PANDUAN FIELD TRIP MK EKOLOGI LANSKAP DAN MK PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN PS ARSITEKTUR LANSKAP – SEKOLAH PASCASARJANA IPB SEMESTER GENAP TAHUN 2013/2014

PDF File CLICK HERE, PLEASE

Dosen Pembimbing:
Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin & Dr. RL Kaswanto
Asisten: Azka Lathifa Zahratu Azra

Jumlah Peserta:
22 Mahasiswa S2 PS Arsitektur Lanskap (22 Mahasiswa MK PLB dan 3 Mahasiswa MK Ekolan)
10 Mahasiswa S2 PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (10 Mahasiswa MK PLB)
5 Mahasiswa S2 PS Konservasi Sumberdaya Hutan (5 mahasiswa MK Ekolan)
Nama Mahasiswa : Terlampir
Lokasi Berangkat : Kampus Dramaga dan Kampus Baranangsiang Bogor
Hari/Tanggal/Waktu : Berangkat Kamis/19 Juni 2014/20.00 (Kampus Dramaga)
Tujuan Ekskursi : Pangandaran, Cukang Taneuh dan Kampung Naga
Lama Perjalanan : Dua hari – dua malam (19 – 21 Juni 2014)
Hari/Tanggal/Waktu : Tiba Sabtu/21 Juni 2014/22.00 (Kampus Dramaga)
Alat dan Bahan : Megaphone (siapkan peminjaman ke Dep. ARL oleh asisten), GPS/kompas & altimeter, DBH meter, Peta Lokasi (silakan masing- masing mahasiswa unduh dari Google Earth), Kamera Digital, personal equipments (payung/jas hujan, sepatu lapang/sandal gunung).
Kendaraan : Bus Kapasitas 44 seat (Travel Agent: NavigaTour)

METODA FIELDTRIP
1. Window Survey: observasi dari dalam bus sesuai petunjuk pembimbing sebelum berangkat.
2. Observasi Lapang: pengamatan di lapang, diskusi dengan pembimbing, wawancara dengan masyarakat/pengguna/pengelola, dan pengukuran langsung, dokumentasi gambar.
3. Studi Pustaka: menghimpun data terkait dari laporan penelitian, data buku statistik, dan sumber referensi lainnya termasuk dari link internet (sebelum dan sesudah pelaksanaan).
METODE PADA SETIAP OBYEK PENGAMATAN – Jadwal Waktu Lihat Lampiran NavigaTour
1. Dini hari Kamis-Jumat 19-20 Juni: Observasi Lapang di km 57 REST AREA Tol Cikampek – Pengamatan sekilas lanskap rest area, termasuk pengelolaan lanskap jalan tol, pengelolaan fasilitas rest area dan pengelolaan sebagai SPBU terbaik se-Indonesia, mohon diulas dari aspek keberlanjutan.
2. Pagi Jumat 20 Juni: Window survey: perjalanan dari tempat istirahat pagi menuju ke Pantai Pangandaran – lanskap kiri-kanan jalan buat catatan diskusi langsung dari dalam bus, kajian model Von Thunen.
3. Pagi Jumat 20 Juni: Observasi Lapang: Pantai Pangandaran (outdoor recreation) dan Suaka Alam Pangandaran (nature reserve/conservation area) – PLB/Ekolan sesuai interest kajiannya: lanskap dengan ekosistem terrestrial dan ekosistem aquatic, serta peralihannya (ekoton), kajian mitigasi dan adaptasi bencana tsunami (manajemen evakuasi bencana alam), upaya mitigasi (pengurangan emisi) dan adaptasi (upaya pengurangan dampak) terhadap perubahan iklim
4. Siang Jumat 20 Juni: Window survey tempat penginapan menuju Cukang Taneuh (Catatan kiri-kanan sepanjang perjalanan dipandu langsung on the site)
5. Siang Jumat 20 Juni: Observasi lapang di Cukang Taneuh/Green Canyon  Nature outdoor recreation (PLB: Supply-demand rekreasi, pengelolaan sumberdaya alam dan rencana manajemen lanskap; Ekolan: struktur-fungsi-dinamika lanskap dan budaya masyarakat setempat/pengunjung)
6. Sore/Petang Jumat 20 Juni: Observasi lapang urbanisasi di Parigi sebagai ibukota Kabupaten Pangandaran dan/atau kota berbasis wisata Pangandaran (PLB: Pembangunan lanskap dan infrastruktur kota kabupaten, fasilitas, sarana dan prasarana, manajemen, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan; supply-demand rekreasi, daya dukung; Ekolan: struktur-fungsi-dinamika lanskap kota Pangandaran, sosio-kultur masyarakat)
7. Pagi Sabtu 21 Juni: Window survey perjalanan antara penginapan dan Kampung Naga (PLB/Ekolan: lanskap perkampungan, lanskap pertanian, proses urbanisasi, permasalahan lingkungan, potensi alam dan budaya)
8. Pagi-Tengah Hari Sabtu 21 Juni: Observasi lapang di Kampung Naga (PLB/Ekolan sesuai dengan kompetensinya: sejarah, struktur lanskap kampung, pola kampung dan tata ruangnya dan aksesibilitas, fungsi ruang, artefak (tangible dan intangible); strata sosial-budaya, pendidikan, ekonomi, kelembagaan masyarakat; konservasi alam/bio-fisik, sosial-budaya; daya dukung bio-fisik dan daya dukung sosial-budaya; pengetahuan lokal dan kearifan lokal; perkembangan wisata budaya, faktor pendorong dan faktor penghambatnya).
9. Siang – sore sebelum matahari tenggelam Sabtu 21 Juni 2014 Window Survey: PLB/Ekolan sesuai kompetensinya: lanskap kiri-kanan jalan mulai wilayah Kota Tasik Malaya – Wilayah Kabupaten Garut – Perbatasan Kabupaten Bandung: Dinamika urbanisasi dari wilayah perdesaan menuju ke wilayah perkotaan, struktur wilayah/lanskap dilihat dari perubahan bio-fisik/budaya dan perubahan segi fungsi; Perhatikan permasalahan lanskap misal perusakan alam/ekspoitasi tambang pada lanskap perbukitan, deforestasi, hubungan wilayah hulu dan hilir; perhatikan dan catat setiap ada perubahan formasi tanaman pertanian, formasi hutan pada titik wilayah yang signifikan.

