Press Release Ngabuburit

Temu Pakar dan Insan Media Masa dalam Memperingati Hari Bumi

PS Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Sekolah Pasca Sarjana, IPB University

Ruang Kuliah Situ Gede, Kampus IPB Baranangsiang, 21 April 2022 pk 14:00-15:00

INVESTASI YANG BAIK DI HARI BUMI 2022

Bogor, 21 April 2022 – Bumi yang kita tempati telah berusia 4,543 miliar tahun dan hingga detik ini bumi terus menyediakan kebutuhan hidup kita, manusia. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak memperhatikan kelestarian, banyak yang berujung pada kerusakan ekosistem dan hilangnya biodiversitas.

Hari Bumi diperingati pada setiap tanggal 22 April sejak dari tahun 1970 untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang telah memberikan penghidupan. Pada tahun ini, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB University, memperingati Hari Bumi dengan menggelar talkshow dan temu media yang mengusung tema besar yaitu Invest in Our Earth (Investasi di planet kita). Adapun sub-temanya adalah “Nature in the Race to Zero” yang berarti Alam dalam perlombaan menuju nol.

Acara talkshow dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan belasan wartawan media massa di Ruang Kuliah SITU GEDE, Prodi PSL SPS kampus IPB Baranangsiang. Prof. Hadi Susilo Arifin, Ketua Program Magister PSL IPB menyampaikan bahwa penurunan kualitas lingkungan di muka bumi, air, tanah, dan udara yang diakibatkan oleh pencemaran berdampak pada tata kehidupan. Perubahan iklim global kini juga terasa sangat signifikan.

Prof. Dr Ir Widiatmaka, DAA, IPU menyoroti kebutuhan pangan, perumahan, energi dan kebutuhan lain yang akan mengalami peningkatan karena adanya pertambahan penduduk (1,25% per tahun) namun di sisi lain sumberdaya lahan dan sumberadya alam kita terbatas bahkan sudah ada yang terdegradasi.

Salah satu permasalahan lingkungan yang menjadi genta pembangun tidur (wake-up call) bagi kita semua yaitu pencemaran mikroplastik di Teluk Jakarta. Staf pengajar IPB University dan lembaga-lembaga lain mendapati mikroplastik di dalam tubuh ikan dan kerang, bahkan di dalam tubuh burung pemakan ikan (Pecuk Hitam). Keberadaan polutan ini di tubuh burung Pecuk Hitam mengindikasikan bahwa bisa saja mikroplastik sudah masuk ke tubuh manusia lewat ikan konsumsi.

Kondisi bumi sekarang diperkirakan hanya mampu menopang setengah atau lebih tepatnya sekitar 57% dari jumlah populasi manusia dunia, atau hanya sekitar 4,5 milyar jiwa (dari total 7,9 jiwa pada November 2021). Jika kita lihat kasus di Pulau Jawa dan perihal sumberdaya lahan, Bumi kita saat ini harus menanggung beban yang berat. Pertumbuhan penduduk akan berjalan terus, dengan kebutuhan yang semakin kompleks.

“Kita perlu dengan sigap dan dengan segera berinvestasi untuk Bumi, seperti slogan Hari Bumi tahun ini, “invest in our planet’.  Investasi tidak selalu bermakna uang.  Investasi yang diperlukan oleh Bumi saat ini dari masing-masing kita adalah menciptakan dan meningkatkan self-awareness, self-motivation, dan self-regulation, untuk menuju ke self-leadership dalam memanfaatkan sumberdaya” ungkap Prof. Dr. Ani Mardiastuti.

Prof. Widiatmaka juga menambahkan bahwa diperlukannya perencanaan pemanfaatan sumberdaya alam dan lahan dengan mempertimbangkan daya dukung lahan dan lingkungan. Lahan harus dinilai potensinya terlebih dahulu kemudian lahan dan sumberdaya alam dapat dialokasikan untuk berbagai penggunaan, misalnya secara formal di Indonesia melalui penatagunaan lahan dan rencana tataruang wilayah (RTRW).

Ada beberapa cara untuk mengkonservasi keanekaragaman hayati demi mencapai keberlanjutan ekosistem, yaitu (1) melakukan revolusi kebiasaan pemanfaatan sumberdaya dalam keseharian kita seperti hemat listrik, melakukan 3R (reduce, reuse, recycle) dan mengurangi jejak karbon, (2) memulai kehidupan perkotaan dengan konsep ‘back to nature’, ‘design with nature’, ataupun ‘kota hutan’, (3) mendukung rencana tata ruang wilayah agar selaras dengan daya dukung lahan dan lingkungannya.

Kita hanya punya 1 bumi, yang akan kita tinggali sampai ke anak cucu kita. Selamat memperingati Hari Bumi 2022 dengan berinvestasi untuk diri sendiri guna kebaikan Bumi dan penghuninya dan mari kita menjaga alam secara berkelanjutan.

