BIJAK MENGKONSUMSI PANGAN, MENGHARGAI PETANI DAN MENCINTAI PERTANIAN

Hadi Susilo ARIFIN – Peneliti Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga/Divisi Manajemen Lanskap, Departemen Arsitetur Lansakap, Fakultas Pertanian – IPB

Di pagi 27 Ramadhan 1439H, 12 Juni 2018 yang sejuk, begitu santai di rumah menikmati liburan panjang sebelum mudik. Tiba-tiba terbesit ingin menulis, menyampaikan pengalaman-pengalaman pribadi selama tinggal di Jepang pada 1994-1998. Pengalaman tersebut dilanjutkan, karena sejak sebulan setelah lulus di bulan April 1998, saya diundang kembali ke Jepang untuk bergabung dalam kerjasama payung “core university program”. Sehingga selalu dapat undangan berkunjung ke Jepang 1-2x, kadang 3x per tahun hingga 2017 yang lalu. Kunjungan hanya beberapa hari saja, kadang-kadang sampai 1 bulan, bahkan pernah terlama 3-4 bulan saat menjadi visiting scientist, juga visiting professor di berbagai universitas di Jepang. Dari pengalam tersebut tulisan ini ditulis.

Ada hal yang menarik untuk dicermati antara kebiasaan masyarakat kita dengan masyarakat Jepang dari kacamata saya. Salah satu hal yang menarik adalah kebiasaan terhadap perilaku makan. Ternyata masyarakat Jepang sangat cermat dalam hal ini, mulai dari memilih bahan makanan, sampai menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi bagi anak-anaknya. Di lain pihak seperti judul yang saya usung, mereka mendidik anak-anak untuk mengetahui seluk beluk petani, insan yang bekerja dalam penyediaan sumberdaya pangan. Mulai menanam sampai menghasilkan makanan tersaji di atas meja. Sehingga mereka mengenal pertanian, tumbuh apresiasi pada petani, dan akhirnya mencintai pertanian. Tulisan ini akan disusun terbalik dari judul yang tertulis di atas.

MENCINTAI PERTANIAN

Negeri sakura di ujung timur dunia, mereka bangga sebagai  negeri matahari terbit. Mereka tahu matahari untuk sumber kehidupan, termasuk untuk kegiatan pertanian. Padahal kita tahu, sebagai negara empat musim, matahari bersinar penuh dan efektif untuk fotosintesis berkisar di awal musim semi sampai dengan akhir musim panas. Lebih jauh masyarakat dunia mengenal Jepang sebagai negara industri yang sangat maju. Dengan kemajuan tersebut, Jepang ternyata tidak meninggalkan pertaniannya. Bahkan kemajuan teknologi dimanfaatkannya untuk memajukan sistem pertaniannya menjadi semakin canggih. Kok bisa?

Anak-anak dikenalkan pertanian sejak usia yang sangat dini. Mulai dari “Houikuen” atau pra sekolah, serupa play group di mana ada anak-anak usia beberapa bulan (karena Ibunya menjadi wanita karir) sampai dengan anak-anak sebelum usia 5 tahun. Juga di “Youchien” atau Taman Kanak-Kanak, serupa Kinder Garden antara usia 5-jelang 7 tahun sebelum masuk SD. Dilanjutkan saat di “Shougakkou” (Sekolah Dasar).

Murid dan siswa sekolah dikenalkan sistem pertanian dengan cara sedehana. Mereka dikenalkan ke petani dan area pertanian. Anak-anak dengan suka cita berkunjung ke areal pertanian, seperti ikut menanam padi di sawah “taue” saat akhir musim semi. Mereka sangat senang bermain dengan lumpur, berkotor-kotor, sambil bersenda gurau petani dan guru-guru mengajarkan dan mengenalkan obyek bibit padi, air, tanah, dan alat-alat dan sarana produksi pertanian. Usai acara disediakan lembar kertas karton tebal putih berukuran 30cmx30cm , di mana setiap anak (bisa per group) menulikan nama dan kesan-kesan, impresi secara singkat akan pengalaman tersebut. Karton kesan dan impresi tersebut bisa dipajang di kelas, tau diberikan kepada petani sebagai kenang-kenangan kunjungan.

Enam-tujuh bulan kemudian mereka diajak kembali untuk mengikuti kegiatan masa panen padi “kome-gari“. Masa panen tersebut jauh lebih menyenangkan karena anak-anak bisa membawa sebagian hasil yang dipetiknya.  Akhir musim panas sampai dengan akhir musim gugur merupakan musim banyak panen beragam tanaman dan buah-buahan. Mereka diajak panen ubi jalar “imo-gari“, panen jeruk “mikan-gari“, panen anggur “budo-gari“, panen apel “ringo-gari“, dan lain-lainnya. Dengan cara ini anak-anak mengenal pertanian, lalu menyukai dan mencintai pertanian.

MENGHARGAI PROFESI PETANI

Dari kegiatan di atas, tidak sedikit anak-anak TK dan SD yang sangat respek pada petani dan pertanian. Mereka menjadi kagum, menghargai kerja keras petani, karena mereka paham proses dan pekerjaan di bidang petanian yang mulia. Tanpa petani, meraka tahu tidak akan bisa mendapat makanan yang cukup. Mereka juga sering diajak berkunjung ke peternakan, obyek-obyek perikanan dan hutan-hutan. Sejak anak-anak, mereka paham pertanian bersifat luas, bisa mmeberi pangan, sandang dan papan.