TARGET OBYEK 1: REST AREA KM57
Rest Area km. 57 pada coordinates 6°22’4″ Lintang Selatan 107°21’39″Bujur Timur, terletak pada jalan Toll dari Jakarta ke Cikampek menyediakan fasilitas pom bensin (SPBU), cafetaria, restaurants, ATM center, masjid, toilet, lapangan parkir, dll. Sebagai tempat istirahat sementara dalam perjalanan, perlu diinterpretasi tentang jarak antar rest area satu dengan lainnya, daya dukung dan kapasitas kendaraan, jenis kendaraan, fasilitas dan infrastruktur, durasi kendaraan/ lamanya beristirahat, tata-ruang, serta keseimbangan rest area pada dua sisi jalan toll.

TARGET OBYEK 2: PANGANDARAN
OBYEK: Pantai Pangandaran, Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan Lanskap Kota – Kabupaten Pangandaran
Pantai Pangandaran terletak di Desa Pananjung/Kecamatan Pangandaran/Kabupaten Pangandaran/Jawa Barat. Pantai Panganadaran adalah objek wisata andalan Kabupaten Pangandaran, pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Pantai ini dinobatkan sebagai pantai terbaik di P. Jawa.
Keistimewaan Pantai Pangandaran:
• Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari Pantai Timur dan Pantai Barat pada hari yang sama.
• Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan relatif aman.
• Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih.
• Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut.
• Gua Jepang peninggalan PD II.
Taman Wisata Alam/Cagar Alam Pananjung Pangandaran terletak di Desa Pananjung/ Kabupaten Pangandaran /Jawa Barat.
Pananjung dulu merupakan sebuah pulau kecil, akibat proses sedimentasi dari daratan P. Jawa maka kemudian terhubung sehingga berbentung tanjung. Pananjung sekarang berstatus sebagai cagar alam. Sebelum di tetapkan sebagai Cagar Alam (CA) kawasan hutan Pangandaran terlebih dahulu ditetapkan sebagai kawasan Suaka Margasatwa pada 7-12-1934 Nomor 19 Stbl. 669, dengan luas 497 ha dan taman laut luasnya 470 ha. Dalam perkembangannya setelah diketemukan bunga Raflesia padma, status Suaka Margasatwa dirubah menjadi Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 34/KMP/1961. Di dalam hutan cagar alam Pananjung Pangandaran terdapat landak, kijang, burung elang, kalajengking dan kera ekor panjang, lutung, rusa dan banteng. Formasi pantainya terdiri dari tumbuhan bakau.
Urbanisasi di Ibu Kota Kabupaten Pangandaran
Kabupaten Pangandaran merupakan pemekaran dari Kabupaten Ciamis secara resmi pada 25 Oktober 2012. Kabupaten yang terdiri dari 10 kecamatan beribukota di Kecamatan Parigi. Kabupaten ini selain berbatasan dengan Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tasikmalaya. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Semula Pananjung Pangandaran dibuka dan ditempati oleh para nelayan suku Sunda. Kemudian banyak pendatang menjadikannya Pangandaran sebagai tempat tinggal karena gelombang laut yang kecil yang membuat mudah untuk mencari ikan. Tanjung inilah sebagai pemecah gelombang yang menghambat atau menghalangi gelombang besar untuk sampai ke pantai. Di sinilah para nelayan menjadikan tempat tersebut untuk menyimpan perahu yang disebut “andar” dalam bahasa Sunda. Karena itu perkampungannya disebut Pangandaran. Pangandaran juga berasal dari dua buah kata “Pangan” dan “Daran” yang artinya adalah “makanan” dan “pendatang”. Jadi Pangandaran artinya “Sumber Makanan Para Pendatang”.