Narasumber:

Prof. Hadi Susilo ARIFIN, Ph.D. | +62811117720 | hsarifin@apps.ipb.ac.id

Prof. Dr. Ani Mardiastuti | +62811111537 | ani_mardiastuti@apps.ipb.ac.id

Prof. Dr Ir Widiatmaka, DAA, IPU. | + 6281314065828| wi diatmaka@apps.ipb.ac.id

PODCAST HARI BUMI: Podcast PSL’-s Corridor Episode#03: Earth Day [Hari Bumi] 2022 Silakan Click di sini: https://www.youtube.com/watch?v=ex-eAkrEFrw

TRIBUN NEWS:
https://ipb.ac.id/news/index/2022/04/prodi-psl-ipb-university-peringati-hari-bumi-guru-besar-ipb-university-bumi-sudah-melebihi-kapasitas-untuk-memulihkan-dirinya-sendiri/6ef34dd2df86bd219f303828a1f17a55

RRI: https://m.rri.co.id/jakarta/urban/1433636/peringati-hari-bumi-pakar-dan-peneliti-ipb-soroti-kondisi-bumi-kita-yang-semakin-renta?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

RRI: https://rri.co.id/bogor/warta-bogor-kiwari/1432850/pakar-ipb-university-peringatan-hari-bumi-investasi-in-our-planet-nature-in-the-race-to-zero

IG RADAR BOGOR: https://www.instagram.com/reel/Ccr7VAYgOi0/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

YOUTUBE HSA Hari Bumi:
https://youtu.be/qjbnpDPaRiQ

RADAR BOGOR:
https://www.radarbogor.id/2022/04/24/peringati-hari-bumi-ipb-university-gelar-talkshow-invest-in-our-earth/

MEDIA INDONESIA
https://mediaindonesia.com/humaniora/488463/guru-besar-ipb-bumi-hanya-mampu-menopang-setengah-populasi-saat-ini

INVEST IN OUR PLANET

Ngabuburit – Temu Pakar dan Insan Media Masa dalam Memperingati Hari Bumi

PS Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pasca Sarjana, IPB University

Situ Gede Room, PS PSL Kampus IPB Baranangsiang, 21 April 2022 pk 14:00-15:00

Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.

Peneliti Bidang Ekologi & Manajemen Lanskap | Departemen Arsitektur Lanskap IPB

Ketua Program Magister Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Sekolah Pascasarjana – IPB University

Mobile: +62-811117720 | E-mail: hsarifin@apps.ipb.ac.id

Sebuah Kata Pengantar pada Peringatan Hari Bumi

Hari Bumi diperingati pada setiap tanggal 22 April sejak dari tahun 1970. Dimulai di Amerika. Tema Hari Bumi pada tahun 2022 ini adalah #InvestInOurPlanet [Investasi di planet kita]. Sedangakan sub-temanya adalah ‘Nature in the Race to Zero’ [Alam dalam perlombaan menuju nol].

Penurunan kualitas lingkungan di muka bumi, air, tanah, dan udara salah satu yang membuat keprihatinan kita semua. Hal tersebut berdampak pada tata kehidupan. Bukan hanya pada manusia saja, tetapi juga hewan, ternak dan satwa liar, tumbuhan, tanaman hingga ke mikrooganisme.

Dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh pencemaran, dan juga perubahan iklim global terasa sangat signifikan. Ini berdampak pada ketersediaan pangan, serta kebutuhan-kebutuhan lainnya, terutama berdampak pada kesehatan. Untuk itu, kita semua harus segera menyadari untuk menjaga alam sebaik mungkin. Menjaga alam secara berkelanjutan.

Menyoroti kehidupan di perkotaan, banyak yang sudah mulai dengan konsep ‘back to nature’, ‘design with nature’, serta muncul kembali konsep ‘kota hutan’ dan lain sebagainya. Dengan cara-cara ini antara lain kita bisa mengkonservasi keanekaragaman hayati, baik flora dan fauna. Sumber daya hayati tersebut sangat berperan dalam pemenuhan kebutuhan manusia, baik jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, URBIO, Urban Biodiversity, bisa menjadi salah satu bagian dalam melestarikan bumi kita yang hanya satu ini.

Sementara itu sebenarnya bumi kita banyak memberi jasa pada lingkungan. Menghasilkan produksi pangan, sandang dan papan yang menjadi kebutuhan primer manusia. Mengkonservasi biodiversitas, juga melindungi tata-tanah, tata-air, dan tata-udara. Air sebagai sumber kehidupan perlu dijaga dengan baik, begitu juga dengan udara. Dan juga bagaiman kita harus menjaga sumberdaya pemandangan alam yang indah sebagai remarkable landscape. Memang pada akhirnya bahwa jasa ekosistem, atau jasa lingkungan tersebut memerlukan suatu imbal jasa. Pembayaran jasa lingkungan (payment for environmental services). Pembayaran dari orang-orang yang menerima jasa kepada komunitas pemberi jasa.

Bogor, 21 April 2022

PODCAST HARI BUMI: Podcast PSL’-s Corridor Episode#03: Earth Day [Hari Bumi] 2022 Silakan Click di sini: https://www.youtube.com/watch?v=ex-eAkrEFrw

TRIBUN NEWS:
https://ipb.ac.id/news/index/2022/04/prodi-psl-ipb-university-peringati-hari-bumi-guru-besar-ipb-university-bumi-sudah-melebihi-kapasitas-untuk-memulihkan-dirinya-sendiri/6ef34dd2df86bd219f303828a1f17a55

RRI: https://m.rri.co.id/jakarta/urban/1433636/peringati-hari-bumi-pakar-dan-peneliti-ipb-soroti-kondisi-bumi-kita-yang-semakin-renta?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign

RRI: https://rri.co.id/bogor/warta-bogor-kiwari/1432850/pakar-ipb-university-peringatan-hari-bumi-investasi-in-our-planet-nature-in-the-race-to-zero

IG RADAR BOGOR: https://www.instagram.com/reel/Ccr7VAYgOi0/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

YOUTUBE HSA Hari Bumi:
https://youtu.be/qjbnpDPaRiQ

RADAR BOGOR:
https://www.radarbogor.id/2022/04/24/peringati-hari-bumi-ipb-university-gelar-talkshow-invest-in-our-earth/

MEDIA INDONESIA
https://mediaindonesia.com/humaniora/488463/guru-besar-ipb-bumi-hanya-mampu-menopang-setengah-populasi-saat-ini

Temu Pakar dan Insan Media Masa dalam Memperingati Hari Air Sedunia

PS Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Sekolah Pasca Sarjana, IPB University

Resto Taman Koleksi, Kampus IPB Baranangsiang, 21 Maret 2022 pk 09:00-10:00

PSL IPB MEMPERINGATI HARI AIR SEDUNIA

Hari Air Sedunia (the World Water Day)  pertama dirayakan pada tahun 1993. Hal itu pertama kali diusulkan pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang lingkungan dan pembangunan di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Akhirnya setiap tahun pada tanggal 22 Maret dirayakan sebagai the World Water Day.

