to 9.30AM
  • Venue : Danau Situ Leutik of IPB Campus Dramaga

IMG_7084 IMG_7117 IMG_7120 IMG_7125

DSC_0102

DSC_0013 DSC_0095 DSC_0103

 

KULIAH KERJA NYATA TERPADU (KKNT) – IPB 2016

TEMA IPB: PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA  MASYARAKAT DALAM PENGARUS UTAMAAN PERTANIAN

SUB-TEMA FAKULTAS PERTANIAN: PEMBERDAYAAN  POTENSI WILAYAH SESUAI  KEARIFAN LOKAL

TOPIK DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP: PENATAAN LANSKAP UNTUK PENINGKATAN FUNGSI DAN KUALITAS LINGKUNGAN- Materi PDF File Silakan Klik DI SINI

SUMBER  BAHAN KULIAH/CONTRIBUTOR:

Prof. Dr. Wahyu Qamara Mugnisjah, 

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, CV PDF File Silakan Klik DI SINI

Dr. Andi Gunawan

Ir. Qodarian Pramukanto, MSi

Dr. Tati Budiarti

PANDUAN FIELD TRIP

MATERI PDF FILE SILAKAN KLIK DI SINI

M.K. PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN

M.K. EKOLOGI LANSKAP

M.K. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA

PS ARSITEKTUR LANSKAP, SEKOLAH PASCASARJANA – IPB

SEMESTER GENAP – TAHUN AKADEMIK 2015/2016

Dosen Pembimbing Lapang:

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dan Dr. Regan Leonardus Kaswanto

Asisten Lapang: Fariz Harindra Syam

Jumlah Peserta: 25 Mahasiswa S3 dan S2 SPS IPB terdiri dari 12 Mahasiswa MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; 10 Mahasiswa MK Ekologi Lanskap, dan  7 Mahasiswa Kebijakan & Manajemen Ekowisata PS Arsitektur Lanskap (ARL), PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL), PS Klimatologi Terapan (KLI) Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, serta 2 dosen dan 1 asisten.

Nama Peserta Mahasiswa/Program Studi:

PS ARL: S2 – Merisa, Nike, Adlia, Ulfah, Rizka, Mariski, Ririk, Farida, Imam, Pawitra, Julius dan Amarizni.

PS PSL: S3 – Alfred, Arman, Ellya, Marinus, Ramdhan, Ramla; S2 – Astrini, Asyief, Gista, Heri, Neneng, dan Nudya

PS KLI : S3 – Nofiyendri

Lokasi Kajian     : Bogor (Tugu Kujang, Lanskap Tol Jagorawi GG House) – Puncak (Riung

                 Gunung, Telaga Warna) – Cianjur (Taman Bunga Nusantara, VEDCA,

Taman Nasional Gede Pangrango/TNGP)

Hari/Tanggal  : Sabtu-Minggu/ 21 – 22 Mei 2015

Wkt Berangkat          : 21 Juni 2015 pk. 05:00 dari ATM Center Kampus Dramaga – Bogor

Wkt Tiba         : 22 Juni 2015 pk. 18.00 di Kampus IPB Dramaga – Bogor

Alat dan Bahan: GPS, DBH meter, Peta Rupa Bumi skala 1:25.000/Image dari Google Map/Google Earth, Kamera Digital, personal equipment (alat tulis, sepatu lapang, topi, payung, jas hujan, obat-obatan pribadi, pakaian ganti, sun glasses).

Kendaraan     : Bus Kapasitas 30 kursi

Excursion ini merupakan media dilakukannya pembahasan masalah yang dihadapi di lapang,  dan dilakukan diskusi langsung untuk mendapatkan solusi dari beberapa kasus yang telah dikaji di dalam kelas sebelumnya.Karena itu diharapkan partisipasi aktif semua peserta.

METODA PELAKSANAAN FIELDTRIP

  1. Window Survey: observasi dari dalam mobil sesuai petunjuk pembimbing dalam panduan dan saat berada dalam bus.
  2. Observasi Lapang: pengamatan di lapang, diskusi dengan pembimbing, wawancara dengan masyarakat/pengguna/pengelola, dan pengukuran langsung, dokumentasi gambar.
  3. Studi Pustaka: menghimpun data terkait dari laporan penelitian, data buku statistik, dan sumber referensi lainnya termasuk dari links internet.

