The International Symposium on Arboriculture in the Tropics

ISATrop 2021

“Pekarangan” Landscape Management Strategy as an Effort to Increase Community Immunity

during the Covid-19 Pandemic

Hadi Susilo Arifina*, Nurhayatia, Kaswantoa, Budiadib, Siti Nurul Rofiqo Irwanb, Budi Faisalc,

Mohammad Zaini Dahlanc, Siti Rahayu Nadhirohd, Tutik Sri Wahyunid

aIPB University, Darmaga-Bogor 16680, Indonesia

bGadjah Mada University, Bulak Sumur-Yogyakarta 55281, Indonesia

cBandung Institute of Technology, Taman Sari-Bandung 40116, Indonesia

dAirlangga University, Mulyorejo-Surabaya 60286, Indonesia

Abstract

The research results in the last two decades show the important role of pekarangan as a micro-scale landscape unit in providing space for growing various types of plants (multi-layers from the grasses to the trees), livestock and fish. Pekarangan as typical Indonesian home garden is realized with distinctive spatial patterns and elements as a representation of the harmonious relationship between the owner and the ecological character of his environment. Perceptions and preferences based on different social, cultural, and environmental factors, shape the pattern and function of pekarangan to become more diverse as a form of community local wisdom. The important role of pekarangan needs to be elaborated more deeply, particularly in efforts to increase community immunity during the Covid-19 pandemic. Pekarangan has great potential to be developed as a mitigation and rehabilitation space by providing a variety of medicinal plants as well as outdoor activity spaces with a healthy environment quality. This is the basis for the need to study the important value of pekarangan during the Covid-19 pandemic, starting from identifying the level of utilization to recommending a landscape management strategy of pekarangan by recognizing plant species that can increase community immunity during and beyond the Covid-19 pandemic disaster. This research was designed for three years with three main approaches, i.e. (1) inductive method which focuses on building theory from practices that have been known and carried out for generations, (2) implementation as an effort to actualize local knowledge, and (3) multiplicative for the benefit of the important value of pekarangan on a wider scale. The tiered studies start from basic research on the ecological, social, and cultural aspects of pekarangan; research on the development of spatial planning and elements forming pekarangan; as well as research on nutritional content, dietary diversity contributed from pekarangan products. Data were obtained through pekarangan mapping surveys and structured questionnaires at four selected locations in Cisadane Watershed/Bogor City segment, Cikapundung Watershed/Bandung City segment, Kali Progo Watershed/Yogyakarta City segment, and Brantas Watershed/Surabaya City segment). The results of this research are expected to be developed in public spaces on a meso scale, e.g. environmental parks, mixed gardens and talun, as well as macro scales, e.g. urban parks, urban forests, and abandoned land.

Keywords: Agro-bio diversity, dietary diversity, inductive approach, local wisdom, watershed

* Corresponding author. E-mail address: hsarifin@apps.ipb.ac.id

Program Book, Click HERE, Please.

PPT Material: “Pekarangan” Landscape Management Strategy as an Effort to Increase Community Immunity during the Covid-19 Pandemic, CLICK HERE, Please.

EXPOSE MAHASISWA ARISTEKTUR IPB: STRATEGI MANAJEMEN RTH DI MASA PANDEMI COVID-19

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan adalah barang mahal bagi setiap orang. Di lain pihak kita tahu kebahagiaan, happiness, adalah aspek intangible yang perlu ditingkatkan bagi setiap individu/masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu media yang dapat meningkatkan kesehatan lahir dan batin adalah bagaimana strategi memanfaatkan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di sekitar kita.