Pada perayaan ke 30 ini, Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PS PSL), IPB mengusung tema Hari Air Sedunia 2022 dengan “Ground Water, Making the Invisible, Visible” (Air tanah, menjadikan yang tak terlihat, terlihat) yang dikaitkan dengan SDG’s terutama tujuan 6-11-14-15. Pada press conference yang digelar bersama belasan wartawan media masa di Resto Taman Koleksi Kampus Baranangsiang Prof. Hadi Susilo Arifin, Ketua Program Magister PSL IPB, menyampaikan pentingnya pemanfaatan air tanah dan air permukaan. Keduanya akan saling melengkap dengan mempertahankan kelestarian hutan, situ, danau yang mampu sebagai bekerja sebagai daerah tangkapan air (water cathment).

Hadi, yang juga merupakan peneliti “water sensitive city” di Departemen Arsitektur lanskap menyampaikan, bahwa banyak kearifan lokal dan pengetahuan tradisional masyarakat dalam mengelola sumberdaya air secara berkelanjutan. Contohnya masyarakat Bali mempertahankan “Subak Parahyangan” (mata air di hulu) untuk keberlanjutan sumber irigasi hingga wilayah tengah dan hilir. Di Jawa ada istilah “Ulu-ulu”, “Jogo-Tirto”; di Jawa Barat dikenal kelompok pengelola air dengan nama “Mitra Cai”, dan lain sebagainya.

Prof. Suria Tarigan, pakar geo-hidrology dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University menjelaskan air hujan yang jatuh di daratan akan menjadi air tanah sekitar 25%, air permukaan 1% dan selebihnya mengalir ke laut. Prinsip pengelolaan air tanah adalah meningkatkan persentase resapan air hujan ke dalam tanah.

Pemanfaatan air bawah tanah berlebihan akan memicu: a) penurunan muka tanah (subsidensi), b) intrusi air laut, dan c) kerusakan struktur dan kapasitas akuifer.  Jika penurunan muka tanah tersebut terjadi pada daerah pemukiman maka dapat berdampak buruk di mana subsidensi tanah akan meningkatkan risiko banjir pada musim hujan. Secara rata-rata, penurunan muka tanah dari Jakarta sebelum 1990 sebesar 1-2 cm/tahun, sekarang sekitar 3-4 cm/tahun. Penurunan tanah tersebut meningkatkan risiko banjir di Jakarta. Dengan memahami pola akuifer maka kita dapat identifikasi daerah yang potensial untuk membuat daerah water recharge (peresapan air) pada sebuah DAS.

Peranan mangrove dalam manajemen sumberdaya air disampaikan Prof Cecep Kusmana, dari Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University. Mangrove sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan pemeliharaan lingkungan hidup masyarakat pesisir, di antaranya dalam pemeliharaan tata air dan tanah yang menunjang keperluan hidup utama masyarakat tersebut. mangrove merupakan ekosistem esensial dalam menunjang daya dukung lingkungan kawasan pesisir untuk terus berkelanjutan mendukung kehidupan yang berkualitas bagi masyarakat pesisir.

Ekosistem hutan mangrove berperan sangat penting dalam MENGENDALIKAN bahkan mencegah terjadinya: (1). intrusi air laut ke daratan; (2). abrasi  yang akan mengkikis garis pantai; (3).  banjir rob dan penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang berpengaruh merugikan terhadap lahan usaha penduduk, (4). KELANGKAAN persediaan air tawar.

Menarik bagaimana penyelamatan air tanah melalui investasi pada infrastruktur air PDAM telah disampaikan pakar sosial ekonomi, Prof. Yusman Syaukat dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University. Saat ini, pada setiap wilayah (provinsi/kabupaten/kota) pemenuhan kebutuhan air bersih dilakukan menggunakan prinsip pemanfaatan air tanah dan air permukaan secara bersama (conjunctive use between surface and ground water).

Dari hasil riset (Syaukat, 2000) di DKI Jakarta, bahwa investasi dalam meningkatkan kapasitas produksi air perpipaan saja tidaklah memiliki peran yang signifikan dalam mengurangi total pengambilan air tanah dalam rangka menjaga stok air tanah di cekungan air tanah (aquifer). Akan tetapi, jika investasi dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas produksi dan juga fasilitas distribusi (untuk memperluas layanan dan mengurangi kebocoran) air bersih, ternyata mampu meningkatkan volume pasokan air perpipaan, mengurangi rata-rata biaya produksi air bersih, mengurangi penggunaan air baku (air permukaan), meningkatkan pendapatan PAM Jaya, dan berperan penting dalam mengurangi pengambilan (ekstraksi) air tanah, sehingga mampu mempertahankan stok air tanah dan juga menjaga kualitas air tanah dari infiltrasi air laut di DKI Jakarta.

Upaya-upaya menjaga pengisian (recharging) air tanah juga harus terus dilakukan. Ketersediaan kuantitas air tanah dengan kualitas baik berkontribusi nyata dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan, dan mendukung pencapaian tujuan SDGs. 