METODE PADA SETIAP OBYEK PENGAMATAN

  1. Observasi lapang & window survey: Mulai wilayah Sub-Urban Dramaga/ Laladon/Jembatan Merah, Lanskap Tugu Kujang, Pertigaan Jl Raya Pajajaran dan Jl Otista, Area Terminal Baranangsiang sampai dengan Pintu Tol – Bogor
  2. Window survey: Lanskap Jalan Bebas Hambatan (Jalur Hijau dan Median Jalan) Segmen Bogor-Ciawi; Lanskap di luar Jalan Tol à tegalan, kebun campuran, praktek agroforest (Bila mungkin berhenti di tepi jalan tol sesudah titik percabangan sesudah pintu Tol Ciawi, di Rest Area untuk pengamatan Pintu Air Katulampa dan lanskap sekitarnya).
  3. Observasi lapang di GG House Happy Valley à Resor Hotel dengan Lanskap Pertanian Berteras, Lembah & Sungai Cilwung di Gadog yang memiliki Back to Nature Concept: http://www.gghouse.com/ : GG House – Happy Valley’s concept of “back to nature” is to offer domestic and international tourist who visit Indonesia with an affordable budget, to stay in a small, village type of accommodation with a modern comfort and clean facilities.
  4. Observasi lapang: Lanskap Pertanian Berteras di sekitar Gubug Jaya, Cipayung (Optional) atau hanya window survey.
  5. Window survey: Kawasan Agrowisata di Perkebunan Teh Gunung Mas

http://www.kpbptpn.co.id/wisata-25-0-gunung-mas-ptpn-viii-.html

Perkebunan teh Gunung Mas Puncak. Terletak pada daerah yang sejuk di ketinggian 800 – 1200 meter dari atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata – rata 18 – 22 °C.  Gunung Mas sebuah tempat yang nyaman untuk beristirahat dan berekreasi atau sekedar melepas penat dari kesibukan sehari hari. Berjarak lebih kurang 80 km dari Jakarta ke arah Puncak, Gunung Mas dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5 – 2 jam perjalanan.

  1. Observasi lapang: Lanskap Rest Area di Taman Wisata Riung Gunung Puncak

http://informasiwisatabogor.blogspot.com/2012/11/taman-wisata-riung-gunung-puncak.html

Lokasi taman wisata ‘Riung Gunung‘ ini terletak di sepanjang jalan menuju Puncak, persisnya bila dari arah Jakarta terletak diantara setelah obyek wisata Gunung Mas – sebelum Puncak Pass. Tepatnya di Pos Polisi 6B (17 km dari pintu tol Ciawi atau 40 km dari kota Bogor).

  1. Observasi lapang: Lanskap yang dilindungi dan obyek Ekowisata di Telaga Warna

http://id.wikipedia.org/wiki/Telaga_Warna_%28Puncak,_Bogor%29

Telaga Warna Puncak Bogor adalah sebuah objek wisata alam yang terletak di Kawasan Puncak. Objek wisata ini berada di dekat perkebunan Teh PTP VII Gunung Mas. Di latar belakangi persawahan dan perkampungan penduduk dengan gunung yang menjulang tinggi menambah keindahan panorama alam yang sudah ada. Sebelum ditetapkan sebagai kawasan taman wisata pada tahun 1972, kawasan Telaga Warna Puncak Pass Cisarua – Bogor, merupakan bagian dari Kawasan Cagar Alam hutan Gunung Mega Mendung dan hutan Gunung Hambalang.

  1. Observasi lapang: Taman Bunga Nusantara – Cipanas

Alamat: Jl. Mariwati km7, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur.

Taman Bunga Nusantara merupakan taman display bunga pertama di Indonesia yang dirintis pembangunannya sejak 1992 dan diresmikan tahun1995. Taman ini dilengkapi dengan berbagai koleksi tanaman berbunga yang terkenal dan unik dari seluruh dunia. Dengan beratus varietas tanaman berbunga di taman, Taman Bunga Nusantara menjadi tempat dimana bunga dari seluruh dunia tumbuh. Taman Bunga Nusantara menampilkan areal yang sangat luas bagi pertumbuhan bunga – bunga dari Amerika Selatan,  Australia,  Afrika serta Asia di atas lahan display bedding plant seluas 50.000 m2.

  1. VEDCA (Vocational Education Development Center for Agriculture) Alamat: Jangari Km 14 P.o Box 138  Sukajadi, Karangtengah, Cianjur – Jawa Barat 43201, Telp. +62263-285003, Fax. +62263-285026 Website: www.vedca.siap.web.id

P4TK Pertanian Cianjur atau lebih dikenal dengan VEDCA, mempunyai peran yang sangat strategis untuk memfasilitasi dan membina SMK Pertanian, Kelautan, dan Kimia di Indonesia, sehingga dapat saling berinteraksi , saling berbagi sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan habitatnya dan unggul. Lanskap kampus yang luas dengan beargam atraksi resor agrowisata, kebun buah dan penangkaran rusa,  dan memiliki wisma dan guest house dengan beragam design.

10.Bendungan Cirata, Desa Jangari (Optional)

Waduk Cirata merupakan bagian tengah dari Daerah Aliran Sungai Citarum, urutan waduk di hulu-hilirnya: Saguling – Cirata – Jatiluhur. Keberdaan waduk sebagai bagian dari stream corridor yang membesar membentuk patch dalam mosaik lanskap kawasan Cianjur dan sekitarnya (meliputi 3 kabupaten serta puluhan kecamatan). Hulu dari DAS Citarum sendiri berada di kawasan Bandung bagian selatan. Objek wisata Jangari yang terletak di Desa Bobojong, Kecamatan Mande yang berjarak lebih 17 kilometer dari pusat kota Cianjur, memiliki luas sekitar 15 hektar. Lokasi tersebut sangat strategis karena berada pada titik pertemuan dua lintasan pintu masuk menuju wilayah pengembangan pariwisata Cirata yaitu dari arah Cianjur (Jakarta dan Bogor) serta Ciranjang (dari Bandung) yang memiliki potensi pasar wisatawan yang sangat besar. Untuk menuju ke Jangari terdapat rute angkutan umum dari pusat kota Cianjur.