Pada skala lanskap terkecil, pekarangan disasar oleh mahasiswa semester VI Departemen Arsitektur Lanskap dalam kajiannya melalui praktikum mata kuliah Pengelolaan Lanskap. Prof. Hadi Susilo Arifin, kordinator mata kuliah ini menyampaikan dalam pembukaan Acara Expose Mahasiswa, bahwa dalam masa pandemi Covid-19 pekarangan banyak dimanfaatkan sebagai media hobby berkebun, atau berekreasi-olah raga-berjemur, bahkan meningkatkan produktivitas dengan mengusung kegiatan urban farming. Taglinenya cukup populer, yaitu #marimulaidaripekarangan dan #hanyasatulangkahdariberanda. Dikatakan Hadi, ini sangat tepat dengan kesibukan pekerajaan saat ini yang sebagian besar dilakukan dengan WFH, work from home.

Expose Mahasiswa Pengelolaan Lanskap yang digelar pada penghujung semester, tanggal 16 Juni 2021, merupakan acara tahunan. Biasanya Expose dilakukan di hadapan stakeholders di Balaikota Bogor, atau di Pendopo Kabupaten Bogor, tergantung di mana studi kasus dilakukan. Tetapi sejak tahun 2020 expose dilaksanakan secara online. Kajian pada tahun 2021 ini mengambil kasus RTH di wilayah Jakarta. Hadi menambahkan, kajian manajemen lahan produktif bukan hanya pada RTH pekarangan saja, tetapi dilihat juga strategi manajemen lanskap pada lahan publik. Scaling up dilakukan pada taman lingkungan, taman kota, hingga pemanfaatan hutan kota.

Expose mahasiswa semester VI yang diketuai oleh Reynaldi Yamahoki dihadiri oleh elemen penta-helix untuk mendapatkan solusi manajemen kolaboratif antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan kawan media yang dapat membantu pemberitaan agar sampai pada sasaran. Sebagai moderator, Dr Kaswanto mengundang partisipan untuk menanggapi, memberi masukan dan diharapkan ada yang bisa ditindak-lanjuti. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta yang hadir bersama tim lengkap, Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Bioindustr-Universitas Trilogi Jakarta, Komunitas Pekarangan dan Kebun Produktif Indonesia (KPKPID) masing-masing menyampaikan masukan, juga memberi apresiasi atas acara ekspose mahasiswa ini.

Expose ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Brawijaya, Malang dan Universitas Udayana Bali. Yang menarik dan direspon positif oleh partisipan, yaitu adanya usulan Hari Pekarangan Nasional.

DKPKP DKI Jakarta membuka lebar-lebar kepada mahasiswa untuk magang, atau mengambil kasus untuk skripsi di area yang dibuka ada 5 agro-edu-wisata dan 14 kebun bibit agar lanskap menjadi lebih produktif. Suharin Eliawati, Plt Kadis KPKP bahwa Jakarta melalui dinasnya telah mengaktifkan praktek urban farming dengan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Gang Hijau (penanaman tanaman produktif di sepanjang gang/lorong-lorong perumahan). Dinas Pertamanan dan Kehutanan pun mengatakan saat ini ada 53 taman yang sudah kembali dibuka untuk umum. Ini bertujuan untuk memberi kesempatan masyakat berekreasi secara sehat di ruang terbuka hijau, selama tetap mentaati protokol kesehatan secara ketat.

Hadi menekankan bahwa pekarangan, taman lingkungan, taman kota, hutan kota, juga lahan publik lainnya seperti bantaran sungai, kebun campuran, bahkan lahan terbengkalai dapat diberdayakan sebagai lanskap produktif. Jika direncanakan, didesain dan dikelola bisa sebagai lanskap urban farming yang menghasilkan produksi pangan penghasil karbohidrat, rempah, bumbu dan obat, sayuran, buah, bahan baku industri dan juga tanaman hias. Strategi pengembangannya tidak hanya di ruang terbuka hijau (RTH) saja, tetapi juga ruang terbuka biru (RTB). Jakarta memiliki lanskap badan air, seperti riparian sungai, kanal-kanal, dan daerah rawa-rawa. Selain sebagai lanskap yang menghasilkan secara fisik, tetapi lanskap ruang terbuka tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk bersantai di waktu luang, berekreasi, dan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan. Fungsional berguna, secara estetika-indah, tegas Hadi.