Narasumber:

Prof. Hadi Susilo ARIFIN, Ph.D. | +62811117720 | hsarifin@apps.ipb.ac.id

Prof. Dr. Suria Tarigan | +628128646473 | sdtarigan@apps.ipb.ac.id

Oleh: Prof. Dr. Cecep Kusmana | +628128017120 |  ckmangrove@gmail.com

Prof. Dr. Yusman Syaukat | +62-81310982477 | ysyaukat@apps.ipb.ac.id

LINK BERITA TERKAIT:
Podcast Hari Air Sedunia: PSL’s Corridor Episode #01 Hari Air Sedunia: Ground Water, Making Invisible, Visible. Silakan Click di sini: https://www.youtube.com/watch?v=3foIUKvas30

REPUBLIKA: https://m.republika.co.id/berita/r93pqh380/pakar-ipb-sampaikan-pentingnya-pemanfaatan-air-tanah

BOGOR ONLINE: https://bogoronline.com/2022/03/psl-ipb-peringati-hari-air-sedunia-air-tanah-menjadikan-yang-tak-terlihat-terlihat/

RADAR BOGOR: https://www.radarbogor.id/202ADA2/03/21/ketersediaan-air-secara-berkelanjutan-dari-air-tanah-dan-air-permukaan/

RADAR BOGOR: https://www.radarbogor.id/2022/03/21/peringati-hari-air-sedunia-psl-ipb-bahas-pentingnya-pemanfaatan-air-tanah-dan-air-permukaan/

KETERSEDIAAN AIR SECARA BERKELANJUTAN

DARI AIR TANAH DAN AIR PERMUKAAN

Coffee Morning – Temu Pakar dan Insan Media Masa dalam Memperingati Hari Air Sedunia

PS Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pasca Sarjana, IPB University

Café Taman Koleksi, Kampus IPB Baranangsiang, 21 Maret 2022 pk 09:00-10:00

Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.

Ketua Program Magister Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan

Sekolah Pascasarjana – IPB University

Mobile: +62-811117720 | E-mail: hsarifin@apps.ipb.ac.id

Air adalah sumber kehidupan. Beragam kegiatan mahluk hidup, manusia, hewan, tumbuhan sampai dengan jasad renik, semua membutuhkan air. Sehingga ketersediaan sumberdaya air, baik air tanah maupun air permukaan perlu dikelola dengan baik, agar tetap berkelanjutan. Hal ini sangat terkait dengan SDG’s khususnya pada Tujuan ke 6 (Air bersih dan sanitasi layak), tujuan ke 11 (Kota dan permukiman yang berkelanjutan), tujuan ke 14 (Ekosistem Lautan) dan tujuan ke 15 (Ekosistem daratan).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (2015), bahwa potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 trilyun m3/tahun. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi pada kenyaataannya, sering kita hadapi saat di musim penghujan, di mana-mana banjir. Di lain pihak dipicu oleh perubahan lingkungan sedikit saja akibat adanya siklus hidrologi, misalnya di musim kemarau, di mana-mana terjadi kekeringan.

Kelentingan sumberdaya air (water resilient) sangat diperlukan untuk mendapatkan ketahanan air (water security). Ketahanan air adalah kemampuan masyarakat mengakses sumberdaya air baik secara kuantitas, kualitas serta kontinuitasnya. Hal tesebut sangat penting untuk menjamin keberlanjutan kesehatan manusia, dan keberlanjutan ekosistem pada daerah tangkapan air.

Hasil riset di DAS Ciujung (sebagian Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang dan Kabupaten Bogor), diketahui ketersediaan air sebesar 36,57 m3/detik (1,153 milyar m3/tahun). Jumlah kebutuhan air di DAS Ciujung sebesar 38, 36 m3/detik (1,209 milyar m3/tahun). Kebutuhan air meliputi untuk kegiatan perikanan tambak di pesisir pantai, untuk industri, untuk kebutuhan rumah tangga, perkotaan dan industri serta irigasi. Kebutuhan air yang mendominasi adalah sektor irigasi yaitu sekitar 73,1% diikuti penggunaan air untuk perikanan yaitu sebesar 9,7% dari total kebutuhan air DAS Ciujung. Bahwa DAS Ciujung mengalami defisit sebesar 1,79 m3/detik (56,4 juta m3/tahun). Neraca surplus-defisit tiap bulannya menunjukkan bahwa menjelang masa tanam yaitu bulan Juli sampai Oktober terjadi defisit, sedangkan Desember sampai Maret relatif terjadi surplus. Dalam kasus seperti ini, solusinya adalah diperlukan adaptasi oleh petani dalam mementukan masa tanam (Kurniasari, Arifin, Purwanto, 2021).

Keberlanjutan dalam kontinum air perkotaan, dapat dinyatakan posisi kota pada: water supply city, sewerage city, drainage city, water way, water cycle, water sensitive city. Masing-masing memiliki faktor penggeraknya (driver factors). Juga bisa dilihat “management response” nya pada setiap tahapan kontinum air perkotaan (Gambar 1).

Sebagai contoh, dari hasil penelitian water sensitive city di Bogor Raya (Arifin et al, 2018), didapatkan hasil bahwa dicapai tingkat water supply city (67%), sewered city (67%), drained city (50%), waterway city (84%), water cycle city (19%) dan water sensitive city (0%). Dalam WSC terdapat 7 goals, dan 34 indikator.

Gambar 1. The Water State Continuum

Dari salah satu goal pada WSC adalah perbaikan kesehatan ekologis (improvement ecoligcal health). Untuk mencapai goal tersebut, maka diperlukan empat pencapaian indikator. Keempat indikator adalah: habitat yang sehat dan beraneka ragam, kualitas dan aliran air permukaan, kualitas dan pengisian air tanah; dan melindungi kawasan yang ada dengan nilai ekologis yang tinggi.