11.Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) http://www.gedepangrango.org/

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mempunyai peranan yang penting dalam sejarah konservasi di Indonesia. Ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980. Dengan luas 22.851,03 hektar, kawasan Taman Nasional ini ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, hanya berjarak 2 jam (100 km) dari Jakarta. Di dalam kawasan hutan TNGGP, dapat ditemukan “si pohon raksasa” Rasamala, “si pemburu serangga” atau kantong semar (Nephentes spp); berjenis-jenis anggrek hutan, dan bahkan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dikenal namanya secara ilmiah, seperti jamur yang bercahaya. Disamping keunikan tumbuhannya, kawasan TNGGP juga merupakan habitat dari berbagai jenis satwa liar, seperti kepik raksasa, sejenis kumbang, lebih dari 100 jenis mamalia seperti Kijang, Pelanduk, Anjing hutan, Macan tutul, Sigung, dll, serta 250 jenis burung. Kawasan ini juga merupakan habitat Owa Jawa, Surili dan Lutung dan Elang Jawa yang populasinya hampir mendekati punah. Ketika anda hiking di kawasan TNGGP, anda dapat menikmati keindahan ekologi hutan Indonesia.

 

OBYEK Curug Ciwalen: Ciwalen merupakan air terjun kecil dengan ketinggian tak lebih dari 20m. Terletak hanya 0,75 km dari pos pengecekan pendakian. Ciwalen diambil dari nama tanaman sejenis suku beringin (Ficus ribes) yang memang banyak tumbuh di areal cekungan sungai Ciwalen. Akses menuju Ciwalen tidak begitu sulit. Sebenarnya bukan hanya air terjun saja objek di areal Ciwalen ini, tetapi juga terdapat canopy trail sepanjang 130 m yang menarik. Dibangun pada tahun 2010 lalu oleh Gunma Safari World Japan, canopy trail ini membentang sepanjang 130 meter, membelah jurang sedalam  40 meter dan mampu menopang beban hingga 300 kg. Pemandangan dari atas bisa digunakan untuk interpretasi kanopi pepohonan hutan hujan tropis. Pohon tinggi menjulang membentuk pilar sedangkan rimbunnya kanopi  membentuk atap yang lebat serba hijau. Akses canopy trail ini masih terbatas sehingga kondisinya masih baik. Jika banyak dibuka untuk umum dan tracking tidak disertai guide, jembatan ini selain berbahaya juga bisa dijadikan objek vandalisme corat-coret tangan-tangan tidak bertanggung jawab. http://www.kompasiana.com/hariakbar/menjelajah-sisi-lain-taman-nasonal-gunung-gede-pangrango_552a77f5f17e613412d623b4

Gambar 1. Route Lokasi Field – Peta perjalanan mulai dari Kampus Dramaga IPB hingga ke area tepi Waduk Cirata, Cianjur melalui objek-objek lokasi pengamatan

(sumber: https://www.google.co.id/maps/)

OBYEK PENGAMATAN DAN JADWAL PERJALANAN

HARI I: 21 MEI 2016

  1. 00: Kumpul, Berdoa dipimpin Fariz dan Start dari ATM Center Kampus IPB Darmaga
  2. 20: Pertigaan Laladon – Point penjemputan HS.A (Jika tidak ada yang mengantar ke point A)
  3. 20 – 06.00: Laladon – Jembatan Merah/Jembatan Cisadane – Kebun Raya/ Jembatan Ciliwung – Kampus IPB Baranangsiang dan Tugu Kujang window survey dan observasi lapang (optional) – urbanisasi dan LUCC
  4. 00: Depan Gedung Alumni IPB/Terminal DAMRI Bandara – Meeting Point dan penjemputan Mahasiswa dan Dosen dari Jakarta/Bogor Kota
  5. 00 – 06.45: Jalan Tol Jagorawi segmen Bogor-Ciawi: pola drainase; pemeliharaan ekstensif; sistem agroforestri, dll. (Titik Interpretasi adalah Sebelum Rest Area Ciawi – Dekat Jembatan Ciliwung, Pintu Air Katulampa)
  6. 00 – 08.00/08.45: GG House – Happy Valley (Contact Person Owner: Bapak Gustaman, Asisten Bapak Agus. No Tel: 0251-8255176; 8253882, sudah dikontak HSA – OK) Resor Hotel dengan pola/system pekarangan; struktur dalam tapak dan di luar tapak; pemanfaatan view di luar tapak; ssstem pengelolaan lanskap, borrowed landscape; patch(es) dan corridor(s) lanskap pertanian