Dr Nurhayati, dosen Departemen Arsitektur Lanskap mengatakan bahwa ekspose ini banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa dari sisi keilmuan Manajemen Lanskap. Tetapi ternyata memberi pengalaman peningkatan skill, seperti mengelola event expose, serta berbagai soft skill yang menjadi terasah dari hasil praktikum dan penyelenggaraan expose. Mereka terlatih berkomunikasi secara tertulis, tergambar dan terutama komunikasi verbal.

EXPOSE Material:

Guideline Book – Click Here, Please

Video Expose – Click Here, Please

Poster Expose – Click Here, Please

PPT Expose – Click Here, Please

OTHER LINKS:

  1. Radar Bogor, Click here, please.
  2. Kumparan.com , Click here, please.
  3. Website Departemen ARL, Click here, please

 

 

 

 

 

STUDIUM GENERALÈ 6: PERKEMBANGAN KONSEP JASA LINGKUNGAN SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG

Mata Kuliah Ekologi & Jasa Lingkungan PSL-751

Jasa lingkungan merupakan penyediaan, pengaturan, penyokong proses alami, dan pelestarian nilai budaya oleh suksesi alamiah dan manusia yang bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan. Millennium Ecosystem Assessment (MEA) (2002) menyebutkan dua pertiga jasa lingkungan yang berkaitan dengan kesejahteraan manusia sedang mengalami degradasi atau dimanfaatkan secara tidak berkelanjutan. Hal tersebut dapat memengaruhi ketersediaan jasa lingkungan di masa yang akan datang.

Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB melalui MK. Ekologi dan Jasa Lingkungan (PSL571) akan menyelenggarakan “Studium Generalè-VI: Perkembangan Konsep Jasa Lingkungan Sekarang dan Yang Akan Datang”. Studium Generalè akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 12 Juni 2021
Pukul: 10.00-11.40 WIB
Media: Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube Ecologica

Dosen Tamu:
Dr. Beria Leimona (Senior Expert Landscape Governance and Investment World Agroforestry (ICRAF))

Biodata Click di SINI

Materi SG – Click di SINI

Moderator:
Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D (Ketua Program Studi Magister PSL-IPB)

Biodata Moderator Click di SINI

Penanggap:
Prof. Dr. Hefni Effendi (Ketua PPLH, LPPM-IPB)

Biodata Penanggap Click di SINI

Pengantar:
Prof. Dr. Widiatmaka (Ketua Program Studi Doktor PSL-IPB)

Link Pendaftaran: https://ipb.link/sg6-ecologica

Let’s join us,
Free + e-certificate

Terima kasih dan Salam Kolaborasi !
———————————————————
Narahubung: 081314537999 (Izhar Auliya)
Instagram: @ecologica.psl.ipb
Youtube: ECOLOGICA PSL-IPB
Email: ecologicaipb@gmail.com

#PSLIPB
#ECOLOGICA2021
#IPBUNIVERSITY

STUDIUM GENERALÈ MK. LANSKAP PERDESAAN DAN PERTANIAN (ARL635):
Strategi Pembangunan Desa Berbasis Pertanian Menuju Pencapaian SDG’s Desa

Struktur lanskap perdesaan di Indonesia berhubungan dengan penggunaan lahan, konsep agropolitan yang mencakup lanskap pertanian dan non-pertanian yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan bio-fisik, geografi, sosial, budaya, dan ekonomi. Penerapan agroekosistem dalam Analisis Agroforestri Lanskap perlu dipelajari untuk praktek pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Strategi tepat pembangunan desa pertanian seperti apa dan bagaimana demi tercapainya harapan sesuai SDG’s desa.

Program Magister Arsitektur Lanskap (ARL) IPB melalui MK. Lankap Perdesaan dan Pertanian (ARL635) menyelenggarakan “Studium Generalè” pada:

Hari/tanggal: Jum’at, 11 Juni 2021
Pukul: 8.00 – 10.00 WIB
Media: Zoom Meeting Only

Narasumber: Dr. Ivanovich Agusta (Kepala Pusat Data Informasi Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

MATERI Studium Generale Silakan CLICK di SINI!!!