Lebih jauh sebenarnya manajemen sumberdaya air dalam pemanfaatan air tanah serta air permukaan secara berkelanjutan dapat pelajari dari berbaghai kearifan lokal. Bagaimana masyarakat Bali mempertahankan “Subak Parahyangan” (mata air di hulu) untuk keberlanjutan sumber irigasi hingga wilayah tengah dan hilir. Di Jawa ada istilah “Ulu-ulu”, “Jogo-Tirto”; di Jawa Barat dikenal kelompok pengelola air dengan nam “Mitra Cai”, dan lain sebagainya. [H.S.A]

Referensi:

Arifin HS, Marthanty DR, Suciningsih D, Ramirez-Lovering D, Roggers B. 2019. Benchmarking Greater Bogor’s Water Sensitive Performance. The Australia Indonesia Centre AIC-URC [Monash University-IPB University-University of Indonesia]

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. 2015. Rencana Strategis 2015-2019

Kurniasari YD, Arifin HS, Purwanto MY, 2021. Analisis Neraca Air dan Prasarana Tampungan Air di DAS Ciujung. J. Ilmu Lingkungan, PS Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UNDIP. Vol. 19(2): 227-235LINK Tulisan buku-buku laporan riset WSC: https://drive.google.com/file/d/1VO9cnNq_7j7F6ZbMe8EQrS8x2iDPx0LI/view?usp=sharing

Spring School Program-2022 diselenggarakan oleh Population Change, Economic Activities, Resource Depletion, and Environmental Degradation (PARE). Tema yang diusungnya kali ini adalah “Sustainable Ecosystem Management to Improve Community Welfare and Environment Quality”. Sekolah Pascasarajana-IPB bertindak sebagai host university.

Dekan Sekolah Pascasarjana-IPB University, Prof Anas Miftah Fauzy menyampaikan bahwa PARE merupakan program yang dirancang untuk merubah rantai negatif sebagai akibat peningkatan Population-Activities-Resources-Environments (PARE). Program yang dibiayai oleh Ministry of Education, Culture, Sport and Science (MEXT) Jepang ini, merupakan hasil inisiasi Universitas Hokkaido dengan enam perguruan tinggi di ASEAN untuk bekerjasama di bidang pendidikan. Enam universitas yang bemitra dalam kegiatan ini adalah: Institut Pertanian Bogor (IPB), Chulalongkorn University (CH), Institut Teknologi Bandung (ITB), Kasetsart University (KU), Thammasat University (TU), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dengan kondisi keterbatasan yang masih ada akibat Pandemy Covid-19, maka PARE Spring School 2022 diselenggarakan secara hybrid di 3 negara, 7 – 16 Maret 2022.

Dalam pidato laporan Ketua Penyelenggara PARE Spring School 2022, Prof. Agus Buwono, yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Akademik & Kemahasiswaan SPs IPB University, menyampaikan bahwa PARE Spring School merupakan salah satu program penting PARE yang ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana yang ingin berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan. Program ini dirancang untuk menciptakan interaksi yang memadai antara mahasiswa dan juga antara mahasiswa dan dosen. PARE Spring School ini juga merupakan langkah awal menuju program mobilitas mahasiswa untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik dan kerjasama yang lebih kuat antara negara-negara yang terlibat. Dilaporkan jumlah peserta tahun ini 29 berasal dari 6 universities.  Di Indonesia 15 mahasiswa (7 IPB, 4 UGM, 4 ITB), Thailand 5 mahasiswa (1 TU, 1 KU, 3 CU), dan Japan 9 mahasiswa (HU).

Acara pembukaan PARE Spring School 2022 digelar di Sekolah Pasca Sarjana IPB pada Senin 7 Maret 2022 pk 08,00 WIB dan waktu Thailand atau pukul 10.00 waktu Jepang. Dalam sambutan pembukaan melalui Zoom Meeting, Rektor IPB University, Prof. Arif Satria menekankan bahwa, penyebab mendasar dari degradasi ekosistem seperti perubahan iklim global dan permintaan manusia yang terus meningkat yang dengan cepat mengubah garis dasar sosial ekonomi dan politik seringkali tidak dapat dikelola pada skala lokal. Oleh karena itu memerlukan pendekatan baru untuk perencanaan dan tindakan dalam pengelolaan ekosistem. Kondisi kerangka kerja yang menantang pembangunan berkelanjutan dibentuk oleh peningkatan Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA concept). Selain itu, kemajuan teknologi seperti IR 4.0 dan situasi pandemi dapat semakin mempercepat disrupsi yang perlu diantisipasi dengan baik. Sambutan Prof. Igarashii, Representative Hokkaido University (Japan) dan juga Dean of Faculty of Environment and Resource Studies of Mahidol University (Thailand), disampaikannya secara virtual di media Zoom Meeting yang ditayangkan secara hybrid.

Kegiatan ini mempunyai tujuan yang mendukung pengembangan Program Pascasarjana yang menghasilkan lulusan dengan empat kualitas yaitu Field Research Capability, Cross-cultural Capability, Frontier Spirit, dan Problem Solving Competencies. Setelah acara pembukaan, Dr Liyantono menyampaikan penjelasan teknis pelakasnaan Spring School Program 2022 kepada semua peserta lintas negara, yang berada di Indonesia, Jepang dan Thailand.

Kuliah perdana mengangkat topik “Natural Resources and Environmental Management” disampaikan oleh Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D. Ketua Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, mengenalkan pengelolaan pada skala bio-regional, yaitu skala Daerah Aliran Sungai. Studi kasus di masing-masing negara mengambil obyek DAS. Peserta di Indonesia mengambil kajian fieldwork di DAS Ciliwung (hulu-tengah-hilir) dari Puncak-Bogor-Jakarta. Bertindak sebagai instruktur lapang adalah Dr Liyantono dan Dr Kaswanto. Sedangkan peserta di Thailand dengan kasus di DAS Tha Chin, dan peserta di Jepang kasusnya di DAS Toyohira.