TARGET OBYEK 3: CUKANG TANEUH/GREEN CANYON
RUTE. Bogor-Jakarta-Bandung-Garut-Tasikmalaya- (melalui jalur timur melewati Kota Tasik- Ciamis-Kota Banjar-Pangandaran-Parigi-Cijulang berjarak170 km).
Cukang Taneuh (Jembatan Tanah) dikenal dengan Green Canyon (Ngarai Hijau) pelesetan dari Grand Canyon di Colorado, USA. Green Canyon dipopulerkan oleh seorang berkebangsaan Perancis pada 1993, adalah obyek wisata alam yang terletak di Desa Kertayasa/Kecamatan Cijulang/Kabupaten Pengandaran/Jawa Barat. Green Canyon berjarak ± 31 km dari Pangandaran. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran S. Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalaknit serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan. Green Canyon menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang.
DERMAGA CISEUREUH – Green Canyon ditempuh 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km. Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh hijau teduhnya warna air sungai. Di mulut gua terdapat air terjun PALATARAN. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Objek wisata terdekat lainnya adalah BATUKARAS serta BANDAR UDARA NUSAWIRU.

TARGET OBYEK 4: KAMPUNG NAGA
Kampung Naga terletak di Desa Neglasari/Kecamatan Salawu/Kabupaten Tasikmalaya/Jawa Barat. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya antara kota Garut dan kota Tasikmalaya. Kampung Naga berada di lembah subur, berada pinggiran hutan yang dianggap keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Sebagai kampung adat Sunda, Kampung Naga yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Masyarakat di Kampung Naga masih terkait dengan masyarakat di kampung Badui. Sebagai masyarakat desa adat, Kampung Naga sangat menarik menjadi objek kajian ekologi lanskap dan majamen lanskap terutama dari struktur lanskap (bio, fisik, social, budaya) yang terkait dengan fungsi dan perubahan lanskap yang terjadi baik di dalam (secara internal) maupun pengaruh dari luar (eksternal). Kehidupan masyarakat perdesaan di kampong adat Sunda ini masih mencerminkan masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat. Sungai Ciwulan merupakan sumber air bagi kehidupan masyarakat Kampung Naga ini. Topografi Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah yang subur. Kampung Naga memiliki area seluas satu setengah hektare, terdiri dari tata-guna lahan perumahan dan pekarangan, kolam dan pertanian sawah yang ditanami padi dua kali per tahun.

Sumber Informasi: diambil dari beragam sumber di internet

 

Ekskursi Mahasiswa S2 MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dan MK Ekologi Lanskap di Alun-alun kampung Naga Tasikmalaya.

Ekskursi Mahasiswa S2 MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan dan MK Ekologi Lanskap di Alun-alun kampung Naga Tasikmalaya.

 

Group picture peserta ekskursi Ekologi Lanskap dan Pengelolaan lanskap berkelanjutan: Pantai timur Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Group picture peserta ekskursi Ekologi Lanskap dan Pengelolaan lanskap berkelanjutan: Pantai timur Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan), Dr Ernan Rustiadi (Dekan Faperta IPB) dan Dr Bima Aria (Walikota Bogor) pada pembukaan ekspose RTH-RTB-PKL Kota Bogor oleh Mahasiswa SPs ARL dan PSL

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan), Dr Ernan Rustiadi (Dekan Faperta IPB) dan Dr Bima Aria (Walikota Bogor) pada pembukaan ekspose RTH-RTB-PKL Kota Bogor oleh Mahasiswa SPs ARL dan PSL

EXPOSE: PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN DI BALAI KOTA BOGOR

Seminar Setengah Hari sebagai expose mata kuliah Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan akan diselenggarakan di hadapan Wali Kota Bogor, di Ruang Rapat 3 Balai Kota Bogor, pada hari Senin, 9 Juni 2014 mulai pk. 14.30 sampai dengan selesai.

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (PLB) yang dikordinasikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, setiap tahunnya pada akhir semester selalu memaparkan hasil praktikum mahasiswa sebagai ‘ekspose’ dihadapan pimpinan pemerintah kota Bogor atau poemerintah kabupaten Bogor. Hal ini dikarenakan setiap awal semester MK PLB selalu menangkap isu hangat, isu aktual yang sedang menjadi pembicaraan atau masalah di kota atau kabupaten Bogor untuk dicarikan solusinya. Oleh karena itu pada semester genap tahun 2013/2014 MK PLB yang diikuti oleh 22 Mahasiswa Master PS Arsitektur Lanskap dan 10 Mahasiswa Master PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan telah mengusung tiga (3) topik hangat yang dikaji dan diharapkan hasil rumusan ini dapat dipaparkan hari ini dihadapan Walikota Bogor sebagai masukan-masukan yang berharga.

Dalam pelaksanaan inventarisasi lapang, kajian desk study serta penyusunan laporan/pembuatan makalah/poster/video selain dikordinasikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, juga aktif dibimbing oleh Dr. RL Kaswanto serta asisten Sdr. Azka Lathifa Zahratu Azra, SP. M.Si.

SUSUNAN ACARA EXPOSE

14.30-14.40: Pembukaan Master of Ceremony

14.41-14.50 Laporan dan Pengantar Expose of Kordinator MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (Prof. Dr. Hadi Ssuilo Arifin)

14.51-15.00: Sambutan Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr.