Moderator : Dr. Nurhayati Hadi Susilo Arifin (Dosen Pengampu MK Lanskap Perdesaan dan Pertanian/ARL635 – IPB)

Pengantar :Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK ARL635; Ketua Program Studi Magister PSL – IPB)

Moderator: Dr. Kaswanto (Dosen Departemen Arsitektur Lanskap – IPB)

Link Pendaftaran: http://ipb.university/lppstudiumgenerale

Let’s join us,
Free Public

Terima kasih ✨
———————————————————
Narahubung: 082289688986 (Aisyah N. Fadila)

#LPP2021
#ARLIPB
#IPBUNIVERSITY

HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA – 5 JUNI 2021

Doni Monardo dikenal publik Indonesia tidak saja dalam dinas militernya tetapi sebagai tokoh pro lingkungan. Doni secara konsisten terlibat dalam aksi pemulihan ekosistem di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, penanganan perdagangan ilegal batu cinabar, penghentian penambangan emas ilegal, membangun kebun bibit dan menyelamatkan pohon langka, hingga menggaungkan program Citarum Harum, Emas Hijau dan Emas Biru.

Puncaknya Doni dianugerahi oleh IPB University dengan gelar Doktor Honoris Causa (HC) pada tanggal 27 Maret 2021 dalam memperjuangkan isu lingkungan di Indonesia secara konsisten.

Dalam menyambut Hari Lingkungan Hidup (HLH) tanggal 5 Juni 2021, Mongabay Indonesia mewawancarai Letjen TNI (Purn) Dr. (HC) Doni Monardo di Pulau Peucang TN Ujung Kulon. Untuk itu, Bincang Alam kali ini mengulik pandangan beliau tentang tata kelola sumber daya alam, mitigasi bencana dan aksi beliau untuk lingkungan.

Saksikan Bincang Alam  di akun Youtube ‘Mongabay Indonesia’

Ditayangkan premiere pada tanggal 5 Juni 2021, pukul 10.00 WIB.

Selamat Hari Lingkungan Hidup!

 

Supporting partners: @rekamnusantara @jagaalamyuk

Community partners: @bwkehati @hutanituid @golonganhutan

Haryono Show: Best Practice & Lesson Learned – Berkebun di Hari Lansia

Live Streaming Berkebun di Hari Lansia Silakan CLICK di SINI!

Tujuh Kiat Berkebun di Hari Lansia: 

1.Revitalisasi hari lansia

2. Utilisasi lahan

3. Aksesibilitas jangkauan

4. Fasilitasi hobby

5. Latih kebugaran tubuh

6. Balansi pikiran

7. Mediasi kesabaran

Tujuh Target Berkebun di Hari Lansia:

1. Kebermanfaatan

2. Kebersihan

3. Keindahan

4. Keteraturan

5. Kebahagian

6. Ketahanan tubuh

7. Kesehatan lahir-batin

EKSEKUSI – Pelaksanaannya

1. Nawaitu;

2. Alokasikan waktu;

3. Siapkan infrastruktur & fasilitas;

4. Sediakan saprotan bahan tanaman/ ternak/ikan;

5. Olah lahan;

6. Memelihara & bercengkerama;

7. Memanen hasil ~ Bersyukur

JENDELA NEGERIKU: Tantangan Keanekaragaman Hayati di Indonesia  & Peringatan International Day for Biological Diversity

Sabtu, 22 Mei 2021

Pukul: 10.00 – 12.00

Live Streaming UGTV Jendela Negeriku – CLICK di SINI!