Jika ada sistem buka-tutup kawasan Gadog-Puncak, maka akan meninggalkan GG House pada 08.45, karena jalan searah ke Puncak dibuka pk 09.00)

  1. 10: Gubug Jaya (tentative window survey saja): Patches & matrix; sawah berteras; pengelolaan air dan tanah; tanaman di galengan; sistem manajemen air oleh mitracai.
  2. 30 – 10.30: Wisata Agro Gunung Mas, PTPN VIII (Riung Gunung): Keppres 114/1999 Tataruang BOPUNCUR; kawasan konservasi (lindung) air dan tanah; perkebunan teh untuk sektor pertanian dan pariwisata (eco-tourism); PTPN VIII – Jabar & Banten (11 Kab) ~ 123,514 ha (teh 25,619 ha; karet 28,886 ha; kelapa 5,038 ha; kakao 4,692 ha; kelapa sawit 1,432 ha; gutta percha 723 ha; lain-lain 53,058 ha. Konsesi G. Mas 2,551 ha ~ wisata agro – SK Bersama Mentan & Menparpostel; No. 204/Kpts/Hk050/4/1989 & No. 47/PW.04/ MPPT.89.

D.1. Keunggulan:

  • Kawasan puncak ~ strategis, populer di dalam negeri/luar negeri
  • Jarak tempuh dari Jakarta 80 km, dan dari Bandung 90 km.
  • Sejuk – pegunungan dengan altitude 1,200 km
  • Fasilitas penunjang tinggi
  • Terdapat pabrik “black tea” dan “green tea”
  • Sumberdaya manusia memadai

D.2. Data Dasar Gunung Mas: lokasi ada di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua

Iklim (T): 15 – 28o C

RH    : 60 – 80 %

Altitude : 750-1.400 m dpl

Luas obyek: 2.551 ha

WISATA AGRO, memiliki asas manfaat (sosial, budaya, ekonomi, lingkungan) dan asas pelestarian (plasma nutfah).

D.3. Informasi Manajemen Perkebunan Teh:

  • Rorak – saluran terputus-putus untuk mencegah erosi
  • Penyulaman – cegah erosi ~ populasi tanaman; revegetation & rejuvenil ~ produksi
  • Tanaman pupuk hijau ~ Cajanus cajan
  • Mulsa ~ pupuk hijau
  • HPT +  pupuk
  • Tillage
  • Irigasi & drainase
  • Vegetasi pelindung ~ hancah: sengon, glyricidia, suren, angsana, silver oaks dll.
  • Kantong-kantong Agroforestri
  1. 45 – 12.00: Cagar Alam Telaga Warna ~ luas 368,25 ha
  • Buffer zone TNGP, CH 3.380 mm/tahun
  • Danau seluas 5 ha merupakan hulu S. Ciliwung
  • Vegetasi: puspa (Schima walichii), saninten (Castanopsis javanica)
  • Fauna: kancil, kijang, surili, macan kumbang, owa, jeralang, kera
  • Sistem zonasi ruang
  • Jasa Ekosistem: Latihan pengukuran dbH pohon untuk penghitungan C sequestration dan C stock à Formula Alometric; Water resources management, Biodiversity conservation, landscape beautification à
  1. 00 – 13.00: Telaga Warna ke Kota Bunga Cipanas (Alternative I: makan siang di atas Bus akan menghemat waktu)
  2. 00 – 13.30: ISHOMA – Alternative II
  3. 30 – 15.30: Taman Bunga Nusantara CIPANAS.
  4. 30 – 16.30: Perjalanan Kota Bunga ke VEDCA
  5. 30 – 18.00: Check in di VEDCA, Interpretasi Lanskap pada objek di Kampus Vedca
  6. 00 – 21.00: Makan malam, gathering, dan Diskusi EVALUASI Perjalanan hari I.
  7. 00 – 05.00: Istirahat