Impresi yang kuat menjadikan sebagian anak-anak bermimpi dan punya cita-cita ingin menjadi petani. Hal ini menjadikan semangatnya memuncah saat di musim lain anak-anak dibawa ke suatu obyek agro-industri mulai dari perusahaan hidroponik, aeroponik, farmer market, bank dan koperasi pertanian, juga ke pasar lelang grosir pertanian, pasar lelang grosir perikanan, yang rata-rata berada di setiap Ibu Kota Prefecture. Melihat sistem pertaniannya, usaha taninya sampai pasca panen yaitu pengemasan, pengangkutan, pemasaran, sampai produk berada di atas meja untuk siap disantap. Mereka percaya, bahwa pertanian tidak selalu terkait dengan yang kotor-kotor “kitanai“, pertanian tidak selalu mengesankan miskin dan menyesakkan “kitsui“, dan tidak selalu berhubungan dengan hal yang berbahaya “kinen“.

POLA KONSUMSI PANGAN

Salah satu yang dikagumi adalah bagaimana bangsa Jepang mendidik anak-anak sejak dini memahami makanan sebagai obat, bukan obat sebagai makanan. Hal tersebut diterapkannya dalam menu makanan sehat di sekolah. Setiap Houkuen, Youchien menyediakan makan siang di sekolah. Di sini, bukan hanya murid-murid saja, tapi orang tuanyapun termasuk dididik memahami pola makan dan menu yang akan disajikannya. Mereka menyusun menu sedemikian rupa dalam Tabel Mingguan dan Bulanan dan dibagikan kepada orang tua murid.

Setiap ada pantangan, orang tua perlu memberitahunya sejak awal. Pengalaman, putri kecil kami  sejak usia 2 tahun sampai usia 6 tahun mengenyam pendidikan pra-sekolah di SUNAIRI HOUKUEN, Miki-Cho, Kita-Gun, Kagawa Ken. Kebetulan di setiap minggu ada hari yang bermenu bahan dari daging babi. Sehingga mereka memberi tahu  kami sejak awal mendaftarkan ke play group ini. Setiap bulan saat daftar menu keluar, kami diminta membuat request pengganti menu yang buat putri kami menjadi pantangan. Dan hal itu dilakukannya oleh Chef hanya untuk melayani 2-3 siswa yang berasal dari Indonesia, atau Malaysia atau Bangladesh yang beragama Islam.

Yang menarik, bagaimana anak-anak usia dini sudah sangat menghargai makanan. Tidak bisa tidak, mereka harus menghabiskan makanan yang disediakan. Pendidikannya, terutama di saat mereka melakukan kunjungan “kengaku” ke sawah dan kebun petani, mereka dikenalkan misalnya pada butir-butir benih padi, disemai, ditanam, dipelihara, berbunga, berbuah dalam malai menjadi ratusan, ribuan butir gabah, lalu digiling menjadi beras, dan akhirnya ditanak menjadi nasi. Cerita tersebut dipaparkan dengan sangat menarik, juga disajikan lewat buku bergambar “e-hon“. Anak-anak menjadi paham perjuangan petani menhasilkan pangan. Dampaknya apa? Anak-anak mengerti bahwa setiap butir nasi yang ada di dalam cawan harus dimakan sampai habis, karena mereka respek terhadap perjuangan petani menghasilkan pangan. Mereka dididik untuk tidak menyisakan makanan sedikitpun baik nasi maupun laukpauknya. Sejak kecil mereka makan dengan menggunakan sumpit “hashi“.  Dengan ujung sumpit, anak-anak dapat memungut 1 butir nasi terakhir di dalam cawannya untuk masuk ke dalam mulutnya.

Bagaimana jika ada murid yang tidak mengahabiskan makanannya? Guru kepala sekolah “Kouchou Sensei” akan mengemas sisa makanan tersebut dalam box untuk diberikan kepada orang tua murid yang menjemputnya di sore hari sekitar pk 16-17. Dengan pesan yang tegas, orang tua wajib menghabiskan makanan tersebut. Karena guru menyampaikan pesan di depan murid dan orang tua secara langsung, maka orang tua akan menepati janji menghabiskan sisa makanan atau meminta anaknya menghabiskan makanan tersebut di rumah. Hal ini memberi pembelajaran pada orang tua, bahwa di rumah pun anak-anak wajib dididik menghabiskan makanan apapun yang telah diambilnya. Hal itu merupakan pendidikan tanggung jawab baik bagi anak maupun bagi orang tua. Orang tua biasanya bosan mengahbiskan sisa makanan anaknya dari sekolah, sehingga setiap menghantarkan anaknya, di gerbang sekolah sambil menurunkan anaknya dari boncengan sepeda atau dari dalam mobil, setiap hari selalu berpesan: jangan lupa, habiskan makanan di sekolah sebaik-baiknya ya… “wasurenaide, gakkou de zenbu hiru gohan wo tabette kudasai ne…“.