Narasumber : Prof. Dr. Ari Purbayanto, M.Sc – Studio1 – Kampus F8

Prof. Dr. E. S. Margianti, SE. MM – Studio1 – Kampus F8

Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D – ZOOM

Prof. Dr. Muhamad Syukur, M.Si – Studio1 – Kampus F8

Prof. drh. Bambang Purwantara, Ph.D – ZOOM

Host : Prof. Dr. Tineke Mandang, MS [TIN] – Studio1 – Kampus F8

Prof. Dr. Budi Hermana, MM [BHE] – Studio1 – Kampus F8

 

PIDATO ORASI ILMIAH PADA SIDANG TERBUKA IPB – PENGANUGERAHAN  DR (HC) Letjen TNI DONI MONARDO

Bogor, 27 Maret 2021

Institut Pertanian Bogor telah menggelar orasi ilmiah pada sidang terbuka pada hari Sabtu 27 Maret 2021. Acara tunggal pada sidang terbuka ini adalah orasi ilmiah penganugerahan doktor kehormatan pada Letnan Jendral TNI Doni Monardo.

Hampir dua tahun silam, yakni tanggal 16 Agustus 2019, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB menerbitkan Surat Keputusan No. 12601/IT3.S1/KP/2019 tentang Personalia Tim Promotor Letjen Doni Monardo yang terdiri dari Ketua: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, dengan Anggota terdiri dari Prof. Dr Widiatmaka, Prof. Dr. Anas M. Fauzi, Prof. Dr. M.H. Bintoro, dan Dr. Soeryo Adiwibowo. Sebagai ketua promotor, Hadi menyampaikan bahwa dasar pemberian penghargaan doktor kehormatan di IPB tertuang dalam Peraturan Senat Akademik IPB No. 5 tahun 2015.

Dari hasil penelusuran rekam jejak kandidat dan analisis yang dilakukan Tim Promotor bersama tim asistensi dan tim pencari bukti, membawa pada kesimpulan-kesimpulan bahwa di sepanjang karier militer dan di manapun Letjen TNI Doni Monardo tidak pernah melepaskan perhatian, dedikasi dan usahanya untuk mencegah, mengendalikan dan menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan. Tercatat dalam satu dekade terakhir Letjen Doni Monardo telah berkiprah di enam arena aksi penting, yakni (1) mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta memulihkan kondisi DAS Citarum; (2) menangani perdagangan ilegal batu Cinnabar dan memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Maluku, Jawa Barat, dan Sumatera Barat; (3) membangun kebun bibit, perlindungan tanaman langka, dan aksi penghijauan di berbagai daerah; (4) merevitalisasi  sumber daya pesisir, pulau-pulau kecil & laut, melalui program Emas Biru; (5) merevitalisasi pertanian tanaman rempah melalui program Emas Hijau di Maluku; dan (6) aktif sebagai pembicara kunci dalam berbagai seminar dan kuliah umum yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Di enam arena tersebut teridentifikasi adanya tindakan aksi yang berulang, terpola, dan sistematis dijalankan oleh Letjen TNI Doni Monardo untuk mengatasi dan menanggulangi krisis ekologi. Tindakan aksi ini meliputi: (1) membangkitkan kepedulian lingkungan berbagai lapisan dan golongan masyarakat; (2) memobilisasi sumber daya; (3) membangun jaring kerja pentahelix atau kolaborasi multi pihak; (4) merehabilitasi keanekaragaman hayati spesies dan ekosistem; (5) membangun kolaborasi penegakkan hukum; dan (6) melakukan advokasi kebijakan.

Enam tindakan aksi ini dikembangkan secara otodidak oleh Letjen TNI Doni Monardo, sebagai respons terhadap berbagai tantangan, kompleksitas persoalan, dan kebuntuan dalam mengatasi masalah lingkungan hidup yang dijumpai di wilayah tugasnya.

Enam tindakan aksi terpola yang dilakukan Letjen Doni Monardo tidak hanya berujung pada pulihnya kondisi ekosistem sumber daya alam, namun juga menjadi titik masuk turunnya eskalasi konflik sosial. Penelitian-penelitian konflik sosial yang disponsori PBB di berbagai belahan dunia menyimpulkan bahwa sebagian besar konflik horizontal dan vertikal di dunia berakar dari konflik akses sumber daya alam dan lingkungan.