HARI II: 22 MEI 2016

  1. 00 – 06.00: Kegiatan pribadi – outdoor interpretation & sports
  2. 00 – 07.15: Sarapan dan Persiapan Check out
  3. 15: check out
  4. 15 – 09.00: OPTIONAL Perjalanan dan Interpretasi Bendungan Cirata dari titik terdekat dengan VEDCA: Desa Jangari
  5. 00 – 10.00: Perjalanan ke Taman Nasional Gede Pangrango. Window Suirvey Lanskap pertanian sawah, sayuran dan pembibitan tanaman hias.
  6. 00 – 10.30: Kedatangan di TNGP
  7. 30 – 12.30: Touring Curug CIWALEN dan CANOPY TRACK – Formasi Hutan Hujan Tropis Dataran Tinggi.
  • Ada dua iklim yaitu musim kemarau dari bulan Juni sampai Oktober dan musim penghujan dari bulan Nopember ke April.
  • TNGP memiliki curah hujan rata-rata pertahun 4000 mm.
  • Rata-rata suhu di Cibodas 23°C, dan puncak tertinggi berada pada 3000 m dpl. Di puncak gunung, dan suhu akan turun sampai 5° C.
  • TNGGP merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang dideklarasi oleh Pemerintah Indonesia tahun 1980, dan sampai tahun 2007 sudah 50 taman nasional dibentuk oleh Pemerintah di seluruh Indonesia. Seperti halnya kawasan konservasi lainnya di Indonesia, pengelolaan kawasan TNGP merupakan tanggungjawab dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.
  • Secara administratif, kawasan TNGP berada di 3 kabupaten (Bogor, Cianjur dan Sukabumi) Propinsi Jawa Barat. Kantor pengelola yaitu Balai Besar TNGGP berada di Cibodas, dan dalam pengelolaannya dibagi menjadi 3 (tiga) Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (Bidang PTN Wil), yaitu Bidang PTN Wil I di Cianjur, SBidang PTN Wil II di Selabintana-Sukabumi, danBidang PTN Wil III di Bogor, dan 6 (enam) Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTN Wil) dan 22 (dua puluh dua) resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah dengan tugas dan fungsi melindungi dan mengamankan seluruh kawasan TNGGP dalam mewujudkan pelestarian sumberdaya alam menuju pemanfaatan yang berkelanjutan.
  • Struktur Organisasi Balai Besar Taman Nasional Gn Gede Pangrango  Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.P.03/Menhut-II/2007 tanggal 1 Februari 2007 dan SK BB TNGGP No.SK 95/II-TU/2007 tanggal 28 Desember 2007
  • Interpretasi di Curug CIWALEN
  1. 30 – 14.00: ISHOMA di TNGP
  2. 00 – 17.00: Perjalanan TNGP ke Bogor
  3. 00: Window Survey: Urbanisasi dan LUCC – Jagorawi – Tol Gate Baranangsiang – Jl Raya Pajajaran – Gunung Batu – Laladon  – Dramaga.
  • 00: Tiba kembali di Kampus IPB Dramaga
  • DOA Ketibaan Kembali di Kampus Darmaga

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa PENGELOLAAN LANSKAP BERKLANJUTAN

  1. Elemen lanskap (hard & soft) dan kondisi saat ini.
  2. Intensitas pemeliharaan saat ini; organisasi dan system pengelola
  3. Tataguna lahan dan penutupan lahannya.
  4. Masalah sosial, budaya, fisik-biologis dan lingkungan pada setiap obyek pengamatan.
  5. Besar perubahan yang sedang berjalan dan dampak yang diperkirakan.
  6. Pengendalian dan pengelolaan yang sedang berjalan.
  7. Alternatif rencana pengelolaan.

Tugas Pengamatan & Diskusi di Lapang bagi Mahasiswa EKOLOGI LANSKAP

  1. Struktur, fungsi dan dinamika lanskap baik secara spatial maupun temporal.
  2. Mosaic lanskap pada setiap obyek pengamatan.
  3. Bentuk dan ukuran patch dikaitankan dengan aliran biotik serta abiotik.
  4. Aliran energi/material pada daerah aliran sungai.
  5. Kajian ekologis pada setiap ekosistem obyek pengamatan; gangguan yang terjadi
  6. Kondisi bio-fisik-sosial-ekonomi-budaya, kaitannya dengan kondisi bio-climatically zone.

TUGAS PENGAMATAN & DISKUSI DI LAPANG BAGI MAHASISWA KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN EKOWISATA

  1. Jenis objek wisata: massal, tujuan khusus, bertema
  2. Inventarisasi prasarana dan sarana wisata, infrastruktur, dan manajemen
  3. Kajian daya dukung wisata: identifikasi supply dan demand wisata
  4. Kajian prinsip dan pedoman manajemen dalam ekowisata: Education, Advocacy,  Monitoring, Community Involvement, dan Conservation
  5. Interview Jejaring wisata dan promosi
  6. Kajian jasa lanskap bagi praktek ekowisata

LAPORAN FIELD TRIP

  1. Bagi Mahasiswa peserta 2 mata kuliah sekaligus (PLB & EKOLAN), Laporan dibuat dalam satu set dengan aspek pembahasan terdiri dari dua bagian. Bedakan pembahasan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan; dan pembahasan Ekolgi Lanskap.
  2. Format ilmiah: Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan), Metoda, Hasil dan Pembahasan, Daftar Pustaka, Lampiran (data penunjang, gambar penunjang/ peta/foto, dll.)
  3. Dibuat dalam dua versi soft file: WORDS file dan PDF File.
  4. Laporan dikumpulkan dengan cara dikirim dengan email paling lambat pada tanggal 03 Juni 2016 (JUMAT, pk. 24.00) ke alamat: hadisusiloarifin@gmail.com dan haridrasyam@gmail.com (PLB, EKOLAN, dan EKOWISATA)