15.01-15.10: Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto

15.11-15.15: Pembacaan Doa Pihak Balai Kota Bogor

Presentasi Fasilitator Eduwin Eko Franjaya
15.16-15.30: Kelompok Ruang Terbuka Hijau Mahasiswa Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan
15.31-15.45: Kelompok Ruang Terbuka Biru Mahasiswa Arsitektur Lanskap
15.46-16.00: Kelompok Pedagang Kaki Lima Mahasiswa Arsitektur Lanskap
16.00-16.45: Diskusi Fasilitator : Eduwin Eko Franjaya

16.45-17.00: Simpulan & Penutup Kordinator Mata Kuliah Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S

 

MATERI EXPOSE

1. Makalah

TOPIK I    : Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau di Kota Bogor (Mahasiswa PS PSL)

TOPIK II  : Manajemen Lanskap Ruang Terbuka Biru di Kota Bogor (Mahasiswa PS ARL 1)

TOPIK III: Manajemen Lanskap Pedagang Kaki Lima di Kota Bogor (Mahasiswa PS ARL 2)

2. Poster

3. Presentasi PPT

 

Team expose RTH-RTB-PKL Kota Bogor, Mahasiswa SPs dan Dosen MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

Team expose RTH-RTB-PKL Kota Bogor, Mahasiswa SPs dan Dosen MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

 

ATASI BANJIR, IPB TAWARKAN KONSEP RUANG TERBUKA BIRU,  LINK KLIK DI SINI.

Seperti biasa, setiap menhadapi hari-hari penting Komisi B (Komisi Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis) Dewan Guru Besar (DGB) IPB menyelnggarakan acara “Coffee Morning” . Acara temu santai antara Guru Besar IPB dengan para reporter dari berbagai media massa Ibu Kota. Sambil minum coffee para Guru Besar IPB menyampaikan gagasan pemikirannya terkait dengan topik aktual saat ini.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2014, disambut oleh DGB IPB dengan mengahdirkan 3 nara sumber yang menyampaikan pemikirannya dalam mengatasi masalah ancaman bencana banjir. Topik ini tetap aktual meskipun saat ini sedang dalam musim kemarau. Karena ancaman banjir bisa datang kapan saja, dan memang sebaiknya kita tetap mengkawal untuk mencari soulsi terbaik. Justru kita membicarakannya di luar waktu kejadian banjur diharapkan gagasannya disampaikan lebih tajam dan bukan suatu usulan yang terburu-buru terlintas dalam waktu singkat.

Acara coffee morning yang dihadiri oleh sekitar 19 wartawan telah diselengarakan pada hai Rabu, 4 Juni 2014 jam 10.00 – 12.00 di Cafe Zea mays Kampus IPB Dramaga, Bogor. Acara yang dipandu oleh Ketua Komisi B DGB IPB, Prof. Hadi Susilo Arifin yang sekaligus menjadi nara sumber, menampilkan pemikiran-pemikiran Guru Besar IPB, sebagai berikut:

1. Prof. Cecep Kusmana (GB tetap di Fakultas Kehutanan IPB): BANJIR, TANAH LONGSOR, DAN KEKERINGAN DI INDONESIA: PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA silakan klik di sini

2. Prof. Budi Indra Setiawan (GB tetap di Fakultas TTeknologi Pertanian IPB): ZERO RUNOFF SYSTEM (ZROS) UNTUK MENGATASI BANJIR DI PERKOTAAN, PERUMAHAN DAN PERTANIAN silakan klik di sini

3. Prof. Hadi Susilo Arifin (GB tetap di Fakultas Pertanian IPB): MANAJEMEN RUANG TERBUKA BIRU (RTB) UNTUK PENGENDALI BANJIR silakan klik di sini

Tiga narasumber Prof. Budi Indra Setyawan, Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof Cecep Kusmana dalam pemaparan pemikiran Guru Besar dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tiga narasumber Prof. Budi Indra Setyawan, Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof Cecep Kusmana dalam pemaparan pemikiran Guru Besar dalam rangka hari Lingkungan Hidup Sedunia

DSC_2651

INFO TERKAIT:

http://www.antaranews.com/berita/437642/guru-besar-ipb-pemkot-bogor-bahas-ruang-terbuka-biru

Catatan:

Informasi pertemuan Senin, 9 Juni 2014 pada pk 15.00 sd selesai di Ruang Rapat A Balaikota Bogor adalah kegiatan EXPOSE 32 Mahasiswa S2 PS Arsitektur Lanskap dan PS Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan IPB yang telah mengkaji Manajemen Lanskap PKL, RTB dan RTH. Ekspose Mahasiswa sebagai upaya memberi masukan kepada Pemko Bogor diprakasai oleh MK PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN yang didukung oleh Departemen ARL, juga Fakultas Pertanian, serta Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB. Jadi, bukan Dewan Guru Besar (DGB) IPB. Terimakasih.

Spanduk Program Bina Cinta Lingkungan - Mahasiswa TPB IPB & LPPM IPB

Spanduk Program Bina Cinta Lingkungan – Mahasiswa TPB IPB & LPPM IPB

IPB Common Class Room (CCR) venue for "Pembekalan Bina Cinta Lingkungna"

IPB Common Class Room (CCR) venue for “Pembekalan Bina Cinta Lingkungan”

Gerakan Bina Cinta Lingkungan pada Desa-desa Lingkar Kampus IPB akan diselenggarakan oleh LPPM dengan mahasiswa TPB IPB seusai mengikuti Ujian Akhir Semester Genap 2013-2014 ini.

Seluruh mahasiswa TPB IPB sekitar 3,850 akan turun ke desa pada 20 Juni 2014 di hari I Bina Cinta Lingkungan. Selanjutnya hanya tiga ratus mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama akan tinggal di desa-desa selama 3 hari 2 malam pada 20-21-22 Juni 2014 untuk memahami, mendalami, serta mengabdikan ilmu pengetahuannya dalam gerakan kebersihan lingkungan dan penanaman pohon pala bagi masyarakata di perdesaan, khususny yang berada di lingkar kampus IPB.