Enam tindakan aksi yang dilakukan oleh Letjen Doni Monardo secara berulang, terpola dan sistematis di enam arena aksi yang telah diutarakan; telah memberi kontribusi penting bagi dunia akademik. Melalui logika induksi yang dikembangkan oleh Tim Promotor; tiba pada kesimpulan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Letjen Doni Monardo, secara akademik telah memberi signature berupa lahirnya proposisi Model Tata Kelola Lingkungan yang appropriate, kontekstual, dan valid untuk kondisi Indonesia.

Model Tata Kelola Lingkungan ini merupakan proposisi yang terbuka untuk diuji validitas dan reliabilitasnya, baik melalui penelitian skripsi S1, tesis S2, maupun bahkan disertasi S3. Melalui proses ini Model Tata Kelola Lingkungan ala Doni Monardo dapat diperbaiki, direvisi, atau diganti dengan yang lain. Maka, Soeryo Adiwibowo salah satu anggota tim promotor, mengatakan ‘tidak berlebihan bila dikatakan Letjen Doni Monardo telah merintis adagium yang diletakkan oleh almarhum Prof Sajogyo – Dari Praktik ke Teori dan ke Praktik yang Berteori’. Suatu hal yang kemungkinan besar tidak terpikirkan sebelumnya oleh Letjen Doni Monardo yang dalam kesehariannya bertugas sebagai prajurit TNI, namun terpanggil untuk memperbaiki alam.

BUKU ORASI Letjen TNI Dr(HC) Doni Monardo – Click Di Sini: Model Tata Kelola Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Ketua Tim Promotor)

10 April 2021

315/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/IV/2021

Pohon Sukun Sebagai Sumber Ketahanan Pangan dan Pencegahan Bencana

JAKARTA – Pohon sukun merupakan salah satu jenis tanaman endemik dari nusantara. Kandungan gizi di dalam buah sukun menjadikannya salah satu sumber pangan potensial. Sayangnya, tanaman ini sudah mulai dilupakan oleh masyarakat di Indonesia.

Hal ini yang melatar belakangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar lomba Pembibitan Sukun Terbanyak. Menurut Prof. Hadi Susilo Arifin selaku ketua panitia, kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo, sebelum Doni mendapat gelar Honoris Causa dari IPB University pada Minggu (27/3) lalu.

“Desember 2020 lalu, Pak Doni sedang menjadi narasumber dalam salah satu kuliah umum. Di ujung acara, beliau secara spontan ‘menantang’ mahasiswa IPB untuk melakukan pembibitan sukun,” jelas Hadi saat membuka kegiatan Penjurian Terbuka Lomba Pembibitan Sukun Terbanyak, Sabtu (10/4) melalui media komunikasi daring.

Menurut Doni, selain memiliki nilai ekonomis, pohon sukun juga memiliki fungsi ekologis untuk mencegah bencana longsor dan banjir.

“Akar pohon sukun lebarnya bisa mencapai belasan meter bahkan sampai 20 meter. Akar tersebut yang akhirnya dapat mencegah pergerakan tanah dan longsor,” kata Doni dalam sambutannya.

Akar pohon sukun juga bisa banyak menyerap air. Ketika usianya mencapai 30 sampai 40 tahun, di sekeliling pohon sukun akan muncul banyak sumber air. Hal ini bisa menjadi salah satu langkah mitigasi saat terjadi kekeringan.

Keunggulan akarnya yang bisa mengikat banyak air juga bisa menjadi salah satu pencegah terjadinya banjir.

Selain itu, tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia ini bisa menjadi solusi dari masalah krisis pangan di Tanah Air.

“Dengan kandungan karbohidrat kompleks di dalam buahnya, sukun dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok apabila terjadi gagal panen padi,” kata Doni.