Cc. kepada: anto_leonardus@yahoo.com (PLB) dan alzazra@gmail.com (PLB); syartinilia@yahoo.com dan wahjuqamara@kecubung6.com (EKOLAN), dan harinimuntasib@yahoo.com (EKOWISATA)

  1. Setiap mahasiswa peserta MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dan/atau Ekologi Lanskap, dan MK Kebijakan dan Manajemen Ekowisata wajib membuat 1 sinopsis “Objek yang Paling Menarik” bagi Saudara. Sinopsis tersebut WAJIB diupload dalam COMMENT Box Laman posting di Blog ini: hsarifin.staff.ipb.ac.id

SELAMAT BER-EKSURSI & SELAMAT BEKERJA

Undangan Pokja@SiregBarat2016-page-0Undangan Pokja@SiregBarat2016-page-1 Undangan Pokja@SiregBarat2016-page-2

20160516_193507 20160516_193923 20160517_083920 20160517_092057 20160517_124512 20160517_130932

 

 

 

20160510_100739CIMG4243CIMG4235

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN 

BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI

SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI

Gedung Manggala Wanabakti Blok IV lantai 7, Jl. Gatot Subroto Jakarta 10270

Telp. 021 – 57903068 ex 373, Faximile 021 – 57903068

Jl. Gunung Batu No. 5, Bogor 16610 Telepon 0251 – 8631238, Faksimile 0251 – 7520005

Mei 2016

Lampiran   :  2 (dua) lembar

Hal           :  Permohonan Pembahas

Kepada Yth.:

Prof. Hadi Susilo Arifin

di Tempat

Dalam rangka diseminasi hasil riset Badan Litbang dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Litbang dan Inovasi  akan menyelenggarakaan Gelar IPTEK Hasil Litbang dan Inovasi Tahun 2016 pada Hari Rabu – Kamis, 11 – 12 Mei 2016, bertempat di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Berkenaan dengan hal tersebut, dengan hormat kami sampaikan beberapa hal berikut:

  1. Gelar IPTEK dikemas dalam rangkaian kegiatan bedah buku, gelar teknologi, dan pameran. Kegiatan Bedah Buku bertujuan mempromosikan dan menyebarluaskan hasil-hasil litbang bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang disusun dalam bentuk buku kepada parapihak yang berkepentingan.
  1. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kesediaan Bapak Hadi Susilo Arifin untuk menjadi salah satu Pengulas/Pembahas Buku berjudul “Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan  karya Dr. Ismayadi peneliti pada  Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim yang akan di bedah pada:

Hari/Tanggal   : Rabu, 11 Mei 2016

Waktu               : 10.30 – 12.30 WIB

Tempat             : Auditorium Gedung Manggala Wanabakti

  1. Pembahasan/Ulasan buku meliputi kesan umum terhadap buku dan kegunaan hasil IPTEK bagi pengguna, keunggulan dan kelemahan IPTEK hasil litbang yang diuraikan dalam buku tersebut serta aspek-aspek terkait lainnya.
  1. Terlampir agenda acara bedah buku pada Gelar IPTEK Hasil Litbang dan Inovasi Tahun 2016 dan lembar konfirmasi kesediaan untuk dilengkapi serta “Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan” sebagai bahan acuan dalam pembahasan.

Demikian kami sampaikan, atas kesediannya diucapkan terima kasih.

Sekretaris Badan,

Ir. Tri Joko Mulyono, MM.

NIP. 19580713 198503 1 003

Tembusan Yth.
Kepala Badan Litbang dan Inovasi (sebagai laporan)

 

Lampiran 1.  Surat Sekretaris Badan  Litbang  dan Inovasi

AGENDA ACARA

SESI I – BEDAH  BUKU

Auditorium Manggala Wanabakti

Rabu, 11 Mei 2016

Pukul: 10.3012.30 WIB

WAKTU KEGIATAN PERANGKAT SIDANG
Buku I: Restorasi DAS Ciliwung (2016) Moderator: Prita Laura
10.30 – 10.40 Presentasi Buku Restorasi DAS Ciliwung Irfan Budi Pramono, dkk (Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS Solo)
10.40 – 10.50 Pembahas 1 Prof. Hidayat Pawitan
10.50 – 11.00 Pembahas 2 Ir. Djoko Suryanto, M.Sc.
11.00 – 11.10 Diskusi
  Buku II: Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (2015) Moderator: Prita Laura
11.10 – 11.20 Presentasi Buku Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro Hunggul Yudono SHN, M. Kudeng Sallata (Balai Litbang LHK Makassar)
11.20 – 11.30 Pembahas 1 Ir. Rida Mulyana, M.Sc (Dirjen EBT KESDM)
11.30 – 11.40 Pembahas 2 Ir. Ismugiono, MM (Direktur PJLHK)
11.40 – 11.50 Diskusi
  Buku III: Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan (2015) Moderator: Prita Laura
11.50 – 12.00 Presentasi Buku Peran Pohon di Perkotaan dalam Menyerap dan Menjerap Polutan Dr. Ismayadi, P3SEKPI

 