Materi pembekalan: Kebersihan Lingkungan, silakan klik di sini

Dosen pembekalan: Prof. Dr. Hadi Susilo ARIFIN

Pada jam 10.00-11.00, Minggu, 1 Juni 2014 di CCR TPB, IPB

List of Villages for Bina Cinta Lingkungan Program, as follows:

Desa Cikarawang, Dramaga, Sinarsari, Neglasari, Ciherang, Sukawening, Sukadamai, Purwasari, Cibanteng, Benteng, Cihideung Ilir, Babakan, and Setu Gede.

Prof. Hadi Susilo Arifin as a speaker for village clean management in Bina Cinta Lingkungan

Prof. Hadi Susilo Arifin as a speaker for village clean management in Bina Cinta Lingkungan

 

ALBUM MINI WORKSHOP OF LANDSCAPE ECOLOGY CLICK HERE, PLEASE

Mini Workshop of Landscape Ecology would be held in Sentul City:

Day/Date: Tuesday/ May 27, 2014

Time: 7AM to 12AM

Venue: Eco-Art Park

Instructor: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin & Dr. Regan Leonardus Kaswanto

Teaching Assistant: Arkham Delonge, Erlinda Faradilla, and Azka Lathifa Zahra

Student Assistant: Morita and Novy

Participant: 89 Bachelor Students of “Introduction to Landscape Ecology” Course, 4th Semester of Landscape Architecture Department, IPB.

STUDENT GROUPS AND INSTRUCTOR, Click Here, Please.

GUIDELINE OF MINI WORKSHOP, Click Here, Please.

ELEVEN OBJECTS OF THE MINI WORKSHOP, Click Here, Please.

Prof. Hadi Susilo Arifin is holding a final discussion on half day workshop of  landscape ecology in Eco-Art Park Sentul City

Prof. Hadi Susilo Arifin is holding a final discussion on half day workshop of landscape ecology in Eco-Art Park Sentul City

Group pic after got a half day workshop of landscape ecology at Eco-Art Park Sentul City

Group pic after got a half day workshop of landscape ecology at Eco-Art Park Sentul City

The 8th National Seminar of Interdisciplinary Studies in University of Brawijaya, Malang

The 8th National Seminar of Interdisciplinary Studies in University of Brawijaya, Malang

Keynote Speaker: Prof. Ir. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.

Keynote Speaker: Prof. Ir. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.

Day/Date: Thursday – Friday / May 22-23, 2014

Venue: GedungE Lt.3 Program Pascasarjana, Universitas Brawijaya
Jl. M.T. Haryono 169, Malang

Chairman: Dr. Endarwan

Keynote Speaker: Prof. Ir. Hadi Susilo ARIFIN, Ph.D.

Title: “Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Ekologi Lanskap” PPT Material – CLICK HERE, PLEASE

VIDEO ILUSTRATION OF LANDSCAPE ECOLOGY – CLICK HERE, PLEASE

—-
Nomor : 463/UNl0.l4/PI/2014
Hal : Permohonan menjadi keynote speaker

Yth. Prof. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.Sc.’ Ph.D
Departemen Arsitektur Lanskap
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor( IPB)

5 Mei 2014

Sehubungan dengan pelaksanaan Seminar Nasional Interdisciplinary Studies Seminar VIII dengan tema “Modelling dalam Kajian Interdisiplin” di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya pada:

Tanggal : Jwnat,23 Mei 2014
Pukul : 09.30- 10.30 WIB
Tempat : Gedung E Lt.3 Program Pascasarjana Universitas Brawijaya
Jl. M.T. Haryono No. 169 Malang

Dengan ini kami mohon kesediaan Saudara untuk menjadi keynote Speaker dengan topik “Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Lanskap Ekologi” padaa carate rsebut’
Kami menunggu konfirmasi Saudara agar kami dapat mengatur jadwal kegiatan tersebut di atas.

Atas perhatian dan kesediaan Saudara kami ucapkan terimakasih

 

Ketua Panitia:

Dr Muhammad Sasmito Djati, MS

 

Contact Person Panitia:
Amin Setyo Leksono,M.Sc.,Ph.D
Email: arnin28@ub.ac.id

IPB research team and PNPM Pusaka Kemenkokesra Team in Baadia Fort in Baubau City

IPB research team and PNPM Pusaka Kemenkokesra Team in Baadia Fort in Baubau City

Baubau is located in Buton Island, South East Sulawesi Province. It’s one of the ten KOTA PUSAKA, which is categorized into Class A. Due to I have a research of Landscape Management aspect for Baubau Heritage City with Master Student, Ray March Syahadat and my colleague, Dr Nurhayati HS Arifin, who is expert in Historical and Cultural Landscape, there fore, we got a site visit from May 15 up to May 18, 2014.
During site visit, we had a meeting with local government of Baubau City, Bappeda, SKPD represebtatives, NGO’s etc. on Friday morning of May 16, 2014 in Balaikota Baubau, whic is lied in the front of Betoambari Beach.
I was lucky, I had got an opportunity to have Friday praying in MASJID Kerato Buton “MASIGI OGENA” (the great mosque), then I visited “Benteng Keraton” or Keraton Wolio Fort, which has 12 “LAWA” or gate. Friday afternoon I visited “Istana Kamali Baadia” or Kamali Baadia Palace, that has been functioned as Wolio Cultural Museum now. I spent time of the remain evening of Friday to visit Quba Mosque, Ray’s Grand Father Palace, and “Benteng Baadia” or Baadia Fort. In the evening we got a chance to eat a KASOAMI, a traditional staple food that’s made from “singkong” or cassava and very fresh grilled fish in the downtown of Baubau City.