Pada tahun 2015, IPB pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan program Spring School PARE. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 9-20 Maret 2015 dengan tema “Good Practices on Ecosystem Management to Improve Community Welfare and Environment Quality’.  Pada tahun ini, IPB Kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan PARE Spring School 2022. Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi Japan Desk – Liaison Office Hokkaido University di IPB yang diketuai Prof. Hanny Wijaya.

Narasumber:

Hadi Susilo Arifin | Agus Buwono | Hanny Wijaya 

ISENREM-2021, IPB University Mengajak Peserta untuk Siap Menghadapi Era Baru dalam Manajemen Lingkungan

The 2nd International Seminar on Natural Resources and Environmental Management 2021 (The 2nd ISENREM-2021) merupakan acara dua-tahunan Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB University. Ini adalah kali kedua seminar berskala internasional dilaksanakan melalui kerjasama PSL IPB dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB University dan Badan Informasi Geospasial.

Acara yang digelar secara daring (on line) pada tanggal 4-5 Agustus 2021, memiliki tema utama, yaitu “Towards a New Era of Natural Resources and Environmental Management”. Acara ini dibuka oleh Rektor IPB yang diwakili oleh Prof. Dodik Ridho Nurrochmat, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerjasama, dan Hubungan Alumni. Dalam pidato pembukaannya, Prof. Dodik menyatakan bahwa tema tersebut menunjukkan keseriusan dan perhatian besar Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan IPB University dalam menghadapi isu dan permasalahan di bidang lingkungan dan sumberdaya alam di masa kini dan setelah pandemi Covid-19 nanti. Menghadapi era baru dan dengan berbagai ketidak pastian, pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan perlu dilakukan secara lebih adaptif.

Seminar international ini diikuti tiga-ratusan peserta dan tercatat 126 judul paper yang dipresentasikan. Empat sesi parallel dikelompokkan berdasarkan sub-tema yang meliputi: perubahan lingkungan dan manajemen bencana; kebijakan dan diplomasi lingkungan; sistem manajemen lingkungan; serta geospasial untuk perencanaan lingkungan.

The 2nd ISENREM 2021 menghadirkan keynote speakers dari badan pemerintah dan praktisi pada level nasional, yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diwakili Sekjen KLHK Dr. Bambang Hendroyono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (periode 2019-2021) Letnan Jenderal (Purn) TNI Dr (HC) Doni Monardo, dan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Prof. Aris Marfai. Akademisi dan peneliti bidang lingkungan hidup dan sumberdaya alam yang hadir sebagai invited speakers adalah Prof. Zeljko Bacic (University of Zagreb, Kroasia), Prof. Tasuku Kato (Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang), Dr. Jacob Phelps (University of Lancaster, Great Britania), Prof. Diego Ramirez (Monash University, Australia), Prof. Rizaldi Boer dan Prof. Herry Purnomo (IPB University, Indonesia).

Acara yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting ini juga diikuti kalangan akademisi dan peneliti  melalui siaran langsung di Youtube. Dr. Zaenal Abidin selaku ketua pelaksana, melalui laporan singkatnya menyampaikan bahwa sekali pun ISENREM-2021 ini diselenggarakan secara virtual, ternyata tidak menyurutkan antusiasme para peserta dari dalam maupun luar negeri. Baik Prof. Widiatmaka maupun Prof. Hadi Susilo Arifin, masing-masing sebagai Ketua Program Doktoral dan Program Magister di PS PSL mengucapkan terimakasih atas segala peran dan kerjasama Sekolah Pascasarjana IPB, Direktorat Program Internasional IPB, PPLH IPB, Kementerian LHK, dan BIG dalam mendukung kesuksesan seminar. Selain didukung oleh dosen-dosen PSL IPB dan para peneliti BIG, acara ini didukung pula oleh mahasiswa PSL yang terhimpun dalam wadah Ecologica.

Narasumber:  Prof. Widiatmaka   &  Prof. Hadi Susilo Arifin

Live Streaming Opening and Plenary I – The 2nd ISeNREM 2022

Live Streaming Plenary II – The 2nd ISeNREM 2021

 

The International Symposium on Arboriculture in the Tropics

ISATrop 2021

“Pekarangan” Landscape Management Strategy as an Effort to Increase Community Immunity

during the Covid-19 Pandemic

Hadi Susilo Arifina*, Nurhayatia, Kaswantoa, Budiadib, Siti Nurul Rofiqo Irwanb, Budi Faisalc,