12.00 – 12.10 Pembahas 1 Prof. Hadi Susilo Arifin
12.10 – 12.20 Pembahas 2 Prof. Tarsoen Waryono
12.20 – 12.30 Diskusi
  MAKAN SIANG

The 9th Week
FIELD EXCURSION OF INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY
(PENGANTAR EKOLOGI LANSKAP)

Department of Landscape Architecture – Faculty of Agriculture – IPB

Coordinator: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Teaching Staffs: Dr. Sayratinilia Wijaya & Dr Kaswanto

Assistants: Amira & Faza

  • Day    : Tuesday
  • Date  : 19 April 2016
  • Time : 07:00-09:30
  • Students will be divided in to three groups: One Group @ 23-24 students
  • Instructors:   Dr Syartinilia Wijaya (No. 1-23); Dr Regan Leonardus Kaswanto (No. 24-47); Prof. Dr Hadi Susilo Arifin (No. 48-70).

STUDY SITES

  • Meeting point: plaza of Andi Hakim Nasoetion (AHN) Building – front of IPB Rector Building, Dramaga Campus.
  • The First Site: The 6th Floor of AHN Building
  • The Second Site: Rubber Plantation and Bamboo Arboretum
  • The Third Site: “Balong” Blue Open Space and “Pekarangan Rumah Kayu”

INTERPRETATION TASKS

  1. Landscape interpretation from the 6th Floor of AHN Building; Bamboo Arboretum; Arboretum of Landscape Architecture; Academic Event Plaza in IPB Campus, Dramaga, Bogor
  • Take a picture in each interpretation object
  • Interpretation and delineation of  landscape structure objects (patch and corridor)
  • Define the MATRIX
  1. Observation on Rubber Plantation and Bamboo Arboretum
  2. Observation on “Balong” water front landscape and “Pekarangan Rumah Kayu”

REPORT

  • Synopsis of the excursion through writing comment (maximum 300 words, whether in English or in Bahasa Indonesia) in this page: http://hsarifin.staff.ipb.ac.id/2016/04/18/excursion-introduction-to-landscape-ecology-2016/

by Tuesday 26 April 2016 at 8AM.

  • Good Luck!!!

SAME GUIDANCE IN PDF FILE Click Here, Please.

Bogor, 4 April 2016

City Mayor of Bogor, Dr Bima Arya Sugiarto with Division of Cooperation/Secretariat of Bogor City, Urban Planning Agency (BAPPEDA),  Environmental Agency (LH), Tirta Pakuan Urban Water Company (PDAM) had a meeting with IPB Water Sensitive Cities (WSC) team on Monday, 4 April 2016 at 12.00-13.00.

Prof. Hadi Susilo Arifin leads IPB WSC Team, came to Bogor City Hall with members, as follows:

  1. Sub-Project 1: Benchmarking tools to develop leapfrogging programs (Prof. Budi Indra Setyawan and Dr Yuli Suharnoto)
  2. Sub-Project 2: Socio-institutional pathways (Dr Nurmala, and Dr Sofyan Syaf/absent)
  3. Sub-Project 3: Infrastructure adaptation pathways (Prof. Budi Indra Setyawan, Dr Nora Panjaitan, and Dr Yanuar)
  4. Sub-Project 4: Green technology pathways (Prof. Hidayat Pawitan, Dr. Nana Mulyana Arifjaya, and Dr. Suria Darma Tarigan/absent)
  5. Sub-Project 5: Urban design & demonstration (Prof. Hadi Susilo Arifin and Dr R.L. Kaswanto)
  6. Sub-Project 6: Learning Alliances (Prof. Handoko/absent, and Dr Sofyan Sjaf/absent)

As a Mayor of Bogor City and an alumnus of Monash University  Melbourne (Master of Art in Development Studied) and Australian National University Canberra (Doctor in Politics Science) , Dr Bima Arya Sugiarto welcomes to IPB WSC team to have a research collaboration that would be held in Greater Jakarta, specially in Bogor City. Bogor is recognized as rain city, due to has 4000-5000 mm annual precipitation. Therefore, it is very necessary how Bogor manage the sustainability of water resources.

Urban Water System-page-0

CIMG3781 CIMG3783

CIMG3787 CIMG3794

CIMG3796 CIMG3791

CIMG3797a

IPB WSC TEAM VISITED BAPPEDA BOGOR CITY

Water Sensitive Cities (WSC) – IPB Team, Prof. Hadi Susilo Arifin, Prof. Hidayat Pawitan and Dr Kaswanto have visited BAPPEDA (Urban Planning Agency) office of Bogor City on Wednesday, March 23, 2016. WSC research among Monash University, IPB, UI and ITS under managed by Australia Indonesia Centre (AIC) with the research subject of Resilient Cities and Communities have introduced by Prof. Hadi Susilo Arifin. Mrs. Lorina, BAPPEDA-Bogor City also shows the on going problem and solution. Therefore, in order to have links and matches among academician, business, government, and communities we have visited RUSUNAWA Cibuluh and one water retention pond that would be constructed. In this semester 12 Master students of Landscape Architecture will involve to have a workshop of urban blue open space demonstration in RUSUNAWA Cibuluh.