LALADON, 12 JUNI 2018

Batch IV PMDSU Scholarship – Beasiswa Program Master menuju Doktor untuk Sarjana Unggul

 

Beasiswa PMDSU

http://beasiswa.ristekdikti.go.id/pmdsu

PROFILE PROMOTOR PMDSUBATCH IV – Prof. Dr. HADI SUSILO ARIFIN

http://beasiswa.dikti.go.id/pmdsu/index.php/register/promotor_detail/01f78be6f7cad02658508fe4616098a9

Prof. Dr Hadi Susilo Arifin

Name: Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo ARIFIN, MS, Dipl. RLE (IPB, Bogor Indonesia/ITC, Enschede The Netherlands/Okayama University, Okayama Japan)

Home Base: Divisi Manajemen Lanskap, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Visiting Professor: Awaji Landscape Planning & Horticulture Academy/ALPHA-Hyogo, Japan (2006), Michigan State University, East Lansing, the US (2010-2011), IDEC Hiroshima University, Saijo Japan (2012)

Present Address: Jl Meranti, IPB Campus, Darmaga – Bogor 16680

Email: hsarifin@apps.ipb.ac.id & hadisusiloarifin@gmail.com

Research Topic: “Pekarangan” – productive  landscape of typical Indonesian home gardens as an integrated farming media in rural and urban ecosystem.

PETUNJUK PENDAFTARAN:

  1. Isi formulir pendaftaran beasiswa PMDSU dibawah ini dengan benar.
  2. Sebelum melakukan pendaftaran, pastikan Saudara sudah melakukan pendaftaran di perguruan tinggi tujuan dan sudah melakukan komunikasi dengan calon promotor yang Saudara pilih.
  3. Hanya lulusan dari perguruan tinggi yang telah terakreditasi institusi yang dapat melakukan pendaftaran.
  4. Data mahasiswa harus sudah terlaporkan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
  5. Penulisan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) disesuaikan dengan data yang terlaporkan di PDDIKTI.
  6. Formulir dibawah ini adalah untuk mendapatkan username dan password yang selanjutnya Saudara wajib melengkapi formulir pendaftaran dengan melakukan login menggunakan akun tersebut.

FORM PENDAFTARAN:

http://beasiswa.dikti.go.id/pmdsu/index.php/register/daftar/d060b75409c138ea0062f14b335d72f2y

 

KONTEMPLASI: Peran Tiga Profesi

Di Jepang Ada 3 profesi yang dianggap Mulia. Sehingga insan yang berprofesi di bidang tsb dipanggil dengan sebutan “SENSEI/ 先生”. Artinya, orang yang “terlahir lebih dulu”, memiliki ilmu pengetahuan lebih dulu daripada orang yang akan dibantunya/dididiknya/diajarnya, sehingga diharapkan profesi tersebut diemban oleh orang-orang berilmu, arif, dan bijaksana.

Tiga PROFESI tersebut, yaitu: GURU, DOKTER dan HAKIM.

Di Jepang sampai saat ini, profesi tsb. masih sangat dihargai. Dan insan yang berprofesi di bidang tersebut sangat menjaga kode etik yang telah ditetapkan sebagai kompetensi dan tanggung jawabnya.

1. Guru: memberi pendidikan yg akan menjadi bekal hidup bermartabat – pengalaman batin. Guru mengajar dan mendidik serta memberi ilmu pengetahuan mulai dari lembar-lembar hati anak-anak yang sangat putih bersih menjadi manusia yg memiliki kepribadian. Peran ini sangat penting… mambawa dan mengantarkan bangsa untuk menjadi Bangsa yg berakhlak, bermoral, beretika, dan bertanggungjawab dengan segala langkah yg diperbuatnya.

Mulai guru playgrup sampai dengan dosen di perguruan tinggi, semua dipanggil dengan sebutan SENSEI, tidak ada bedanya. Termasuk guru Ikebana, guru Karate, guru Masak, guru Melukis, semua orang yang mengajarkan sesuatu kepada muridnya, dipanggil Sensei.

2. Dokter: membantu, memberi pelayanan kesehatan badan – tubuh fisik yang sangat memerlukan kekuatan lahir yang diharapkan juga kekuatan batin. Bangsa yang sehat harus memiliki rakyat dan penduduk yang sehat. Dengan kesehatan badan (lahir dan batin) yang prima, diharapkan kedaulatan bangsa dan negara dapat dipertahankan selamanya.

3. Hakim: membantu, memikirkan dan memberi keputusan serta kebijaksanaan melalui ilmu pengetahuan serta hati nurani yang jernih yang dimilikinya dengan penyampaian pesan akhir yang seadil-adilnya bagi kehidupan dan masa depan manusia yg berpekara. Bangsa ini akan dipercaya dan dihormati bangsa lain di dunia manakala keadilan ditegakkan setinggi-tingginya di muka bumi.

Catatan: Kita percaya, akan ada keadilan yg sangat sempurna di alam akhirat nanti.

Renungan di Laladon Permai D/11
Deddy Hadi Susilo Arifin

MINI WORKSHOP of INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY

The First Day Mini Wokshop – Thursday, 24 June 2018 -06:30-08:40

Field Object: 8 Spots in Darmaga Campus, IPB.

INSTRUCTORS: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, Dr. Syartinilia and Dr. Kaswanto

INTRODUCTION
The field of Landscape Ecology focuses on structure, function, dynamic and culture through the
pattern of patches, corridors, mosaic, and matrix of landscape in various scales. Therefore, a
landscape architect should learn how to implement those basics idea of Landscape Ecology in the
real world through a small workshop around IPB Campus Dramaga.