Peserta dari lomba ini seluruhnya merupakan mahasiswa IPB University tingkat pertama. Total terdapat 63 peserta yang mendaftar lomba ini. Panitia kemudian menyeleksi kembali menjadi 39 orang untuk maju ke babak semi-final. Selanjutnya dari 39 peserta, terpilih 20 peserta terbaik untuk masuk ke babak final.

Para finalis diminta untuk mempresentasikan poster dan video kegiatan mereka melakukan pembibitan pohon sukun. Dalam paparannya, para peserta juga menyebutkan keunggulan dan manfaat dari pohon sukun. Selain itu, para peserta juga menjelaskan langkah-langkah pembibitan pohon sukun.

Pemenang dipilih berdasarkan jumlah terbanyak bibit yang dapat dihasilkan. Adapun juri merupakan dosen-dosen dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan IPB, salah satunya adalah Prof. Dr. Ir. Cecep Kusmana, ahli kehutanan dari IPB.

Doni sangat mengapresiasi adanya lomba tersebut dan berharap kegiatan ini dapat mendorong banyak kalangan di Indonesia untuk memanfaatkan varietas tanaman yang ada di Tanah Air.

“Sekali lagi selamat kepada pemenang. Saya ucapkan terima kasih kepada IPB yang sudah menggerakkan mahasiswa untuk mau membudidayakan pohon sukun. Semoga kedepannya akan lebih banyak kalangan di Indonesia yang dapat memperhatikan manfaat dari pohon ini” tutupnya.

Tak lupa Doni juga mengingatkan untuk kita senantiasa menjaga alam, maka alam akan menjaga kita.

 

Dr. Raditya Jati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Facebook : @InfoBencanaBNPB

Twitter : @BNPB_Indonesia

Instagram : @bnpb_indonesia

Youtube : BNPB Indonesia

#SiapUntukSelamat

#KitaJagaAlamJagaKita

#BudayaSadarBencana

#BersatuLawanCovid19

#CuciTangan

#JagaJarak

#MaskerUntukSemua

#DiRumahAja

INOVASI PERTANIAN DARI LOMBA PEMBIBITAN SUKUN

BOGOR – Lomba pembibitan sukun terbanyak diprakarsai oleh Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo saat menjadi narasumber Studium Generalé pada Mata Kuliah Pertanian Inovatif. Kuliah Umum ini diikuti oleh 3,800 mahasiswa tingkat 1 IPB University pada 23 Desember 2020 yang dilakukan secara daring melalui Zoom meeting dan live streaming You Tube.

Menurut Prof. Dr Hadi Susilo Arifin selaku Ketua Dewan Juri, kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo. Beliau menantang Generasi Z yang saat ini duduk di tingkat 1 dalam Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU), IPB University, untuk berlomba membuat  bibit sukun sebanyak-banyaknya. Yang berhasil membuat bibit sukun terbanyak akan mendapatakan hadiah sepuluh juta rupiah. Tantangan tersebut dinyatakan oleh Doni di penghujung kuliah umumnya. Satu jam kemudian ada ralat melalui pesan WA, bahwa hadiah total ditambahkan menjadi 35 juta rupiah.

Kenapa sukun? Kita ketahui pohon sukun merupakan salah satu jenis tanaman endemik dari Nusantara. Kandungan gizi di dalam buah sukun menjadikannya salah satu sumber pangan potensial. Sayangnya, tanaman ini sudah mulai dilupakan oleh masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu pengenalan kembali “oleh” dan “untuk” Generasi Z ini sangat penting untuk menjadikan sukun memiliki pamor sebagai sumber karbohidrat yang bisa diunggulkan di waktu kini dan mendatang.

Asisten MK Pertanian Inovatif, yang juga mahasiswa program Doktor di PS Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, M. Saddam Ali bergerak cepat menyampaikan pengumuman melalui sirkuler poster di berabagai media sosial. Animo mahasiswa PPKU IPB mengikuti lomba ini cukup besar. Mereka memiliki motivasi yang beragam, mulai dari ingin menjadikan sukun sebagai pohon yang dapat mencegah longsor, sukun menjadi sumber pangan potensial, melestarikan sukun sebagai sumber keanekaragaman tanaman pertanian, sampai dengan motivasi ingin mendapatkan hadiah uang, membantu orang tua untuk membayar SPP kuliah di IPB.   Para mahasiswa rupanya sangat terkesan saat dalam kuliah umum, Doni menyampaikan selain memiliki nilai ekonomis, pohon sukun juga memiliki fungsi ekologis untuk mencegah bencana longsor dan banjir.