Mohammad Zaini Dahlanc, Siti Rahayu Nadhirohd, Tutik Sri Wahyunid

aIPB University, Darmaga-Bogor 16680, Indonesia

bGadjah Mada University, Bulak Sumur-Yogyakarta 55281, Indonesia

cBandung Institute of Technology, Taman Sari-Bandung 40116, Indonesia

dAirlangga University, Mulyorejo-Surabaya 60286, Indonesia

Abstract

The research results in the last two decades show the important role of pekarangan as a micro-scale landscape unit in providing space for growing various types of plants (multi-layers from the grasses to the trees), livestock and fish. Pekarangan as typical Indonesian home garden is realized with distinctive spatial patterns and elements as a representation of the harmonious relationship between the owner and the ecological character of his environment. Perceptions and preferences based on different social, cultural, and environmental factors, shape the pattern and function of pekarangan to become more diverse as a form of community local wisdom. The important role of pekarangan needs to be elaborated more deeply, particularly in efforts to increase community immunity during the Covid-19 pandemic. Pekarangan has great potential to be developed as a mitigation and rehabilitation space by providing a variety of medicinal plants as well as outdoor activity spaces with a healthy environment quality. This is the basis for the need to study the important value of pekarangan during the Covid-19 pandemic, starting from identifying the level of utilization to recommending a landscape management strategy of pekarangan by recognizing plant species that can increase community immunity during and beyond the Covid-19 pandemic disaster. This research was designed for three years with three main approaches, i.e. (1) inductive method which focuses on building theory from practices that have been known and carried out for generations, (2) implementation as an effort to actualize local knowledge, and (3) multiplicative for the benefit of the important value of pekarangan on a wider scale. The tiered studies start from basic research on the ecological, social, and cultural aspects of pekarangan; research on the development of spatial planning and elements forming pekarangan; as well as research on nutritional content, dietary diversity contributed from pekarangan products. Data were obtained through pekarangan mapping surveys and structured questionnaires at four selected locations in Cisadane Watershed/Bogor City segment, Cikapundung Watershed/Bandung City segment, Kali Progo Watershed/Yogyakarta City segment, and Brantas Watershed/Surabaya City segment). The results of this research are expected to be developed in public spaces on a meso scale, e.g. environmental parks, mixed gardens and talun, as well as macro scales, e.g. urban parks, urban forests, and abandoned land.

Keywords: Agro-bio diversity, dietary diversity, inductive approach, local wisdom, watershed

* Corresponding author. E-mail address: hsarifin@apps.ipb.ac.id

Program Book, Click HERE, Please.

PPT Material: “Pekarangan” Landscape Management Strategy as an Effort to Increase Community Immunity during the Covid-19 Pandemic, CLICK HERE, Please.

EXPOSE MAHASISWA ARISTEKTUR IPB: STRATEGI MANAJEMEN RTH DI MASA PANDEMI COVID-19

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan adalah barang mahal bagi setiap orang. Di lain pihak kita tahu kebahagiaan, happiness, adalah aspek intangible yang perlu ditingkatkan bagi setiap individu/masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu media yang dapat meningkatkan kesehatan lahir dan batin adalah bagaimana strategi memanfaatkan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di sekitar kita.

Pada skala lanskap terkecil, pekarangan disasar oleh mahasiswa semester VI Departemen Arsitektur Lanskap dalam kajiannya melalui praktikum mata kuliah Pengelolaan Lanskap. Prof. Hadi Susilo Arifin, kordinator mata kuliah ini menyampaikan dalam pembukaan Acara Expose Mahasiswa, bahwa dalam masa pandemi Covid-19 pekarangan banyak dimanfaatkan sebagai media hobby berkebun, atau berekreasi-olah raga-berjemur, bahkan meningkatkan produktivitas dengan mengusung kegiatan urban farming. Taglinenya cukup populer, yaitu #marimulaidaripekarangan dan #hanyasatulangkahdariberanda. Dikatakan Hadi, ini sangat tepat dengan kesibukan pekerajaan saat ini yang sebagian besar dilakukan dengan WFH, work from home.

Expose Mahasiswa Pengelolaan Lanskap yang digelar pada penghujung semester, tanggal 16 Juni 2021, merupakan acara tahunan. Biasanya Expose dilakukan di hadapan stakeholders di Balaikota Bogor, atau di Pendopo Kabupaten Bogor, tergantung di mana studi kasus dilakukan. Tetapi sejak tahun 2020 expose dilaksanakan secara online. Kajian pada tahun 2021 ini mengambil kasus RTH di wilayah Jakarta. Hadi menambahkan, kajian manajemen lahan produktif bukan hanya pada RTH pekarangan saja, tetapi dilihat juga strategi manajemen lanskap pada lahan publik. Scaling up dilakukan pada taman lingkungan, taman kota, hingga pemanfaatan hutan kota.

Expose mahasiswa semester VI yang diketuai oleh Reynaldi Yamahoki dihadiri oleh elemen penta-helix untuk mendapatkan solusi manajemen kolaboratif antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan kawan media yang dapat membantu pemberitaan agar sampai pada sasaran. Sebagai moderator, Dr Kaswanto mengundang partisipan untuk menanggapi, memberi masukan dan diharapkan ada yang bisa ditindak-lanjuti. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta yang hadir bersama tim lengkap, Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta, Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Bioindustr-Universitas Trilogi Jakarta, Komunitas Pekarangan dan Kebun Produktif Indonesia (KPKPID) masing-masing menyampaikan masukan, juga memberi apresiasi atas acara ekspose mahasiswa ini.

Expose ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Brawijaya, Malang dan Universitas Udayana Bali. Yang menarik dan direspon positif oleh partisipan, yaitu adanya usulan Hari Pekarangan Nasional.

DKPKP DKI Jakarta membuka lebar-lebar kepada mahasiswa untuk magang, atau mengambil kasus untuk skripsi di area yang dibuka ada 5 agro-edu-wisata dan 14 kebun bibit agar lanskap menjadi lebih produktif. Suharin Eliawati, Plt Kadis KPKP bahwa Jakarta melalui dinasnya telah mengaktifkan praktek urban farming dengan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Gang Hijau (penanaman tanaman produktif di sepanjang gang/lorong-lorong perumahan). Dinas Pertamanan dan Kehutanan pun mengatakan saat ini ada 53 taman yang sudah kembali dibuka untuk umum. Ini bertujuan untuk memberi kesempatan masyakat berekreasi secara sehat di ruang terbuka hijau, selama tetap mentaati protokol kesehatan secara ketat.