OBJECTIVES
1. To define the possibilities/opportunities and problems from Landscape Ecology
perspectives.
2. To analyze and synthesize of ecological landscape aspects.
3. To find out the ecological landscape solution

TIME & VENUE
1st Week
• Day & Date : Thursday, May 24th, 2018.
• Time : 06.30AM up to 08.30AM.
• Venue : Welcome Area Faperta of IPB Campus Dramaga.
2nd Week
• Day & Date : Monday, June 4th, 2018.
• Time : 06.30AM up to 08.30AM.
• Venue : AEP Amphitheatre IPB Campus Dramaga.

SITE LOCATION
1. Welcome Area Faperta, Pangkalan Ojek, and Canopy of Green Campus 2020.
2. Corridor Green Campus 2020 – Tembok Berlin – Stevia – IKA Faperta and Ex Studio Pro Nursery.
3. Studio Pro Nursery.
4. Plaza Bung Karno.
5. Rubber Garden between FMIPA and CCR IPB.
6. Landscape of Gymnasium (GOR).
7. Streetscape from Faperta until Tanoto Building (median and berm).
8. Arboretum Landscape Fahutan.

TOOLS & MATERIALS
• Digital Camera: pocket, smartphone or LSR.
• Global Positioning System (GPS) on the Smartphone.
• Stationary: paper A-4, paper A-1, pencil, color pencil, color magic pen, pastel oil, portableboard,
roll meter, and ruler.
• Megaphone or wireless microphone.

THE 1st WEEK TASK: FIELD ACTIVITY AND ANALYSIS
• Students should be divided into 16 groups.
• Each sites will be analyzed by 2 groups.
• Brief field survey and interpretation undersupervised by lecturer (supervisor).
• Field discussion and analysis: structure, function, dynamic, cultural landscape (mosaic,
patches, corridors, matrix of landscape) in their scales.
• Mapping the site and landscape objects.
• Sketching the ecological concept.
• Drawing the analysis and synthesis, and also the proposed landscape-design based on ecological
landscape perspective.

THE 2nd WEEK TASK: DESK STUDY AND PRESENTATION
• Export all the drawing analysis and synthesis to A-1 paper (to be confirmed).
• Presenting the results in the 2nd week of workshop on duration 5’ for each group, consist of 4 ’
presentation, 1’ discussion.
• The presentation will be reviewed by supervisors.
See You on Thursday May 24th, 2018 @ FAPERTA IPB!!!!

IMG-20180524-WA0016

IMG-20180527-WA0033edited

IMG-20180524-WA0025

IMG-20180512-WA0081

IMG-20180509-WA0168

EXPOSE – Urban Farming and Agrotourism in Margajaya, Bogor City

EKSPOSE – Pertanian Perkotaan dan Wisata Agro di Margajaya, Kota Bogor

Venue: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat

Day/Date: Sunday/13 May 2018

Time: 08:00 -12:00

Press Release:

Pengembangan Urban Farming dan Agrowisata Margaja, Iconic Lanskap Pertanian di Kota Bogor

 Sebagaimana dilakukan pada setiap akhir semester, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB menggelar expose hasil praktikum mahasiswanya yang telah terjun langsung ke lapang. Kali ini mata kuliah Pengelolaan Lanskap (68 mahasiswa S1) dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan (12 mahasiswa S2) yang dikordinasi oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, dengan Tim Dosen lainnya Dr Kaswanto, Dr Syartinilia, Prof. Wahju Qamara, Dr Aris Munandar  bersama para pihak dan pemangku kepentingan di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor melaksanakan expose langsung “on the site”. Dikatakannya momentum ini sangat tepat, karena Margajaya setelah mendapatkan predikat Juara II Kampung Tematik 2017 di Kota Bogor akan me-launching Pasar Rakyat Tani sebagai wujud inisiasi Margajaya mengembangkan pertanian perkotaan dan agrowisata. Pemilik Pondok Syahir, Ibu Yunis Liana Suprapto menginisiasi ide pembukaan Pasar Rakyat Tani ini dikaitkan dengan event Cucurak, yang biasa dirayakan dalam mengahadapi awal Ramadhan.

Margajaya, merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor yang memiliki potensi lanskap pertanian dengan hamparan sawah, dengan sistem irigasi yang masih bagus dan menghasilkan padi yang diharapkan tetap berkelanjutan. Produksi “pare anyar”, padi yang baru dipanen akan menghasilkan beras dan nasi yang rasanya sangat enak akan menjadi unggulan Margajaya. Adanya lahan kering, berupa kebun campuran, talun tepi sungai dan pekarangan juga sangat potensial untuk dipertahankan sebagai lanskap produktif, yang juga memiliki peluang sebagai obyek wisata pertanian, atau agrowisata. Sungai Cisindangbarang, merupakan sumber air yang tidak pernah kering, juga tersedianya saluran irigasi dapat menjadi objek atraksi wisata pertanian tidak hanya untuk tanaman, juga berpeluang bagi atraksi perikanan dan peternakan. Inisiasi pengembangan urban farming dan agrowisata ini sangat potensial dan prospektif. Selain ketahanan pangan, kedaulatan pangan dan kemandirian pangan masih merupakan isu hangat, karena itu kita bergerak dari bawah, dimulai pada skala keluarga melalui pemanfaatan lanskap pekarangan, lanskap pertanian lainnya yang ada di Margajaya. Pihak pemerintah Kelurahan Margajaya juga mendukung inisiasi ini. Selain Pondok Syahir, juga ada Rumah Kepemimpinan, Posdaya, Nusagrow, Kelompok Tani, Ibu PKK dan Karang Taruna saling bergandeng tangan yang didukung oleh Bappeda Kota Bogor dalam perencanaan dan pengembangan Margajaya sebagai iconic urban farming dan agrowisata.