In the morning of third day I got interpretation to Kamali Baturo Palace, Colonial and China Town Zones, Malige Palace, The 1st Sorawolio Fort and the 2nd Sorawolio Fort. All of the heritages are very interesting object to become tourist destination in Baubau. Due to there are many Ferry and Pelni Ship get a transit a few hours in Baubau harbor, I guessed it would be great if the local government provide city tour for transit tourists.

In the afternoon I visited some ethnics who are living in Baubau city such as Wabarobo and Labalawa. Even though they are living in the same village, but they own different language. Unbelievable…… It’s linguafranca, between ethnics they communicate one and each other by Wolio language. I got rest for lunch in LAKEBA Restaurant, very big and very nice restaurant which has delicious seafood menu. I really enjoyed eating the sea food while got a relaxation in a gazebo, close to the white sandy beach of Betoambari.

In the afternoon, I reached “Kampung Tenun Buton”, SULAA is Buton waving village. Then to see the Dragon Tail, which is located in PALAGIMATA water front landscape, Balaikota area. “Palagi Mata” area is waterfront landscape in Balaikota Baubau. FYI, the Dragon Head is lied in Kamali Beach.

The next visit were Kaisabu ethnic, and Ciacia ethnic. Ciacia ethnic occupied three villages of Bugi, Gonda and Karyabaru. The interesting one is they are using both Latin letter and Korean character for daily live. I found both of characters in the signboard of schools, offices, street name, etc. This ethnic has similarity pronunciation between Ciacia and Korean languages. Next village was Waliabuku. This area are settled by Bugis ethnic. In the evening we got Engkari-engkari village, which is transmigration area that’s occupied by Balinese people since 1978. We saw a big Pura Desa and large paddy field in this village and it’s vicinity.

When the evening, I reached Wantiro beach. While enjoying the sunset panoramic landscape I got “pisang and ubi goreng with sambal” and “saraba” drink.

The last day, on Sunday morning I visit the green city project, also as a water front city of KOTA MARA in Baubau. On the way to Betoambari Airport I got opportunities to visit traditional gold and silver craft center, only the one remained inside of Keraton Fort area. Also I visited the remained traditional brass metal & bronze craft center, and traditional pottery village. These are the tangible Cultural Heritage in Baubau City….. (HSA)

Pictures Album, please click this link

Another information of Baubau City, please Click this link.

Materi Kuliah Pembekalan KKP 2014 dari Departemen Arsitektur Lanskap – Fakultas Pertanian – Institut Pertanian Bogor

Tema: REVITALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN DALAM PROGRAM KULIAH KERJA PROFESI (KKP) MAHASISWA IPB TAHUN 2014
silakan klik disini

Hari/Tanggal Kuliah: Sabtu/ 17 Mei 2015

Venue: Ruang Kuliah Kampus Darmaga – IPB

Penyusun Materi: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Pemberi Materi di Kelas: Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnisjah, Dr. Tati Budiarti, Dr. Andi Gunawan, Dr. Afra D Makalew, dan Dr Kaswanto

Gagasan dan Pemikiran Strategis Dewan Guru Besar (DGB) IPB
Dalam Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014

 

Dalam rangka menghadapi Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 mei 2014, Komisi B Dewan Guru Besar (DGB) IPB yang membidangi Gagasan dan pemikiran Strategis Guru Besar telah menyelenggarakan dinner bersama jurnalis media massa baik cetak maupun elektronik. Seperti biasa acara penyampaian pemikiran dan gagasan Guru Besar ini diselenggarakan bekerjasama dengan Dierktorat Kajian Startegis dan Kebijakan Pertanian-IPB dan didukung oleh Kantor Hukum, Promosi dan Humas IPB.

Acara diselenggarakan pada Rabu malam, 30 April 2014 di Resto Taman Koleksi, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor dimulai pk 18.30. Acara dipandu oleh Ketua Komisi B DGB IPB, Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin dengan mengundang nara-sumber para guru besar IPB, yaitu Prof. Dr. Herry Suhardiyanto (Rektor IPB), Prof. Dr.  MA Chozin (Ketua Majelis Wali Amanah IPB), dan Prof. Dr. Roedhy Poerwanto (Ketua Dewan Guru Besar IPB). Sedangkan Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Ketua Senat Akademik IPB) berhalangan hadir, tetapi menyampaikan pemikiran tertulisnya untuk dibagikan kepada para jurnalis yang meliput acara ini. Sekitar lebih dari 15 wartawan Ibu Kota, baik media cetak maupun elektronik (TV dan radio) hadir pada liputan ini. Setelah disampaikan pemikiran oleh tiga nara sumber tentang konsep pendidikan tinggi ke depan dan tanya jawab dengan para wartawan, maka tepat pada pk 20.00 acara ditutup oleh Ketua Komisi B DGB IPB.