Hadi menekankan bahwa pekarangan, taman lingkungan, taman kota, hutan kota, juga lahan publik lainnya seperti bantaran sungai, kebun campuran, bahkan lahan terbengkalai dapat diberdayakan sebagai lanskap produktif. Jika direncanakan, didesain dan dikelola bisa sebagai lanskap urban farming yang menghasilkan produksi pangan penghasil karbohidrat, rempah, bumbu dan obat, sayuran, buah, bahan baku industri dan juga tanaman hias. Strategi pengembangannya tidak hanya di ruang terbuka hijau (RTH) saja, tetapi juga ruang terbuka biru (RTB). Jakarta memiliki lanskap badan air, seperti riparian sungai, kanal-kanal, dan daerah rawa-rawa. Selain sebagai lanskap yang menghasilkan secara fisik, tetapi lanskap ruang terbuka tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk bersantai di waktu luang, berekreasi, dan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan. Fungsional berguna, secara estetika-indah, tegas Hadi.

Dr Nurhayati, dosen Departemen Arsitektur Lanskap mengatakan bahwa ekspose ini banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa dari sisi keilmuan Manajemen Lanskap. Tetapi ternyata memberi pengalaman peningkatan skill, seperti mengelola event expose, serta berbagai soft skill yang menjadi terasah dari hasil praktikum dan penyelenggaraan expose. Mereka terlatih berkomunikasi secara tertulis, tergambar dan terutama komunikasi verbal.

EXPOSE Material:

Guideline Book – Click Here, Please

Video Expose – Click Here, Please

Poster Expose – Click Here, Please

PPT Expose – Click Here, Please

OTHER LINKS:

  1. Radar Bogor, Click here, please.
  2. Kumparan.com , Click here, please.
  3. Website Departemen ARL, Click here, please

 

 

 

 

 

STUDIUM GENERALÈ 6: PERKEMBANGAN KONSEP JASA LINGKUNGAN SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG

Mata Kuliah Ekologi & Jasa Lingkungan PSL-751

Jasa lingkungan merupakan penyediaan, pengaturan, penyokong proses alami, dan pelestarian nilai budaya oleh suksesi alamiah dan manusia yang bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan. Millennium Ecosystem Assessment (MEA) (2002) menyebutkan dua pertiga jasa lingkungan yang berkaitan dengan kesejahteraan manusia sedang mengalami degradasi atau dimanfaatkan secara tidak berkelanjutan. Hal tersebut dapat memengaruhi ketersediaan jasa lingkungan di masa yang akan datang.

Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) IPB melalui MK. Ekologi dan Jasa Lingkungan (PSL571) akan menyelenggarakan “Studium Generalè-VI: Perkembangan Konsep Jasa Lingkungan Sekarang dan Yang Akan Datang”. Studium Generalè akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 12 Juni 2021
Pukul: 10.00-11.40 WIB
Media: Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube Ecologica

Dosen Tamu:
Dr. Beria Leimona (Senior Expert Landscape Governance and Investment World Agroforestry (ICRAF))

Biodata Click di SINI

Materi SG – Click di SINI

Moderator:
Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D (Ketua Program Studi Magister PSL-IPB)

Biodata Moderator Click di SINI

Penanggap:
Prof. Dr. Hefni Effendi (Ketua PPLH, LPPM-IPB)

Biodata Penanggap Click di SINI

Pengantar:
Prof. Dr. Widiatmaka (Ketua Program Studi Doktor PSL-IPB)

Link Pendaftaran: https://ipb.link/sg6-ecologica

Let’s join us,
Free + e-certificate

Terima kasih dan Salam Kolaborasi !
———————————————————
Narahubung: 081314537999 (Izhar Auliya)
Instagram: @ecologica.psl.ipb
Youtube: ECOLOGICA PSL-IPB
Email: ecologicaipb@gmail.com

#PSLIPB
#ECOLOGICA2021
#IPBUNIVERSITY

STUDIUM GENERALÈ MK. LANSKAP PERDESAAN DAN PERTANIAN (ARL635):
Strategi Pembangunan Desa Berbasis Pertanian Menuju Pencapaian SDG’s Desa

Struktur lanskap perdesaan di Indonesia berhubungan dengan penggunaan lahan, konsep agropolitan yang mencakup lanskap pertanian dan non-pertanian yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan bio-fisik, geografi, sosial, budaya, dan ekonomi. Penerapan agroekosistem dalam Analisis Agroforestri Lanskap perlu dipelajari untuk praktek pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Strategi tepat pembangunan desa pertanian seperti apa dan bagaimana demi tercapainya harapan sesuai SDG’s desa.

Program Magister Arsitektur Lanskap (ARL) IPB melalui MK. Lankap Perdesaan dan Pertanian (ARL635) menyelenggarakan “Studium Generalè” pada:

Hari/tanggal: Jum’at, 11 Juni 2021
Pukul: 8.00 – 10.00 WIB
Media: Zoom Meeting Only

Narasumber: Dr. Ivanovich Agusta (Kepala Pusat Data Informasi Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

MATERI Studium Generale Silakan CLICK di SINI!!!

Moderator : Dr. Nurhayati Hadi Susilo Arifin (Dosen Pengampu MK Lanskap Perdesaan dan Pertanian/ARL635 – IPB)

Pengantar :Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin (Kordinator MK ARL635; Ketua Program Studi Magister PSL – IPB)

Moderator: Dr. Kaswanto (Dosen Departemen Arsitektur Lanskap – IPB)

Link Pendaftaran: http://ipb.university/lppstudiumgenerale

Let’s join us,
Free Public

Terima kasih ✨
———————————————————
Narahubung: 082289688986 (Aisyah N. Fadila)

#LPP2021
#ARLIPB
#IPBUNIVERSITY

Next Page »