Harapannya, lanskap pertanian Margajaya tetap bisa menjadi oase di tengah maraknya pembangunan fisik kota yang pesat. Diupayakan bentang alam dengan produksi ragam hasil pertanian yang ada di Margajaya ini agar bisa berkelanjutan. Dengan mengelola alam yang lebih bijak, memanfaatkan sumber air untuk kegiatan yang lebih produktif, menggunakan kearifan lokal yang dimiliki petani, semoga masyarakat akan mendapat manfaat tambahan dari kegiatan pertanian yang sekaligus menjadi obyek wisata. Oleh karena itu kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, mengamankan sumberdaya Sungai Cisindangbarang juga sangat diutamakan. Aksesibiltas menuju Kelurahan Margajaya sangat mudah, sehingga atraksi lanskap pertanian yang diusung diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata pertanian unggulan di masa kini hingga yang akan datang.

Bogor, 13 Mei 2018

Sumber: Hadi Susilo Arifin:hsarifin@apps.ipb.ac.id; www.hsarifin.staff.ipb.ac.id; 0811117720

AIC – Urban Water the 2nd Workshop

23-28 April 2018

Date Deliverable Event Location Purpose Invited Participants
Monday 23 April D1 Researcher Meeting:
D1 socio-tech profile of Bogor

0900-1700
Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

The purpose of this workshop is to come together as a research team to rate metropolitan Bogor with the Water Sensitive City Index. In the morning (AM) we will benchmark the Socio-Political goals and in the afternoon (PM) we will benchmark the Bio-physical goals. The outcome of this session will inform Bogors WSC index rating and will provide additional data and information for the socio-technical profile. All researchers

 

D1-7 Dinner and Karaoke at Rumah Ibu Reni Komplek Puri Wira Bakti Kaveling 25, citra grand, cibubur Transportation needed All researchers
Tuesday 24 April D7 Researcher meeting:
D7 Development of Leapfrogging Strategy for Bogor Raya

0900-1200hrs Researcher synthesis
Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

Define the framework and preliminary insights into the leapfrogging strategy for Bogor Raya, and prepare for FGD in afternoon All researchers
D5 & 7 Stakeholder FGD:
D7 Preliminary insights into Leapfrogging Strategy for Bogor Regency (Cibinong) and D5 Policy recommendations

 

1330-1700hrs

Kantor Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ruang Rapat Ciliwung (near the lobby)
Jl Segar III Kav. 2 Komplek Perkantoran Pemda Bogor, Tengah, Cibinong, Bogor, Jawa Barat 16914
In this early stage of strategy development,test the insights and concepts with external stakeholders.

 

Half-day workshop for key stakeholders. The purpose is to validate preliminary findings (1on1 interviews & regulation/legislation review) and to brainstorm policy recommendations with local stakeholders.

Anti, Megan, Irene, Andi, Christoph, Briony, Alex, Yoni, Jach, Had

 

Government Industry, NGO representatives from Bogor Raya.
Key developers of masterplan for Bogor Raya

 

Policy and planning people from Cibinong

D5 & 7 Interviews:
Dr. Syarifah , Pak Ajat and BBWS (tbc)

Cibinong
1700 – 1800hrs

Informal meeting (indepthi-interview) Anti, Megan, Irene, Andi, Christoph, Briony, Alex, Yoni, Jach, Hadi.
Date Deliverable Event Location Purpose Invited Participants
Wednesday 25 April D5 & 7 Stakeholder FGD:
D7 Preliminary insights into Leapfrogging Strategy for Bogor City and D5 Policy recommendations for Bogor City

 

09. 00-12. 30

 

Kantor Bappeda Kota Bogor, Ruang Rapat Lantai 1
Jalan Kapten Muslihat No.21, Pabaton, Bogor Tengah, Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122

 

In this early stage of strategy development, test the insights and concepts with external stakeholders.

 

Half-day workshop for key stakeholders. The purpose is to validate preliminary findings (1on1 interviews & regulation/legislation review) and to brainstorm policy recommendations with local stakeholders.

 Yoni, Velen, Briony, Christoph, Megan, Alex Reni, Yusman, Nurmala

 

Government representatives from Bogor Raya. Key developers of masterplan for Bogor Raya

 

Policy and planning people from Cibinong and Bogor Raya

  Researcher meeting:
D5 & D7 Consolidation meeting

1400-1700

Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

To consolidate the key findings of the stakeholder FGDs and plan researcher activities.  Yoni, Velen, Briony, Christoph, Megan, Alex
Thursday 26 April D1-7 Researcher Meeting:
Policy recommendations synthesis

0900-1200

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ruang A113, Universitas Indonesia, Depok To obtain updates from each deliverable, contextualise the deliverables in the broader policy / governance context and to relate these insights to potential overarching policy recommendations.. All researchers

 

D2 Green and D3 Researcher Meeting:
D2 Green technology
and D3 Infrastructure Adaption Scenarios

 

1300-1600

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ruang A113/A108, Universitas Indonesia, Depok To discuss prelim insights on GT application in Bogor, planning for stakeholder workshop in June

 