Dalam sambutan pada penganugerahan juara lomba pembibitan sukun, Doni mengaskan,

“Akar pohon sukun lebarnya bisa mencapai belasan meter bahkan sampai 20 meter. Akar tersebut yang akhirnya dapat mencegah pergerakan tanah dan longsor,”

Akar pohon sukun juga bisa banyak menyerap air. Ketika usianya mencapai 30 sampai 40 tahun, di sekeliling pohon sukun akan muncul banyak sumber air. Hal ini bisa menjadi salah satu langkah mitigasi saat terjadi kekeringan.

Keunggulan akarnya yang bisa mengikat banyak air juga bisa menjadi salah satu pencegah terjadinya banjir.

Selain itu, tanaman tropis yang banyak tumbuh di Indonesia ini bisa menjadi solusi dari masalah krisis pangan di Tanah Air.

Dewan Juri yang diketuai oleh Prof. Dr Hadi Susilo Arifin (kordinator MK Pertanian Inovatif yang juga Ketua PS PSL Sekolah Pasca Sarjana dan Kepala Divisi Manajemen Lanskap, IPB University), beranggotakan terdiri dari Prof. Dr Cecep Kusmana (Fakultas Kehutanan IPB), Dr Purwono, Dr Trikoesoemaningtyas, dan Dr Kaswanto  berasal dari Departemen Agronomi & Hortikultura dan Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian.

Dari total 63 peserta, dewan juri menyeleksi menjadi 39 mahasiswa yang layak maju ke babak semi-final karena mereka telah memenuhi persyaratan lomba dengan menyerahkan hasil melalui bentuk poster dan rekaman video. Dalam kedua info grafis dan audio visual tergambar bagaimana kegiatan pembibitan sukun yang peserta lakukan, ide-ide kreativitas peserta, metoda yang mereka kerjakan serta yang paling penting juga bisa terlihat keadaan dan performa pembibitan sukun before dan after, kata Hadi.  Selanjutnya dewan juri memeras kembali dari 39 semi-finalis, menjadi 20 finalis yang maju ke babak final.

Pemenang utama dipilih berdasarkan jumlah terbanyak bibit yang dapat dihasilkan, diraih oleh Tri Setia Candra Kartika dari kelas Science Technology 20 (ST20) menerima hadiah sepuluh juta rupiah. Kartika sempat menitikkan air mata saat diberi hadiah langsung oleh Letjen TNI Dr(HC) Doni Monardo. Dari namanya, Doni mengira dia putri seorang tentara. Sambil menyeka air mata, Kartika menyatakan bahwa dia adalah anak petani. Sepuluh pemenang lainnya mendapat hadiah masing-masing dua setengah juta berdasarkan kriteria terbaik dari: judul, quotes, proses pembibitan, performa pembibitan, penyajian video, penyajian poster, teknik presentasi oral, motivasi mengikuti lomba, pembibitan terkreatif, dan pembibitan terinovatif. Dari karya-karya mahasiswa tingkat pertama IPB University, banyak yang mencerahkan kita semua terutama ide-ide kreatif dan inovatifnya, jelas Prof. Dr Toni Bachtiar, Direktur Program Pendidikan Kompetensi Umum, IPB University yang berkesempatan menyampaikan hadiah dan sertifikat kepada pemenang. Semua semi finalis 39 mahasiswa menerima sertifikat dan sebuah buku “Sepiring Sukun di Pinggir Kali”: Kiprah Doni Monardo Menjaga Alam.

Bogor, 11 April 2021

Next Page »