Leapfrogging WSC-page-0

 

20160323_143421 IMG-20160323-WA0021

CIMG3631a CIMG3638

CIMG3656 CIMG3662

CIMG3711 CIMG3715

 

AR8A3708a

PROGRAMME
Name of Event : International Symposium on Eco City Bogor
Date/Time        : Thursday, 17th March 2016 / 09:00 – 18:00
Venue                : IPB International Convention Centre
Organizers       : Ministry of the Environment, Japan (MOEJ)
Ministry of the Environment and Forestry, Indonesia (MOEFI)
Bogor City Government
National Institute for Environmental Studies (NIES)/Bogor Agricultural University (IPB)/Bandung Institute of Technology (ITB) Institute for Global Environmental Strategies (IGES)

Simultaneous interpretation will be provided in English and Bahasa Indonesia.

The forum aims at conveying the preliminary results of the collaborative research that has been undertaken on the development of MRV (measurement, reporting and verification) system of energy use to support the implementation of low-emission development of city in Indonesia, particularly Bogor. Through this symposium, it is expected to share and exchange of ideas with stakeholders how the research strategy needs to be developed in the future for supporting the development of Eco-Campus, Eco-City, and Eco-Industrial Park.

Time Programme
08:00 – 09:00 Registration of Participants
09:00 – 09:45 Opening Remarks:
Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M. Sc, Chancellor, Bogor Agricultural University, Indonesia
Dr. Bima Arya Sugiarto, Mayor of Bogor City, Indonesia
Prof. Tsuyoshi Fujita, Director, National Institute for Environmental Studies (NIES) Japan
09:45 – 10:45 Press conference (60 minutes)
Coffee break
10:45 – 12:00 Key Note Speech:
MRV System for supporting the implementation of low carbon development in Indonesia: Dr. Ir. Kirsfianti Linda Ginoga, M. Sc, Director for GHG Inventory and MRV, Ministry of Environment and Forestry Indonesia
Social Monitoring and Modelling Research for Interactive Solution Design for Eco-Cities: Prof. Tsuyoshi Fujita, Director, National Institute for Environmental Studies (NIES) Japan
Eco-campus policy as mitigation measures for climate change: Dr. Ir. Hefni Effendi, M.Phil, Bogor Agricultural University, Indonesia
Discussion (15 minutes)
12:00 – 13: 30 Lunch break
Session
13:30 – 15:00 Moderator: Prof. Tsuyoshi Fujita
1. Integrated Research for Supporting Low Carbon Development Policy: Prof. Rizaldi Boer, Bogor Agricultural University (15 minutes)
2. Integrated Model Application toward Low Carbon Cities Scenario Simulation: Dr. Kei Gomi, Center for Social and Environmental Systems Research (CSESR) NIES Japan (15 minutes)
3. Smart and sustainable city policy in Bogor City: Ir. RR. Lorina Darmastuti, MUM, BAPPEDA Kota Bogor (15 minutes)
4. Development of Low Carbon Blueprint Initiative in Iskandar Malaysia: Prof. Ibrahim Ngah, UTM Malaysia (15 minutes)
Discussion (30 minutes)
15:00 – 15:30 Afternoon Break
15:30 – 17:00 Moderator: Prof. Rizaldi Boer
1. Innovative MRV System for eco-city development: Dr. Minoru Fujii, Center for Social and Environmental Systems Research (CSESR), NIES Japan (15 minutes)
2. Roles of Research and Development Agency for Environment and Forestry in Low Emission Development: Dr. Bambang Supriyanto, Forestry and Environment Research, Development and Innovation Agency (FOERDIA) (15 minutes)
3. GHGs observation network in SE Asia – a new GHGs measurement site in Indonesia: Dr. Dong Huijuan, on behalf of Dr. Hitoshi Mukai, NIES Japan (15 minutes)
4. Green-Blue Open Space Management for Productive Landscape in Bogor City: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Bogor Agricultural University (15 minutes)
5. Survey on Citizens Awareness’ and Understanding on Environmental Policy in Bogor on Energy Efficiency: Ms. Ryoko Nakano, IGES Japan (15 minutes)
Discussion (15 minutes)
17:00 – 18:00 • Way Forward
o Prof. Tsuyoshi Fujita (NIES) & Prof. Rizaldi Boer (IPB) (30 minutes)
• Closing Remarks
o Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M. Sc, Chancellor of Bogor Agricultural University, Indonesia
18:30 – 20:00 Dinner Reception

This Symposium is supported by the Ministry of the Environment, Japan, as an outreach activity of the research project ‘Development of an Innovative Technology on Measurement, Reporting and Verification (MRV) System in Indonesia for the Promotion of Joint Crediting Mechanism (JCM).

20160317_093802 20160317_094955 20160317_095933 20160317_122112_001  20160317_13404220160317_155346 20160317_155359 20160317_162805

Next Page »