To plan for FGDs in June

D2 and D3 team:
D1-7 – Everyone Researcher Meeting:
D1 -7 Coordination meeting –  1600-1700
Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ruang A113, Universitas Indonesia, Depok To develop and the overall forward plan for cluster All researchers
Friday 27 April D4 Researcher meeting:
D4 Lessons learned from Sentul City and Griya Katulampa

0900-1400

Ruang Melati, Hotel NEO+ Green Savana, Siliwangi Street no. 1, Taman Budaya Complex, Sentul City 16810 Sentul

 

To discuss the Lessons learned outputs progress and recommendations for public policy and urban development guidelines D4 team

 

D2 Design Researcher meeting; Planning Meeting for Pulogeulis Workshop

1400-1700

To prepare for community workshop on 28 April D2 Team:
Date Deliverable Event Location Purpose Invited Participants
Saturday 28 April D2-Design Community Workshop:

D2 Pulo Geulis Urban Designs

0900-1200 (Inc lunch)

The 1O1 Bogor Suryakancana,

Suryakancana 179-181 16141 Bogor

Hotel 101

To validate and revise the preliminary urban design visions options with members of the Pulo Geulis community D2 team:

 

5 men, 5 ladies, 5 youth from Pulo Geulis

D2-Design Researcher meeting:
D2 Urban Designs for Pulo Geulis

1300-1600 Synthesis of workshops
To report back from the D2 Urban Design Visions workshops for Pulo Geulis and set next steps for reporting D2 team:

 

30712909_138048680374090_8057927455584813056_o  30726931_138048337040791_1365308758380511232_o

The 8th Week – Introduction to Landscape Ecology – Campus Excursion

The 8th Week
FIELD EXCURSION OF INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY
(PENGANTAR EKOLOGI LANSKAP)

Department of Landscape Architecture – Faculty of Agriculture – IPB

Coordinator: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin

Instructors: Dr Regan Leonardus Kaswanto (Group 1) & Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Group 2)

Assistants: Amira Syafriana, Aqlima Boupasslina, and Anggi Pangestu

GUIDELINE OF EXCURSION – PDF File CLICK HERE, PLEASE

Day : Thursday
Date : 12 May 2018
Time : 06:30-09:30

Students will be divided in to two groups: One Group @ 35 students
Instructors: Dr Regan Leonardus Kaswanto (No. 01-34); Prof. Dr Hadi Susilo Arifin (No. 35-69).

STUDY SITES

Meeting point: plaza of Andi Hakim Nasoetion (AHN) Building – front of IPB Rector Building, Dramaga Campus.
The First Site: The 6th Floor of AHN Building
The Second Site: Rubber Plantation and Bamboo Arboretum
The Third Site: “Balong” Blue Open Space and “Pekarangan Rumah Kayu”

INTERPRETATION TASKS

Landscape interpretation from the 6th Floor of AHN Building; Bamboo Arboretum; Arboretum of Landscape Architecture; Academic Event Plaza in IPB Campus, Dramaga, Bogor

Take a picture in each interpretation object
Interpretation and delineation of landscape structure objects (identify kind of patches and corridors)
Define the MATRIX

Observation on Rubber Plantation and Bamboo Arboretum
Observation on “Balong” as a water pond, and “Pekarangan Rumah Kayu”

REPORT

Synopsis of the excursion should be reported through writing comment (between 300-400 words, whether in English or in Bahasa Indonesia) in this page: https://hsarifin.staff.ipb.ac.id/wp-admin/post.php?post=5042&action=edit
REPORT SUBMISSION (Comments Uploading) by Tuesday 19 April 2018 at 7AM.

Good Luck!!!

EXCURSION PIC – could be accessed by the Link, as follows: https://www.facebook.com/media/set/?set=a.138079500371008&type=1&l=3f94d46baf

30713976_138082923703999_1183502977424424960_o

30729757_138086423703649_5093790861838254080_o

30712351_138085390370419_1023760615266582528_o

30419918_10211950392450245_3367951289505849037_o

30704847_138188423693449_3293101758288494592_o

30072851_10211950544214039_592371978282640554_o

30707977_138252410353717_2591553618247155712_n

Supporting Material for PRACTICUM in Marga Jaya, Bogor City – Urban Farming & Eco-Village

Field Practicum Introduction for Bachelor (Landscape Management Course – Practicum 13 Feb. 2018: 13.00-16.00) and Master Students (Sustainable Landscape Management Course – Practicum 12 Feb. 2018: 10.00-13.00).

We will hold integrated field practicum both of Bachelor Student and Master Student Programs. But, the depth analysis should be different between Master and Bachelor Students.

Study Site: Kelurahan Marga Jaya, West Bogor City

Topic: Management Plan of Urban Farming and Agrotourism in Marga Jaya, Bogor City

 

Before go to the field, we provide you some references as Supporting Materials for an introduction to urban farming activities from foreign countries and from Indonesia, as follows:

PPT Urban Farming  – CLICK HERE, PLEASE

Farm to Table in TokyoCLICK HERE, PLEASE

Nanjing Vertical Forest CLICK HERE, PLEASE

Urban Farming and Water Sensitive Cities ConceptCLICK HERE, PLEASE

Pekarangan for Food SecurityCLICK HERE, PLEASE

Cat Fish – Bioflog SystemCLICK HERE, PLEASE

 

TASKS:

  1. Master Students of Landscape Architecture: Learn and take an interpretation  the above supporting materials (PPT and Videos), whether in the class and/or out of the class. Write your analysis results in this page comment box between 400-500 words by Monday, 19 February 2018 at 10-AM.
  2. Bachelor Students of Landscape Architecture: Learn and take an interpretation  the above supporting materials (PPT and Videos), whether in the class and/or out of the class. Write your analysis results in this page comment box between 300-400 words by Tuesday, 20 February 2018 at 1-PM.