—–

PENDIDIKAN TINGGI DALAM PENINGKATAN MARTABAT BANGSA

Gagasan dan Pemikiran Strategis Dewan Guru Besar (DGB) IPB
Dalam Menyongsong Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Ketua Komisi B – Dewan Guru Besar IPB)

PENTINGNYA KARAKTER, JATI DIRI DAN BUDAYA UNGGUL

Karakter, jatidiri dan budaya unggul bangsa Indonesia pada masa-masa terakhir ini kurang kuat diyakini dan tidak tercermin dalam pola pikir, sikap dan perilaku bangsa kita. Karena itu pendidikan karakter bangsa perlu dilakukan sebagai upaya untuk merevitalisasi kembali karakter dan budaya unggul bangsa Indonesia. Dalam menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, kita perlu mengenang kembali Ki Hajar Dewantoro, bapak pendidikan Indonesia. Beliau telah menyatakan bahwa pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak bangsa. Pendidikan karakter merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati untuk membentuk bangsa yang berkarakter. Bangsa yang berkarakter unggul adalah bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan-teknologi-seni (IPTEKS) yang semuanya dijiwai oleh iman dan taqwa (IMTAQ) kepada Tuhan yang Maha Esa.
Pendidikan karakter dilakukan di sekolah sejak dimulai masa TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, lingkungan keluarga dan masyarakat melalui olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, dan oleh raga agar terbentuk karakter jujur, bertanggung jawab, peduli, saling menghargai dan tangguh sebagai pilar kebangkitan bangsa, meraih prestasi tinggi, dan menjunjung tinggi budi pekerti. Prinsip pengembangan karakter adalah: ketersediaan role model, dilakukan secara terus menerus (continuous dan istiqomah), ditanamkan bukan diajarkan, memerlukan latihan, memerlukan proses refleksi.

PENDIDIKAN TINGGI DAN MARTABAT BANGSA

Pendidikan tinggi merupakan pendidikan pada tingkat adiluhung, tetapi tidak pada posisi menara gading, ia harus membumi karena itu lembaga pengampunya harus memiliki jati diri. Jati diri adalah semacam moral publik yang menjadi pegangan kehidupan orang perorang dalam suatu bangsa, ditentukan oleh keragaman sejarah dan tradisi dan konsekuensinya. Pendidikan tinggi yang pas di Indonesia adalah pendidikan yang berasaskan Pancasila, menjunjung tinggi etika akademik, kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan, dan selalu berupaya memajukan, memelihara dan mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berapresasi budaya melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan tinggi berfungsi sebagai tempat mencari kebenaran ilmiah, menemukan, memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan, serta pusat penguasaan dan pengembangan teknologi dan seni di bidang keilmuan yang diampu oleh masing-masing universitas, serta berusaha memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni tersebut bagi kesejahteraan manusia.
Pendidikan tinggi bertanggung jawab dalam membangun jatidiri anak bangsa, perlu memperhatikan akar masalah yang melandasi beragam ketidakadilan dan salah urus pengelolaan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya ekonomi, sumberdaya budaya, sumberdaya sosial-politik, dan sumberdaya lainnya yang menyebabkan keterpurukan bangsa dan negara. Pendidikan tinggi harus mampu membalik keterpurukan mental anak bangsa dalam beragam tindakan amoral, seperti korupsi dan tindakan kejahatan lainnya. Sebaliknya pendidikan tinggi bisa mewujudkan jati diri semacam moral publik yang menjadi pegangan kehidupan orang perorang dalam suatu bangsa, ditentukan oleh keragaman sejarah dan tradisi dan konsekuensinya. Sebagai contoh, IPB sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang pertanian harus mampu menghasilkan calon-calon pemimpin bangsa, pemimpin Negara yang berdedikasi pada pembangunan pertanian dalam arti luas, termasuk di dalamnya pengembangan potensi biodiversitas, yang dapat memperjuangkan peran penting dan keunggulan sektor pertanian dan petaninya, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Alumni IPB juga wajib memahami politik pertanian, sehingga di mana pun mereka berada akan selalu member advokasi di bidang pertanian, mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat dan benar bagi pembangunan dan pengembangan sektor pertanian yang dapat mengangkat derajat bangsa dan Negara agraris maritim. Alumni diharapkan mampu berkembang dan memperbaiki lingkungan, memiliki keberpihakan pada pembangunan pertanian dalam arti luas dan kehidupan petani, menghargai kearifan lokal dan mampu berkomunikasi dan memiliki kekuatan untuk mewujudkan pertanian sebagai sokoguru pembangunan nasional. Dengan bekerjanya alumni IPB diberbagai bidang merupakan potensi besar dan diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun keberpihakan terhadap pembangunan pertanian dan petani. Hal ini menjadi perhatian utama IPB ke depan untuk memperbaiki sistem pendidikan yang berkarakter (HSA).