LANDSCAPE ECOLOGY COURSE FOR GRADUATE STUDENTS (DOCTOR & MASTER PROGRAM) – MATA KULIAH EKOLOGI LANSKAP BAGI MAHASISWA SEKOLAH PASCASARJANA

EVEN SEMESTER 2017/2018:

ELECTIVE COURSE for MASTER & DOCTOR Students

ARL 621 LANDSCAPE ECOLOGY – 3(3-0): This subject concerns with ecological principles and concepts in the landscape, which is emphasized on landscape structure, landscape function, landscape dynamic and its heterogeneity. It is also concern with landscape conservation-management, and the methodology in landscape ecology as well (Hadi Susilo Arifin, Wahyu Q. Mugnisyah, and Syartinilia Wijaya)

Participants: Welcome for linked students from Study Program of Landscape Architecture (ARL), Natural Resources & Environmental Management (PSL), Integrated Pest Management (PHT), and Forestry/Biodiversity Conservation (KVT)

Class Room: Ruang Kelas Program – Master Departemen Arsitektur Lanskap – Wing 14/Level IV – Room 405B, Dramaga Campus

Day/Time: Thursday/14.00 – 16.30

Team Teaching: Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (HSA); Prof. Dr. Wahju Qamara Mugnisjah (WQM), Dr. Syartinilia Wijaya (SWI)

Week TOPIC Lecturer
I. 08 Feb INTRODUCTION: LANDSCAPE & PRINCIPLES HSA
II. 15 Feb AREA CONCEPT HSA
III. 22 Feb ECOLOGICAL CONCEPT HSA
IV. 01 Mar LANDSCAPE STRUCTURE – PATCHES HSA
V. 08 Mar LANDSCAPE STRUCTURE – CORRIDORS HSA
VI. 15 Mar LANDSCAPE DYNAMIC HSA
VII. 22 Mar ADDITIONAL MATERIALS as follows:Blue Open Space Management in Jabodetabek (Hadi Susilo Arifin)GIAHS Mapping in Five Regions of Indonesia (Hadi Susilo Arifin) HSA
VIII. 29 Mar Mid-Test HSA
IX. 05 Ap LANDSCAPE DYNAMIC: The Human Role in Landscape Development (Modification of Natural Rhythms, Method or Tools Used in Landscape Modification, A landscape Modification Gradients) WQM
X. 12Ap LANDSCAPE DYNAMIC: Flows between adjacent landscape elements (Mechanism underlying linkage, airflow and locomotion, soil flow, interaction between land and stream, hedgerow interaction with adjacent landscape element WQM
XI. 19 Ap LANDSCAPE DYNAMIC: Animal and Plant Movement Across a Landscape (Pattern and movement, Movement of animals, movement of plants, some species movement in Agriculture and pest control SWI
XII. 26 Ap LANDSCAPE DYNAMIC : Landscape Functioning (Corridors and Flows, Flows and the Matrix, Networks) WQM
XIII. 03 May LANDSCAPE DYNAMIC: Landscape Change (Stability, Meta-stability, Pattern of Overall landscape change, landscape dynamic, linkage among landscapes) WQM
XIV. 10 May HETEROGEINITY AND MANAGEMENT: Heterogeneity and Typology (Landscape heterogeneity, animal response to heterogeneity, guidelines for landscape typology, The inherent hierarchy in nature, Ascending typology) SWI
XV. 17 May HETEROGEINITY AND MANAGEMENT: Landscape Management (Production in landscape, Major landscape type, landscape quality, modelling and landscape management SWI
XVI. 24 May Final Test WQM, SWI

 

THE FIRST CLASS MEETING (Thu, 08 Feb. 2018, 2-4PM), will be held in CIFOR-ICRAF Campus.

Dear All,

Please join our shared-learning discussion on:

Thursday, February 8th 2018

2 pm – 3.30 pm

Amazon Meeting Room

CIFOR-ICRAF Campus, Jl.CIFOR, Situgede, Sindangbarang, Bogor 16115.

 Agenda:

(2 pm- 2.20 pm) :

 

“Exploring the Social Outcomes of the Cidanau Payments for Ecosystem Services Scheme”  by Francesca Louise McGrath,PhD -Department of Biological Sciences,

National University of Singapore)

Abstract:

Payments for Ecosystem Services (PES) schemes have become an attractive and widely used instrument for environmental conservation. Ensuring that PES schemes are equitable, fair and just for all involved is of growing interest in the PES literature and to practitioners. In this talk I will explore a longstanding PES scheme in Cidanau Indonesia. In the first half of my presentation I will discuss the differences in social capital between participants and non-participants. I find that both PES participants and non-participants have high levels of social capital, despite perceived tensions and jealousy caused by the scheme. The second half of my presentation will discuss the differences between identifying participants using social and spatial targeting focusing on the outcomes of social equity, participant perceptions, understanding and compliance. The results indicate that both the social and spatial targeting of participants is equitable, and all participants are complying. It is hoped that this presentation will be of interest to academics and practitioners alike to help improve PES scheme implementation and reduce negative social impacts to ultimately improve their success.

(2.20- 2.35 pm) :

 

Questions & Answers 

Moderator: Beria Leimona, PhD (Ecosystem Services Specialist – ICRAF)

(2.35pm- 3 pm) :

 

“Designing Payment for Ecosystem Services for an Urban Water Supply Watershed: a case of Rejoso Kita, Indonesia (B.. Leimona*, F. S. Negoro**, B. Lusiana, N. Khasanah, L. Tanika, N. Khususiyah, S. Amaruzaman) 

by Ni’matul Khasanah (Senior Researcher, Agroforestry Modeller – ICRAF)

Abstract:

Agriculturally dominated land cover in upper and midstream of urban source watershed becomes key determinants for safeguarding good provisions of ecosystem services and water-related disasters. Payment for ecosystem services (PES) is an incentive-based scheme as a part of environmental governance tools that enables halting the watershed degradation by creating interrelationships between land managers of source watersheds and the urban users who depend on them.

The Rejoso Kita initiative is piloting the PES schemes targeting productive landscapes and smallholders in rural developing country context. Conceptually, the pilot is applying landscape approach to ensure comprehensive but contextual targets and solutions. Further, it tests a reverse auction as a tool to determine the level of incentives for smallholders to join the conservation contacts in their farming lands. This innovation will contribute to more efficient and inclusive watershed management plan and budgeting in developing countries, where information on ecosystem services incentive-systems and rural social systems are mostly nonexistence. 

 Keywords: Payment for ecosystem services, water supply system for urban, landscape approach, watershed services, Indonesia

(3- 3.15 pm) :

 

Questions & Answers

Moderator: Beria Leimona, PhD (Ecosystem Services Specialist – ICRAF)

(3.15- 4 pm) :

 

Coffee Break 

 Please kindly share this information to those who might be interested to join the discussion.

RSVP & more details: Please contact Diah Wulandari at d.wulandari@cgiar.org / +62-251-8625415 ext 404

Best regards,

Vinny Iskandar

TASK:

  1. Every student has to write a summary of shared-learning discussion, whether in English or in Bahasa Indonesia (between 400 to 500 words)
  2. Summary should be submitted/up-loaded in this comment box, please by 15 February 2018 at 2PM

EVEN SEMESTER 2018:

INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY – PENGANTAR EKOLOGI LANSKAP (ARL230)

BACHELOR PROGRAM/PROGRAM SARJANA – LANDSCAPE ARCHITECTURE DEPARTMENT

Syllabi:

ARL 230 INTRODUCTION TO LANDSCAPE ECOLOGY 2(2-0): This subject concerns with concepts, principles and quantitative methods of landscape ecology, and the application of landscape ecology to the study of planning-design-management of landscape are of great importance to students (Hadi Susilo Arifin, Syartinilia Wijaya, and R.L. Kaswanto)

Participants: 70 Undergraduate students of Landscape Architecture (the 4th semester)

Day/Time: Thursday/07.00 – 08.40

Class Room: RK. 16FAC401B – Dramaga Campus

Lecturer: Hadi Susilo Arifin (HSA), Syartinilia Wijaya (SWI), RL Kaswanto (KAS)

BONUS – VIDEO:

  1. Ecocity –  http://www.youtube.com/watch?v=qHNlrY__O6I

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 7 ECOCITY DEVLOPMENT

  1. Biodiversity –  http://www.youtube.com/watch?v=-NhH9amZJ8Y

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 8 URBAN BIODIVERSITY CONSERVATION

  1. Greenery Open Spaces – http://www.youtube.com/watch?v=KBmUcVZx75g

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 9 GREENERY OPEN SPACE

  1. Landscape Ecology – http://www.youtube.com/watch?v=82iGnDMs7ZU

VIDEO Hadi Susilo Arifin in Healthy Living Program – Metro TV – Episode 12 LANDSCAPE ECOLOGY

PART/WEEK CONTENT/SUBJECT LECTURER/PIC
1/I Introduction to Landscape Ecology Hadi Susilo Arifin
2/II FOUNDATION: Times Changes, Objective Hadi Susilo Arifin
3/III Development of Landscape Ecology; Landscape Ecology Today Hadi Susilo Arifin
4/IV Landscape Structure: Patches RL Kaswanto
5/V Corridors and Connectivity Syartinilia Wijaya
6/VI Mosaic Syartinilia Wijaya
7/VII Landscape Structure: Edge and Boundary RL Kaswanto
VIII MID TEST
8/IX Excursion & Field Discussion Part 1 – Private Task 1

Will be uploaded later on.

Hadi Susilo Arifin & RL Kaswanto/Syartinilia Wijaya
9/X Schematic Applications Hadi Susilo Arifin
10/XI Case studies in Brief: Macro or Regional Scale Syartinilia Wijaya
11/XII Case studies in Brief: Meso or Landscape Scale RL Kaswanto
12/XIII Case studies in Brief: Micro or Site Scale Hadi Susilo Arifin
13/XIV Excursion & Field Discussion Part 2 – Private Task 2

Will be uploaded later on.

Hadi Susilo Arifin
14/XV Mini Workshop – Private Task Presentation

Will be uploaded later on.

Hadi Susilo Arifin/ RL Kaswanto
XVI FINAL TEST

Additional VIDEO MATERIAL for the 13th Week (Micro-Scale):
PEKARANGAN DAN KETAHANAN PANGAN CLICK HERE, PLEASE.

Next Page »