Bogor, 30 April 2014
Disiapkan oleh Komisi B (Pengembangan Keilmuan dan Pemikiran Strategis) DGB IPB bekerjasama dengan Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB, dan Kantor Hukum, Promosi dan H IPB

 

PENDIDIKAN IPB DAN PEMBANGUNAN NASIONAL
Prof. Dr. Tridoyo Kusumastanto (Ketua Senat Akademik IPB)

IPB telah dan terus memberikan kontribusi iptek dan sumberdaya manusia handal pada bangsa dan negara serta rakyat Indonesia. Proses pendidikan diarahkan utk menjadi insan Indonesia yg unggul, kompetitif dan produktif dan profesional utk kemajuan Indonesia. Pengembangan bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika yg menjadi pola ilmiah pokok IPB merupakan fokus utama pengamalan iptek civitas academica dan alumni. Pembangunan Nasional telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam satu dekade terakhir tumbuh antara 4,63 – 6,49% memberikan ilustrasi secara global, angka yg bagus dari sisi agregat tersebut perlu dikoreksi krn dari sisi kesenjangan pendapatan meningkat dari 0,329 th 2002 menjadi 0,413 pd th 2013. Dng demikian maka pembanunan tdk hanya pertumbuhan ekonomi semata ttp perlu diperhatikan banyak aspek kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan. Peran SDM dan iptek yg disumbangkan oleh Perguruan Tinggi di Indonesia dalam pembangunan sangat signifikan. Keberhasilan setiap sektor dalam pembangunan tdk sepenuhnya ditentukan oleh pendidikan tinggi namun kebijakan negara dari kementerian dan lembaga negara maupun swasta sangat menentukan bg keberhasilan pembangunan nasional. Dengan demikian konvergensi antara pendidikan tinggi (PT). dan kebijakan pembangunan akan sangat menentukan keberlanjutan pembangunan yg menyejahterakan dan kemakmuran negara. Sebagai ilustrasi ketidak berpihakan negara pada sektor pertanian, industri mobil, elektronik dan beberapa sektor yg komponen impornya tingi tdk sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT tetapi peran kebijakan pembangunan yg ditetapkan oleh negara lebih menentukan. Dengan demikian kalau suatu sektor impornya tinggi bukan berarti PT tdk berperan namun hasil kerja keras PT dari iptek dan SDM belum didukung oleh keberpihakan kebijakan pembangunan. Sinergi Kebijakan Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Pembangunan nasional harus segera menjadi prioritas Presiden Terpilih 2014 agar kepentingan nasional adalah keharusan dlm setiap kebijakan nasional dan daerah. IPB telah mulai mempersiapkan visi menjawab tantangan pembangunan pada 100 thn Indonesia Merdeka dengan menyusun Arsitektur Akademik IPB 2045, Dalam rangka menyusun dokumen penting tersebut IPB mengharapkan masukan dari segenap lapisan masyarakat. Komitmen IPB pada bangsa dan negara serta kemakmuran rakyat Indonesia selalu menjadi prioritas pengabdian IPB.

 

Pengantar Temu Media oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Pengantar Temu Media oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sedang menyampaikan pemikirannya tentang pendidikan tinggi

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sedang menyampaikan pemikirannya tentang pendidikan tinggi

Penyampaian pemikiran Guru Besar IPB, Prof. Dr. MA Chozin

Penyampaian pemikiran Guru Besar IPB, Prof. Dr. MA Chozin

Prof. Dr. Roedhy Poerwanto dan gagasan-gagasannya

Prof. Dr. Roedhy Poerwanto dan gagasan-gagasannya

Sessi pertanyaan-pertanyaan dari para jurnalis

Sessi pertanyaan-pertanyaan dari para jurnalis

Interaksi dalam sessi tanya jawab antara jurnalis dan para narasumber

Interaksi dalam sessi tanya jawab antara jurnalis dan para narasumber

Link ke berita:

http://www.antaranews.com/berita/432153/ipb-pendidikan-tinggi-harus-perhatikan-beragam-ketidakadilan

 

Field excursion of Introduction to Landscape Ecology (Pengantar Ekologi Lanskap) will be held, as follows:

Day/Date: Tuesday/15 April 2014

Time: 07:00-10:00

Venue:

1. Meeting point: plaza of Andi Hakim Nasoetion (AHN) Building – front of IPB Rector Building, Dramaga Campus.

2. Landscape interpretation from the 6th Floor of AHN Building; Bamboo Arboretum; Arboretum of Landscape Architcture; Academic Event Plaza in IPB Campus, Dramaga, Bogor

Students will be divided in to three group @ 30 students

Instructors: Prof. Hadi Susilo Arifin; Dr Regan Leonardus Kaswanto and Dr Syartinilia Wijaya

Assistants:   Arkham, Morita and Novy

Tasks:

1. Take a picture in each interpretation object

2. Interpretation and delineation of  landscape structure object (patch and corridor)

3. Synopsis of the excursion through writing comment (maximum 300 words, whether in English or in Bahasa Indonesia) in this page by Tuesday 22 April 2014 at 8AM.

Good Luck!!!

Introduction of the excursion

Introduction of the excursion

Interpretation of landscape structure-function-dynamic from the 6th Floor of AHN Building

Interpretation of landscape structure-function-dynamic from the 6th Floor of AHN Building

Guiding students of "Introduction to Landscape Ecology"

Guiding students of “Introduction to Landscape Ecology”

Deeper understanding of bamboo forest landscape structure and function at IPB Bamboo Arboretum

Deeper understanding of bamboo forest landscape structure and function at IPB Bamboo Arboretum

Next Page »

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE